Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Menyiksa Countess Suhail


__ADS_3

Penyelinapan secara diam-diam kembali dilakukan oleh Xaveryn, kali ini dia sengaja tidak mengubah wujudnya menjadi dewasa sebab Xaveryn berencana untuk mengagetkan Countess Suhail. Perlahan Xaveryn menapaki anak tangga menuju penjara bawah tanah istana, memang sedikit mendebarkan karena para kesatria masih terjaga. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang bagi Xaveryn, dia bisa membuat para kesatria itu menjadi terlelap.


Xaveryn melangkahkan kakinya di tengah lorong penjara, jumlah penjahat yang berada di tempat ini sangatlah banyak. Xaveryn terus melangkah menuju penjara yang terletak paling ujung, cukup melelahkan baginya pergi ke penjara bawah tanah sendirian. Tetapi, Xaveryn tidak bisa membiarkan Countess Suhail mati tanpa menikmati penyiksaan darinya.


“Halo, Countess Suhail, bagaimana kabarmu? Ya ampun sepertinya penampilanmu berubah drastis. Tidak ada lagi gaun mewah dan riasan tebal, betapa kasihannya dirimu,” sindir Xaveryn berdiri di depan jeruji besi yang mengurung Countess Suhail.


Countess Suhail kala itu terduduk lemas dan bersandar ke permukaan dinding penjara. Kedua kaki dan tangannya dirantai, dia tertunduk lesu menyesali semua hal yang menimpa hidupnya. Ketika suara Xaveryn menghampirinya, sontak dia langsung menegakkan kepala. Kedua matanya melotot marah sesaat mendapati Xaveryn tepat berada di hadapannya.


“Kenapa kau datang menemuiku? Apa kau sudah puas sekarang melihat hidupku sengsara?! Katakan padaku, apa kau sudah puas, sialan?! Kalau bukan karena Ibumu aku pasti sudah menjadi Permaisuri dan kalau bukan karena dirimu aku tidak akan mendekam di penjara.”


Countess Suhail melampiaskan kemarahan dan kebencian yang dia pendam selama ini kepada Xaveryn. Terlihat jelas rupa aura membunuh yang kuat menggebu dari diri Countess Suhail, tapi Xaveryn tidak terpengaruh sedikit pun oleh kemarahan wanita itu.


“Countess, ada satu hal yang perlu aku katakan padamu.” Xaveryn menyingkap tudung jubah yang menutupi rambutnya. “Sejak awal aku sudah tahu niatmu ingin mencelakaiku, maka dari itu aku menyebarkan rumor palsu tentang diriku yang tidak disayangi Kaisar dan ketiga Pangeran. Pada akhirnya, kau masuk ke perangkapku, kau menyiksaku dan mengedarkan rumor buruk tentang diriku. Dengan itu semua, aku jadi punya alasan untuk membunuhmu,” ungkap Xaveryn membuat Countess Suhail syok berat.


Wanita itu tidak menyadari, sedari pertama dia menginjakkan kaki di istana, dia sudah masuk ke dalam permainan yang dibuat oleh Xaveryn. Permainan yang ujungnya membawa dia ke neraka dan membawanya ke jurang penderitaan. Kini Countess Suhail menikmati sisa hidupnya di ruang sempit dan lembab, dia mengutuk dirinya yang terlalu bodoh sampai kalah dari gadis berusia enam tahun.


“Kenapa kau merencanakan itu semua? Memangnya apa yang aku lakukan padamu hingga kau membuat rencana ingin menjatuhkanku?! Sebelumnya aku tidak pernah mencoba menyinggungmu atau bahkan mengenalmu, tapi kenapa? Katakan padaku alasannya!”

__ADS_1


Xaveryn tersenyum jahat, suara tawa kecil yang dipenuhi kekejaman bergema dari mulut mungilnya.


“Aku akan mengatakan yang sejujurnya padamu, sebenarnya ini adalah kehidupanku yang ke tujuh belas. Aku mati lalu kembali lagi ke masa lalu, pada kehidupan pertamaku kau menyiksaku tanpa henti, jadi sekarang aku membalaskan dendamku padamu. Oleh sebab itulah, semuanya terkendali dengan aman di genggamanku. Segalanya masih terekam jelas di otakku, sayang sekali kau harus berakhir di tanganku.”


Xaveryn bisa melihat dengan jelas bagaimana ekspresi Countess Suhail ketika dia mendengar cerita Xaveryn. Dia mematung dan bingung bagaimana cara meresponnya, dia tidak percaya akan hal tersebut tapi saat dirinya mencoba memikirkannya kembali, itu semua masuk akal.


“Haha, kau kembali ke masa lalu? Tidak heran kenapa etiketmu sangat bagus. Lalu bagaimana aku di kehidupanmu sebelumnya? Apa aku berhasil menjadi Permaisuri? Apa aku berhasil melahirkan Putra Mahkota untuk Kaisar?”


Countess Suhail semakin gila, jiwanya terguncang hebat akibat cerita Xaveryn, dia ingin menolak dan membantah tapi dia tak bisa melakukannya.


“Tidak, tidak mungkin aku mati! Kau jangan berbohong! Seharusnya aku berhasil meraih segala ambisiku.” Countess Suhail berteriak frustrasi, dia menolak kenyataan yang datang padanya.


Xaveryn tiba-tiba saja membuka pintu jeruji besi, dia membukanya menggunakan sihir hingga kembali membuat Countess Suhail terkejut. Gadis kecil itu berdiri di depan Countess Suhail sembari menatap wanita itu menggunakan tatapan merendahkan.


“Kau pikir ada orang lain yang lebih pantas dari Ibuku menjadi Permaisuri? Sampai kapan pun tidak akan ada orang yang dapat menggantikan posisi Ibuku. Kau sungguh bodoh sekali, padahal Count Suhail sangat menyayangimu, dia mengangkat derajatmu dari rakyat jelata menjadi seorang bangsawan. Tetapi, akibat ambisimu kau malah mengorbankan suami dan anakmu, betapa biad*bnya kelakuanmu.”


Xaveryn menggenggam dagu Countess Suhail dan melanjutkan kembali perkataannya, “Karena kau sudah mendengar rahasiaku, maka aku harus memberimu sebuah hukuman kecil untuk menghukummu.” Xaveryn tersenyum jahat, Countess Suhail merasakan ketakutan hebat menenggelamkan dirinya.

__ADS_1


“Tolong … aku tidak mau mati. Siapa pun tolong aku! KESATRIA YANG DI LUAR SANA, CEPAT TOLONG AKU! GADIS GILA INI HENDAK MEMBUNUHKU!” teriak Countess Suhail histeris.


“Sayang sekali, Countess, tidak akan ada orang yang mendengar teriakan manjamu karena mereka semua aku buat tertidur. Jadi, hanya ada aku yang bisa mendengar teriakanmu,” ucap Xaveryn kian memperburuk ketakutan Countess Suhail.


“Tolong biarkan aku hidup, aku mohon padamu, jangan bunuh aku,” lirih Countess Suhail.


“Tenang saja, aku belum mau membunuhmu, biar Ayah saja yang menjatuhimu eksekusi mati. Aku cuma berniat memotong sedikit bagian tubuhmu, bersabarlah sedikit mungkin ini akan terasa sakit untukmu.”


Xaveryn mengeluarkan sebuah pisau yang terasah tajam, senyumnya nan menyeramkan nyaris membuat Countess Suhail mati saat itu juga. Perlahan pisau Xaveryn mendekat ke arah wajahnya, dalam sekejap Xaveryn memotong lidah Countess Suhail lalu menggores seluruh wajah mulus wanita itu. Countess Suhail tidak punya kekuatan untuk menjerit dan mengeluhkan rasa sakit yang dia rasakan karena Xaveryn yang membuatnya seolah mati secara perlahan.


"Ini aku lakukan supaya kau bisa tetap diam sampai kau menemui ajalmu nanti."


‘Sakit sekali, aku tidak punya kekuatan untuk melawannya. Gadis ini benar-benar iblis, sekarang aku menyesal telah merundungnya,’ batin Countess Suhail menangis menahan sakit.


Selepas melukai Countess Suhail, Xaveryn pun berlalu meninggalkan wanita itu sendirian di penjara. Dia terlihat sangat puas menyaksikan penderitaan Countess Suhail, perasaannya kian menggila setiap kali dirinya berhasil menggores kulit manusia yang mengusik hidupnya.


‘Astaga, entah kenapa rasanya puas sekali ketika aku berhasil menyiksa orang-orang yang mengusik hidupku. Darah mereka merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku, semakin lama mereka mati dan menahan derita, maka itu semakin baik untukku.’

__ADS_1


__ADS_2