Tolong Jangan Takut

Tolong Jangan Takut
Gudang persenjataan


__ADS_3

Sesosok dengan topeng wajah setengah dan jubah hitam muncul dengan berjalan, di belakang nya terdapat banyak tikus dengan sayap kelelawar yang mengikuti.


Di sebelah kanannya, terdapat sosok cantik bagai karakter fiksi. Dia memakai pakaian maid, seperti memang pelayan dari sosok bertopeng yang di sebelah nya.


Mendapati hal tersebut, Raphael langsung menembakinya dengan Revolver. Namun belum sampai tertembak tembok daging muncul dari tanah dan melindungi nya, bukan hanya muncul dari tanah namun jalan sekitar berubah menjadi seperti daging.


Tidak lama tembakan berhenti, Raphael langsung me mengisi amunisi nya kembali. Seketika itu juga tembok daging yang menutupi secara perlahan bergerak memperlihatkan sosok tersebut sudah tidak ada di sana.


Walaupun sosok topeng sudah hilang, namun maid nya masih ada di sana. Hal tersebut membuat semua personel divisi khusus di tempat tidak memiliki pilihan harus menghentikan maid tersebut.


...


Sebuah tempat dimana sejumlah kendaraan di parkirkan tiba-tiba muncul sebuah bayangan dari tanah, secara perlahan membentuk sesosok mahluk manusia dengan jubah hitam dan topeng setengah wajah.


"Akhirnya, pengalihan berhasil! sekarang ayo mulai operasi, menurut desain arsitektur bangunan seharusnya ini basement parkiran, dan dari aku berdiri seharusnya menghadap ke barat. "


"Kalau begitu bila dari sini menuju lift, seharusnya tidak jauh!"


Benar dia adalah Riwan yang memang sengaja melakukan beberapa pengalihan serta keributan untuk agar dapat menyelinap masuk, walaupun begitu dia masih melihat sekitar memastikan aman. Riwan juga berjalan sesekali melihat map desain bangunan yang di tab nya.


Setelah tidak lama dia sampai di depan Lift, melihat itu dia segera meretas sistem tombol nya menggunakan Ponselnya, tidak butuh lama dia akhirnya dapat meretas sistem lift.


Riwan bukan hanya meretas pintu masuk, dia meretas sensor indentifikasi serta kamera keamanan yang terdapat di dalamnya.


Dia mendapatkan informasi tersebut dari map desain arsitektur bangunan. Itu semua sudah dilakukan sebelum dia membuat kekacauan serta menyusup.


"Keamanan mereka sangat ketat! lift, bahkan toilet pun memakai kunci sistem yang hanya dapat di buka pegawai ataupun orang organisasi." Kata Riwan dia mengingat berapa banyak sistem keamanan bangunan.


Berjalan masuk lift dia kembali meretas sistem tombol di sana. "Yah... walaupun semua itu tidak menghentikan aku!"


Setelah meretas lift bergerak turun kebawah, tempat dimana tujuan nya, di dalam Lift Riwan menyilaukan tangan nya sambil berpikir. "Bahkan tombol naik turun Lift untuk dapat menggunakan nya, mereka menggunakan beberapa kode angka untuk setiap lantai!"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Lift mulai menjadi lebih lambat, itu berarti dia sudah hampir dekat. Segera Riwan mengeluarkan dari kantung jubah sebuah tabung reaksi yang di tutup kayu, di dalam tabung reaksi terdapat zat berwarna hijau.


Segera setelah pintu terbuka, dia langsung melemparkan tabung tersebut. Tabung pecah zat di dalam nya dengan cepat menguap menjadi gas, langsung menutupi semua tempat tersebut dengan gas.


Tidak berselang terdengar suara jatuh di luar lift, dan kumpulan gas juga mulai hilang. Secara perlahan Riwan keluar dari lift, dia melihat beberapa orang tinggi besar memakai jaket hitam terkapar di tanah.


Uwah! lihat orang orang ini, mereka sebagai penjaga gudang senjata. Mereka memiliki badan besar, dan juga seperti nya memiliki kemampuan spiritual, untung saja aku tidak sembrono!"


"Bila robot atau teknologi ai komputer yang menjaga akan mudah bagiku, tapi bila manusia hampir tidak berguna. Karena pikiran mereka tidak dapa aku retas!"


Setelah melihat sebentar, Riwan kembali berjalan menelusuri area. Tidak jauh dari sana dia melihat pintu berangkas besar, itu juga terlihat di jaga dengan banyak orang.


Tetapi karena efek gas sebelum nya, sekarang mereka dalam keadaan terkapar tidak sadarkan diri, mendapati hal tersebut dengan santai Riwan berjalan menuju pintu berangkas.


Tidak lama sampai Riwan di depan pintu berangkas, di sana bukan hanya ada kunci tangan dan lubang kunci untuk membuka pintu, tetapi terdapat beberapa benda elektronik menempel pada pintu.


"Manual dan otomatis? menarik, untuk maling biasa dan peretas biasa pasti udah menyerah melihat beginian. Tapi untuk aku yang veteran tingkat internasional tentu saja tidak akan menghentikan aku!"


Segera Riwan melakukan peretasan sistem kunci berangkas, dia kali ini terlihat sangat serius dan fokus melakukan nya dari tadi. Tidak lama akhirnya pintu sistem brankas terbuka, sekarang tinggal kunci manual yang harus di buka dengan memasukkan kode pada kunci.


"Ini mudah!" Kata Riwan.


Membuka pintu brankas, Riwan masuk. Dia terkejut melihat banyak artefak di pajang, dan di tata dengan rapih di dalam kotak kaca, di setiap kaca seperti di pasangi jeruji besi.


"Banyak artifak? tetapi yang mana buku itu? pak tua kau tahu sesuatu?" Tanya Riwan.


Riwan menunggu jawaban pemilik buku namum dia tidak mendapatkan apapun, dengan kesal dia langsung mencari buku nya sendiri. Dia mengeluarkan buku lainnya untuk mencari buku tersebut, karena Riwan merasa semua buku tersebut terhubung.


Benar saja, sebuah garis cahaya menunjukkan jalan dimana buku ke 3 berada saat ini, mengetahui hal tersebut dia segera mencarinya.


...

__ADS_1


Tidak lama mencari, akhirnya dia menemukan buku tersebut, buku itu di perlakukan seperti artefak lainnya. Di dalam kotak kaca terlindung dengan jeruji besi, tetapi agak berbeda. Karena buku tersebut bukan hanya di dalam kotak kaca dan di lindungi jeruji besi.


Di bagian bawah terdapat sebuah kode password untuk membukanya, untuk Riwan itu adalah masalah mudah. Segera dia mengeluarkan Tablet dan meretas password kunci artefak.


Tidak butuh waktu lama Riwan berhasil membuka kode password nya, segera dia membuka kotak kaca mengambil buku tersebut. Tetapi seketika alarm di brankas berbunyi, hal tersebut langsung membuat penjaga yang tertidur langsung terbangun.


Selain itu juga pintu brankas menutup dengan sendirinya, Riwan yang masih di dalam brankas dia bingung, dia ingat sebelum mulai dia sudah mematikan alarm maupun alat keamanan lainnya di dalam brankas.


Ini apa yang terjadi! kenapa alarm menyala, mereka menggunakan fungsi cadangan di saat kunci utama di matikan! kalau pun iya seharusnya aku sudah sadar!" Kata Riwan


"Sialan ini tidak boleh di biarkan!"


Riwan mengangkat tablet nya, kemudian langsung memukul kotak kaca tersebut dengan keras, membuat kotak kaca tersebut hancur.


Prank!


Setelah hancur, Riwan langsung mengambil buku ke 3 dan dia kemudian menggunakan spell teleportasi membuat nya dapat kabur dari brankas tersebut.


...


Di luar terlihat pertempuran sudah hampir selesai, demon maid tampak berdiri tampa luka, sedangkan semua personil divisi khusus terlihat beberapa yang jatuh dan terluka cukup parah. Tetapi untuk murid Will bernama Raphael tetap berdiri tampa luka, untuk Alex dia sudah jatuh bersama dengan gagaknya.


"Sial! mahluk ini sangat kuat, entah apa regenerasi bisa bertahan lama?" Kata Raphael menodong senjatanya ke arah Maid tersebut.


Tiba tiba demon maid tersebut membuat lingkaran void. "Sepertinya tuan sudah berhasil!" Kata Maid tersebut berjalan masuk.


Dor!


Melihat hal tersebut Raphael menembakkan senjata nya. "Hei sialan, kemana anda pergi!" Bentak Raphael.


Mendengar hal tersebut demon maid berhenti, kemudian berbalik melihat Raphael. "Tujuan ku telah selesai, aku tidak punya waktu lagi melanjutkan hal tidak berguna ini!

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Demon maid menghilang kedatangan lingkaran void, meninggalkan Raphael dan semua anggota divisi khusus banyak pertanyaan.


Mereka semua bertanya tanya apa tujuan mahluk tersebut menyerang cabang utama, apa untuk kesenangan, balas dendam, tidak ada yang tahu pasti. Yang jelas karena hal tersebut, kebanyakan anggota divisi khusus mengalami cedera cukup berat dan beberapa kerusakan fasilitas akibat tikus chimera.


__ADS_2