
Setelah kondisi Xaveryn jauh membaik, Xaveryn dipanggil untuk dimintai keterangan tentang ciri-ciri orang yang menyusup ke kamarnya. Akan tetapi, Xaveryn mengatakan kalau dia tidak melihat begitu jelas wajahnya. Xaveryn sengaja berbohong demi menjaga Graziella dari perang. Kekuatan Kekaisaran Graziella kala ini masih kalah jauh dari Kekaisaran Saverio sehingga Xaveryn berpikir bahwa dia lebih baik menjaga Graziella dari kehancuran.
Meski Xaveryn telah berkata seperti itu, Jonathan tidak menghentikan penyelidikan. Bahkan dia menunda pekerjaannya demi menyelidiki penyusup tersebut. Xaveryn telah mengatakannya berulang kali kepada Jonathan untuk mementingkan pekerjaannya tapi dia tak mendengar omongan putrinya. Xaveryn hanya bisa menghela napas, dia tak bisa lagi melarang sang Ayah.
"Yang Mulia, Adik saya — Lian, ingin menemui Anda," tutur Annita.
"Baiklah, suruh dia masuk," sahut Xaveryn.
Lian pun masuk ke kamar Xaveryn, dia telah mendengar apa yang sebelumnya terjadi kepada Xaveryn. Langsung saja Lian membungkuk memberi salam hormat terhadap Xaveryn.
"Salam saya ucapkan kepada Anda, Tuan Putri Xaveryn."
"Sudahi salammu, tidak perlu terlalu formal. Katakan, ada apa kau ingin menemuiku?" tanya Xaveryn langsung pada intinya.
Lian mengangkat kembali kepalanya, dia menatap lurus Xaveryn dan sekali lagi dia melihat jelas aura kebijaksanaan dari anak berusia enam tahun.
"Yang Mulia, berdasarkan perintah Kaisar, mulai hari ini saya akan menjadi kesatria pribadi Anda. Saya bertugas menjaga dan melindungi Anda selama Anda pergi ke mana pun itu," papar Lian.
"Kesatria pribadi? Baiklah, tidak masalah, lakukan tugasmu dengan baik. Aku percaya kau kesatria yang hebat."
Xaveryn menanggapinya dengan respon baik tanpa ada pertentangan. Seperti yang dia tahu, Lian bukan termasuk bagian dari mereka yang perlu diblacklist dari hidupnya.
Lian pun tersenyum, dia bersyukur karena Xaveryn tidak memberinya pertanyaan atau pun kata-kata yang berakhir dengan perdebatan. Setidaknya, Xaveryn berhasil menjadi Tuan Putri yang sesuai atas keinginan Lian.
Berselang beberapa menit kemudian, seoang pelayan datang mengabarkan bahwa Juris ingin bertemu dengannya. Langsung saja Xaveryn menyuruh pelayan tersebut mengantarkan Juris ke dalam kamar.
__ADS_1
Kala itu Juris datang bersama dua rekannya, mereka membawa sampel dari olahan pakaian yang mereka kerjakan sesuai instruksi Xaveryn. Mereka dipersilakan duduk di atas sofa yang berhadapan dengan Xaveryn. Mereka tampak takjub menyaksikan keindahan istana karena tidak semua rakyat biasa bisa masuk ke istana.
"Apa kalian sudah menyelesaikan sampelnya?" tanya Xaveryn.
"Sudah, Yang Mulia, ini sampelnya dan silakan Anda lihat. Jikalau ada kekurangannya, tolong katakan kepada kami."
Juris menyerahkan hasil jahit setelan pakaian yang dia kerjakan. Disusun di dalam sebuah kotak sederhana, di dalamnya ada gaun, syal, dan sepatu. Xaveryn mengeluarkannya satu persatu dari kotak lalu memeriksa kualitas pakaiannya. Gadis itu meraba seluruh pakaiannya dan itu dikerjakan secara sempurna.
"Apakah ini sungguh kau yang mengerjakannya?"
Juris dan kedua rekannya mengangguk kaku, dia khawatir Xaveryn tidak menyukai hasil kerjanya.
"Ini sangat bagus, jahitannya rapi dan pengolahan dari buku serta kulitnya juga bagitu lihai. Aku tidak percaya kalian bisa mengerjakan ini dalam waktu singkat."
'Inilah dia! Pakaian yang dahulu sangat ramai digandrungi pengunjung, kini bisnis pakaian ini telah menjadi milikku dan aku bisa mendirikan kerajaan bisnis sendiri nantinya.'
Xaveryn memasukkan kembali sampel pakaiannya ke dalam kotak.
"Baiklah, memang seperti ini yang aku inginkan, untuk selanjutnya kalian akan berurusan dengan Duke Egenbert. Beliau yang bertugas untuk mengurusi bisnis ini. Silakan nanti bernegosiasi dengannya, kalian mengerti?"
"Kami paham, Yang Mulia, kami akan melakukan yang terbaik untuk Anda."
***
Hingga tibalah di hari perjamuan, para tamu yang merupakan bangsawan mulai berdatangan di aula istana. Mereka sangat menantikan hari ini, hari di mana mereka bisa mengenali wajah dari satu-satunya Tuan Putri kekaisaran yang tidak pernah terekspos publik. Tak sedikit dari mereka yang membawa hadiah untuk diberikan kepada Xaveryn.
__ADS_1
"Yang Mulia Pangeran Alvaro bersama Pangeran Riley memasuki ruangan."
Daun pintu masuk menuju aula terbuka lebar, Alvaro dan Riley memasuki ruangan aula. Seluruh mata terpusat pada kedatangan mereka, terlihat jelas para gadis bangsawan banyak menaruh rasa suka pada mereka berdua. Pasalnya, ketiga Pangeran terkenal oleh paras tampannya, maka dari itu tidak sedikit gadis bangsawan berangan ingin menikahi mereka.
"Kyaaa, Pangeran Alvaro hari ini sangat tampan."
"Pangeran Riley juga tampan, kira-kira siapa nanti yang akan beruntung mendapatkan mereka?"
"Sayangnya hari ini Pangeran Claes tidak bisa hadir karena beliau sedang sibuk mempersiapkan ujian sehingga pihak akademi memberi larangan untuk ke luar dari akademi."
Tidak sedikit di antara mereka yang kecewa karena Claes berhalangan hadir. Namun, mereka mencoba untuk memaklumi, bahkan Xaveryn juga sedih Kakaknya tidak bisa hadir di perjamuan kali ini.
Berselang beberapa menit kemudian, Jonathan memasuki ruangan aula dengan didampingi oleh Delvis, sang asisten pribadi. Tidak lama setelahnya, yang menjadi bintang utama di perjamuan kali ini pun akhirnya datang.
"Yang Mulia Putri Xaveryn memasuki ruangan."
Kebisingan berganti keheningan, hanya derap kaki Xaveryn saja yang bergaung di aula nan begitu megahnya. Keindahan yang dipancarkan Xaveryn bersinar di tengah aula. Seluruh mata yang memandanginya terdiam memendam seribu kekaguman terhadap satu-satunya Tuan Putri di Kekaisaran Graziella.
Tiada sangka jika Xaveryn merupakan sosok gadis kecil yang mempunyai kecantikan begitu langka. Mereka yang pada awalnya tidak mempunyai ekspektasi terhadap Xaveryn kini langsung mengubah sudut pandang mereka. Xaveryn sungguh menyapu semua pesona pada hari ini, tak ada orang yang dapat menandinginya.
Rambut panjang keemasan terurai menutupi punggung, manik hazel yang menjadi karakteristik keturunan Kaisar juga menambah keindahannya. Cara jalan yang anggun dan menatap juga menjadi salah satu data tarik paling mencuri perhatian. Xaveryn yang teramat elegan di usia kecilnya membuat seluruh bangsawan bertanya-tanya bagaimana cara Kaisar mendidik Xaveryn sampai menjadi gadis yang penuh wibawa seorang pemimpin. Bahkan secara tidak sadar, mereka langsung menempatkan rasa hormat kepada Xaveryn.
"Sudah aku bilang, Adik kita pasti akan mencuri perhatian. Seharusnya tadi kita bungkus saja tubuh Xaveryn biar tida dilihat orang lain," bisik Alvaro kepada Riley.
"Ya sudah, biarkan saja, kalau nanti ada yang lancang mendekatinya, baru kita bisa marah. Sekarang semua orang sedang memperhatikannya. Tidak mungkin kita menutupi tubuh dan wajah Adik kita supaya terhindar dari tatapan orang lain," ujar Riley menyadarkan Alvaro.
__ADS_1