
Suasana aula diisi kebisingan suara bisikan para tamu undangan. Xaveryn melangkah pelan menuju kursi singgasana Kaisar. Jonathan beserta kedua saudaranya telah menunggu di sana. Xaveryn sedikit merasa tegang sebab ini menyangkut pengenalan dirinya di hadapan banyak orang. Padahal di kehidupan sebelumnya tidak ada acara seperti ini, yang ada hanyalah kesunyian hidup di balik bayangan tanpa dikenali banyak orang dan tanpa orang tahu apakah dirinya masih hidup atau sudah mati.
Tangan Xaveryn disambut kedua Kakaknya, mereka menggenggam tangan Xaveryn dan mereka bawa lebih dekat dengan Jonathan. Kemudian Xaveryn disuruh menghadap ke hadapan seluruh tamu undangan. Di sisi lain, Xaveryn menangkap keberadaan Duke dan Duchess Egenbert bersama kedua putra dan putrinya.
Lalu di sisi lainnya lagi, Xaveryn mendapati seorang anak laki-laki yang keberadaannya paling dibenci oleh Xaveryn. Rambutnya yang berwarna biru gelap membuat Xaveryn mengingat seberapa berperannya anak tersebut menciptakan penderitaan di dirinya.
"Terima kasih Anda sekalian sudah menyempatkan diri untuk menghadiri perjamuan kali ini. Sesuai tujuan perjamuannya, anggota keluarga kekaisaran secara resmi memperkenalkan satu-satunya Tuan Putri Graziella yakni Xaveryn Graziella."
Di sini Delvis berperan sebagai pembuka acara perjamuan, dia ditugaskan Jonathan untuk membuka perkenalan Xaveryn. Selepas itu, Jonathan mengambil alih perkenalan berikutnya.
"Xaveryn adalah putriku, pastikan kalian mengenali penampilannya dengan baik. Gadis imut dan cantik ini mencolok dengan rambut keemasannya. Apabila kalian bertemu dengan putriku baik sengaja atau kebetulan, kalian harus memperlakukannya secara terhormat. Namun, bila kalian melakukan hal sebaliknya, maka aku akan menggorok leher kalian dan menghancurkan keluarga kalian."
Jonathan memberi ancaman khusus untuk seluruh tamu undangan tanpa terkecuali. Xaveryn hanya bisa tersenyum mendengar betapa seriusnya Jonathan jika berhubungan dengannya. Sedangkan reaksi para tamu undangan sungguh tak terduga. Mereka tahu kalau Jonathan menyayangi dan memanjakan Xaveryn, tapi tidak ada yang tahu kalau level sayang serta manjanya itu berada di level yang berbeda. Bahkan Jonathan tidak pernah melindungi ketiga Pangeran seperti yang dilakukan hari ini.
"Kalian tidak hanya berurusan dengan Kaisar, tapi kalian juga akan berurusan dengan kami bertiga jika kalian menyakiti Adik kecil kami. Aku harap kalian pasang telinga baik-baik hari ini sebelum terlambat," imbuh Alvaro ikut mengancam, Riley hanya mengangguk menyetujui gertakan Alvaro.
Dari sini para bangsawan mulai bertekad bahwa mereka harus berhati-hati kalau berhadapan dengan Xaveryn. Mereka tidak ingin kehilangan nyawa hanya karena mereka memperlakukan Xaveryn secara tidak sopan.
Xaveryn menghela napas, padahal ini sebuah perjamuan tapi suasananya malah menjadi seperti sekarang. Seharusnya mereka bisa menikmati hidangan perjamuan dengan tenang tanpa tegang, namun karena hal ini malah membuat beban pikiran baru untuk mereka.
Selesainya, Xaveryn sedikit lebih maju ke depan, dia ingin menyapa seluruh bangsawan yang hadir. Xaveryn mengangkat dagunya seraya melayangkan senyum yang menambah pesona keindahannya. Semua orang sedang menunggu seperti apakah suara Xaveryn, mereka sangat penasaran akan hal tersebut.
__ADS_1
"Saya Xaveryn Graziella menyapa seluruh tamu undangan yang hadir." Begitu suara Xaveryn bergema, mereka semakin takjub mendengarnya. "Terima kasih karena sudah datang ke perjamuan hari ini. Semoga Anda sekalian menikmati perjamuan yang dipersiapkan sedemikian rupa oleh para pekerja istana.
Tidak perlu merasa tegang, tolong bersikap seadanya saja. Apabila nanti saya berbuat salah, tolong tegur saya. Namun, apabila Anda sekalian yang berbuat salah kepada saya, maka Anda harus berurusan dengan Ayah dan Kakak saya."
Tidak disangka, pada awalnya perkataan Xaveryn terdengar begitu baik dan lembut. Akan tetapi, di penghujung kalimat, Xaveryn melayangkan sedikit ancaman untuk mereka. Gadis itu sengaja melakukannya supaya tidak ada orang yang berlaku seenaknya pada dirinya.
Jonathan, Alvaro, dan Riley tersenyum bangga sesaat Xaveryn berkata demikian. Tentu saja, ini karena mereka berpikir bahwasanya Xaveryn sangat bergantung kepada mereka. Sesudah itu pun, perjamuan dimulai dan para tamu dipersilakan menikmati jamuan hidangan di atas meja.
Satu persatu bangsawan membawa putra mereka untuk berkenalan dengan Xaveryn. Mereka mempunyai maksud tertentu untuk mendekatkan putra mereka dengan Tuan Putri Graziella yang dicintai Kaisar. Hingga tibalah di saat perkenalan anak laki-laki berambut biru tua yang dia lihat sebelumnya.
"Trevor Oskari menyapa Tuan Putri Xaveryn."
'Trevor, dia pewaris dari Grand Duke Oskari, yang tidak lain adalah suami pertamaku pada kehidupanku yang pertama. Ketika dewasa, dia menikahiku dan berhasil masuk ke istana. Namun, rupanya dia pengkhianat yang bekerja sama dengan Kekaisaran Saverio untuk menjatuhkan pemerintahan Kakakku. Selamat datang, Trevor, pada kehidupan kali ini akan aku buat kau hidup menderita,' batin Xaveryn sembari tersenyum licik.
Xaveryn menarik tangannya kembali dari genggaman Trevor, meski saat ini Trevor berwujud anak kecil, Xaveryn tetap enggan melupakan kesalahan Trevor di masa lalu. Dia tidak akan memberi celah Trevor untuk masuk ke dalam kehidupannya.
"Apakah Anda datang sendiri ke perjamuan ini, Tuan Muda Oskari?" tanya Xaveryn.
"Tidak, Yang Mulia, saya datang bersama asisten pribadi saya," jawab Trevor.
"Oh begitu rupanya, kalau begitu silakan nikmati hidangannya. Saya pamit undur diri untuk menyapa tamu yang lain," ucap Xaveryn sengaja menghindari Trevor.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia."
Trevor memandangi punggung Xaveryn yang perlahan menjauh darinya. Trevor merekahkan senyum tipis, pipinya merona seketika dia mencium aroma manis dari Xaveryn. Tiada hentinya Trevor mencuri pandangan pada Xaveryn.
'Tuan Putri Xaveryn, dia sangat imut dan cantik. Bisakah aku mendapatkannya nanti dan menjadikannya sebagai pendampingku ketika aku sudah dewasa?' pikirnya.
Alvaro dan Riley menghampiri Trevor, mereka menyadari kalau Trevor memandang Xaveryn dengan cara yang berbeda. Ekspresi mereka menunjukkan bahwa mereka tidak suka dengan apa yang dilakukan Trevor barusan.
"Tuan Muda dari kediaman Grand Duke Oskari, apakah Anda baru saja mengecup tangan Adik kami?" Riley tersenyum sambil menekan Trevor.
"Kau tahu? Tidak ada pria yang boleh menyentuh tubuh Adik kami. Tetapi, mengapa Anda melakukannya? Apakah Anda sudah bosan hidup?"
Trevor kebingungan bagaimana cara dia menghadapi Alvaro dan Riley. Tingkat kebucinan mereka terhadap Xaveryn berada di luar batas pikiran Trevor.
"Mohon maafkan saya, Yang Mulia Pangeran, saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya mengagumi kecantikan Tuan Putri saja, tidak lebih dari itu."
Trevor terpaksa membungkuk di hadapan Alvaro dan Riley sekaligus meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan. Sejujurnya, dia baru tahu kalau saudara Xaveryn akan mempermasalahkan masalah sepele seperti ini. Jadi, daripada bertengkar lalu masalahnya semakin panjang, dia berpikir lebih baik untuk mengakhirinya degan permintaan maaf.
"Anda—"
PRANG....!
__ADS_1