
"Papa Apa benar ini tempat nya?"
"Harusnya iya." ucap Ken
Berjalan tak lama mereka sampai di tempat teater selenggarakan, tempat tersebut kebetulan berada di gedung Mall. Tepatnya itu ada di lantai paling atas gedung Mall tersebut, ken dan Mary ke sana menggunakan lift.
Melihat sekitar nya yang ramai pengunjung dan beberapa papan bertuliskan teater dengan judul Cinderella, itu sama dengan gambar yang terdapat pada tiket mereka.
Tampa banyak bicara lagi Ken menuntun tangan Mary menuju gerbang masuk teater, Mary terlihat tidak sabar melihat teater tersebut.
"Kau terlihat tidak sabar Mary, kenapa?" Tanya Ken, itu karena Mary tidak terlihat seperti biasanya.
"Asal Papa tahu. 550 tahun lalu teater menjadi tempat hiburan mama lucy dan keluarganya kau tahu?"
"Hahaha... memang berapa usia asli mu Mary?"
"Entahlah mungkin 600 tahun, Mary tidak ingat! dan papa ke depan nya jangan bertanya soal umur pada seorang gadis. Bila tidak kau akan sulit pacaran!" Jawab Mary.
...
Berbincang beberapa saat di tempat antrian akhirnya giliran Ken dan Mary menyerahkan Tiket masuk, Ken menyerahkan tiket nya masuk bersama Mary.
Sampai di dalam tempat teater terdapat banyak kursi penonton. Beberapa ada yang di atas balkon itu biasa di tepati tamu VIP, sedangkan Ken dia di beri tiket biasa namun walaupun begitu sangat sulit mendapatkan nya.
Tempat tersebut memiliki banyak kursi penonton dan pengunjung terus berdatangan Karena tempat teater yang di atur Brian selalu terkenal dengan nuansa klasik. Itu sangat cocok bagi penggemar barang dan nuansa klasik.
Di depan kursi penonton terdapat panggung luas teater dengan tirai merah menutup nya.
"Papa kita duduk di mana?" Tanya Mary melihat keramaian gedung Teater, dia juga tampak bingung.
Ken melihat sekitar mencari nomor yang tertulis di bangku penonton. "Nomor dalam tiket seharusnya menjadi nomor bangku, itu tertulis 377 seharusnya dekat sini."
Karena kesulitan mencarinya Ken menggunakan sedikit kemapuan nya, dia mengaktifkan Sense to see melihat setiap nomor di bangku.
"Itu dia... Aku dapat! kemari Mary!" Ken menemukan tempat duduk nya, langsung menarik tangan Mary agar tidak terpisah dari keramaian.
Tak berselisih waktu lama setiap penonton yang masuk dan antriannya sudah hampir habis, tak lama juga mereka sudah duduk dengan tenang di tempat duduk nya.
Begitu penonton perempuan tua terakhir duduk di bangku penonton semua lampu penerangan mati, walaupun semua mati hanya lampu panggung yang tertutup tirai merah menyala.
__ADS_1
"Ladies and Gentlemen... Selamat datang!"
Sebuah suara dari seseorang memakai baju jass ber ekor dengan topi panjang dan tongkat di tangan nya, dia adalah Mr Kenedy, atau Brian Kenedy dia walaupun seorang panggung Jawab dan developer acara, dia juga seorang MC dari acara nya sendiri.
Dia tampak membacakan beberapa narasi pembukaan Kisa Cinderella, dia melakukan itu karena memang itu salah satu tugas Mc acara.
Membukukan tubuh nya dengan penghormatan Brian mundur dari panggung. "Tampa berlama-lama mari mulai kisahnya!"
Kisah Cinderella di mulai Mary dari bangku cukup belakang dari penonton sangat menikmati acaranya, dia memasang wajah seorang anak kecil melihat acara favoritnya.
Sedangkan Ken melihat nya dia menguap bosan dengan acara tersebut, Ken memiliki hobi melihat film gore penuh adegan berdarah dan film horor tentang kasus hantu.
Dia memang sudah memiliki hobi menonton hal mengerikan tersebut dari kecil, begitu melihat Acara Klasik dia otomatis akan merasakan bosan luar biasa.
'Aku heran apa bagian bagusnya dari acara ini?'
...
Pentas sudah mulai masuk ke bagian pertengahan. itu dimana sang Cinderella menjatuhkan sepatu kaca saat jam 12 malam dan sang pangeran mengejarnya.
Ken dengan rasa ngantuk namun tetap memperhatikan Kisah Cinderella. Dia tidak punya pilihan karena mungkin Mary akan menanyakan beberapa perihal teater tersebut, dan dia tidak dapat menjawab. Dan juga itu mungkin akan mempengaruhi jalan misinya saat ini.
'Sungguh... Kenapa bisa tuh sepatu jatuh dan kenapa tidak pecah. Apa itu terbuat dari berlian? Hei... Itu kaca seharusnya akan pecah bila jatuh atau menahan bobot terlalu berat!' Ken saat ini berkomentar di dalam pikiran.
"Hm? Mary ada ap-"
Belum sempat menyelesaikan perkataan begitu melihat Putri boneka nya. Mary tampak sudah berada dalam keadaan marah.
Energi gelap menutupi tubuh nya, Ken melihat itu terkejut dia tidak pernah melihat Mary seperti itu sebelum nya. Terakhir hampir terlihat seperti itu saat di misi Asylum hospitals.
"Papa, seperti nya serangga mulai merusak hari bahagia kita!"
"Mary kau marah?" Tanya Ken.
"Tidak! Mary sangat senang. Begitu senang hingga ingin memotong jari serangga tersebut!"
Mendengar jawaban Mary dari ekspresi memang terlihat marah dan perkataan nya tampak tidak masuk akal, Ken teringat film Psikopat dan Mary tampak seperti psikopat dalam film tersebut.
Ken tidak pernah mengira Mary memiliki sifat dan sisi seperti itu, selama bersama nya dia hanya menunjukkan sisi periang dan ramah.
__ADS_1
...
Sebuah lampu sorot mati dari tempat gerbang masuk gedung keluar seorang pria. Dia tampak pucat dengan pakaian jas kemeja berwarna hitam, dia juga membawa sebuah pisau dan di lehernya terdapat sebuah tali tambang masih terikat.
Pria itu berjalan dengan santai di jalan setapak yang di gunakan untuk mencari tempat duduk. Dari arahnya berjalan itu menuju panggung.
Di saat bersamaan karena sorotan lampu mati para penonton agak riuh mereka berusaha menggunakan ponsel mereka sebagai penerangan, tetapi beberapa di antara mereka mencoba menelpon seseorang.
Namun tidak ada sinyal dan tiba-tiba suasana di dalam gedung menjadi mengerikan, sebuah darah menetes dari langit langit gedung.
Beberapa penonton terkejut dan mulai lebih riuh karena melihat seseorang penonton lain. Itu tiba-tiba tergantung di langit tampa ada yang menyadari sebelum nya.
Seorang pria pucat misterius yang berjalan sebelum nya akhirnya sampai di panggung. Di saat itu lampu sorot merah juga tersorot ke arahnya, dia tampak tersenyum melihat para penonton.
Karena lampu sorotan yang menyala para penonton berhenti riuh, dan melihat ke arah pria misterius tersebut.
"Hai... Apa kau *******? atau seorang perampok yang melakukan semua ini?" Ucap seorang penonton.
"*******? bukan kau salah coba tebak lagi!" Balas pria misterius.
Mendengar balasan pria misterius itu penonton tersebut maju berjalan. "Jangan main main kau!" Ucap dia dengan marah.
Penonton tersebut akhirnya sampai di depan panggung, tepat di depan pria misterius. Dengan kepercayaan diri nya dia mengangkat tangan hendak melakukan pukulan.
Dia percaya diri karena seperti nya dirinya di dukung oleh banyak penonton di belakang nya, sedangkan pria misterius tersebut hanya sendiri dia tidak membawa senjata apapun.
~Boom!
Tapi itu sebuah kebodohan pria misterius tersebut menyentil nya dengan cepat membuat tubuh penonton sombong tersebut terpental menghantam tembok gedung. Mulut nya tampak mengeluarkan darah seperti nya dia terluka dalam parah dan tubuh nya agak rata dengan tembok seperti tulang nya hancur.
Para penonton yang melihat kejadian itu mulai sangat panik mereka langsung saling bertubrukan berlari ke arah pintu keluar. Itu juga termasuk yang berada di balkon mereka juga sama paniknya.
Karena hal tersebut beberapa penonton jatuh ter injak injak, bagi penonton anak anak terhimpit dan ter injak terluka parah.
Semua penonton manjadi sangat kacau pria misterius tersebut tampak tertawa dengan gila seakan memang menginginkan hal ini terjadi.
"Hahahaha.... Hahahaha! Tunjuk kan lagi Kekacauan kalian sebelum Mati! Hahahaha... Dan jadilah pengorbanan untuk Lord Hahahaha!"
...
__ADS_1
Dari tempat duduk Ken...
"Sial... Apa apaan ini! kenapa ini terjadi. Kalau begini misi Mary tidak akan selesai, dia sudah mulai terlihat marah!"