Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Apa Kau Seorang Malaikat?


__ADS_3

Terlihat seorang anak laki-laki seumuran Claes tengah berjalan menyusuri istana kekaisaran. Anak laki-laki bersurai perak terus berjalan mengamati satu persatu objek pajangan di koridor istana. Mata biru lembutnya menyapu setiap hal yang dia pandang, lalu tanpa sadar di telah berjalan terlalu jauh dari istana utama. Raut mukanya menggambarkan kebingungan, selama dia berada di istana belum pernah sekali pun dirinya berjalan sangat jauh seperti kala itu.


“Ada di mana aku? Sial! Seharusnya tadi aku dengarkan saja peringatan Claes untuk tidak pergi lebih jauh.”


Kemudian penglihatannya menangkap sebuah pemandangan istana mewah dengan cat berwarna biru muda dan tidak jauh lokasinya dari tempat dia kini berpijak. Langsung saja dia melajukan langkahnya menuju istana tersebut karena jiwa penasarannya menggebu-gebu. Diam-diam dia mengintip dari celah pagar belakang istana. Dia ingin masuk ke istana tersebut, tapi tidak ada jalan masuk yang dia temui. Setelah beberapa menit mencari jalan, akhirnya dia menemukan sebuah lubang kecil di samping semak belukar.


Anak laki-laki itu merangkak ke dalam lubang kecil tersebut, ketika dia tiba di halaman belakang istana, dia terperangah takjub menyaksikan pemandangan yang sangat indah dan dipenuhi bunga beragam warna. Dia mencoba melangkah pelan lebih dalam lagi, bahkan udara di sana terasa lebih sejuk dibanding istana utama.


“Huh? Siapa itu?”


Anak laki-laki tersebut melihat Xaveryn yang sedang duduk di taman sambil membaca buku. Rambut keemasan yang berkibar karena angin membuat si anak laki-laki terpana sesaat menatap Xaveryn. Tanpa sadar dia pun berjalan mendekati Xaveryn, kehadirannya cukup membuat Xaveryn terkejut. Sontak Xaveryn turun dari tempatnya duduk, dia langsung menyergap langkah kaki anak laki-laki itu.


“Siapa kau? Kenapa kau bisa tiba di istanaku?” selidik Xaveryn sembari melipat kedua tangan di dada dan kepala yang mendongak menatap anak laki-laki itu.


Xaveryn mencoba mengingat-ingat, wajah anak laki-laki itu terasa akrab di dalam ingatan yang membekas di kepalanya.


‘Tidak salah lagi, dia adalah Caerick Kenison, anak haram dari Marquess Kenison sekaligus sahabat Kak Claes,’ batin Xaveryn.


Caerick masih saja membeku menatap Xaveryn, dia baru pertama kali melihat anak kecil perempuan seimut dan secantik Xaveryn. Namun, tiba-tiba saja Caerick bersimpuh di hadapan Xaveryn seraya menggenggam kedua tangan Xaveryn.

__ADS_1


“Malaikat … apakah kau seorang malaikat? Ya ampun, bagaimana bisa ada malaikat di istana yang penuh dengan iblis ini?”


Ekspresi Caerick sangat sumringah, di mata Xaveryn melihat ada bunga-bunga bermekaran di sekitar Caerick. Gadis kecil itu tidak terbiasa melihat pria lain bersikap seperti ini padanya, siapa sangka jika Xaveryn bertemu dengan Caerick versi sangat muda. Dahulu dia bertemu dengan Caerick ketika Xaveryn berusia lima belas tahun pada saat pemakaman Jonathan.


‘Apakah dia benar-benar orang yang sama yang aku temui dulu? Aku masih ingat, dia dulunya sangat suram dan tidak pernah aku melihatnya tersenyum seperti ini. Apa yang terjadi? Aku tidak tahu sama sekali.’


Caerick tiba-tiba mengecup punggung tangan Xaveryn, dia sungguh tenggelam di pesona imut Xaveryn. Spontan Xaveryn menarik paksa tangannya dari genggaman Caerick, sangat aneh melihat seorang pria yang tidak mengenal dirinya mendadak mencium punggung tangannya begitu saja.


“Tolong perkenalkan diri Anda terlebih dahulu sebelum mengecup punggung tangan seorang gadis kecil,” ujar Xaveryn.


“Ahh, maafkan saya. Perkenalkan, nama saya—”


“CAERICK!”


“Claes, aku bertemu dengan seorang malaikat. Bagaimana caramu bisa mendapatkan malaikat sangat imut dan cantik seperti ini? Tidak aku sangka, kau menyembunyikan malaikat di belakangku,” kata Caerick.


“Malaikat kau bilang?” Claes yang sudah berada di hadapan Xaveryn melayangkan sebuah pukulan ke kepala Caerick. “Beraninya kau menyelinap ke istana Adikku dan mengecup punggung tangannya! Siapa yang mengizinkanmu masuk ke istana sakura? Bukankah sebelumnya aku sudah memperingatimu untuk jangan berjalan terlalu jauh?!”


Claes marah besar, Caerick hanya bisa pasrah menerima pukulan dari Claes, hal ini sudah biasa terjadi di antara mereka. Xaveryn berperan sebagai penonton yang menyaksikan perdebatan yang akan terjadi di antara mereka berdua.

__ADS_1


“Adik? Apa maksud— EHHHH?! ADIK? MALAIKAT INI ADIKMU?!” Caerick menggenggam kedua bahu Claes lalu mengguncangnya kuat. “Kau bercanda? Lihat! Mata bulat besar, bulu mata melentik, bibir mungil, rambut keemasan, dan wajah imut itu. Kenapa dia bisa menjadi Adikmu? Apa mungkin kau menculiknya dari kahyangan?”


Segala prasangka Caerick tidak bisa dicerna dengan baik oleh Claes, dia terus menggumamkan hal yang tidak masuk akal tentang Xaveryn.


“Coba kau perhatikan baik-baik warna matanya, meski warna rambut kami berbeda tapi kami tetaplah saudara kandung. Dia adalah Adikku yang paling imut dan bersih dari dosa, jadi mengapa kau malah menodai tangan Adikku? Dasar kau sialan!”


Claes memukul lagi kepala Caerick, emosinya meluap dan tidak tertahankan, dia memang tak bisa membiarkan sang Adik didekati oleh pria lain begitu saja.


“Dengarkan aku dulu, jangan memukulku lagi! Aku tadi tersesat dan tidak sengaja sampai ke istana kediaman Adikmu. Jangan berprasangka buruk dulu padaku, aku juga tidak tahu malaikat imut ini Adik kandungmu,” jelas Caerick.


“Hentikan, Kak! Tuan Muda Caerick memang tersesat ke istanaku, dia tidak salah apa-apa. Jadi, tolong atur kembali emosi Kakak karena aku takut melihat Kakak marah.”


Ekspresi Claes melunak secara halus, Caerick terselamatkan oleh penggalan kalimat Xaveryn yang membujuk Claes menghentikan amarahnya.


“Astaga, maafkan Kakak, Xaveryn.” Claes mendekap tubuh mungil Xaveryn. “Kakak tidak marah, jadi jangan takut lagi.”


Caerick menatap aneh Claes, ini pertama kali baginya melihat Claes bertingkah lembut dan hangat. Seluruh orang mengenal Claes sebagai sosok Pangeran yang dingin, tajam, dan tidak pernah berlaku hangat kepada siapa pun itu. Akan tetapi, pemandangan yang dia saksikan kini sangatlah berbeda sebab Claes menunjukkan sisi dirinya yang lain.


“Ngomong-ngomong kapan Kakak akan berangkat ke akademi? Umur Kakak sudah empat belas tahun, bukankah sekarang waktunya masuk akademi?” tanya Xaveryn.

__ADS_1


“Aku berangkat lusa, aku akan berada di akademi selama satu tahun dan aku tinggal di asrama sehingga akan jarang pulang ke istana. Kakak sangat sedih karena tidak bisa lagi melihat wajah imutmu setiap hari,” jawab Claes.


Akademi kekaisaran merupakan akademi di mana tempat seluruh orang memantapkan kemampuan mereka. Selama satu tahun di akademi, para siswa dihadapkan dengan ujian menurut bidang mereka masing-masing. Ada tiga bidang utama di akademi yaitu kelas berpedang, kelas menembak, serta kelas pengobatan bagi mereka yang berencana menjadi dokter.


__ADS_2