Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Bisakah Kita Berteman?


__ADS_3

Xaveryn naik pitam, para bangsawan yang berdiri di hadapannya kini ialah bangsawan yang mempunyai pengaruh terhadap pengembangan ekonomi Kekaisaran Graziella. Oleh sebab itulah mereka seringkali bersikap kurang ajar dengan menentang Jonathan. Namun, ketika Jonathan hampir melayangkan pedangnya kepada mereka, baru mereka berhenti mencari gara-gara.


Meski begitu kenyataannya, mereka tidak kunjung jera dan selalu mengulangi kesalahan yang sama lagi. Setiap kali kesabaran Jonathan memuncak dan nyaris membunuh mereka, Delvis selalu asisten pribadinya langsung turun tangan menenangkan Jonathan. Apabila para bangsawan itu mati, maka akan timbul kekacauan di Graziella.


"Tetapi, Yang Mulia, kami di sini—"


"Enyah kalian dari istana ini sekarang juga sebelum aku tebas kepala kalian satu persatu!" tekan Xaveryn menggertak mereka dengan serius.


Pada akhirnya, pada bangsawan pulang tanpa membawa apa-apa. Mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hanya kekecewaan sekaligus rasa jengkel yang mereka peroleh dari istana.


Xaveryn pun baru bisa tenang seusai mereka angkat kaki dari hadapannya. Jika mereka masih keras kepala, maka kemungkinan dia benar-benar akan membunuh orang-orang itu.


"Seharusnya tadi Ayah potong saja lidah mereka. Dasar para bangsawan menyebalkan," gerutu Xaveryn.


Keningnya berkerut kesal, akal busuk mereka terlihat begitu jelas. Terkadang hal inilah yang membuat Xaveryn menolak setiap ajakan dan undangan pesta teh dari gadis bangsawan sebab sifat mereka tidak berbeda jauh dari orang tua mereka.


Sementara Eliza sebagai anak angkat Duke Solfrid aktif di pergaulan sosial bahkan dia dijuluki sebagai bunga pergaulan sosial antar gadis bangsawan, Xaveryn malah sibuk dengan pekerjaannya sebagai kesatria sekaligus sebagai pembisnis. Sekarang bahkan seluruh bisnisnya yang diurus oleh Duke Egenbert membuahkan hasil yang memuaskan.


Berkat ide bisnis Xaveryn, angka kemiskinan dan angka pengangguran di Kekaisaran Graziella turun drastis. Kecerdasan serta kepiawaiannya dalam memimpin dan menjalankan bisnis menjadi daya tarik utama di diri gadis berusia dua belas tahun itu.


"Mereka masih berguna, kalau tidak berguna lagi sudah Ayah singkirkan mereka sedari dulu," ujar Jonathan.


Xaveryn menggeleng-geleng melihat tingkah para bangsawan itu.


"Mereka memang masih berguna, tapi terkadang keserakahan mereka melebihi kegunaan mereka di masyarakat ini."

__ADS_1


Xaveryn terlihat menggemaskan di mata Jonathan setiap kali sang putri mencoba bersikap dewasa. Tidak salah jika semua orang menilai Xaveryn seorang Tuan Putri yang kasar. Rumor buruk pun terkadang mengikuti Xaveryn dari belakang. Hanya saja Jonathan diam-diam menyingkirkan orang yang menyebarkan rumor soal putrinya.


"Apa yang dilakukan putriku di sini? Apa kau ada perlu dengan Ayah?"


Bola mata Xaveryn bergerak melirik tumpukan dokumen pekerjaan di atas meja Jonathan. Inilah alasan mengapa dia datang menemui Jonathan sekarang.


"Ayah, aku mendapat laporan dari Delvis, katanya Ayah bermalas-malasan dalam bekerja. Sekarang aku kemari untuk menyuruh Ayah bekerja," ujar Xaveryn tersenyum menyimpan kemarahan.


Jonathan selalu ketakutan dan tidak berani melawan sesaat Xaveryn memarahinya. Sontak Jonathan langsung duduk di kursinya lalu mulai mengerjakan dokumen-dokumen tersebut.


"Ayah tidak malas! Ayah akan bekerja sekarang," seru Jonathan.


Xaveryn menepuk jidat melihat kelakuan sang Ayah tidak pernah berubah sedari dulu.


"Kalau begitu aku akan membantu Ayah biar pekerjaannya lekas selesai. Kasihan Delvis selalu menderita karena Ayah."


Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat, sekarang sudah larut malam dan waktunya bagi Xaveryn untuk mandi lalu tidur. Annita menjemputnya ke ruangan Jonathan, dia menemukan Xaveryn baru saja menyelesaikan dokumen-dokumen yang sebenarnya merupakan tugas utama dari seorang Kaisar.


"Yang Mulia, mari sekarang kita kembali ke istana sakura," ucap Annita mengajak Xaveryn untuk kembali.


"Baiklah, mari kita balik sekarang ke istana sakura."


Xaveryn berpamitan pada Jonathan sembari menyuruh sang Ayah untuk segera beristirahat. Hingga pada hari berikutnya, sesuai dengan janji Xaveryn kepada Trevor, hari ini dia akan menemui Trevor. Xaveryn berencana untuk menanyakan perihal kembarannya yang hilang demi menuntaskan kebingungannya selama beberapa waktu terakhir ini.


Trevor datang lebih awal dari perjanjian waktu temu. Dia tampak bahagia dibanding terakhir kalinya mereka berjumpa.

__ADS_1


"Salam kepada Yang Mulia Putri Xaveryn." Trevor begitu sopan dan lembutnya menuturkan salam kepada Xaveryn.


"Sudahi salam Anda, Tuan Muda. Terima kasih sebelumnya karena telah memenuhi undangan dari saya."


Di mata Trevor kala itu, sosok Xaveryn merupakan sosok wanita dewasa dan berbeda dari wanita seumurannya. Caranya bersikap hingga caranya berbicara dan berpikir berbanding terbalik dengan gadis bangsawan yang hanya tahu fashion serta gosip-gosip terbaru yang beredar di kekaisaran ini. Ditambah lagi Xaveryn terkenal di kalangan rakyat biasa karena keramahannya.


"Kalau boleh tahu, apakah alasan Anda mengundang saya ke istana?" tanya Trevor.


Xaveryn berdehem, menjelang bertanya, Xaveryn meneguk sedikit tehnya terlebih dahulu.


"Sebenarnya saya ingin bertanya dan memastikan, apakah benar Anda memiliki saudara kembar?"


Trevor terdiam sejenak, ekspresinya langsung berubah dengan cepat. Entah mengapa setiap kali membahas perihal saudara kembarnya, ada perasaan mengganjal dari hatinya. Kehilangan saudara kembarnya merupakan luka mendalam bagi keluarganya, terutama sang Ibu yang kini tengah terbaring sakit.


"Benar, Yang Mulia, saya mempunyai satu saudara kembar. Dia menghilang saat kami berusia empat tahun. Tidak ada yang tahu di mana keberadaannya sampai sekarang. Apakah dia masih hidup atau sudah mati? Saya juga tidak tahu," jawab Trevor dengan ekspresi muka tertekuk.


Xaveryn mengangguk paham, dia telah mengerti sepenuhnya sekarang atas situasi yang terjadi serta atas fakta yang tidak terbantahkan.


'Jadi, itu benar? Ini cukup masuk akal, tapi kalau begitu, mengapa saudara kembarnya Trevor justru menyerang keluarganya sendiri? Keluarga Grand Duke Oskari hancur lebur seusai kedatangan saudara kembarnya itu. Dia menciptakan perpecahan hingga membuat para bawahan Grand Duke Oskari saling menyerang satu sama lain,' batin Xaveryn berpikir keras.


Kemudian Xaveryn menyudahi kebingungannya sejenak dan membiarkan hal itu menjadi sebuah pertanyaan yang tidak punya jawaban sementara waktu.


"Begitu rupanya. Sebelum itu, saya ingin mengucapkan permohonan maaf saya atas perlakuan kurang baik saya selama ini kepada Anda. Ada hal yang membuat saya salah paham, tapi sekarang saya telah mengerti. Tolong maafkan saya, Tuan Muda," tutur Xaveryn membuat Trevor mematung.


"Anda tidak perlu meminta maaf, saya memakluminya," jawab Trevor gugup. Dia sungguh pria yang baik hati, tidak salah Xaveryn bisa jatuh cinta padanya pada kehidupan pertamanya dulu.

__ADS_1


"Kalau begitu, mulai sekarang bisakah kita berteman lebih dekat?"


__ADS_2