
Duke Egenbert merekahkan senyum penuh kepuasan, dia melihat betapa cemerlangnya masa depan Kekaisaran Graziella bila berhasil mengaplikasikan ide Xaveryn ke kehidupan masyarakat. Duke Egenbert menjadi tidak sabar, dia terlihat begitu ceria dan bahagia mengingat alangkah suksesnya bisnis ini jika dijalankan.
"Baiklah, serahkan saja kepada saya, Yang Mulia. Percayalah! Ide Anda akan menjadi pusat dunia. Saya yakin itu," ucap Duke Egenbert.
"Ya, saya juga percaya itu, tolong urus semuanya. Beri tahukan kepada saya nanti jika ada kesulitan atau hambatan. Bagaimana pun juga bisnis ini harus terealisasikan. Saya harap Anda tidak mengecewakan saya, Duke."
Duke Egenbert tercengang sesaat memperhatikan gaya bicara Xaveryn. Dia merasa seolah sedang berbicara dengan seseorang yang usianya dewasa. Namun, Duke Egenbert menyingkirkan sejenak pikiran rumit yang menguasai otaknya. Sekarang dia fokus terlebih dahulu dalam menyelesaikan kesepakatan bisnis antara dirinya dan Xaveryn.
"Jangan khawatir, Yang Mulia, saya tidak akan mengecewakan Anda karena Anda adalah pencetus ide ini. Jadi, saya harus melakukannya dengan sangat hati-hati."
Sesudah itu, mereka mengakhiri pembicaraan ini dan akan melanjutkan kembali nanti. Duke Egenbert berada di kondisi hati yang sangat bagus. Dia merasa puas sekali melihat blueprint dari Xaveryn, ia pun tidak sabar ingin menjalani bisnis tersebut.
'Tuan Putri Xaveryn, berapa kali pun aku memikirkannya tetap saja janggal. Bagaimana caranya gadis sekecil itu bisa memikirkan ide yang sangat gila? Aku pikir waktu itu istriku berbohong, tapi rupanya berada di luar nalarku. Beliau sungguh luar biasa, sepertinya aku harus melaporkan masalah ini kepada Kaisar. Aku yakin Kaisar belum mengetahuinya sama sekali, kejeniusan Tuan Putri Xaveryn tidak boleh sampai bocor ke telinga orang lain.'
Duke Egenbert bergegas menuju ruangan Jonathan. Untung saja kala itu hanya ada Jonathan saja sehingga memudahkan pembicaraan Antara Jonathan dan Duke Egenbert bisa dilakukan tanpa takut diketahui orang lain.
"Salam kepada Yang Mulia Kaisar," ujar Duke Egenbert mengucap salam kepada Jonathan.
Jonathan menaruh pulpennya, sejenak dia mengalihkan fokus kepada Duke Egenbert. Jonathan penasaran apa yang membawa Duke Egenbert untuk menemuinya.
"Bagaimana kabar Anda, Duke? Sepertinya Anda lebih bersinar dari biasanya. Apakah ada sesuatu yang membuat Anda bahagia?"
__ADS_1
Duke Egenbert tersenyum tipis sembari menjawab, "Ya, saya sedang menjalani bisnis baru yang sangat menguntungkan, Yang Mulia. Bisnis saya kali ini saya yakin akan menembus kancah dunia."
Sepasang manik hazel Jonathan membulat sempurna, dia penasaran dengan bisnis yang sedang digeluti Duke Egenbert.
"Bolehlah saya tahu Anda sedang mengerjakan bisnis apa? Sepertinya bisnis Anda kali ini jauh berbeda dengan bisnis yang biasa Anda jalani."
"Sebelum itu, tolong lihat ini sebentar, Yang Mulia. Saya yakin Anda juga akan menyukainya."
Duke Egenbert lekas menyerahkan kertas blueprint, dia tidak sabar melihat bagaimana reaksi Jonathan.
"Blueprint apa ini, Duke?" tanya Jonathan.
Sungguh ide yang luar biasa, begitulah isi kepala Jonathan kala itu. Duke Egenbert menjelaskan lebih lanjut soal rencana bisnisnya dengan Xaveryn. Duke Egenbert masih belum memberi tahu siapa pencetus ide bisnis tersebut. Sedari tadi Jonathan tidak bisa memalingkan fokus dan dia juga tidak bisa berhenti berdecak kagum.
"Apakah ini murni ide Anda, Duke? Wah, ide Anda akan membawa Graziella ke puncak tertinggi. Semua orang akan bergantung kepada kita jika semua ini bisa dengan lancar Anda lakukan," sanjung Jonathan.
"Ehem, Yang Mulia." Duke Egenbert berdehem, sontak Jonathan mengangkat kepalanya menatap Duke Egenbert. "Ide ini bukanlah ide dari saya melainkan murni ide dari kepala Tuan Putri. Beliau membuat ide ini dan saya hanya sebagai penyalur serta penampung idenya saja," ungkap Duke Egenbert.
Jonathan membeku di tempat, dia tidak mungkin salah dengar. Jonathan berharap Duke Egenbert hanya bergurau saja.
"Apa yang Anda katakan? Tuan Putri baru menginjak usia enam tahun. Mustahil seorang anak kecil mencetuskan ide fenomenal seperti ini. Anda pasti sedang bergurau, maksudnya putri saya memang jenius tapi tidak mungkin sampai sejenius ini," sangkal Jonathan.
__ADS_1
Duke Egenbert sudah menduga reaksi Jonathan seperti ini. Pasalnya, takkan ada satu pun anak kecil yang mampu menciptakan ide yang sangat gila. Tetapi, Duke Egenbert mencoba meyakinkan Jonathan sekali lagi agar percaya dengan fakta yang ada.
"Tidak, saya tidak bergurau, Yang Mulia. Ide ini memang punya Tuan Putri Xaveryn. Tugas saya hanyalah menampung ide beliau sekaligus membantu beliau untuk mewujudkan idenya ini. Jika Anda tidak percaya, Anda boleh tanyakan sendiri kepada Tuan Putri."
Duke Egenbert menjelaskannya secara santai dan padat. Sekarang Jonathan mau tidak mau harus mempercayainya meski rasanya sulit sekali untuk percaya.
Jonathan menaruh blueprintnya, dia mengacak-acak rambut dan sukar mempercayai Duke Egenbert. Jonathan menghela napas panjang, rasanya masih berada di angan-angan yang sulit dia tangani sendirian.
"Ada apa sebenarnya? Xaveryn sangat berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Dia tidak tertarik pada mainan, dia hanya tertarik pada buku. Dia mempelajari segalanya dengan sangat mudah, bahkan aku di usianya butuh waktu berhari-hari membaca satu buku. Tetapi, Xaveryn berbeda, dia selalu menunjukkan sisi yang mengagetkanku. Terkadang aku merasa sedang berhadapan dengan wanita dewasa," gumam Jonathan.
Duke Egenbert bisa mendengar semua apa yang digumamkan Jonathan. Dia baru menyadari sesuatu yang sangat penting yang belum dia ketahui sama sekali.
"Yang Mulia, maaf jika saya lancang, apa mungkin Tuan Putri Xaveryn mewarisi ingatan super dari Kaisar pertama?" tanya Duke Egenbert memberanikan diri bertanya.
Jonathan tidak langsung menjawabnya, dia menimbang-nimbang terlebih dahulu sebelum memberi jawaban kepada Duke Egenbert.
"Anda benar, Duke, Xaveryn mewarisi kemampuan ingatan super Kaisar pertama dan mewarisi kecantikan Permaisuri pertama. Gadis itu jauh lebih luar biasa dari yang dibayangkan," tutur Jonathan.
"Anda benar, Tuan Putri terlalu luar biasa dan juga matanya selalu bersikap waspada. Tuan Putri tampak memilah setiap orang yang mendekatinya, mata beliau penuh pertimbangan dalam penilaian orang yang baru ditemui. Tuan Putri sepertinya akan tumbuh menjadi wanita luar biasa."
"Menjadi wanita luar biasa, ya? Sama seperti Ivanka yang juga luar biasa. Rakyat begitu mencintai Ivanka, mungkin hal yang sama juga akan terjadi kepada Xaveryn. Mungkin ini sudah saatnya memperkenalkan Xaveryn kepada seluruh rakyat. Itu harus aku lakukan demi menunjukkan kemampuan Xaveryn supaya dia tidak diremehkan dan direndahkan seperti sebelumnya."
__ADS_1