Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Rumor Palsu yang Menyebar


__ADS_3

Pada saat ini, Countess Suhail sedang melakukan sebuah pertemuan dengan para wanita bangsawan. Dia terlihat bersinar dengan gaun merah muda, bahkan dia dikelilingi oleh wanita bangsawan berpengaruh di Graziella. Keberadaan Countess Suhail menjadi pusat utama setiap kali pertemuan sosial diadakan. Akan tetapi, suasana kala itu sangat berbeda dari biasanya, di mana Countess Suhail terlihat tengah menangis di sekitar wanita bangsawan.


“Countess, sebenarnya apa yang terjadi selama Anda mengajar di istana? Apa mungkin Tuan Putri melakukan sesuatu kepada Anda?” tanya Marchioness Icarus.


Countess Suhail menyeka air mata palsunya, dia berhasil menarik perhatian seluruh orang ketika itu. Bahkan suasana ruang menjadi hening akibat suara tangisan Countess Suhail, wanita tersebut benar-benar pandai menjadi seekor ular berbisa.


“Sebenarnya, Tuan Putri tidak menyukai saya, beliau seringkali membantah saya dan menghina saya yang posisinya jauh lebih rendah daripada beliau. Tuan Putri jauh berbeda dari mendiang Permaisuri, beliau tidak mewarisi kejeniusan Kaisar dan Permaisuri. Bahkan beliau tidak mempunyai wajah yang menarik, tapi ketika saya berusaha untuk menjadi dekat dan mengajari beliau etiket istana, beliau malah berlaku seenaknya saja.”


Kemudian Countess Suhail membuka perban yang melilit tangannya, di sana ada semacam luka bakar akibat air panas. Namun, luka bakar itu bukanlah luka bakar yang sebenarnya, melainkan luka bakar yang diciptakan dari alat make up. Tatkala Countess Suhail memperlihatkan luka tersebut, mata semua orang melebar sempurna.


Lalu Countess Suhail melanjutkan, “Ini saya dapatkan kemarin saat saya mengajari Tuan Putri cara menyeduh teh, beliau marah ketika saya tegur. Alhasil, air panas mendidih dari teko teh disiramkan ke tangan saya, ini sangat sakit tapi saya menolak mengadukannya kepada Kaisar. Saya kasihan kepada Tuan Putri, beliau diabaikan oleh Kaisar dan ketiga Pangeran, maka dari itu saya mencoba dekat dengan beliau. Meskipun beliau melakukan banyak kesalahan saat belajar, namun saya tidak pernah memarahinya.”


“Astaga, apa benar seperti itu? Saya tidak menyangka Tuan Putri sangat kurang ajar. Pantas saja Kaisar mengurungnya di menara, tidak heran setelah melihat perilakunya sendiri.”


Banyak di antara mereka yang tidak menyangka sama sekali dengan apa yang dilakukan Xaveryn terhadap Countess Suhail. Wanita itu sungguh berhasil menjatuhkan reputasi Xaveryn dalam sekejap. Hal yang paling membuatnya beruntung ialah bahwa belum ada satu pun bangsawan yang pernah menemui Xaveryn secara langsung sehingga Countess Suhail akan lebih mudah menciptakan fitnah baru lagi, lagi, dan lagi.


“Mungkin saja Tuan Putri tidak ingin Countess Suhail menggantikan posisi Permaisuri karena saat ini kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan kursi Permaisuri adalah Countess Suhail,” celetuk Viscountess Jeffrey.


Mereka menganggukkan kepala dan setuju dengan dugaan Viscountess Jeffrey, sebagaimana yang diketahui semua orang, Countess Suhail sangat sempurna untuk mengisi kekosongan kursi Permaisuri. Momen kekaguman orang lain pun dimanfaatkan oleh Countess Suhail untuk mencari simpati lebih sekaligus menghasut orang lain untuk membenci Xaveryn dan memperkuat posisinya di tengah masyarakat luas.

__ADS_1


‘Ini berjalan sesuai rencanaku, mereka akan membenci Xaveryn lalu posisiku semakin kuat di hadapan bangsawan. Aku akan menjadi Permaisuri dan menguasai kekaisaran ini, siapa pun itu akan tunduk di bawah kakiku.’


Sementara itu di sisi lain ruangan, Duchess Egenbert mengamati intens setiap ekspresi yang diperlihatkan Countess Suhail. Dia sepertinya tidak menyukai Countess Suhail sebab tatapan matanya selalu menyiratkan rasa benci. Tatkala semua orang mengagumi Countess Suhail, Duchess Egenbert akan menjauh dan berdiri di sudut ruangan.


‘Apakah wanita itu berbohong lagi? Aku tidak pernah tertipu dengan ekspresi palsunya. Dia memburukkan Tuan Putri Xaveryn, aku tidak tahu apakah yang dikatakannya itu merupakan sebuah sepenuhnya bohong atau bukan. Besok aku akan melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri,’ batin Duchess Egenbert.


Akibat Countess Suhail, kini kekaisaran ramai membicarakan tentang Xaveryn yang dianggap tidak pantas menyandang status sebagai anak Kaisar. Rumor buruk yang menerpa Xaveryn menciptakan kegaduhan besar di Graziella. Timbul pro dan kontra antar bangsawan hingga akhirnya rumor ini pun tiba di telinga Jonathan. Perasaan Jonathan tak menentu, ingin rasanya dia mengamuk dan membunuh Countess Suhail, tapi mengingat posisinya sebagai Kaisar tidak mungkin dia melakukannya tanpa adanya alasan yang kuat.


“Jadi, kau menyarankanku untuk memantau langsung secara diam-diam? Ya, aku pikir saranmu sangat benar dan membantuku mendapat bukti terhadap apa yang dilakukan wanita itu kepada putriku.”


“Iya, Kak, nanti kau bisa mengeksekusi mati wanita itu atas tuduhan penyiksaan dan penghinaan anggota keluarga kekaisaran. Kita akan menepis rumor buruk tentang Xaveryn, aku yakin rencanaku akan berhasil untuk menjebak Countess Suhail,” tutur Reiner.


“Yang Mulia, mohon maaf mengganggu waktu Anda, ada seseorang mengirim ini untuk Anda.” Seorang kesatria penjaga gerbang utama membawakan sebuah map yang berisi dokumen.


“Baiklah, taruh di sini dan silakan lanjutkan kembali pekerjaanmu.”


Jonathan segera membuka isi dokumen tersebut, mereka berdua sama-sama terkejut ketika melihat satu persatu tulisan yang tertera di permukaan lima lembar kertas.


“Siapa yang mengirim ini? Dia mengirimkanku sesuatu yang luar biasa seperti ini,” gumam Jonathan tak mengerjap sesaat membaca isi dokumennya.

__ADS_1


***


Duchess Egenbert dipekerjakan Jonathan sebagai guru Xaveryn yang akan mengajarkan gadis itu pengetahuan umum mengenai Kekaisaran Graziella. Duchess Egenbert datang tepat waktu, dia sepanjang perjalanan memikirkan perkataan Countess Suhail yang membicarakan Xaveryn.


‘Aku harus bersiap-siap jika itu memang benar adanya, tapi bila itu tidak benar maka aku akan membantu Tuan Putri membersihkan namanya.’


Di saat Duchess Egenbert memasuki ruang kelas, dia terpaku ketika mendapati Xaveryn telah datang lebih dulu darinya, hahkan di sana juga ada Annita dan Eris yang menemani Xaveryn. Duchess Egenbert seketika terpana menyaksikan rupa Xaveryn jauh dari kata buruk rupa, dia menilai tidak ada anak yang lebih cantik dan imut dibanding Xaveryn. Sekarang satu kebohongan Countess Suhail terbongkar, Duchess Egenbert mulai meragukan secara keseluruhan cerita dari wanita itu.


“Salam kepada Yang Mulia Putri Xaveryn.” Lekas Duchess Egenbert membungkuk memberi salam terhadap Xaveryn.


“Sudahi salam Anda, Duchess, seharusnya sekarang saya yang menghormati Anda karena Anda adalah guru saya.”


Xaveryn melompat turun dari tempat duduknya, dengan langkah tertatih dia memberi salam untuk menyapa Duchess Egenbert.


“Saya menyapa Anda, guru. Saya harap hari ini saya bisa menguasai pelajaran dari Anda,” ucap Xaveryn menunjukkan sikap salam paling sempurna.


Duchess Egenbert takjub dengan sikap salam Xaveryn, semua orang sudah ditipu habis-habisan oleh Countess Suhail.


“Mohon maaf, Yang Mulia, kenapa dengan kaki Anda? Apakah Anda terjatuh atau bagaimana?” tanya Duchess Egenbert mengalihkan fokusnya pada kaki Xaveryn.

__ADS_1


“Kemarin saya dihukum oleh Countess Suhail, beliau memukul kaki saya dengan kayu rotan dan menyirami tangan saya dengan air panas. Tetapi, saya baik-baik saja, sebentar lagi juga akan segera sembuh.”


__ADS_2