
Ketiga mahluk tersebut tidak bisa bergerak terdiam di atas saat lompatan nya mendekati Ken. "Hah apa yang terjadi!"
[Ding~ Gorgoyle deskripsi : Mahluk panggilan dari dunia bawah
Ras : Anjing dunia bawah
Hobi : Memakan bangkai
kemampuan spiritual : Terbang, bayangan]
Ponsel hitam yang masih di genggam bergetar memberi notifikasi, Ken segera melihat hal itu. "Gorgoyle? mahluk panggilan? apa mungkin itu di kirim seseorang? tetapi siapa dan kenapa mahluk itu terdiam di sana tampa bergerak?"
Dalam pikiran Ken bertanya tanya apa yang terjadi, namun saat ini dia harus fokus pada 1 hal di depan nya, memutuskan menggunakan Sense to see dia melihat sebuah benda berwarna hitam tipis melilit sekitar gorgoyle hingga tidak dapat bergerak. "Itu apaan apa benang tidak bukan itu rambut namum milik siapa?"
Ken menyimpulkan benda yang melilit tubuh gorgoyle adalah sebuah rambut, yang mana itu terlihat di sekitar nya bila di memfokuskan penglihatan nya, namun dia masih penasaran dan menyentuh rambut di sekitar lingkungan dia berada.
"Ini benar sebuah rambut, namun seperti aku kenal tetapi siapa!" Ucap Ken menyentuh dengan lembut rambut tersebut.
~Wus.
Energi begitu gelap merayap keluar dari bayangan Ken, mewujudkan sesosok tinggi ramping dengan rambut terurai panjang, bayangan tersebut mulai mengurai mewujudkan wujud nya lebih jelas.
Memakai gaun merah, mata dengan warna hitam merah yang salah satu matanya hanya berwarna hitam, sesosok itu menoleh kearah Ken dengan tatapan seseorang yang khawatir.
Ken yang melihat kejadian itu tidak merasa takut, berkeringat dingin, ataupun resah dia mengenal wujud itu Anastasia linear ilya yang merasa Ken sedang terancam dan segera menolong nya. "Anastasia apa kau mencemaskan ku?"
Mendengar kata Ken, Anastasia menolehkan pandangan ke arah 3 anjing tersebut dengan tatapan geram, marah serta kesal.
[ Ding ~ Pemain terhormat anda mendapatkan pesan dari Ghost of poem, apa anda ingin membacanya?]
__ADS_1
"Oh! iya kan sekarang aplikasi ini memiliki fungsi baru yang belum sempat ku cek, yaitu bisa chat dengan Rekan mu sendiri terlebih bagi Ras hantu pada dasarnya bahasa mereka dengan kita berbeda, namun aku bingung dengan Mary kenapa bisa fasih bahasa ku? nanti ku tanya saja!" Ucap Ken yang antusias dengan hal yang belum dia sempat lakukan sebelum nya.
Ken masuk ke ikon Rekan, kemudian mengklik tanda surat di bawah karakter yang dia mau di sana kebetulan ada tanda 1 pesan di karakter Anastasia. "Hm sudah kuduga dia ingin bicara padaku!"
"Dasar bodoh apa yang kau lakukan, membahayakan diri mu?" Ucap Anastasia dalam pesan.
Membaca pesan tersebut Ken agak sedikit terkejut matanya sedikit terbuka. "Eh dia mengatai ku namum juga cemas, apa Anastasia memang memiliki sifat tsundere?"
Mendekati Anastasia yang terlihat masih melototi dengan marah anjing tersebut, Ken menyentuh pundak Anastasia yang begitu dingin karena suhu tubuh nya. "Tidak apa Anastasia aku tidak apa apa!"
[ Ding ~ Pemain terhormat anda mendapatkan pesan dari Ghost of poem, apa anda ingin membacanya?]
Saat melihat itu Ken langsung kembali melihat ponsel hitam nya.
"Kau berkata demikian dengan kondisi tubuh mu? kau memang bodoh!" Ucap Anastasia dalam pesan.
Tersentak dengan jawaban Anastasia, Ken tidak tahu harus bilang apa karena fisik nya saat ini sedang kacau, memutuskan langsung membuka shop membeli parasit penyembuh dari sana dan menggunakan nya. "Lihat kondisi ku sudah membaik bukan?"
...
Tatapan anjing tersebut berubah memucat merasa bahwa bila dia di hisap kedalam sana akan menjadi akhir hidup, memutuskan menggunakan kekuatan terakhir memberontak dengan memaksa kan tubuh nya hingga terluka.
Namun itu sia sia daya tarik dari tangan tersebut kian menguat, anjing tersebut tenggelam pada lautan gelap kesengsaraan milik Anastasia dengan keadaan putus asa.
Ken melihat hal itu penasaran, menoleh ke arah Anastasia dia hendak bertanya. "Anastasia, kalau boleh ku tahu itu hilang kemana?"
[ Ding ~ Pemain terhormat anda mendapatkan pesan dari Ghost of poem, apa anda ingin membacanya?]
Melihat ponsel hitam ken membaca apa pesan yang di berikan.
__ADS_1
"Nanti Ku jadikan camilan untuk dimakan nanti!" Ucap Anastasia dalam pesan.
"Camilan? apa maksudnya dimakan gitu?"
Terdiam memikirkan maksud dari camilan beberapa saat Ken hendak kembali bicara pada Anastasia, namun tiba-tiba Anastasia hilang begitu saja dan persepsi realita kembali normal suara yang tadi hening mulai terdengar beberapa jangkrik.
"Ah padahal aku masih ingin bicara pada nya nanti, namun ikon pesan dalam aplikasi hanya mencatat 1 pihak saja!" Ucap Ken berjalan menuju rumah, yang kebetulan tidak terlalu jauh dari sana.
...
Berjalan beberapa saat Ken sampai di depan rumah, membuka pintu di depan nya sudah ada Mary membawa kan 1 helai handuk, dengan senyuman berkata. "Selamat datang ke rumah papa?"
Wajah dan perasaan Ken masih terasa tidak sedap, dia belum terbiasa dengan panggilan papa yang di beri Mary. "Mary bisa kah jangan terlalu sering memanggilku dengan sebutan papa?"
Mendengar jawaban tersebut Mary menjadi sedih, wajah Mary tampak muram, melihat nya Ken merasa bersalah karena bicara begitu. "Hei Mary jangan sedih, kau masih boleh memanggilku papa tetapi jangan terlalu sering!"
"Baik Papa!" Ucap Mary kembali ceria mendengar nya.
Mengambil handuk yang di bawa Mary, Ken masuk pergi menuju kamarnya hendak mengganti baju yang terciprat noda Da ** yang sebelum nya . "Yasudah terimakasih handuk nya, aku mau ke kamar mengganti baju lalu membilas pakaian yang kupakai ini, setelah itu tidur, dan kau juga sana tidur!"
Ken berjalan menuju kamar nya hendak melakukan yang di awal ingin dia lakukan, selang beberapa menit Ken duduk di atas kasur. "Oke waktunya tidur!"
"Papa bisa kau cerita kan dongeng untuk ku?" Sebuah suara di samping Ken yang hendak rebahan.
Terkejut dia menoleh melihat Mary sedang tidur di atas kasur, melihat Ken dari tadi. "Kau! kenapa kesini bukan nya seharusnya tidur di kamar mu? dan dari kapan di sini!"
"Dari tadi dan juga papa memangnya aku punya kamar?"
Merasa malu karena dia mengganti baju di sini, walaupun mengganti baju dia masih tetap malu Ken juga ingat dia belum menyiapkan kamar untuk nya, itu karena tiba-tiba dan Ken sedang lelah tidak sempat berpikir hal tersebut. "Untung saja tadi tidak ganti celana juga, lalu yasudah kau boleh tidur di sini!"
__ADS_1
"Hehehe, makasih papah! tapi apa boleh aku minta dongeng sebelum tidur!" Ucap Mary melihat Ken.
Berpikir sebentar Ken memutuskan browsing di internet tentang dongeng anak, dia tidak bisa menolak keinginan Mary karena dia dulu juga pernah sering meminta dongeng sebelum tidur. "Sebentar aku cari dongeng nya dahulu!"