Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Maksud Tersembunyi


__ADS_3

"Benar, Yang Mulia, tolong biarkan Nona Eliza tinggal di istana dan mengadopsinya menjadi seorang Tuan Putri. Menambah satu Tuan Putri lagi tidak akan mengurangi kekayaan istana. Kami mohon tolong dipertimbangkan, anak ini tidak salah apa pun."


"Yang dulunya pemberontak ialah kedua orang tuanya, pihak istana telah menghukum mereka dengan mengirim mereka ke tempat terpencil. Dan sekarang mereka sudah meninggal, Nona Eliza tidak punya siapa pun dan tidak punya tempat untuk menetap."


Para bangsawan terlihat sedang memaksa Jonathan menerima Eliza sebagai anak adopsi. Mereka seolah mempunyai maksud tersembunyi dengan memanfaatkan Eliza. Tentu saja Jonathan tidak mudah tertipu, dia tahu betul bagaimana para bangsawan yang memiliki maksud yang tidak baik terhadap dirinya.


Jonathan berupaya menahan diri agar tidak memporak-porandakan ruang kerjanya. Sejenak Jonathan menghela napas, dia menata kembali suasana hatinya. Sekali lagi Jonathan melirik Eliza, gadis kecil itu mempunyai wajah yang cukup cantik dan mirip dengan saudaranya yang menjadi pemberontak.


Jonathan pun teringat lagi atas peristiwa besar yang didalangi Wilton — Kakaknya sendiri. Kala itu Jonathan dan Ivanka baru saja melahirkan Claes. Pemberontakan besar-besaran terjadi, banyak pengkhianat rupanya berkeliaran di sekitarnya membantu pemberontakan Wilton.


Para pemberontak nyaris melukai Claes, untung saja Jonathan datang tepat waktu menyelamatkan Claes dari pemberontak yang mengacaukan istana. Wilton pun dijatuhi hukuman pengasingan, dia diasingkan ke wilayah terpencil dan dikelilingi banyak binatang buas. Dia berhasil bertahan bersama istrinya lalu melahirkan Eliza. Kini anak dari saudaranya itu tengah berada tepat di hadapannya.


Eliza mewarisi mata warna hazel sebagai ciri khas dari keluarga kekaisaran. Walaupun begitu, Jonathan masih tidak tertarik untuk mengadopsi Eliza.


"Apa keuntungannya bagiku mengadopsi anak ini?" Pertanyaan tidak terduga terlontar dari mulut Jonathan.


Para bangsawan saling bertular pandang, mereka saling melempar pertanyaan sebab tidak semua di antara mereka yang pandai menjawab.


"Nona Eliza masih kecil, tidak mungkin Anda bisa melihat kelebihan dari seorang anak kecil. Coba Anda rawat saja dulu, siapa tahu nanti Nona Eliza tumbuh menjadi anak yang memberi keuntungan besar terhadap kekaisaran ini."


Jonathan menyunggingkan senyumnya. "Mengapa aku harus menunggunya hingga besar? Dia satu tahun lebih tua dari Xaveryn, seharusnya dia bisa menunjukkan kualitasnya. Xaveryn saja yang lebih muda satu tahun bisa menunjukkan keuntungan yang dapat dia berikan kepada kekaisaran ini."

__ADS_1


Jonathan membandingkan Eliza dengan Xaveryn secara sengaja supaya hati para bangsawan kian memanas. Menurut Jonathan tidak ada gadis yang lebih menakjubkan dari Xaveryn, putri kecil yang teramat dia sayangi.


Seketika para bangsawan terdiam dan mereka kembali bersuara seusai sepersekian detik berpikir jawaban seperti apa yang akan mereka lontarkan demi melawan Jonathan.


"Memangnya seberapa mengagumkannya kontribusi Tuan Putri Xaveryn terhadap kekaisaran ini? Anak sekecil beliau masih suka bermain, Yang Mulia. Lebih baik Anda adopsi saja Nona Eliza lalu beri dia fasilitas yang lengkap. Maka bisa saja Nona Eliza tumbuh menjadi wanita yang cerdas sekaligus menguntungkan kekaisaran."


Jonathan mendengus sebal, dia hampir saja mengamuk dan melemparkan vas bunga ke arah wajah para bangsawan.


"Hei, kalian baru saja merendahkan putriku nan berharga?" Jonathan menekan kuat mereka, pria itu tidak menerima kalau putrinya sampai direndahkan seperti demikian.


"Tidak, Yang Mulia, bukan begitu maksud kami. Anda jangan mengambil kesimpulan seperti itu, Yang Mulia. Pada kenyataannya Tuan Putri memang masih kec—"


"DIAM!" sergah Jonathan sudah teramat marah terhadap pada bangsawan tersebut. "Aku tidak akan mengampuni siapa pun yang berani merendahkan putriku. Kalian ini sudah bosan hidup, ya?" murka Jonathan.


"Hentikan perdebatan yang tidak berguna ini," seru Xaveryn datang dan masuk bersama pelayan pribadinya Annita dan Eris.


Pandangan para bangsawan tertuju padanya, seisi ruangan mencuri pandang kepada Xaveryn. Mereka tidak pernah menganggap Xaveryn sebagai ancaman, tapi kali ini entah bagaimana mereka berfirasat akan mendapatkan masalah besar.


Jonathan senang sekali melihat putrinya, bahkan Eliza sekali pun menatapnya takjub. Akan tetapi, di sisi lain Eliza juga iri terhadap Xaveryn yang dianggap bernasib lebih beruntung dari dirinya.


'Dia Xaveryn? Tuan Putri yang dirumorkan itu sedang berada di depan mataku. Seharusnya tempat itu menjadi milikku, kenapa malah dia yang mendapatkannya?' gerutu Eliza dalam hati.

__ADS_1


Xaveryn berdiri tegak di depan para bangsawan, tergurat ekspresi tegas di wajahnya.


"Ada apa kau kemari, Xaveryn? Apakah ada sesuatu yang kau cari?" tanya Jonathan terdengar sangat lembut dan penuh senyum.


"Tidak ada, hanya saja aku ingin berbicara dengan mereka. Ada sesuatu yang perlu aku tegaskan kepada mereka. Bisakah Ayah mengizinkanku berbicara dengan mereka?"


"Apa yang hendak kau bicarakan? Kalau mau bicara ya silakan saja dan tidak ada orang yang tidak mendengarmu. Tetapi, bila di salah satu di antara mereka berani menyakitimu, maka Ayah akan membuatnya menjadi umpan binatang buas."


Jonathan mengarahkan sorotan tajam kepada mereka satu persatu. Dia sengaja menggertak para bangsawan untuk mendengarkan perkataan Xaveryn.


"Baiklah, aku akan berbicara langsung pada intinya. Pertama, Eliza tidak bisa menjadi bagian dari keluarga Kekaisaran. Dia anak dari seorang pemberontak dan di darahnya mengalir darah kelicikan kedua orang tuanya. Kedua, aku tidak mau mempunyai saingan sebagai Tuan Putri. Ketiga, biasanya seorang anak menuruni watak kedua orang tuanya. Bisa saja nanti dia juga merencanakan pemberontakan seperti kedua orang tuanya," papar Xaveryn.


Pernyataan Xaveryn barusan berhasil membuat para bangsawan tercengang bukan main. Mereka memang mendapatkan info bahwa Xaveryn terkenal jenius serta pandai mengambil hati banyak orang. Tetapi, mereka tidak tahu jika Xaveryn memiliki lidah yang tajam sekaligus sorot mata yang mirip dengan Jonathan sehingga ketika dia marah, maka mata hazelnya terlihat sama persis dengan Jonathan.


"Nona Eliza tumbuh dengan baik, beliau tidak mungkin melakukan pemberontakan seperti yang Anda tudingkan, Yang Mulia. Harap jaga perkataan Anda, ini sama saja Anda melukai hati Nona Eliza."


"Benar itu, Nona Eliza punya mata berwarna hazel, sudah seharusnya beliau mendapatkan hak yang sama seperti Tuan Putri Xaveryn."


"Harap pertimbangkan kembali semuanya secara matang-matang, Yang Mulia. Anda menolak Nona Eliza menjadi Tuan Putri karena takut disaingi. Jangan berpikiran seperti itu, Anda—"


"Bukankah lumrah di kalangan anak kecil ada rasa saling tersaingi? Kalian itu bodoh, ya? Semakin aku lihat kalian semakin terlihat bodoh," kata Xaveryn.

__ADS_1


"Yang Mulia, itu—"


"Kalau begitu kalian saja yang mengadopsi anak ini! Jangan suruh keluarga kekaisaran melakukannya, bukankah kalian bangsawan? Menerima satu orang anak tidak akan mengurangi harta kalian!"


__ADS_2