
"Hua... Hiks... Hiks!" Tangisan cukup kencang di siang yang cerah namun tidak ada orang yang datang, itu karena Sang boneka menggunakan kemampuan alami mahluk supranatural, membengkok kan realita sekitar saat dia tidak menyembunyikan kehadiran, hal itu membuat seseorang tidak akan bisa masuk dan keluar tampa izinnya, kecuali menggunakan cermin khusus yang di buat dengan mencampur kan darah saat pembuatan berlangsung.
"Hei sudahlah jangan menangis aku tidak akan membunuhmu!" Ken grogi karena tidak pernah berurusan dengan anak anak yang menangis tampa sebab yang dia ketahui.
"Hiks"
Namun boneka itu masih saja menangis tampa henti, ken memutuskan menggunakan ponsel hitam, untuknya melihat mahluk apa dia, mengarahkan scan kearah boneka sebuah notifikasi muncul pada pesan ponsel hitam.
[Ding~ Mary deskripsi : Boneka yang suka bermain dengan korban
Ras : Cursed doll
Hobi : Bermain dan makanan manis
kemampuan spiritual : Panggilan dunia lain, pisau tampa batas. ]
"Panggilan dunia lain! jadi begitu kau yang meneror teman ku, sepertinya harus ku preteli supaya paham! Ken mengancamnya menggunakan Six sense to See ilusi optik menciptakan penglihatan Mary saat melihat Ken seperti melihat monster.
"Hiks!"
Namun itu membuat tangisannya lebih kencang dari sebelumnya, hal itu juga membuat kepala Ken pusing yang mendengar nya dari dekat. "Sudahlah jangan menangis! apa yang harus kulakukan?"
Ken berpikir cukup keras sebaiknya bagaimana mana cara membuat anak kecil berhenti menangis, dan dia menemui nya namun tidak yakin berhasil. "Oh ya! mungkin akan berhasil, ini permen untuk mu jadi berhenti menangis!"
Ken menyodorkan permen yang dia dapat dari rumah Alan saat berkunjung tadi, ia tidak sempat memakainya dan malah menaruh nya dalam kantung, Ken memberikan permen karena teringat penjelasan dari ponsel tentang apa hobi Mary.
"Hiks Kenapa ada 3 monster muncul, aku benar-benar tidak mau bermain lagi!"
Hei ayolah lihat apa yang di tangan ku! Ucap Ken membujuk Mary agar mau melihat.
Berkat perkataan Ken Mary melihat apa yang di tangan ken dia mengambil, kemudian memakannya membuat senyum puas pada wajah boneka nya.
__ADS_1
~Menghela nafas!
"Sight, tangisan nya benar-benar membuat ku sakit kepala!"
Ken melihat Mary senyum sambil memakan permen di mulutnya, tiba tiba teringat apa yang di katakan Mary sebelum nya saat menangis itu tentang 3 monster yang di temui nya hari ini, Ken berpikir bila yang meneror Alan adalah yang pertama lalu aku yang kedua karena menggunakan Six sense to see ilusi optik, yang jadi Pertanyaan siapa yang ketiga.
Ken berpikir tidak lama akhirnya memutuskan bertanya pada Mary yang masih belum selesai memakan permen di mulut nya, "Hei kau Mary kan? kalo gitu jawab aku siapa monster ketiga?"
Mendengar pertanyaan itu Mary maju mendekati Ken, sosok boneka berambut pirang cerah memiliki mata biru berpakaian lolita hitam terlihat lebih jelas dari saat bersembunyi di balik tempat sampah.
"Bila ingin tahu boleh aku minta tambah permen nya?" Ucap Mary dengan tawaran anak kecil meminta sesuatu dari orang dewasa.
Ken mendengar kesepakatan itu berpikir itu tidak masalah bila hanya memberikan nya permen, memasukkan tangan nya ke kantong Ken mengeluarkan permen coklat dari sana. "Kuberikan tetapi jawab pertanyaan ku dahulu!"
"Baik lah! yang ketiga maksud ku adalah berambut hitam panjang kemudian memakai gaun apa itu berwarna merah? dan 1 yang terakhir memiliki 1 mata yang berwarna gelap dari bayangan!" Ucap Mary menjelaskan ciri-ciri yang dia lihat sebelum nya.
...
Mendengar kata kata Ken Mary mengingat kejadian semalam dan menjelaskan kepada Ken : "Ini bermula dari sore teman mu menemukan ku di jalan, kemudian dia memasukkan ku ke tempat sampah itu cukup untuk ku sebagai syarat agar bisa menggangu nya, tapi malam aku saat menelpon nya dan ingin kejar kejaran dengan dia, tetapi saat selesai menelpon ada hantu yang lebih tinggi aku takut dan bersembunyi hingga sekarang!"
"Oh begitu kah? lalu-"
Belum sempat selesai berkata Notifikasi ponsel hitam berdering, Ken mengambil melihat apa yang di dapat.
[ Ding ~ Memicu perencanaan misi harian selanjutnya, untuk misi harian besok pemain di haruskan menyelesaikan masalah Mary cursed doll bantu dia membersihkan nama nya, dan buat dia menjadi rekan mu.]
"Nama baik katamu? sejak kapan mahluk spiritual seperti itu memperdulikan nama baik, ini pasti alasan mu untuk ku membantu si boneka ini karena kau tidak punya ide!" Ucap Ken menunjuk ponsel dengan kesal.
"Yah terserah! nantinya juga ku kerjakan apa misi nya?" Ken menunggu pemberian tahuan lebih lanjut dari ponsel, tak berselang muncul notifikasi yang di tunggu nya.
[Ding~ Berhasil, cerita sudah dibuat menghasilkan Ghost calling
__ADS_1
Deskripsi : Bila anda mendapatkan panggilan tak di kenal tengah malam jangan dia angkat, bila rumah anda di ketuk dengan keras jangan di dengar, bila anda melihat beberapa hiasan rumah rusak segera sembunyi atau dia akan datang.
~Kesulitan : Nightmare bintang 5
~Tugas anda membantu Cursed doll Mary melawan Ghost calling
~Tugas utama mencari ending setiap ending mempengaruhi cerita, tentu saja hal yang anda dapatkan juga
~Total ending yang bisa di cari good ending, bad ending, dan normal ending.
Gagal dalam tugas : sumsum akan di kuras habis
Tambahan : Misi akan berlangsung besok jam 0.00 pemain persiapkan diri anda, bila menolak sumsum di kuras habis.]
[ Ding ~ Yes/No.]
Melihat notifikasi Ken sudah tidak bisa menahan emosi marahnya dan segera mencaci aplikasi tersebut. "Sialan dasar kotoran kuda! aku baru kesulitan kemarin sekarang ada lagi? setidaknya biarkan aku santai, lalu apa apaan kegagalan dan menolak itu kejam untuk seorang pemain baru seperti ku!"
~Menghela Nafas!
Sudahlah lupakan saat ini, hei Mary mau ikut dengan ku?" Ucap Ken mengajak Mary ke rumah nya agar mudah saat menyelesaikan tugas dari ponsel.
Mary menatap Ken dengan dingin kemudian melontarkan beberapa kata pedas: "Tidak mau! kau orang aneh tadi kulihat marah marah tidak jelas di hadapan kotak yang biasa manusia katakan ponsel, bila nanti aku ikut mungkin itu ide buruk!"
Mendengar ucapan Mary tubuh Ken terasa di tusuk dengan kata kata orang aneh tetapi berusaha tetap tegar, dan mengganti bujukan untuk membawa Mary : "Baiklah bila kau ikut kuberi 1 pack berisi 50 permen dan 1 potong Moussa Cake bagaimana tertarik?"
"Kuh"
"Kau kira itu membuat ku goyah? tentu saja iya ayo aku ikut ke rumah mu!" Dengan cepat Mary tidak bisa menahan nafsu nya yang menginginkan makanan manis.
Melihat bujukannya berhasil Ken mengangkat Mary menggendong nya dengan satu lengan, membawa nya pulang ke rumah nya.
__ADS_1