
Xaveryn menyingkap jubah yang dia kenakan, rambut panjang berwarna keemasan terurai begitu indahnya. Pria yang baru saja membukakan pintu terbawa pesona keindahan Xaveryn. Dia hanya tidak menyangka ada gadis yang begitu menawan, tapi dia terlambat menyadari warna bola mata yang menyorot ke arahnya. Sepasang manik hazel yang menjadi karakteristik utama keturunan keluarga kekaisaran langsung membuat pria itu tertunduk.
"Tolong jaga sikapmu di hadapan Tuan Putri Xaveryn, jika tidak—"
Xaveryn memotong kalimat peringatan dari para kesatria dengan satu isyarat tangan. "Tidak apa-apa, tidak perlu terlalu mempermasalahkannya."
Pria itu pun tersentak, dia baru ingat rumor yang mengatakan bahwa istana kini diisi oleh kehangatan seorang Tuan Putri yang disayangi Kaisar serta ketiga Pangeran. Rumor tentang Xaveryn yang diabaikan Jonathan kini sudah ditepis dengan fakta terbaru yang mengatakan bahwa Xaveryn merupakan Tuan Putri yang dicintai penghuni istana.
"Saya haturkan salam kepada Yang Mulia Putri Xaveryn. Tolong ampuni ketidaksopanan saya yang tidak menyambut baik diri Anda," tutur pria itu membungkuk memberi salam sekaligus mengucap maaf.
"Tidak usah dipikirkan, aku tidak begitu menganggap itu sesuatu yang penting," kata Xaveryn.
Pria itu mengangkat kepalanya, dia penasaran alasan kedatangan Xaveryn ke tempat kumuh ini.
"Maaf sebelumnya jika saya lancang, apa yang membawa Anda ke daerah kumuh ini, Yang Mulia? Apakah ada sesuatu yang sedang Anda cari?"
Xaveryn berdehem. "Apakah kau yang bernama Tuan Juris?" lanjut Xaveryn bertanya.
Pria yang bernama Juris tersebut sesaat melebarkan matanya, sulit dipercaya seseorang berdarah keturunan paling agung di kekaisaran ini mengetahui namanya.
"Benar, itu nama saya, Yang Mulia."
Xaveryn merekahkan senyum. "Aku rasa tidak sopan apabila berbicara di depan pintu. Bolehkah aku masuk ke rumahmu?"
"Ah iya, silakan, Yang Mulia. Tolong maafkan saya karena kondisi rumah saya jauh dari kata mewah."
__ADS_1
Rumah yang sederhana berlapis kayu tersebut memang terbilang jauh dari kata mewah. Akan tetapi, masih ada rasa nyaman yang tersisa di dalamnya. Setidaknya dengan begitu, siapa pun yang menempati rumah itu masih diberi kenyamanan lebih di sana. Selain itu, ada banyak pajangan tua di sepanjang dinding dan meja. Dengan melihatnya saja Xaveryn langsung menyadari bahwasanya rumah itu sudah berdiri puluhan tahun lamanya.
"Tuan Juris, apakah kau tinggal sendirian di sini?" tanya Xaveryn.
"Benar, Yang Mulia, istri dan anak saya telah lama meninggal. Jadi, sekarang hanya saya seorang yang menghuni rumah ini."
Juris mempersilakan Xaveryn untuk duduk serta menyuguhkan secangkir teh.
"Yang Mulia, tolong panggil saja Juris, Anda tidak perlu menambahkan kata Tuan di panggilannya," pinta Juris.
Xaveryn mengangguk, perilaku Xaveryn layaknya wanita dewasa sedikit mengundang tanda tanya di kepala Juris. Tidak akan ada yang percaya kalau Xaveryn adalah gadis berusia enam tahun. Bahkan dari tutur katanya saja menggambar seorang bangsawan yang telah lama bergaul di tengah pergaulan elit sosial.
"Apa yang terjadi di pemukiman ini? Kenapa rasanya sepanjang jalan terasa sangat sepi dan juga aku merasakan aura murung yang cukup kuat berasal dari setiap rumah yang aku lewati."
Raut muka Juris berubah sendu, dia merasa sedih bila membahas masalah ini kepada Xaveryn.
Xaveryn terdiam sejenak, ada ingatan kehidupan pertama yang terlintas kembali di kepalanya.
'Juris Uldis terkenal karena karya kehebatannya dalam menciptakan desain pakaian yang terbuat dari kulit dan bulu binatang buas. Dia bahkan menjadi seseorang dengan hasil karya yang paling ditunggu orang lain. Dia begitu menakjubkan dan dia juga merawat anak-anak dari panti asuhan,' batin Xaveryn.
Itu adalah gambaran ingatan dari Xaveryn, gambaran mengenai Juris yang merupakan perancang busana terkenal di Kekaisaran Graziella.
"Jadi, begitu ceritanya? Lalu hari ini aku membawa sebuah tawaran kerja untuk seluruh ahli jahit di pemukiman ini."
Deg!
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Juris, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Apa yang Anda katakan? Pekerjaan sejenis apa yang Anda tawarkan?"
Xaveryn mengeluarkan sebuah map berisi tentang pembuatan pakaian dari kulit dan bulu binatang buas.
"Silakan dilihat sendri, di sana ada sebuah tawaran pekerjaan yang sangat mendatangkan keuntungan. Aku yakin kau dan rekanmu bisa melakukannya," ucap Xaveryn.
Lekas Juris membuka dan membaca isi dari map tersebut. Ekspresinya tampak terpaku, Juris membaca berulang kali tulisan yang tertera pada sejumlah lembar kertas. Kedua tangan Juris bergetar, bahkan ada beberapa pola pakaian yang berada di antara tulisan tersebut.
"Yang Mulia, apa ini? Apakah Anda yakin untuk melakukannya? Membuat pakaian dari kulit dan bulu binatang buas cukup beresiko tinggi. Apakah Anda ingin mempercayakannya kepada saya?"
"Aku tahu kau bisa melakukannya, aku yakin itu. Sekarang lebih baik kau pikirkan lagi, bisakah kau melakukannya? Aku yakin kau punya kemampuan di sini. Bagaimana? Ini akan jadi peluang pekerjaan yang besar."
Juris menelan ludah, betapa yakinnya Xaveryn kepada dirinya mempercayakan pekerjaan ini padanya. Kemudian Juris pun memanggil seorang rekan ahli jahitnya, dia berdiskusi sejenak atas izin Xaveryn. Rekan Juris juga tampak sangat terkejut, ide dari Xaveryn sangat beresiko untuk mereka kerjakan. Namun, mereka masih punya keyakinan bahwa mereka dapat melakukannya.
"Yang Mulia, tolong serahkan pekerjaan ini kepada saya," putus Juris bersemangat.
"Baiklah, kalau begitu aku tunggu satu contoh pakaiannya dari kalian. Ajak seluruh ahli jahit di pemukiman ini, aku percaya dengan kemampuan kalian."
Selepas itu, Xaveryn pun pamit pergi, dia meninggalkan seluruh kepercayaannya kepada Juris. Dia pulang membawa harapan cukup besar terhadap hasil akhir dari pekerjaan Juris.
'Kalau hasilnya bagus, aku yakin bisnis ini akan melonjak dan menyebar ke telinga orang yang berada di luar Graziella. Setidaknya dengan begini aku bisa menguasai pusat bisnis serta membuat Graziella sebagai kekaisaran yang paling berpengaruh dan dibutuhkan oleh semua orang,' batin Xaveryn tersenyum miring.
Sepulangnya ke istana, Xaveryn langsung dipanggil ke ruang kerja Jonathan. Tampaknya kali ini Jonathan ingin membicarakan sesuatu dengan Xaveryn.
__ADS_1
"Ada apa Ayah memanggilku?" tanya Xaveryn disertai ekspresi polos yang penasaran atas alasan pemanggilan kali ini.
"Xaveryn, begini, Ayah berencana ingin mengadakan perjamuan yang bertujuan memperkenalkanmu secara resmi ke para bangsawan. Keberadaanmu di istana ini harus diketahui rakyat Graziella. Bagaimana menurutmu? Apa kau setuju mengadakan perjamuan ini?"