
Istana kekaisaran kembali gempar seusai Jonathan mendapatkan surat lamaran pernikahan yang diperuntukkan kepada Xaveryn. Surat lamaran tersebut berasal dari Kekaisaran Saverio. Bahkan pihak Kekaisaran Saverio mengirimkan seribu tangkai mawar merah beserta perhiasan yang mempunyai harga tinggi. Selain itu, mereka juga mengirim sejumlah uang dalam satu peti. Mereka menganggap bahwa itu semua ialah hadiah untuk Xaveryn.
"Surat lamaran pernikahan dari Kaisar Saverio? Apakah dia bercanda?!"
Jonathan tak kuasa menahan emosi, dia langsung meremukkan surat tersebut. Tidak disangka putrinya akan dihadapkan oleh persoalan seperti demikian seusai perjamuan dilaksanakan.
"Kaisar Saverio berusia dua puluh tahun, beliau baru naik takhta pada usia sembilan belas tahun. Sekarang beliau ingin melamar anak perempuan berumur enam tahun? Apa maksudnya ini?"
"Bahkan di suratnya mengatakan bahwa beliau akan menjadikan Tuan Putri kita sebagai Permaisuri. Apa mereka sedang berupaya menyulut api perang di antara kita?!"
"Lalu Kaisar Saverio juga mengirim hadiah yang tidak terhingga harganya, ini artinya beliau sedang meremehkan Graziella. Mungkin dia berpikir kita tidak sanggup memberikan ini semua untuk Tuan Putri."
Para bangsawan yang tengah berada di ruangan yang sama dengan Jonathan mengutarakan pendapat dan ketidaksukaan mereka terhadap cara Kaisar Saverio melamar seorang anak kecil. Usia mereka berdua terpaut sangat jauh, kecil kemungkinan bagi mereka untuk menikah.
Tidak ada satu pun orang yang menyetujuinya, terlebih lagi Xaveryn baru saja memperkenalkan dirinya kepada seluruh bangsawan dan masyarakat. Pihak Kekaisaran Saverio dinilai terlalu terburu-buru serta tidak berpikir panjang soal akibat yang mereka terima bila berurusan dengan Kekaisaran Graziella.
"Mereka membuatku murka, tidak ada yang boleh menikahi putriku. Apalagi dia masih kecil, bahkan aku tidak pernah terpikirkan akan memberi izin putriku menikah sampai kapan pun itu. Mereka sedang menguji kesabaranku, ya? Haha, bajing*n!"
Jonathan marah besar, bahkan para bangsawan dibuat tak bisa berkata-kata akibat aura kemurkaan Jonathan yang perlahan memenuhi ruangan. Dia menolak mengizinkan sang putri menikah, terlebih lagi itu Kekaisaran Saverio. Kala itu rasanya Jonathan ingin pergi menghancurkan Kaisar Saverio agar tidak mengirimkan omong kosong lagi.
Kabar mengenai surat lamaran pernikahan ini pun sampai ke telinga Xaveryn. Gadis kecil itu tidak menerima begitu saja surat lamaran tersebut. Meski pada awalnya dia sangat syok, tapi Xaveryn berupaya menempatkan rasa syoknya tersembunyi di balik hatinya.
__ADS_1
"Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Yang Mulia? Surat lamaran pernikahan ini sudah jelas mereka bermaksud untuk menghina kita. Haruskah kita mengunjungi mereka ke Kekaisara Saverio?"
"Jangan lakukan itu!" seru Xaveryn tiba-tiba muncul dari pintu memasuki ruangan Jonathan bersama Lian dan Annita.
Kedatangan Xaveryn mengejutkan seisi ruangan, ekspresinya terlihat teramat serius. Xaveryn berencana melarang mereka mengunjungi Kekaisaran Saverio apa pun yang terjadi.
"Yang Mulia Putri!"
"Xaveryn! Apa kau sudah mendengar semuanya?" tanya Jonathan sontak berdiri dan menegakkan kepalanya.
Xaveryn mengangguk, dia menunjukkan selembar kertas yang berisi beberapa kalimat yang berasal dari Kekaisaran Saverio.
"Ayah menerima surat lamaran pernikahan secara resmi, tapi tanpa Ayah sadari, pihak Saverio juga mengirim satu surat untukku yang berisi pemaksaan supaya aku mau menerima lamarannya."
"Kurang ajar! Brengs*k!" Jonathan menjangkau pedangnya, dia berniat menghampiri Helbert ke Kekaisaran Saverio. "Aku akan membunuh pria itu, beraninya dia mengancam dan memaksa putriku untuk menerima lamarannya," gerutu Jonathan murka.
Xaveryn langsung menghalangi langkah Jonathan, dia tidak memperbolehkan Ayahnya mengambil keputusan yang begitu gegabah. Apabila Jonathan sampai salah langkah, maka Jonathan akan membuat Graziella berada dalam bahaya.
"Jangan, Ayah! Jangan pernah menginjakkan kaki Ayah di Saverio! Apa pun yang terjadi, seberapa besar pun ancaman yang mereka lemparkan kepada mereka, Ayah tidak boleh terbawa emosi hingga melibatkan perang antar dua kekaisaran. Jika kita perang dengan Saverio, maka rakyat biasa yang tidak bersalah akan terkena imbasnya. Tolong pikirkan sampai ke sana, Ayah adalah seorang Kaisar, jadi Ayah tidak boleh berpikir ceroboh dan menganggap enteng masalah ini."
Xaveryn berbicara panjang lebar melarang Jonathan pergi ke Saverio. Mendegar apa yang dikatakan sang putri, pikiran Jonathan yang kusut akibat amarah perlahan meredam karena Xaveryn.
__ADS_1
"Ya, kau benar itu, maafkan Ayah karena telah berpikir dangkal. Untung saja putriku sangat mengerti, jadi kau berhasil meluruskan pikiranku yang kusut."
Jonathan kembali menyimpan pedangnya, dia membatalkan niat pergi ke Saverio. Untuk sekarang yang terpenting hanyalah membalas surat tersebut dan menolak secara tegas lamaran dari Helbert.
"Ayah, apakah Ayah tahu kekuatan Kaisar Saverio yang sekarang?" tanya Xaveryn.
Jonathan lantas menggelengkan kepala, dahulu Kekaisaran Saverio tidak begitu menonjol sehingga dia tidak pernah peduli tentang siapa pemimpinnya dan bagaimana kondisi di tanah Saverio. Akan tetapi, nama Kekaisaran Saverio satu tahun terakhir ini seringkali menjadi perbincangan antar kekaisaran dan kerajaan. Mereka mendapatkan info bahwa Kaisar Saverio yang saat ini jauh menakutkan.
"Aku tidak tahu, tapi aku rasa dia orang yang berbahaya."
Xaveryn mengangguk. "Benar, Ayah, Kaisar Saverio yang sekarang itu sangat berbahaya. Meskipun Ayah bertarung melawannya, aku ragu Ayah bisa menang. Oleh sebab itulah aku melarang Ayah untuk pergi ke sana."
Ekspresi Xaveryn yang serius dan pemikirannya yang seakan dia mengetahui segalanya mengenai Kekaisaran Saverio menjadi sebuah tanda tanya besar di kepala para bangsawan yang berada di ruangan yang sama dengannya.
"Bagaimana Anda bisa mengetahui kalau Kaisar Saverio itu berbahaya? Apakah Anda pernah bertemu dengan beliau?" tanya seorang bangsawan.
"Aku tidak pernah bertemu dengannya, hanya saja itu tersirat secara tidak langsung melalui surat yang beliau kirim. Di suratnya itu dapat aku rasakan aura berbahaya. Entah mengapa jika aku membiarkan Ayah menginjakkan kaki di tanah mereka, aku langsung membayangkan kalau Ayah akan kewalahan menghadapi mereka," tutur Xaveryn menjelaskan.
Tentu saja gadis itu berbohong, dia tidak boleh membiarkan orang lain menaruh anggapan lain terhadap dirinya.
"Tenang saja, Ayah tidak akan pergi ke sana, tapi apa yang harus kita lakukan sekarang dengan seluruh hadiah yang tidak berguna ini? Aku harus menyingkirkannya segera. Mereka pikir aku tidak bisa memberikan ini semua untuk putriku? Aku bisa memberikan yang lebih baik dari ini."
__ADS_1
Jonathan mengambil lagi pedangnya, dia mengayunkan pedangnya untuk menghancurkan seluruh hadiah yang dikirim Helbert khusus kepada Xaveryn.
"Ayah, jangan hancurkan itu! Kita masih bisa menggunakan perhiasan dan uang itu untuk hal lain."