Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Count Arnis Berhasil Ditangani


__ADS_3

Count Arnis kaget tak terkira, tidak pernah terlintas di kepalanya bahwa keluarga kekaisaran memihak seorang pelayan kecil. Pelayan yang berasal dari rakyat biasa dan tidak punya gelar kebangsawanan malah dibela mati-matian oleh Tuan Putri satu-satunya Kekaisaran Graziella. Tentu saja Count Arnis tidak menerimanya begitu saja apa yang telah diputuskan Xaveryn.


"Yang Mulia, apa Anda sedang bergurau sekarang? Anda membela seorang pelayan rendahan. Sikap Anda yang seperti ini akan menghancurkan reputasi Anda dan Kaisar," ujar Count Arnis.


Xaveryn tersenyum miring. "Tidak peduli, aku tidak pernah mementingkan apa pun perkataan orang padaku. Yang jelas sekarang, cepat kembalikan Eris padaku sebelum aku cincang badan gemukmu itu lalu aku akan berikan dagingmu pada hewan buas," gerta Xaveryn.


"Anda benar-benar keras kepala. Jika bukan karena saya, mungkin saja Graziella berada di ambang kemiskinan. Anda tidak tahu diri sama sekali!"


Count Arnis tiba-tiba saja menarik tubuh Eris dan menahannya. Count Arnis menjadikan Eris sebagai sandera, ia menodongoan pisau ke arah leher Eris. Dia menggunakan Eris sebagai tameng bagi dirinya keluar dari tempat ini.


"Hei, apa yang kau lakukan?!" tanya Lian meninggikan nada suaranya.


"Cepat bukakan jalan untukku keluar dari sini atau kalian mau nyawa gadis ini melayang di tanganku?! Lagi pula membunuh seorang pelayan rendahan bukanlah sebuah kriminal bagiku. Jadi, bila kalian tidak mau anak ini mati, sebaiknya kalian urungkan niat kalian menangkapku."


Count Arnis itu nekat, dia akan melakukan apa saja demi menyelamatkan dirinya sendiri. Xaveryn tahu dengan baik hal itu, tapi ia tidak menyerah begitu saja hanya karena ancaman murahan dari Count Arnis.


"Berikan dia jalan! Biarkan dia keluar dari sini," titah Xaveryn.


"Tapi, Yang Mulia—"

__ADS_1


"Ikuti saja. Tidak mungkin aku membiarkan Eris celaka akibat ulah pria itu," bisik Xaveryn memberi kode pada kedipan matanya.


Pada akhirnya, mereka pun memberi jalan untuk Count Arnis. Eris juga terlihat ketakutan ujung benda tajam itu melukai urat lehernya.


"Hahaha, inilah yang mesti kalian lakukan. Memang seharusnya kalian mematuhiku."


Ketika Count Arnis sedang lengah, Eris sekuat tenaga mendorong tubuhnya keluar dari cengkeraman tangan Count Arnis. Eris berhasil membuat pria tua itu tersungkur dan berhasil melarikan diri ke pelukan sang Ayah.


"Gadis kurang ajar!" teriak Count Arnis.


Eris menangis sesenggukan di pelukan Dain, Lian menenangkan Adiknya yang tidak behenti menangis sedikit pun. Eris benar-benar ketakutan, tidak pernah ia berada di situasi menegangkan seperti sebelumnya.


"Ayah, aku takut," ucap Eris melirih takut.


"Kerja bagus, Eris. Kau berhasil selamat dari pria menjijikkan itu."


Xaveryn mengeluarkan pistolnya lalu mengarahkannya pada Count Arnis. Dia sudah cukup menahan kegeraman terhadap apa yang dilakukan Count Arnis terhadap Eris.


"Jangan harap kau bisa lolos dariku."

__ADS_1


DOR!


Setelah membidik, Xaveryn menarik pelatuknya dan melepas peluru. Betis Count Arnis terkena tepat oleh peluru tersebut. Seketika tubuh Count Arnis dilanda kelumpuhan sementara. Hal tersebut dikarenakan Xaveryn telah membubuhi racun pelumpuh pada peluru yang dia tembakkan pada Count Arnis.


"ARRRGHH! Kakiku tidak bisa digerakkan! Sialan! Gadis sialan ini beraninya membuatku seperti ini. Aku tidak akan—"


BUGH!


Tiba-tiba saja sebuah tongkat kayu melayang ke kepala Count Arnis hingga membuatnya terbentur tidak sadarkan diri. Senyuman Xaveryn terkambang begitu melihat Roxilius datang menghentikan keributan Count Arnis. Dia secara kasar melemparkan balok kayu dan menyebabkan kepala Count Arnis terluka parah sampai mengeluarkan darah.


"Rox! Kerja bagus!" seru Xaveryn mengacungkan jempolnya pada Roxilius.


"Saya hanya menyingkirkan orang yang merepotkan saja," ucap Roxilius.


"Ya, tetap saja kau luar biasa," pungkas Xaveryn menyanjung Roxilius.


Beberapa menit berselang, Xaveryn menyuruh seluruh kesatria menyapu bersih kediaman Count Arnis. Gadis itu juga memberi perintah untuk menyeret Count Arnis ke penjara istana.


Pada hari itu pun, ada banyak bukti kejahatan Count Arnis terungkap. Selain itu, Xaveryn juga membebaskan semua wanita yang dikurung oleh Count Arnis dan mereka sebelumnya dijadikan sebagai pelampiasan hasrat pria tua bangka itu. Tidak sedikit dari mereka yang menerima trauma mendalam terhadap apa yang mereka lalui selama ini.

__ADS_1


Hari ini menjadi hari yang paling berarti bagi mereka. Sebelum mereka dipulangkan ke rumah masing-masing, Xaveryn memberi perawatan terhadap mereka untuk mengobati trauma yang menguasai hati mereka. Untung saja mereka tidak menolak sehingga Xaveryn atas bantuan Reiner bisa dengan mudah mengatur penyembuhan diri mereka.


'Masalah Count Arnis selesai. Sekarang tinggal saatnya bagiku merampas seluruh harta benda milik Count Arnis. Aku akan menggunakan hartanya untuk memajukan Graziella,' batin Xaveryn dengan segudang inspirasi baru di otaknya.


__ADS_2