Tragedi Kawin Campur

Tragedi Kawin Campur
Bab 17. Awal Mula Bertemu Risa.


__ADS_3

Setahun lalu, Joshua datang dari Manhattan, New York, meninggalkan cerita masa lalunya yang kelam di sana, berniat untuk memulai hidup baru di sebuah negara yang tidak terlalu dikenal oleh dunia.


Indonesia-negara pilihannya, yang ia pikirkan secara acak. Ia hanya bermodalkan tiket pesawat dan visa kunjungan saja. Untuk hidup, ia akan memikirkan caranya nanti begitu sampai di sana.


Sempat terlunta-lunta di Jakarta, hingga akhirnya ada orang baik yang menampungnya, bahkan merekomendasikan kota Jogjakarta untuk tinggal. Tidak hanya direkomendasikan, namun Joshua juga dibelikan tiket pesawat ke sana dan juga sedikit uang untuk bekal.


Hari pertama menginjakkan kaki di Jogjakarta, hari di mana ia bertemu pertama kalinya dengan gadis cantik bernama Risa, di depan restauran cepat saji terkenal yang berasal dari negaranya.


Waktu itu, Joshua baru saja datang dari bandara dan tidak tahu tujuan. Ia hanya acak saja menyebut sebuah daerah yang ia temukan di internet, pada supir taksi yang membawanya dari bandara. Malioboro, tempat yang paling terkenal di Jogjakarta, sepertinya.


Dan di depan restauran itu lah ia bertemu dengan Risa untuk pertama kalinya. Seorang SPG alat-alat kecantikan yang bekerja di mal itu, yang baru keluar dari restauran setelah menikmati makan siang.


Entah bagaimana awalnya, mata keduanya saling bertemu dan bagai terkena magnet cinta, keduanya terlibat obrolan hangat. Meskipun dengan bahasa Inggris Risa yang sedikit belepotan, namun Joshua masih bisa mengerti apa yang Risa ucapkan.


Joshua memang tampan. Mungkin itu yang membuat Risa tertarik. Dan menawarkan bantuan saat Joshua selesai bercerita tentang keadaannya.


"You can stay with me," ucap Risa pada waktu itu, tanpa pikir panjang. Menawari Joshua untuk tinggal di kontrakan miliknya. Kebetulan ia tinggal sendirian.


Tentu saja Joshua tidak menolaknya. Ini bagai rezeki nomplok untuknya. Ia memang sedang butuh tempat tinggal gratis untuk memulai hidupnya di kota ini.


Lalu, sebulan tinggal bersama Risa, mereka sepakat untuk menjadi sepasang kekasih. Semua kebutuhan Joshua awalnya Risa yang menanggungnya. Sampai biaya perpanjangan izin tinggalnya pun Risa yang menanggung. Hubungan mereka berjalan selama hampir delapan bulan.


Hingga empat bulan belakangan, hubungan mereka mulai retak. Entah karena Risa bosan karena hanya dirinyalah yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua, atau bosan dengan janji Joshua yang katanya akan mendapatkan warisan dari kedua orang tuanya yang meninggal karena kecelakaan.


Risa sendiri, mulai sering menginap di luar. Dan dari selentingan kabar, Joshua mendengar kalau Risa menjadi simpanan sugar daddy.


Pertengkaran-pertengakaran di antara mereka pun sering terjadi. Hingga Risa memutuskan untuk tidak memberi uang lagi pada Joshua, dan juga menolak untuk menanggung biaya perpanjangan visa kunjungannya yang hampir habis.


Puncaknya, Risa mengusir Joshua dari rumahnya. Memutuskannya secara sepihak meskipun Joshua menentang keras keputusannya itu.

__ADS_1


Joshua yang sedang putus asa bertemu dengan seorang gadis polos yang sedang stres dengan tuntutan menikah dari orang tuanya. Namanya Jana. Saat gadis itu menawarinya untuk menikah; meskipun Joshua juga heran dengan keberanian gadis itu memutuskan hal yang cukup besar dalam hidupnya, Joshua tanpa pikir panjang menerimanya. Ia tidak punya pilihan lain karena terdesak oleh situasinya yang sulit saat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa kamu tidak mau sabar, Risa?" Joshua yang masih belum mengenakan sehelai benang di tubuhnya, memutar badan menghadap ke arah Risa di sampingnya. Tubuh wanita itu pun masih polos.


"Sampai kapan? Kamu tuh cuma janji, janji, janji mulu, Josh," timpal Risa. "Aku nggak mau lah nanggung hidup kamu terus-terusan. Kamu tuh ya, jadi cowok kok enak banget sih? Mentang-mentang ganteng, gitu? Hhhh! Nggak enak dimakan gantengnya doang, Josh!"


"Aku punya banyak uang, tinggal sabar saja. Rumah orang tuaku di Manhattan sedang dijual. Aku tidak punya saudara. So, all the money will go to me."


"Nunggu sampai kapan, sih? Jual rumah tuh nggak gampang, Josh."


"Aku tidak bisa bilang sampai kapan." Joshua meraih tangan Risa dan menggenggamnya erat. "Kamu cinta aku?" tanyanya.


Risa menarik tangannya dari genggaman Joshua sembari mendecih. "Nggak usah nanya-nanya cinta, Josh."


"Jawab saja, Risa," pinta Joshua dengan wajah memelas.


Joshua menghela napas dalam-dalam. Dipandanginya tubuh molek tidak berbusana di hadapannya itu. Ia tidak lagi bisa berkata-kata. Wanita ini begitu spesial karena ia lah orang yang membantunya saat pertama kali ia menginjakkan kaki di negara ini.


"Pokoknya aku nggak mau kamu ngatur hidup aku, Josh. Kalau kamu masih mau sama aku, terserah. Tapi, aku bebas melakukan apapun, termasuk jadi sugar baby Om Kusumo."


Kembali Joshua menghela napasnya dengan berat. Tentu ia memang belum punya kuasa untuk menuntut Risa menjadi miliknya secara utuh.


"Kamu kan juga udah punya istri, Josh. Aku nggak papa, tuh, kamu mau apain istrimu juga. Bebas."


"Tapi, aku cintanya sama kamu, Risa."


"Terserah, Josh, terserah." Risa menarik selimut menutupi tubuh polosnya. Kemudian memutar badan memunggungi Joshua.

__ADS_1


Joshua mengelus punggung di balik selimut itu lembut. Ia pasrah. Yang terpenting, ia masih bisa menyentuh tubuh favoritnya ini, berdekatan dengannya, meskipun hati Risa entah milik siapa.


"Aku menginap di sini, ya, malam ini," ucap Joshua lirih.


"Istrimu gimana?"


"Tidak apa-apa."


"Dia pasti nungguin kamu, Josh."


"Biarkan saja."


Risa mendecak sebal. "Jangan gitu, dong, Josh. Kasihan, tahu?"


"Aku mau dekat sama kamu malam ini." Joshua merapatkan badannya pada punggung Risa. Tangannya menelusup ke pinggang ramping wanita itu. Diciuminya tengkuk Risa lembut, dan tangan Joshua kini sudah bergerilya ke dada montoknya.


******* Risa membuat sesuatu milik Joshua di bawah sana kembali terjaga. Membuat sesuatu itu bergerak sesuai naluri, mencari sarangnya.


"Josh ...."


"Risa, aku cinta kamu," ucap Joshua sembari menyusuri leher jenjang itu dengan bibirnya.


Kembali, terjadi pergumulan di antara kedua insan itu. Meskipun si wanita mungkin hanya terbawa nafsu saja, sedang si pria melakukannya dengan sepenuh hati.


Hingga mereka kelelahan dan tertidur dengan Joshua yang memeluk tubuh Risa dengan erat. Seperti keinginannya, ia ingin bersama dengan wanita ini semalaman. Tidur dengan memeluk dan menghirup wangi tubuhnya sepuas-puasnya.


Joshua bisa tidur dengan wanita manapun, namun hanya Risa yang ada di hatinya saat ini. Ia pejamkan mata dan menikmati hangatnya tubuh Risa. Wanita itu sudah terlelap sepertinya. Namun, Joshua, meskipun matanya terpejam, pikirannya masih melayang-layang.


Tiba-tiba bayangan wajah Jana melintas di hadapannya. Wajah manis yang polos. Yang selalu menyunggingkan senyuman tulus. Yang selalu bersikap manis padanya. Kemudian, berganti dengan wajah sembab oleh air mata. Bibirnya bergetar memanggil-manggil nama Joshua.

__ADS_1


Ada sedikit rasa bersalah hinggap dalam lubuk hatinya. Tetapi, ia segera menepis perasaan itu dan kembali fokus dengan tubuh montok di pelukannya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2