Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Lima Tahun Kemudian


__ADS_3

Selepas berhasil memenjarakan Count Arnis, Xaveryn menemukan sesuatu yang membuatnya naik pitam. Diketahui, selama ini Count Arnis tidak pernah membayar para pekerja yang bekerja di pertambangan miliknya. Selain itu, Count Arnis juga ketahuan melakukan kecurangan saat dia memperjualbelikan seluruh barang-barang hasil tambang.


Sebenarnya masih banyak lagi kejahatan Count Arnis yang disembunyikan di belakang Jonathan. Salah satu kejahatan yang paling fatal yakni memperjualbelikan gadis di bawah umur lalu menyiksa mereka sampai mati. Ditemukan ada banyak kerangka manusia di belakang halaman kediaman Count Arnis.


Rentetan perilaku kejahatan Count Arnis ini menyita perhatian seluruh masyarakat Kekaisaran Graziella. Namun, anehnya para bangsawan tidak menyalahkan tindakan Count Arnis. Setelah melewati perdebatan panjang, akhirnya mereka menemukan jalan buntu. Terungkap bahwa sesungguhnya mereka sudah menerima banyak uang dari bisnis kotor yang dijalani Count Arnis. Alhasil ada lebih dari sepuluh orang bangsawan ikut terseret masuk ke dalam penjara.


Berdasarkan keputusan Jonathan, Count Arnis dijatuhi eksekusi terbuka yang akan dilaksanakan dua minggu lagi. Pria tua bangka itu akan dipenggal kepalanya di hadapan seluruh rakyat. Hal tersebut merupakan hukuman yang paling pantas untuk Count Arnis. Pria bej*d yang hanya menentukan naf*u belaka berakhir pada lubang neraka penyiksaan.


Kemudian semua harta benda milik Count Arnis diserahkan dan dikelola sepenuhnya oleh Xaveryn. Harta tersebut dipergunakan sebagai biaya tambahan pembangunan sarana dan prasarana untuk rakyat. Hal itu merupakan ide dari Xaveryn langsung. Jumlah kekayaan Count Arnis sungguh mengejutkan, setidaknya sementara waktu Xaveryn tidak perlu memikirkan uang untuk menggaji para pekerja.


"Sampai saat ini berjalan dengan sempurna, saatnya aku melakukan sesuatu untuk mencegah segala ancaman pembunuhan yang mengarah padaku nanti," gumam Xaveryn.


***


Sudah lima tahun berlalu semenjak kejadian itu, sekarang Xaveryn sudah berusia dua belas tahun. Gadis kecil itu perlahan tumbuh menjadi wanita cantik dewasa. Bahkan sekarang Xaveryn diperbolehkan masuk ke kelompok kesatria untuk melakukan pembasmian binatang buas. Tentu saja ia mendapatkan izin ini dengan susah payah. Xaveryn diperbolehkan masuk ke dalam pasukan dengan catatan Lian dan Felician harus selalu berada di sisinya selama melaksanakan penalukkan.


"Serangan dari kiri! Berhati-hatilah dengan terkaman harimau itu!"


Saat ini Xaveryn sedang melakukan penaklukkan wilayah dari serangan binatang buas. Dia berteriak sana sini memperingati serangan binatang buas yang dipenuhi marabahaya. Bagaimana pun Xaveryn merasakannya, ia yakin bahwa para binatang itu bukanlah binatang buas biasa.


'Tidak salah lagi, binatang buas itu bukan binatang biasa. Mereka merupakan makhluk magis yang tinggal di dalam dungeon. Tidak salah mengapa kekuatan binatang buas itu melebihi seekor binatang buas pada umumnya,' pikir Xaveryn.


Gadis itu menggunakan dua senjata sekaligus selama penaklukkan berlangsung. Seluruh kesatria berdecak kagum setiap kali Xaveryn bergerak menerjang ke arah kerumunan binatang buas. Sampai sekarang Xaveryn tidak terluka sedikit pun. Xaveryn tidak membiarkan penjagaannya terlepas sehingga tiada satu binatang buas yang berhasil meninggalkan luka di tubuhnya.

__ADS_1


Butuh waktu seharian untuk membersihkan wilayah tersebut dari binatang buas. Kini rakyat boleh mengisi wilayah itu kembali seusai mendapat perintah dari Jonathan selaku pemimpin Graziella.


"Yang Mulia, mari kita pulang sekarang. Penaklukkannya telah selesai," ujar Lian.


"Baiklah, mari kita kembali ke istana."


Sesampainya Xaveryn di istana, dia langsung pergi istirahat ke dalam kamar. Di sana ia disambut oleh Annita, Eris, serta Serena. Sedangkan Viano tidak hadir hari ini ke istana karena ia tengah sibuk melakukan pindahan ke mansion baru.


"Yang Mulia, apakah hari ini Anda akan melakuan kunjungan ke klinik Tuan Reiner?" tanya Eris.


"Ya, tolong dandani aku sesederhana mungkin. Aku juga ingin mengenakan gaun yang simpel," jawab Xaveryn.


Selepas berdandan, Xaveryn langsung berangkat ke klinik Reiner. Suasana istana sedikit sepi sebab Jonathan bersama Claes dan Alvaro tengah melakukan penalukkan wilayah sedangkan Riley sedang berada di klinik Reiner.


"Iya, kau yang mengawalku? Ke mana Lian?" tanya Xaveryn balik.


"Lian sedang istirahat karena tubuhnya mendadak lemas setelah kembali dari penaklukan."


"Hmm, begitu. Baiklah, mari kita segera berangkat menuju klinik Paman."


Felician mendampingi Xaveryn naik ke atas kereta kuda. Selama beberapa tahun belakangan ini Felician sudah cukup terbuka pada Xaveryn. Dia tidak lagi seperti dulu yang enggan bersuara setiap kali berhadapan dengan orang lain.


Setiba di klinik, Reiner menyambut kedatangan Xaveryn dengan sangat baik. Riley yang tumbuh menjadi pria dewasa yang sangat tampan terlihat gembira mendapati sang Adik berada di tempat yang sama dengannya kala itu.

__ADS_1


"Kak, apakah Kakak senang bekerja di klinik Paman?" tanya Xaveryn sumringah.


"Tentu saja aku senang. Bagaimana kau bisa sampai di sini? Apa yang membawamu kemari? Apa kau ingin bertemu dengan Kakakmu ini?" Riley bertanya demikian dengan percaya diri, akhirnya Xaveryn mengiyakan pertanyaan Riley.


"Iya, aku sekalian ingin bertemu Paman juga."


Setelah itu, mereka mengobrol sebentar sebelum Xaveryn memperlihatkan maksud yang sebenarnya ia datang ke klinik Reiner. Berselang beberapa menit, seorang pasien datang ke klinik. Reiner meminta Riley untuk mengurusi pasien tersebut supaya dia punya waktu berbicara dengan Xaveryn.


"Paman, bagaimana? Apakah Paman sudah tahu nama penyakit itu dan bagaimana cara untuk mengobatinya?" tanya Xaveryn dengan suara pelan.


Reiner menggelengkan kepala. "Aku masih belum menemukan penyakit itu. Memangnya penyakit itu diakibatkan oleh apa? Tampaknya itu penyakit yang sangat berbahaya."


Xaveryn terdiam sejenak lalu menjawab, "Paman, itu adalah penyakit yang merenggut nyawa banyak orang termasuk Ayah."


Deg!


Jantung Reiner seakan-akan copot kala itu juga. Xaveryn memintanya secara mendadak satu bulan lalu untuk meneliti sebuah penyakit kulit yang terdengar lumayan bahaya. Akan tetapi, Xaveryn saat itu tidak menjelaskan apa yang terjadi di balik penyakit tersebut. Lalu hari inilah Xaveryn pertama kali menjelaskannya pada Reiner.


"Apa? Jika itu kematian Ayahmu artinya wabah penyakit itu akan terjadi dua tahun mulai sekarang?"


Xaveryn lantas mengangguk. "Benar, Paman. Wabah penyakit yang muncul sesudah kemunculan dungeon. Sepertinya penyakit itu dibawa dari dalam dungeon. Aku masih ingat jelas jalanan dipenuhi mayat manusia dan istana juga penuh oleh mayat. Ayah terlambat diselamatkan, lebih tepatnya tidak ada satu pun dokter yang mampu meracik obat untuk menyembuhkan penyakit itu," jelas Xaveryn.


Kepala Xaveryn seketika diisi bayangan menakutkan dari kehidupan pertamanya. Wabah penyakit yang benar-benar menakutkan. Sekarang Xaveryn bertekad untuk melakukan pencegahan menjelang semua itu terjadi. Meskipun ia menemukan kesulitan seperti ini sebab Xaveryn sendiri juga tidak menemukan jawaban mengenai wabah itu sampai di kehidupan yang keenam belas.

__ADS_1


"Lalu bagaimana ceritanya wabah itu berhenti menyebar?"


__ADS_2