Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Kemurkaan


__ADS_3

Annita memaksa Xaveryn untuk buka suara, Xaveryn berakting pura-pura polos dan tanpa disadari dari matanya berjatuhan bulir-bulir air yang membasahi pipi. Annita dan Eris panik seketika melihat Xaveryn menangis, lalu kedua mata Eris menangkap ada yang aneh dari betis Xaveryn. Langsung saja Eris menyingkap gaun Xaveryn, alangkah terkejutnya Eris mendapati bekas luka pukulan di betis Xaveryn. Begitu pula dengan Annita, mereka tak kuasa menahan amarah yang meradang di dada.


“Countess Suhail bilang aku sangat bodoh dan aku dihukum karena tidak mampu mengikuti pelajarannya. Padahal aku sudah berusaha yang terbaik, tapi Countess malah menghinaku lalu mengatakan bahwa aku tidak pantas menjadi anggota keluarga kekaisaran. Aku hanya menjadi benalu mempermalukan nama baik Ayah,” adu Xaveryn seraya menangis tersedu-sedu.


Mendengar aduan Xaveryn, Annita tidak sanggup menahan rasa marahnya terhadap Countess Suhail. Kedua tangan Annita mengepal erat, kala itu aura sekitar menjadi lebih panas, mereka tidak bisa membiarkan masalah ini berlalu begitu saja.


“Eris, pergi dan laporkan kepada Kaisar bahwa Tuan Putri sedang terluka, jangan beri penjelasan dulu. Biarkan Kaisar memeriksa kemari kondisi Tuan Putri,” perintah Annita.


Eris mengangguk, dia segera beranjak pergi melaporkan persoalan tersebut kepada Jonathan. Xaveryn tersenyum licik di balik tangisnya, keputusan dia sudah benar membiarkan Countess Suhail kemarin berlaku seenaknya lalu hari ini Xaveryn melakukan akting supaya Countess Suhail mendapat hukuman yang sepantasnya dari Jonathan.


Berselang beberapa menit kemudian, Jonathan datang bersama Alvaro dan Riley, mereka bergegas menghampiri Xaveryn dan memastikan kondisi luka Xaveryn.


“Apa yang terjadi? Kenapa tangan Xaveryn melepuh seperti tersiram air panas?” Jonathan terlihat khawatir, sedangkan Riley bertugas menenangkan Xaveryn.


“Yang Mulia, tidak hanya itu saja, silakan lihat betis Tuan Putri.” Annita mengangkat gaun Xaveryn sedikit lebih tinggi. Darah Jonathan, Alvaro, dan Riley berdesir hebat, mereka sadar lebih cepat bahwa bekas luka tersebut adalah bekas yang hanya didapatkan dari pukulan benda keras.


“Siapa yang melakukan ini kepada putriku? Apakah Countess Suhail menyakitimu? Katakan dengan jujur kepada Ayah.”

__ADS_1


Xaveryn mengangguk, detik itu pula kemarahan Jonathan, Alvaro, dan Riley meradang panas.


“Countess Suhail menghukum Tuan Putri karena dianggap bodoh dan tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Beliau juga mengatakan bahwa Tuan Putri hanyalah benalu serta tidak pantas menjadi bagian dari anggota keluarga kekaisaran,” jelas Annita.


Jonathan naik pitam, kemarahannya menggebu-gebu keluar, sama dengan Alvaro dan Riley yang saat itu berusaha meredam emosi. Jonathan menggenggam kuat sarung pedangnya, sebentar lagi dia akan meledak lalu menghancurkan hidup Countess Suhail.


“Delvis, panggil Reiner kemari sekarang juga. Putriku membutuhkan perawatan segera,” titah Jonathan teramat serius.


Delvis bergegas melaksanakan perintah dari Jonathan, dia merinding seketika menyaksikan kemarahan Jonathan yang jauh lebih menyeramkan dari biasanya. Sedangkan kala itu, Xaveryn masih bertahan pada akting yang terlihat begitu natural. Berkat akting tersebut, kini orang di sekeliling Xaveryn tenggelam di dalam rasa murka yang tak berdasar.


Selang beberapa menit menunggu, Reiner pun datang terengah-engah masuk ke kamar Xaveryn. Pada saat itu Reiner tengah meracik obat yang dia teliti selama beberapa waktu belakangan ini. Mendengar Xaveryn terluka serta laporan mengenai kekejaman Countess Suhail, Reiner melaju langkahnya menuju istana sakura dan langsung beranjak ke kamar Xaveryn.


Xaveryn menyodorkan punggung tangannya tanpa mengatakan apa pun, sesaat bola mata Reiner melebar, Luka bakar yang didapatkan Xaveryn meninggalkan jejak cukup serius, tapi untung saja Reiner mengetahuinya lebih cepat. Kemudian ketika dirinya mengecek luka pukulan di betis Xaveryn, dia kembali terlontak kaget sebab lukanya terlalu parah.


“Jika Countess Suhail memukul Tuan Putri lebih kuat lagi dari ini, maka saya yakin tulang kaki Tuan Putri akan patah dan akan sulit baginya nanti untuk berjalan atau istilah lainnya ialah lumpuh. Tetapi, sekarang saya sudah di sini membantu pengobatan Tuan Putri,” papar Reiner.


Serentak semua orang menghela napas lega, kekhawatiran mereka sedikit lebih berkurang karena setidaknya saat ini Xaveryn tidak mengalami masalah apa pun. Tiba-tiba saja Reiner merasakan adanya tatapan yang sulit diartikan dari Xaveryn. Sontak Reiner menatap balik mata Xaveryn, di sinar mata Xaveryn menunjukkan bahwasanya ada sesuatu hal penting yang hendak dia bicarakan.

__ADS_1


“Tolong semua orang selain Tuan Putri Xaveryn, harap keluar sebentar sebab ada beberapa pemeriksaan yang harus saya lakukan,” ujar Reiner mengusir mereka dengan sangat lembut.


“Tunggu dulu! Kenapa aku juga harus keluar dari sini? Aku juga mau melihat putriku saat diperiksa.” Jonathan mengajukan protes karena tidak terima diusir begitu saja dari kamar Xaveryn. Namun, tubuh Jonathan didorong ke luar oleh kedua putranya supaya tidak mengganggu proses pemeriksaan Xaveryn.


Reiner menggeleng-geleng, dia kini kembali fokus kepada Xaveryn yang terduduk di tepi ranjang tempat tidur.


“Mari kita mengobrol sebagai keponakan dan Paman. Jadi, apa yang hendak kamu bicarakan, Xaveryn?” tanya Reiner.


“Paman, Countess Suhail harus mati bagaimana pun caranya, tapi aku tidak puas jika dia terlalu cepat dijatuhi hukuman. Bisakah Paman berbicara kepada Ayah untuk memantau perlakuan Countess Suhail terlebih dahulu?”


Reiner berpikir sejenak, dia berupaya mencerna maksud dari permintaanya tersebut. Padahal Reiner sebelumnya berpikir bahwasanya akan lebih baik bila Countess Suhail dieksekusi mati di istana.


“Kenapa kau menyuruh Ayahmu memantaunya? Bukankah ini sudah jelas buktinya kalau kau disiksa oleh wanita iblis itu?” tanya Reiner, mau berapa kali pun dia memikirkannya dia tidak paham maksud Xaveryn.


“Countess Suhail mempunyai pengaruh besar di pergaulan sosial tingkat atas, apabila ingin menjatuhinya hukuman mati maka harus ada saksi mata yang menyaksikan langsung perlakuan buruk Countess Suhail. Jika Ayah memantau wanita itu apalagi Ayah melihatnya menyiksaku, ini justru akan memperkuat alasannya dihukum mati,” jelas Xaveryn.


Memang itu benar, namun sesungguhnya alasan lain Xaveryn menyuruh Jonathan memantau secara langsung penyiksaan Countess Suhail terhadap dirinya ialah Xaveryn ingin Jonathan mendengar ada seseorang dengan lancangnya bermaksud menggantikan posisi Permaisuri. Jonathan takkan membiarkannya bebas begitu saja seusai mendengar maksud tersembunyi Countess Suhail.

__ADS_1


Xaveryn pun melanjutkan, “Lalu Countess Suhail sebentar lagi akan menyebarkan rumor buruk mengenai diriku, dia akan membuat seisi kekaisaran gempar. Jadi, Paman, di sini aku punya satu rencana lain yakni aku ingin dia menyadari bahwa sebenarnya aku adalah anak kesayangan Kaisar. Buat juga segala isu miring mengenai aku yang diabaikan Kaisar tidaklah benar adanya. Aku yakin Paman paham maksudku, aku harap Paman dapat membantuku mempermalukan Countess Suhail.”


__ADS_2