
“Anda mau ke mana, Master?”
Roxilius mendapati Xaveryn tengah bersiap-siap dan mengenakan jubah hitam, saat ini jam menunjukkan pukul sebelas malam. Seharusnya Xaveryn sudah tidur, tapi entah kenapa hari ini gadis itu tak bisa memejamkan matanya sehingga berakhir pada sebuah rencana kecil yang membuatnya harus keluar dari pekarangan istana. Namun, sayangnya sebelum Xaveryn sempat pergi keluar, Roxilius memergokinya dan membuat rencananya nyaris gagal.
“Aku mau pergi ke luar, jangan adukan aku pada Annita. Aku hanya pergi sebentar, nanti aku kembali lagi,” jawab Xaveryn dengan ekspresi wajah kaku.
Kemudian Roxilius mendekati Xaveryn, secara mengejutkan Roxilius mengangkat tubuh mungil Xaveryl. Gadis kecil itu tersentak sesaat tubuhnya melayang di pelukan Roxilius, jarak wajah mereka sangat dekat. Xaveryn baru menyadari kalau Roxilius memang sangat tampan, di antara banyak pria, wajah Roxilius terkesan lebih lembut.
“Kenapa kau menggendongku? Turunkan aku! Aku mau pergi keluar sebentar!” Xaveryn meronta meminta supaya Roxilius segera menurunkannya. Akan tetapi, Roxilius tidak mendengarkan dirinya, pria itu membuka pintu balkon lebar-lebar lalu melompat ke bawah balkon.
“Bukankah Anda akan pergi keluar? Sebaiknya saya juga ikut bersama Anda karena saya khawatir Anda dicelakai oleh orang lain.”
“Ehh? Kau mau pergi denganku? Baiklah, lebih baik seperti itu daripada aku harus gagal keluar malam ini.”
Xaveryn selalu merasa heran dengan Roxilius, bahkan di saat-saat seperti ini pun dia tidak menunjukkan perubahan ekspresi. Wajahnya tetap datar seperti biasa, dia seolah tidak bisa mengekspresikan diri sebagaimana semestinya. Mereka pun pergi ke alun-alun ibu kota, suasana kota di tengah malam ini terasa berbeda dibanding siang hari dikarenakan pada malam hari orang-orang cenderung memilih untuk menghabiskan waktu melepaskan penat. Pada umumnya, mereka melampiaskan rasa letih lewat minuman alkohol atau sekedar pergi ke rumah bordil.
“Kita akan pergi ke mana, Master?” tanya Roxilius, mereka berhenti di depan sebuah persimpangan gang.
“Ikuti saja aku, ada suatu tempat yang ingin aku kunjungi.” Xaveryn menggunakan sihir mengubah penampilannya menjadi wujud wanita dewasa. Tidak lupa Xaveryn mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya. Xaveryn juga meminta Roxilius memakai topeng agar orang lain tidak mengenali wajah Roxilius.
Xaveryn mengarahkan langkahnya ke sebuah gedung kumuh yang terlihat tidak berpenghuni. Roxilius dengan patuh mengikuti Xaveryn dari belakang, lalu Xaveryn pun masuk ke dalam gedung tersebut. Rupanya di dalamnya masih ada satu pintu lagi yang dijaga oleh dua orang pria berbadan kekar. Sebelum menuju ke balik pintu, Xaveryn disuruh mengisi sebuah buku terlebih dahulu. Buku tersebut berisi catatan nama orang yang mengunjungi tempat itu, di sana Xaveryn menulis nama samaran demi melindungi identitasnya.
__ADS_1
“Silakan masuk, Nona.” Kedua pria itu membukakan daun pintu dan membiarkan Xaveryn masuk ke dalam.
Cukup mengejutkan karena yang berada di dalam sana ialah sebuah gedung lelang tersembunyi. Pelelangan ini dihadiri oleh sejumlah bangsawan, tampaknya mereka sangat antuasias menunggu pelelangan ini dimulai. Xaveryn pun membawa Roxilius duduk di bangku yang masih kosong, semua orang yang berada di sana mengenakan topeng sehingga Xaveryn kesulitan mengenali wajah para tamu yang hadir.
‘Ini bukan gedung lelang seperti pelelangan biasa, ini merupakan gedung lelang pasar gelap di mana barang yang mereka perdagangkan sangat dilarang oleh pihak kekaisaran. Tidak hanya barang saja yang mereka lelang, tapi manusia pun mereka lelang. Ini adalah perdagangan manusia, aku harus menumpaskan mereka malam ini juga.’
Seorang pria muncul dari balik panggung, dia merupakan pembawa acara di pelelangan malam ini. Pelelangan akan segera dimulai, Xaveryn menunggu barang-barang apa saja yang mereka lelangkan.
“Selamat datang di pelelangan malam ini, kami menawarkan berbagai barang spesial untuk Anda sekalian. Namun, malam ini kami tidak menawarkan barang, melainkan sejumlah manusia dari suku bintang biru! Mungkin Anda tidak asing dengan suku bintang biru, suku ini terkenal sebagai penghasil wanita penari paling berbakat, bertubuh seksi, dan berwajah cantik. Dan juga para pria yang lahir di suku bintang biru mempunyai badan kekar, kekuatan mereka mengayunkan pedang tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, orang suku bintang biru bisa melayani Anda di ranjang dengan stamina mereka yang luar biasa!”
Xaveryn sontak melebarkan mata, dia tahu persis soal suku bintang biru yang dimaksudkan. Gedung pelelangan mendadak riuh, mereka menganggap bahwa manusia yang diperjualbelikan malam ini merupakan penawaran lelang terbaik selama beberapa waktu belakangan.
Xaveryn mengedarkan pandangannya, dia memperhatikan dengan teliti setiap tamu yang hadir kala itu. Kemudian pandangan Xaveryn terhenti pada seorang pria yang berada di ujung ruangan lelang.
‘Huh? Lambang Kekaisaran Saverio?’ Xaveryn menemukan pria yang mengenakan sarung tangan berlambang Kekaisaran Saverio. ‘Berarti dia yang membawa pria itu ke Kekaisaran Saverio, tapi karena aku malam ini ada di sini, aku tidak akan membiarkannya membawa pria itu. Suku bintang biru yang menghilang selama hampir seratus tahun, tidak mungkin aku biarkan orang lain memerintah mereka.’
Suku bintang biru dahulunya terkenal sebagai penghasil kesatria dan penari terbaik, warna kulit mereka berbeda dari orang biasa. Kulit mereka sedikit lebih gelap, bola mata mereka identik dengan warna biru terang serta ada simbol bintang di dada mereka. Maka dari itu, mereka dinamakan suku bintang biru. Namun, keberadaan mereka menghilang dan tersembunyi dari dunia luar.
Beberapa detik berselang, pihak pelelangan membawa seorang wanita yang dikurung dan tubuhnya dijerat rantai. Wanita tersebut terlihat pasrah, dia tidak punya kekuatan untuk membebaskan diri dari pelelangan ini. Semua orang heboh melihat wanita dari suku bintang biru, ini kali pertama mereka menemukan suku bintang biru.
“Pelelangan akan dibuka dari harga lima ribu koin emas!”
__ADS_1
Masing-masing orang mulai berebutan dan mengangkat papan harga mereka untuk menawar harga mendapatkan wanita dari suku bintang biru.
“Enam ribu koin emas!”
“Sepuluh ribu koin emas!”
“Seratus ribu koin emas!”
“Dua ratus ribu koin emas!”
Alhasil, wanita itu pun terjual sebanyak dua ratus ribu koin emas, tubuhnya gemetar ketika melihat orang yang membelinya adalah seorang pria bertubuh gemuk. Tanpa diberi tahu pun dia tahu kalau dirinya akan menjadi sasaran pelampiasan hasrat dari pria tersebut. Kini pria itu melihatnya dengan meneteskan air liur, hidupnya sungguh sial karena harus dipertemukan dengan orang seperti itu.
‘Siapa pun … aku mohon, tolong selamatkan aku, aku tidak mau berakhir di tangan pria itu.’
Tiba-tiba suara seorang wanita melintas di kepalanya, suara itu adalah sebuah telepati.
“Tenanglah, aku akan menyelamatkanmu, sekarang kau hanya perlu bersikap tenang.”
Dia pun terkejut bukan main, langsung saja dia mengedarkan pandangan mencari sumber suara tersebut. Lalu dia menemukan orang yang mengirim telepati kepada dirinya, orang itu ialah Xaveryn. Jemari Xaveryn mengisyaratkan kepada wanita itu untuk tetap diam dan menjaga ketenangan diri.
‘Ya, kemampuan suku bintang biru yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini adalah kemampuan mereka bertelepati,’ gumam Xaveryn dalam hati.
__ADS_1