
Atmini itu wanita yang gampang curiga dan gampang cemburu. Ada gelagat suaminya yang aneh sedikit, dia harus mencari tahu apa sebabnya. Dan malam itu, dia terbangun saat James beranjak dari ranjang, sambil membawa ponsel menuju balkon kamar.
Diam-diam dia menguping pembicaraan James dengan seseorang di telepon. Suara suaminya terdengar berbisik. Ini sangat mencurigakan. Atmini pun mempertajam pendengarannya di balik pintu balkon.
"Kamu gila meneleponku malam-malam begini. Aku sedang ada di rumah."
"Ya, ya, aku pasti transfer besok. Apa kau harus membelinya malam ini juga? Tidak bisa ditunda besok?"
"Jangan bilang begitu, aku mencintaimu, Risa!"
Mata Atmini membulat saat mendengar nama itu keluar dari mulut James. Rasanya dia tidak sabar untuk mengkonfrontasi suaminya sekarang juga. Dadanya bergemuruh menahan amarah. Ini sudah jelas-jelas suaminya main serong.
"Siapa Risa? Kenapa kau bilang cinta padanya?!" Atmini berdiri di belakang James sambil berkacak pinggang.
James terkejut bukan main mendapati istrinya berdiri di depan pintu balkon. Wajahnya seketika pucat pasi. Dia tidak berkutik di hadapan perempuan dengan tampang bengis itu.
"Mmm ... k-kamu salah dengar, Sayang. Aku sedang berbicara dengan rekan bisnis," ucapnya terbata.
Atmini mendecih. Dikiranya dia bodoh. Dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan James. Direbutnya ponsel di tangan James, lalu dia memeriksa panggilan terakhir. Nama Risa jelas tertera di sana. Atmini pun langsung melakukan panggilan ulang.
"Sayang, apa yang kau lakukan?" James berusaha meraih ponsel miliknya dari tangan Atmini, namun perempuan berambut ikal itu menepisnya. Hingga satu suara terdengar di seberang sana. Suara manja seorang perempuan yang memanggil suaminya dengan sebutan Baby.
Atmini kenal suara itu. Suara manjanya yang khas, mirip suara Risa anggota baru kelompok Melati. Tidak salah lagi. Kecurigaannya tentang barang-barang mahal yang dimiliki oleh perempuan itu sebagai hasil jual diri ternyata benar. Dan suaminya sendirilah yang menjadi sugar Daddy perempuan ja lang itu.
Atmini tidak menjawab sapaan Risa. Dia langsung menutup telepon. Kemudian menggulir layar mencari pesan atau bukti-bukti lain di dalam ponsel. Dan yang dia temukan membuat matanya terbelalak. Pesan-pesan nakal dari Risa dan foto-foto telanjang Risa dan James di atas ranjang. Dia segera menscreenshoot semuanya dan mengirimkan ke ponselnya dengan cepat. Kemudian melemparkan benda pipih itu ke arah James.
__ADS_1
"Dengar, Sayang. Aku minta maaf. Iya, aku salah." James berusaha membujuk istrinya. Namun, Atmini yang sedang dikuasai amarah malah menamparnya. Kemudian pergi meninggalkan suaminya itu dan pergi ke kamar lain dan mengunci diri di sana.
Tapi bukan Atmini namanya kalau tidak mengkonfrontasi orang yang telah membuat perkara dengannya. Dia berencana untuk membalas Risa.
Keesokan harinya, dia mengundang para anggota kelompok Melati ke rumahnya, dengan alasan dirinya akan mengadakan syukuran kecil-kecilan. Dan mereka wajib mengajak suami-suami mereka. Tidak hanya kelompok Melati saja yang dia undang, namun, beberapa kelompok arisan orang-orang Indonesia di Manhattan.
Kemarahannya sudah tidak terbendung terhadap perempuan yang telah mengganggu rumah tangganya. Dia akan menghancurkan Risa hari itu juga.
***
Hari itu Risa membujuk Joshua untuk ikut ke perkumpulan perempuan Indonesia yang ada di Manhattan. Ke rumah salah satu temannya yang bernama Atmini, untuk menghadiri acara syukuran perempuan itu. Tentu saja itu sebagai ajang dia memamerkan tas dan sepatu branded yang baru mendarat dari Italia. Sekaligus memamerkan suaminya yang tampan.
Risa sudah merasa percaya diri sekarang karena bisnis Joshua---entah apa itu---mulai menunjukkan hasil. Terbukti suaminya itu berhasil membeli mobil yang cukup mewah. Tentu hal itu membuat dirinya begitu senang. Meskipun Joshua belum mampu membelikannya barang-barang mahal, toh ada James sebagai mesin uangnya.
Dengan terpaksa Joshua mengikuti kemauan Risa untuk datang ke acara yang menurutnya hanya buang-buang waktu dan pasti akan sangat membosankan.
Sampai di rumah Atmini, Risa dengan percaya diri menyapa perempuan-perempuan yang penampilannya sebelas dua belas dengannya. Glamour. Dia bangga sekali memperkenalkan Joshua yang tampan pada semua temannya. Senyumnya mengembang saat melihat ekspresi wajah kagum dari mereka dengan ketampanan Joshua. Memang, dari semua suami bule yang ada di ruangan itu, Joshua lah yang paling muda dan gagah.
Atmini muncul di ruangan itu bersama James. Entah apa yang dilakukan perempuan itu pada suaminya, yang jelas, James terlihat lemas dan seringnya menunduk. Apalagi saat bersitatap dengan Joshua, yang tentu saja mereka saling kenal.
Perempuan berkulit sawo matang itu mencoba untuk mengendalikan amarah saat bertatap muka dengan Risa. Dia masih memberikan sebuah senyuman, meskipun terlihat sangat terpaksa.
Dan tibalah pada acara inti yang dia tunggu-tunggu, setelah semua orang menyantap hidangan di ruangan itu.
"Maaf, ya ,Teman-teman, aku hari ini bikin acara dadakan. Tapi, terimakasih loh sudah menyempatkan diri untuk datang." Atmini melirik James yang ada di sampingnya sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Ada satu pengumuman yang mau aku sampaikan pada kalian semua. Bahwa ...." Atmini berdiri, lalu pandangannya tertuju pada Risa dengan begitu tajam. Sampai-sampai perempuan bertubuh sintal itu menjadi risih dibuatnya.
"Anggota baru kita ini, Mbak Risa yang terhormat, yang baru-baru ini kita lihat mampu membeli barang-barang mahal harga ratusan juta, ternyata dia mendapatkan semua itu dari suamiku. Dia jadi peliharaannya suamiku."
Lantas, semua yang ada di ruangan itu menatap ke arah Risa, yang seketika wajahnya menjadi pucat pasi. Telinganya terasa panas dan tangannya mengeluarkan keringat dingin.
"Kalau kalian tidak percaya, aku punya bukti-buktinya." Atmini mengambil ponsel dan mengirim screenshoot yang dia buat semalam ke beberapa group media sosial. Membuat semua orang lagi-lagi terperangah tidak percaya.
Atmini menarik sudut bibirnya. Kemudian dia berjalan mendekati Risa dan Joshua. "Silahkan kau lihat kelakuan istrimu," ucapnya pada Joshua seraya menunjukkan layar ponsel pada pria itu.
"What the__" Joshua melebarkan sepasang mata birunya. "Benar ini, Risa?"
Risa sudah tidak karu-karuan rasanya. Rasa malu dan takut bercampur menjadi satu. Pokoknya, dia ingin mati saja rasanya.
"Apa itu benar?" Kali ini Joshua bertanya pada James di seberang. Lelaki itu hanya mengangkat tangan.
"Sorry," ucap James tanpa suara.
Joshua menggeleng. Ini sungguh balasan untuk dirinya yang dulu pernah menjual Jana pada lelaki tua itu. Kini justru istrinya yang menjajakan diri atas kemauannya sendiri.
"Josh, kau mau ke mana? Jangan tinggalin aku!" teriak Risa saat Joshua memutar badan dan meninggalkan ruangan itu. Namun, saat Risa hendak menyusul, tentu saja Atmini tidak membiarkannya pergi begitu saja sebelum Risa habis.
"Kembalikan semua barang-barang, uang, yang sudah suamiku kasih buat kamu!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1