Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Bangunnya Roxilius


__ADS_3

Xaveryn tiba-tiba menghentikan niat Jonathan yang hendak menghancurkan seluruh hadiah pemberian Kaisar Saverio. Jonathan terpaksa menjeda niatnya sejenak dan bertanya maksud Xaveryn menghentikannya.


"Ada apa, Xaveryn? Apa kau menginginkan hadiah ini? Kau tidak perlu menerima hadiahnya. Ayah akan memberikan yang lebih bagus untukmu," ucap Jonathan sambil bertanya.


"Bukan, Ayah, mawar merahnya tidak apa-apa jika Ayah hancurkan. Tetapi, jangan hancurkan perhiasan dan uangnya. Aku ingin menggunakannya sebagai dana tambahan untuk bisnis yang sedang aku jalani bersama Duke Egenbert. Lagi pula pihak Saverio sendiri yang memberikannya padaku, jadi aku pikir tidak masalah jika kita tidak mengembalikannya kepada mereka. Sayang jika itu semua hancur, padahal kita bisa memanfaatkannya sebaik mungkin," jelas Xaveryn.


Jonathan berpikir tidak ada yang salah dari apa yang dikatakan Xaveryn. Memang benar bahwa perhiasan dan uangnya bisa dijadikan sebagai dana tambahan dari bisnis yang sangat rumit dijalani Xaveryn. Akhirnya, Jonathan pun menurut, dia mengurungkan niat menghancurkan perhiasan serta uangnya. Sedangkan seratus tangkai bunga mawarnya langsung diinjak dan dilenyapkan dalam sekejap oleh Jonathan.


"Delvis, tolong bawakan aku selembar kertas dan juga pulpen," titah Xaveryn kepada Delvis.


Tanpa menunggu lama, Delvis membawakan apa yang diminta Xaveryn. Gadis kecil itu pun menggoreskan pulpen ke atas permukaan kertas. Dia menuliskan beberapa kalimat berisi penolakan lamaran untuk segera dikirimkan kepada Kaisar Helbert Saverio.


Walaupun Xaveryn merasakan sesak sesaat, tapi dirinya berusaha untuk tetap tegar dan tidak goyah. Musuhnya telah muncul lebih awal, jadi dia harus segera mempersiapkan diri melakukan perlawanan balik terhadap pihak Saverio. Tidak akan pernah dia lupakan penderitaan sekaligus penghinaan yang dilakukan Helbert kepada dirinya selama enam belas kehidupan.


"Kirimkan surat ini kepada pihak Kekaisaran Saverio. Ini adalah surat penolakan dariku, lebih baik aku menulis surat ini sendiri agar mereka menggangguku," kata Xaveryn menyerahkan surat tersebut ke Delvis.


Meski Delvis kurang mengerti alasan mengapa Xaveryn terlihat cukup sensitif soal Kekaisaran Saverio, tapi dia tetap mematuhi perintah Xaveryn.


"Baik, Yang Mulia, suratnya akan segera saya kirim."


Xaveryn tersenyum tipis, senyumnya menyembunyikan keresahan di balik hatinya. Dia yakin kalau Helbert akan terus mengganggunya sampai dia bersedia menerima lamarannya.


Setelah itu, Xaveryn kembali lagi ke istana kediamannya dan meninggal seribu tanda tanya di kepala para bangsawan. Jonathan tidak merasa ada yang salah dari perilaku putrinya yang terkadang terlihat seperti wanita dewasa. Dia malah berbangga diri karena sang putri sangat pandai dalam menyeleksi orang lain yang akan masuk ke hidupnya.

__ADS_1


"Bagus! Putriku memang sangat pintar, dia mengkhawatirkan diriku. Betapa imutnya dia, aku tidak boleh membiarkannya jatuh ke tangan pria yang salah," gumam Jonathan.


Tanpa sadar apa yang digumamkan Jonathan tertangkap oleh telinga seluruh orang yang berada di ruangan. Mereka tercengang menyaksikan Jonathan bersikap aneh dan karakter dingin yang selalu tertanam di dirinya langsung lenyap seketika.


'Memang benar apa yang dirumorkan, Kaisar ternyata sangat menyayangi Tuan Putri dan rasa sayangnya sudah melewati batas. Wibawa beliau langsung hilang saat berhadapan dengan Tuan Putri.'


Begitulah isi pikiran dari para bangsawan, mereka menggeleng tak percaya terhadap apa yang mereka saksikan. Seusai Xaveryn dipastikan benar-benar telah pergi, raut muka Jonathan sesaat berubah secara halus. Pria itu kembali menampakkan mimik dingin disertai mata hazel yang cukup tajam.


"Mari kita akhiri pembicaraan hari ini, putriku telah menyelesaikan masalah surat lamaran pernikahan tersebut. Sekarang saatnya kalian pulang," ucap Jonathan mengusir para bangsawan secara halus.


Setibanya Xaveryn di dalam kamar, gadis kecil itu meminta supaya ditinggal sendirian sebab ada beberapa hal yang ingin dia pikirkan secara dalam. Xaveryn duduk termenung di meja balkon serta ditemani oleh makanan ringan kesukaannya.


"Ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, pada kehidupan pertama, Helbert tidak pernah mengirimkan surat lamaran di usiaku yang ke enam tahun. Mungkinkah ini terjadi karena aku telah mengubah beberapa persen kehidupan awalku? Helbert tidak akan menyerah begitu saja, tidak hanya dia seorang yang patut aku waspadai tapi juga ketiga bangsawan yang berada di bawah kepemimpinannya langsung."


Di sela lamunannya, kotak musik milik Roxilius menyala dan bersinar. Tiba-tiba saja di depan Xaveryn, Roxilius muncul membawa senyum tipis di bibirnya. Lamunan Xaveryn buyar seketika, sontak dirinya turun dari kursi lalu bergegas ke arah Roxilius.


"Rox! Kau sudah kembali? Kenapa kau istirahatnya lama sekali?" Xaveryn cemberut, dia memanyunkan bibirnya sambil menatap Roxilius.


"Maafkan saya, Master, saya tidak bermaksud memperpanjang waktu istirahat saya. Hanya saja saya cukup lelah karena telah lama tidak menggunakan sihir saya," tutur Roxilius.


"Iya, tidak masalah, kau tidak perlu meminta maaf. Sekarang kau sudah menyelesaikan istirahatmu, itu sudah cukup bagiku."


Roxilius kembali merekahkan senyumnya, dia merindukan Xaveryn sebab telah beberapa hari berlalu sejak dia masuk ke dalam kotak musiknya.

__ADS_1


"Apakah ada sesuatu yang terjadi saat saya sedang tertidur?" tanya Roxilius.


Xaveryn tersenyum canggung, dia ingin menceritakan kepada Roxilius soal penyusup yang tiba-tiba masuk ke kamarnya.


"Tidak ada masalah besar, hanya saja ada penyusup yang masuk ke kamarku dan penyusup itu nyaris melukaiku." Pada akhirnya, Xaveryn terpaksa berkata jujur kepada Roxilius.


Kedua mata Roxilius melebar sesaat Xaveryn menceritakan soal penyusupan.


"Penyusup? Apakah penyusup itu telah ditangkap?"


Xaveryn menggelengkan kepalanya. "Pihak istana tidak berhasil menemukan jejaknya. Dia menghilang secara misterius di bawah balkok kamarku," jawab Xaveryn.


"Apa Anda tidak mengingat bagaimana ciri-ciri penyusup itu? Jika Anda mengingatnya maka saya bisa membantu Anda menemukan penyusupnya. Bagaimana pun ini melibatkan keselamatan Anda, setidaknya penyusup itu harus saya tangkap segera."


"Kau tidak perlu melakukannya karena aku pikir itu tidak ada gunanya. Kau cukup berdiam diri di sampingku dan melindungiku dari serangan tidak terduga. Kau paham itu? Aku hanya tidak mau kau kerepotan nantinya."


Xaveryn berupaya mencegah niat Roxilius, Xaveryn tidak mau Roxilius terluka akibat serangan Helbert. Maka dari itu, Xaveryn melarang Roxilius ikut campur di dalam pencarian penyusup tersebut. Lebih baik baginya tetap berdiam diri di sisinya untuk mewaspadai kehadiran musuh kembali.


"Baiklah, Master, tapi Anda harus mengandalkan saya nanti jika penyusup itu menyerang lagi. Saya pastikan untuk melindungi Anda selama berada di istana dan di luar istana," tutur Roxilius.


Xaveryn melebarkan senyum ruang, dia memang berpikir untuk mengandalkan Roxilius.


"Oke, tenang saja."

__ADS_1


__ADS_2