Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Claes Mencoba Jujur


__ADS_3

Claes tercengang mendengar perkataan sang Adik. Belum pernah sekali pun ada orang yang berkata demikian padanya. Kedua bola mata Claes berkaca-kaca, tidak tahu harus memberikan jawaban yang seperti apa. Selama ini Claes hanya memendam segala bentuk perasaannya. Tidak pernah terlintas di kepala untuk kabur dari tanggung jawab sebagai anak pertama. Namun, sesekali dia ingin sekali egois, Claes ingin mewujudkan keinginan yang tertanam dalam hati.


Kemudian Xaveryn datang membawa secercah harapan besar khusus untuk dirinya. Mendadak di hati Claes ingin menentang seluruh beban yang sedang ia sandang di pundaknya. Ada perasaan bersyukur, bahagia, sekaligus lega mendengar Xaveryn berkata hendak menggantikan tugas sang Kakak.


"Kau ingin menjadi Kaisar? Itu bukan sesuatu yang mudah untuk kau lakukan. Menjadi Kaisar tanggung jawabnya amat besar, kau akan menjadi satu-satunya pondasi utama bagi rakyat Graziella. Apabila kau jatuh, maka rakyat juga akan ikut jatuh. Apabila kau ragu, maka rakyat juga ikut ragu. Jadi, aku harap kau pikirkan masalah ini baik-baik sebelum menyesal," jelas Claes meyakinkan sang Adik dalam pengambilan keputusan sepihak.


Claes termangu kembali, manik mata Xaveryn tidak menunjukkan keraguan sedikit pun. Hanya ada sebuah sinar harapan yang akan membawa Graziella menjadi sebuah kekaisaran yang lebih baik lagi maupun menjadi kekaisaran yang paling berkuasa di dunia ini.


"Aku tidak akan pernah menawarkan diri menjadi Kaisar jika aku tidak sanggup melakukannya. Aku paham perasaan Kakak dan aku mau beban Kakak menjadi ringan. Setidaknya Kakak tidak perlu lagi memikirkan hal yang lebih berat," tutur Xaveryn.


Xaveryn sungguh yakin seratus persen, sebenarnya gadis kecil itu telah memikirkannya berulang kali sampai akhirnya dia mengambil keputusan tersebut. Masa depan sudah banyak yang berubah, sekarang dia berencana membawa kekaisaran ini menjadi pusat bagi kekaisaran dan kerajaan lain. Xaveryn mempunyai rencana-rencana gila di dalam otaknya untuk memajukan Graziella.


"Kak." Xaveryn menyentuh punggung tangan Claes. "Tolong jangan ragu padaku, meski aku anak bungsu, bukan berarti aku lemah. Sekarang pikirkan, apa impian Kakak yang selama ini tersimpan di relung hati? Aku ingin mendengarnya."


Claes terdiam sejenak sampai akhirnya dia kembali menyuarakan impian di hati kecilnya.


"Kau tahu? Dunia itu sangat luas, ada banyak hal lain yang mungkin tidak kita ketahui. Ada berbagai macam makhluk hidup hingga kejadian tidak terduga. Karakter manusia hingga makanan khasnya juga berbeda-beda. Oleh sebab itulah, aku penasaran dan mulai berkeinginan mengelilingi dunia ini. Aku ingin keliling dunia, aku tidak mau menjadi Kaisar yang pekerjaannya hanya berada di lingkup satu kekaisaran saja. Aku ingin melakukannya, aku ingin menjadi lebih bebas tanpa terikat pada istana kekaisaran."

__ADS_1


Akhirnya, Claes jujur terhadap perasaannya sendiri. Claes mengungkapkan keinginannya mengelilingi dunia ini nanti. Rasa penasaran yang tinggi menggebu-gebu dalam dada. Sekarang Claes menemukan harapan baru, dia mendapatkan kembali semangat yang dahulunya telah terkikis ombak keraguan.


Pada hari ini sang Adik datang membawa segumpal harapan baru yang membuatnya tersadar lagi. Keinginan Claes bersatu dengan alam dan kebebasan sedikit pagi akan tercapai.


"Keliling dunia kah? Aku rasa itu impian yang menarik. Kakak bisa menemukan berbagai hal unik di dunia ini nantinya. Oleh karena itulah, Kakak harus menyerahkan padaku kekaisaran ini. Biar aku yang berbicara kepada Ayah bahwa aku yang akan menjadi pewaris berikutnya."


Claes mengusap gemas puncak kepala Xaveryn. "Baiklah, mari kita bicara pada Ayah nanti."


Tepat dua hari seusai mereka berbicara demikian, mereka memutuskan menemui Jonathan untuk membicarakan masalah pewaris tersebut. Tentu saja ini merupakan pertemuan mendadak, tapi untungnya Jonathan sedang luang kala itu sehingga mereka bisa berbincang lebih leluasa.


"Ada apa kalian berdua tiba-tiba datang kemari? Apakah ada sesuatu yang ingin dibicarakan?"


"Ayah, aku ingin berbicara. Aku tidak mau menjadi pewaris takhta," lontar Claes langsung pada intinya.


Jonathan kaget bukan main saat itu, tubuhnya membeku dan otaknya bingung harus memberi respon yang seperti apa terhadap situasi kini.


"Apa maksud ucapanmu? Tidak mau menjadi pewaris? Lalu siapa lagi yang akan jadi pewaris kalau kau sendiri menolak?" tanya Jonatjan berupaya tetap tenang sampai dia berhasil mendapatkan seluruh jawaban dari pertanyaannya.

__ADS_1


"Aku, Ayah." Xaveryn mengacungkan tangannya. "Kakak Claes tidak mau menjadi Kaisar karena Kakak punya impian lain. Jadi, aku memutuskan untuk mengganti posisi Kakak sebagai calon pewaris takhta. Tidak ada larangan kan untuk seorang wanita menjadi pewaris Kaisar?"


Jonathan menghela napas panjang, dia berharap saat itu hanyalah mimpi Putri satu-satunya mendadak mencalonkan diri sendiri menjadi seorang pewaris. Yang mana, menjadi pewaris Kaisar bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Meskipun kemampuan Xaveryn terbilang amat bagus, tapi tetap saja Jonathan berat memberi izin.


"Memang tidak ada larangan seorang perempuan menjadi Kaisar, tapi perlu kau ingat, menjadi seorang Kaisar itu tidaklah mudah. Kau akan mengorbankan segala hal demi rakyat. Seharusnya kau sudah tahu resikonya, bukan?"


"Ya, Ayah, aku sudah tahu sejak lama tapi tetap saja aku ingin menjadi seorang Kaisar," kukuh Xaveryn.


Jonathan mengacak-acak rambutnya, bingung dia harus menanggapi Xaveryn bagaimana.


"Memangnya apa impianmu sampai kau harus mengorbankan posisimu sebagai calon Putra Mahkota?" Jonathan beralih fokus bertanya kepada Claes.


"Aku ingin keliling dunia, Ayah. Aku ingin bebas dan menelusuri setiap tempat di dunia yang belum pernah aku kunjungi. Aku baru berani mengatakannya sekarang, sesungguhnya aku ingin mengatakannya sedari dulu tapi aku takut akan menyinggung Ayah," papar Claes.


Sungguh sebuah impian yang menarik, Claes sudah cukup lelah memenuhi tugasnya sebagai seorang Pangeran dan dia butuh kebebasan untuk memenuhi keinginan nan terpendam lama. Jonathan tercengung mendengar impian sang putra. Ini merupakan pertama kali Jonathan mendengar Claes meminta sesuatu padanya. Biasanya Claes tidak pernah meminta sesuatu yang bersifat pribadi.


"Apa kau tertarik ingin keliling dunia seusai mendengar cerita dari Ibumu dulu? Ivanka senang sekali bercerita soal kedua orang tuanya yang keliling dunia, walau mereka berdua tidak pernah kembali lagi sampai hari ini."

__ADS_1


Raut muka Jonathan seketika sendu, Xaveryn baru tahu soal cerita Kakek dan Nenek pihak Ibunya.


'Kakek dan Nenek keliling dunia lalu tidak pernah kembali lagi? Jadi, itukah sebab mengapa posisi kebangsawanan keluarga Ibu dinonaktifkan sampai Kak Alvaro dewasa? Lagi pula Ibu tidak punya saudara, jadi gelar itu tidak ada yang memakainya. Aku benar-benar baru mendengar ini dari Ayah,' batin Xaveryn.


__ADS_2