Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Kehebohan Ibu Kota


__ADS_3

Xaveryn seketika tenggelam di alam pikirannya, dia tidak tahu sama sekali perihal siapa yang mengirimkan bukti mengenai kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Countess Suhail. Xaveryn menduga ada seseorang yang mungkin saja sedang berupaya membantunya. Namun, ini hanyalah dugaan semata, tidak ada petunjuk apa pun dari si pengirim dokumen berisi bukti tersebut. Xaveryn tidak memberi komentar apa pun, dia hanya diam sampai dirinya diantarkan ke dalam kamar oleh Jonathan.


Tidak hanya sampai di sana saja, dalam hari yang sama, berita tentang Countess Suhail beredar dengan sangat cepat di luar istana. Penyebar berita tersebut ialah para pekerja istana sendiri, itu merupakan bentuk kemarahan mereka terhadap Countess Suhail yang melukai Xaveryn. Para wanita bangsawan yang sebelumnya dekat dengan Countess Suhail sesaat merasa terkejut dan tidak percaya karena mereka belum melihat buktinya secara langsung. Ternyata citra yang dibangun Countess Suhail selama ini mempunyai kegunaan juga.


“Apa berita itu benar? Countess Suhail sedang ditahan di penjara istana karena dia mencelakai Tuan Putri?”


“Aku tidak tahu, tapi entah kenapa aku berpikir mungkin saja Tuan Putri menjebak Countess Suhail. Lagi pula mustahil Countess Suhail melakukan itu kecuali kalau Tuan Putri yang memulainya sendiri. Aku tidak mau percaya, Tuan Putri itu dirumorkan tidak disayangi oleh Kaisar dan Pangeran.”


Berbagai asumsi buruk diarahkan kepada Xaveryn, mereka menganggap bahwasanya Xaveryn dengan sengaja memfitnah Countess Suhail lalu menjebloskannya ke penjara. Tidak sedikit di antara para bangsawan yang berkomentar pedas tentang Xaveryn. Tentu saja hal-hal yang mereka bicarakan itu langsung sampai ke telinga para kesatria yang kebetulan sedang berpatroli.


“Beraninya kalian menuduh Tuan Putri kami sembarangan!” Salah seorang kesatria meneriaki para wanita bangsawan yang sedang asing bergosip sekaligus menggiring opini buruk mengenai Tuan Putri mereka. Kesatria yang berjumlah lima orang itu dengan berani membela Xaveryn di tengah-tengah para bangsawan.


“Tuan Putri Xaveryn itu sangat disayangi oleh Kaisar dan ketiga Pangeran, bahkan beliau selalu membela kami ketika Kaisar hendak menghukum kami. Kalian pikir takhta tertinggi di istana adalah Kaisar? Kalian salah! Takhta tertinggi ialah Tuan Putri Xaveryn. Kaisar akan menuruti segala keinginan beliau dan menjauhi segala larangan yang ditegurkan Tuan Putri.”


“Lalu tadi kami mendengar kalian mengatakan kalau Tuan Putri kami buruk rupa, asal kalian tahu sebenarnya Tuan Putri mempunyai wajah yang sangat cantik dan imut. Apabila kalian melihatnya langsung, maka kalian akan tersihir oleh wajahnya. Maka dari itu, Kaisar belum mengenalkan Tuan Putri kepada rakyat sebab beliau terlalu bersinar untuk dilihat.”


Para kesatria tersebut tidak berhenti mengoceh dan mengomeli seluruh bangsawan yang sedang berkumpul di alun-alun kota. Mereka tidak tahan mendengar nama Xaveryn dikenal buruk oleh banyak orang. Padahal Xaveryn adalah sosok yang sempurna untuk dikagumi, namun sayangnya belum banyak manusia yang paham dengan kesempurnaan Xaveryn.

__ADS_1


“Kenapa kalian marah kepada kami? Tuan Putri kalian itu pasti melakukan sesuatu demi menjebloskan Countess Suhail ke penjara. Mustahil seorang wanita yang menjunjung tinggi nilai kehidupan layaknya Countess Suhail mencoba melukai Tuan Putri. Sebelumnya kami melihat sendiri luka di tangan Countess Suhail, itu pasti perbuatan Tuan Putri,” tuding salah seorang bangsawan.


“Omong kosong! Tuan Putri yang terluka di sini, tangan beliau melepuh akibat air panas yang disiramkan oleh wanita gila itu lalu kaki Tuan Putri dipenuhi luka bekas pukulan tongkat rotan. Akan aku beri tahu satu hal, Kaisar menjadi saksi atas perundungan yang diterima Tuan Putri, bahkan kami juga melihat Countess Suhail menghina dan mengarahkan tongkatnya untuk memukul Tuan Putri. Kalau kalian tidak percaya, silakan tanya sendiri kepada Kaisar,” murka kesatria tersebut menggebu-gebu marah.


Para bangsawan termangu kaku di tempat, mereka tidak berani berkomentar seusai para kesatria berucap mengenai Jonathan yang menjadi saksi perundungan Jovelyn. Melihat tidak ada lagi orang yang berkomentar, seluruh kesatria bergerak pergi menjauhi alun-alun kota dan melanjutkan kembali tugas mereka.


Tugas yang diberikan Jonathan kepada para kesatria ialah meredam rumor buruk mengarah pada Xaveryn. Akan tetapi, mereka malah berakhir dengan percekcokan antar bangsawan, mereka tidak takut melawan bangsawan sebab mereka berpikir bahwa mereka akan selamat kalau mereka melakukan pembelaan tentang Xaveryn.


Berita ini pun juga masuk ke telinga Claes dan Caerick, kala itu akademi sangat heboh mendapat berita tersebut. Tidak sedikit gadis bangsawan rupanya mengidolakan Countess Suhail, mereka menjadikan wanita itu sebagai panutan mereka dalam bertumbuh sebagai seorang gadis dewasa.


Claes sedang marah terhadap salah satu siswa akademi yang sempat berbicara buruk tentang Xaveryn. Claes mencekik siswa tersebut, dia tidak peduli resiko apa pun yang dia peroleh seusai membunuh seseorang. Namun, baginya Xaveryn adalah yang utama, Xaveryn merupakan pusat kebahagiaannya saat ini.


“Yang Mulia, maafkan saya, saya tidak bermaksud menjelekkan Tuan Putri. Hanya saja saya mendengar itu dari Ibu saya, Ibu mengatakan kalau Tuan Putri tidak disayangi Kaisar dan ketiga Pangeran karena Tuan Putri lah penyebab kematian Permaisuri.”


Manik hazel Claes melebar, giginya bergemelatuk mendengar kata setiap kata yang dilontarkan. Claes tidak pernah mempedulikan soal rumor, tapi rumor kali ini membuatnya kehilangan kendali diri.


“Adikku bukan penyebab kematian Ibu! Dia adalah cahaya Graziella, jangan pernah sekali pun menyalahkan Adikku atas kematian Ibu. Aku tidak akan memaafkanmu, aku tidak akan memaafkan siapa pun yang menyinggun—”

__ADS_1


“KYAAAA!”


Amukan Claes tertunda akibat pekikan seorang siswi dari arah berlawanan, Claes punya firasat buruk dan segera bergegas menuju arah suara pekikan itu berasal. Di sana ada Caerick yang berdiri di hadapan seorang siswa yang terduduk lemas seusai dipukuli Caerick. Kala itu pula Caerick mencoba mengayunkan pedangnya dan berniat menebas kepala siswa itu.


“Hentikan, Caerick! Kau tidak boleh sampai kehilangan kontrol.” Claes memukul kepala Caerick dan membuatnya tersadar kembali.


“Sialan kalian semua! Kenapa kau memukuliku? Mereka baru saja mengatakan sesuatu yang buruk mengenai Tuan Putri. Kalian bergosip sesuka hati kalian seolah kalian paling mengenal Tuan Putri, keterlaluan sekali Tuan Putri yang baik dan cantik seperti malaikat malah digosipkan buruk oleh mereka. Aku tidak akan memaafkan kalian yang sudah menodai citra Tuan Putri,” ucap Caerick meluapkan kekesalannya.


Seluruh mata yang menyaksikan terdiam dalam seribu kata, mereka tidak sanggup sekedar menatap mata Caerick dan Claes.


“Aku mengerti, besok kita akan meminta izin ke luar akademi untuk mengunjungi Xaveryn. Jadi, tahan amarahmu, aku yakin Xaveryn tidak menyukai hal ini kalau dia tahu kita membuat masalah di akademi.”


***


Pada malam harinya di istana, Xaveryn berdiam diri di dalam kamar sembari mendengar berita yang kian merambat ke telinga masyarakat. Xaveryn tidak peduli apa pun yang dibicarakan orang lain mengenai dirinya sebab rumor tersebut dia yang menyebarkan pertama kali sehingga Xaveryn tidak keberatan bila orang lain menilainya buruk.


“Malam ini sangat cerah, pas sekali untukku membunuh Countess Suhail, tapi sayangnya aku takkan membunuh dia malam. Tetapi, aku akan menyiksanya dan memotong lidahnya yang selalu melontarkan kalimat hinaan terhadap diriku serta Ibu.”

__ADS_1


__ADS_2