
Selepas pelelangan berakhir, Xaveryn dan Roxilius beranjak cepat menuju belakang panggung pelelangan. Kemunculan mereka berdua secara tidak terduga mengejutkan para suku bintang biru, mereka merasakan adanya aura tidak biasa datang dari Xaveryn dan Roxilius. Kemudian Xaveryn mendekat ke arah kurungan besi mereka.
“Apa kalian mau bebas dari sini?” Pertanyaan Xaveryn membuat mereka tersentak, seketika mereka menemukan secercah harapan agar mereka bisa terbebas dari penderitaan ini.
“Siapa kau?” Salah seorang pria suku bintang biru terlihat mewaspadai Xaveryn, dia meningkatkan kewaspadaannya terhadap Xaveryn. Hal tersebut dilakukan supaya dia tidak terlena begitu saja atas tawaran dari orang asing yang tidak mereka kenal.
“Aku hanya seseorang yang kebetulan lewat, jangan terlalu mewaspadaiku karena aku tidak bermaksud untuk menjebak atau pun mencelakai kalian. Aku serius ingin membebaskan kalian, tapi aku tahu kalian tidak punya tempat kembali. Jadi, aku menyarankan kalian untuk pergi ke istana menemui Tuan Putri Xaveryn, di sana kalian akan mendapatkan perlindungan di bawah pemerintahan beliau.”
Mendengar nama Xaveryn, mereka kaget bersamaan, siapa pun tahu berapa umur Xaveryn. Gadis kecil berusia enam tahun tidak mungkin bisa dijadikan sebagai tempat berlindung.
“Ada apa? Kenapa kalian diam? Jangan pikir kalian meragukannya? Asal kalian tahu, Tuan Putri Xaveryn mempunyai kekuasaan lebih besar dibanding Kaisar. Apabila beliau meminta sesuatu, maka Kaisar langsung mengabulkannya,” ujar Xaveryn.
Mereka tercengang, tapi menjelang mereka sempat menjawabnya, petugas penanggung jawab pelelangan tiba-tiba saja datang dari arah lain. Mereka terkejut ketika menemukan dua orang penyusup sedang berkomunikasi dengan orang dari suku bintang biru.
“Siapa kalian?!” Mereka langsung mengarahkan pistol dan pedang ke arah Xaveryn, tapi Roxilius bertindak lebih cepat menepis seluruh senjata mereka.
Syok bukan main ketika menyaksikan Roxilius bergerak begitu mudahnya menghancurkan senjata mereka. Tidak hanya sampai di sana saja, mereka juga mencoba untuk menangkap Xaveryn maupun Roxilius menggunakan tangan kosong. Tetapi, usaha mereka gagal lagi, gerakan Xaveryn dan Roxilius secepat kilat.
Mereka ketakutan di saat tiada satu pun serangan mereka yang tepat sasaran, pada akhirnya Xaveryn memungut sebilah pedang lalu menebas habis kepala mereka. Sungguh mengagetkan ketika kepala manusia menggelinding di permukaan lantai. Kebengisan Xaveryn membasmi musuh sangat mirip dengan Jonathan.
“Memperjualbelikan manusia merupakan perbuatan yang tidak bisa aku ampuni, manusia itu makhluk hidup dan bukan barang yang bisa dengan mudah ditukar uang. Karena aku sudah di sini, maka aku akan mengantar mereka semua ke neraka.”
Satu persatu pihak pelelangan mengirim banyak penyerang untuk menangkap Xaveryn dan Roxilius, tapi serangan mereka malah berbalik membunuh mereka. Xaveryn menggebu-gebu marah, dia tidak memberi celah mereka untuk menggores kulitnya. Orang-orang dari suku bintang biru berdecak kagum menyaksikan ketangkasan Xaveryn.
__ADS_1
“Apa yang terjadi di sini?!” Pria yang tadi membeli Felician datang memasuki ruang tempat Xaveryn berada, dia bermaksud untuk mengambil Felician tapi sekarang dia malah dipaksa berhadapan dengan Xaveryn.
“Kenapa perwakilan pihak Kekaisaran Saverio bisa masuk ke pelelangan ini? Apakah Kekaisaran Saverio kekurangan orang hebat sampai harus memberi seseorang dari suku bintang biru demi dijadikan kesatria pelindung istana?” Nada bicara Xaveryn terdengar sedang meremehkan pria tersebut.
“Anda terlalu meremehkan Kekaisaran Saverio, saya tidak tahu siapa Anda tapi saya yakin Anda bukan orang sembarangan. Jadi, izinkan saya menjadi lawan Anda untuk sekarang,” tutur pria itu menarik pedang dari sarungnya.
“Tampaknya kau besar kepala, seorang manusia sepertimu tidak akan bisa mengalahkanku!” Xaveryn melaju ke depan wajah pria tersebut, pergerakan Xaveryn sulit dibaca oleh mata.
‘Ada apa dengan gadis ini? Dia seolah berada di level di mana aku tidak bisa menjangkaunya.’
Beberapa detik berselang, pedang Xaveryn menebas kepala pria itu dan membuat kepalanya menggelinding di depan mata banyak orang.
“Rox, bereskan sisanya, tapi kau harus menyisakan satu orang untuk diinterogasi pihak istana,” titah Xaveryn.
Sementara Roxilius membereskan sisanya, Xaveryn membebaskan orang-orang yang terkurung. Tetapi, Xaveryn baru sadar kalau Felician tidak berada di satu ruang dengan yang lain, dia berada di ruangan sebelah yang tempatnya sedikit terpojok.
“Namamu Felician, ‘kan?”
“….”
Felician yang tertunduk sontak mengangkat kepalanya, kedua matanya membulat sempurna melihat ada seorang wanita berjubah menemuinya. Sekilas Felician melihat senyum Xaveryn, dia merasakan ketenangan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Bahkan Felician merespon pertanyaan Xaveryn hanya dengan mengangguk.
“Kau terlihat sangat muram, apa ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?”
__ADS_1
“….”
Felician hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaan Xaveryn, dari sini Xaveryn mengetahui bahwasanya mental Felician sedang mengalami penurunan. Xaveryn tidak tahu alasan mengapa mental Felician mengalami penurunan sebab di kehidupan pertama pun dia tidak mendapat jawabannya.
“Felician, kau mau keluar dari sini? Aku akan membawamu keluar dan setelah ini kau bisa tinggal dengan nyaman tanpa harus takut orang-orang yang akan membawamu pergi lagi. Bagaimana? Kau setuju pergi bersamaku keluar dari sini?”
“….”
Felician kembali tertunduk lemas, dia tidak menjawab satu pun pertanyaan dari Xaveryn, tampaknya dia memiliki sesuatu yang tidak dapat dia ungkapkan. Tanpa berlama-lama, Xaveryn langsung membukakan kurungan besi agar Felician bisa keluar dari sana. Xaveryn menarik tangan Felician lalu membawanya ke ruangan sebelumnya.
“Astaga, Tuan Muda, bagaimana kondisi Anda? Apa tubuh Anda baik-baik saja?”
Semua orang yang berasal dari suku bintang biru memanggil Felician dengan sebutan “Tuan Muda”. Mereka mengerumuni Felician, raut wajahnya masih tidak berubah sedikit pun, hal ini dikarenakan jiwa Felician masih terjebak di masa lalu yang menyakitkan.
“Sebenarnya apa yang terjadi kepada Felician sebelumnya? Bisakah kalian memberi tahuku?” tanya Xaveryn.
“Nona, Tuan Muda Felician sepertinya mengalami trauma setelah kehilangan Tuan Besar, beliau melihat di depan matanya Ayah dan Ibunya mati dibunuh oleh kawanan penjahat. Tuan Muda tidak pernah berbicara lagi semenjak kejadian itu.”
Sekarang Xaveryn paham apa yang pernah dilalui Felician yang tidak pernah dia ketahui selama ini. Tetapi, saat ini Xaveryn tidak memiliki lebih banyak waktu untuk berbicara dengan Felician sebab para kesatria istana yang dipimpin Delvis sudah sampai di depan gedung pelelangan.
“Kesatria istana sudah datang, aku harus pergi sekarang. Mereka akan membawa kalian ke istana dan besok kalian akan bertemu dengan Tuan Putri.”
Xaveryn membawa Roxilius untuk segera pergi dari tempat ini, mereka meninggalkan orang-orang dari suku bintang biru untuk ditangani oleh pihak kesatria. Namun, karena keterlambatan para kesatria, akhirnya para bangsawan yang terlibat di dalam pelelangan kabur sehingga kini yang tinggal hanyalah orang-orang dari suku bintang biru.
__ADS_1
“Kenapa ada banyak mayat di sini? Siapa yang sudah melakukannya?” Bau darah menyeruak masuk ke penciuman Delvis, dia tidak menemukan siapa pun di sana selain orang-orang dari suku bintang biru.