Tuan Putri Yang Tersembunyi

Tuan Putri Yang Tersembunyi
Xaveryn Masuk Jurang


__ADS_3

Sejumlah pria bertopeng menyergap kereta yang dinaiki Xaveryn dan Chyntia. Mereka membawa senjata tajam dan perlahan mengepung kereta. Kala itu Xaveryn hanya membawa dua orang kesatria istana, itu pun bukan Felician maupun Lian. Dia pikir perjalanannya akan mulus tapi rupanya ancaman pembunuhan terus mengikutinya sepanjang langkah.


Mereka mulai bergerak memencar di udara, Xaveryn terkejut ketika melihat orang-orang itu menggunakan sihir. Senjata yang mereka gunakan juga bukan senjata sembarangan. Itu terlihat seperti senjata yang dibalut dengan sihir tingkat atas.


'Sihir? Mereka adalah orang-orang suruhan Helbert. Pada kenyataannya sihir tidak sepenuhnya menghilang dari dunia ini. Aku melupakan sesuatu yang sangat penting, Helbert bisa membagikan sihir dalam jumlah kecil kepada para bawahannya,' batin Xaveryn.


Xaveryn melirik dua orang kesatria yang tampak kebingungan serta ketakutan dan ia juga melirik ke arah kusir yang ternyata juga menampakkan reaksi yang sama.


"Kalian menjauhlah dari sini, aku akan mengurus mereka," ujar Xaveryn.


"Tapi, Yang Mulia, kami tidak bisa meninggalkan Anda begitu saja melawan mereka."


"Ini adalah perintah. Cepat lakukan saja seusai apa yang aku perintahkan," tegas Xaveryn.


"B-Baik, Yang Mulia."


Mereka pada akhirnya memundurkan posisi berdirinya. Mereka tidak bisa berbuat banyak dan Xaveryn tidak ingin membuat mereka celaka. Bagaimana pun lawan mereka menggunakan sihir, sedangkan mereka hanyalah manusia biasa yang tidak pernah mengenal sihir.


"Gadis kecil, kau yakin bisa melawan kami? Ya, lagi pula kami tidak peduli, tugas kami hanyalah membunuhmu saja."


Puluhan anak panah menerjang ke arah Xaveryn, entah dari mana sebilah pedang tiba-tiba muncul di tangan Xaveryn. Kemudian diikuti oleh puluhan peluru yang juga melesat ke arah Xaveryn. Tangan Xaveryn bergerak begitu gesit, dia menepis seluruh anak panah dan peluru hanya menggunakan pedang biasa.


'Terasa sekali ada sihir di anak panah dan peluru yang mereka gunakan. Jika aku tidak menggunakan sihir, mungkin pedang ini sudah patah lebih dulu.'


Tidak sampai di sana saja, mereka mulai turun satu persatu dan melayangkan serangan bertubi-tubi pada Xaveryn. Akan tetapi, sekali lagi Xaveryn berhasil menghindarinya. Serangan mereka tidak bekerja sama sekali kepada Xaveryn. Meski bertubuh kecil, tapi Xaveryn bukanlah lawan yang bisa diremehkan.


"Sialan! Gadis ini punya kemampuan melebihi manusia biasa. Kita tidak bisa menyerangnya menggunakan serangan biasa," gerutu mereka.


Kemudian mereka membentuk satu formasi, mereka berdiri melingkar di udara. Tiba-tiba saja pandangan Xaveryn kabur, semilir angin yang tidak asing perlahan merenggut kesadaran Xaveryn.

__ADS_1


'Ini adalah sihir yang biasa digunakan Helbert untuk membuatku tidak sadarkan diri. Kekuatanku tiba-tiba melemah, aku tidak bisa melihat dengan jelas.'


Xaveryn melangkah perlahan ke belakang, dadanya mulai sesak. Komplotan pembunuh tersebut menyatukan kekuatan sihir mereka menjadi satu. Selepas itu, sekelebat sihir dilepaskan ke arah Xaveryn.


"YANG MULIA, MENGHINDARLAH!"


Peringatan dari para kesatria tak mampu direspon oleh Xaveryn. Gadis itu terlambat menyadarinya. Tubuh kecilnya terpental jauh akibat sihir tersebut hingga jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam.


Xaveryn masih setengah sadar, tubuhnya terasa menghantam udara. Badan mungil itu terjun masuk ke jurang dalam.


'Ah, apakah kali ini aku akan mati lagi? Padahal aku sudah sejauh ini, tapi mengapa semuanya tidak ada yang berjalan sesuai kehendakku?'


"TIDAK! YANG MULIA!"


Sayup-sayup Xaveryn mendengar suara Chyntia memekik memaggil dirinya. Chyntia histeris ketika menyaksikan Xaveryn jatuh ke jurang. Dia nyaris ikut melompat ke jurang untuk menyelamatkan Xaveryn. Tetapi, untungnya kedua kesatria berhasil mencegah Chyntia untuk melakukan hal gila.


"Nona, jangan! Kita harus melaporkan hal ini kepada Kaisar sesegera mungkin. Jurang ini sangat dalam, kita tidak bisa turun begitu saja tanpa bantuan orang lain."


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Padahal aku berjanji akan melindungi Tuan Putri."


Chyntia ditarik paksa untuk masuk kembali ke kereta, mereka ingin melaporkan situasi ini segera kepada Jonathan.


***


Di saat bersamaan, Jonathan sedang mengadakan pertemuan dengan Duke Egenbert di ruang pribadinya. Mereka membicarakan soal ide bisnis Xaveryn yang kian merambat ke penjuru dunia. Total harta kekayaan Xaveryn saat ini tidak terhitung. Oleh sebab itulah, Duke Egenbert berinisiatif menjelaskan kepada Jonathan total harta yang dimiliki Xaveryn saat ini.


"Jadi, ini adalah jumlah uang yang dimiliki Xaveryn? Apakah Anda yakin, Duke?"


Jonathan dan Delvis menatap tidak percaya dengan tulisan jumlah uang yang ada di buku tabungan atas nama Xaveryn.

__ADS_1


"Tidakkah ada yang salah dari jumlahnya? Mengapa Tuan Putri bisa punya uang sebanyak ini?"


Duke Egenbert telah menduga kalau reaksi mereka akan seperti ini. Cukup mengejutkan baginya karena Jonathan yang terkenal berwajah datar kini mulai bisa mengekspresikan dirinya.


"Itu adalah jumlah yang benar, ide bisnis dari Tuan Putri telah membawa umat manusia pada peradaban baru. Mulai dari kereta, kapal selam, hingga ide pengawetan makanan dan pembuatan pakaian dari kulit binatang buas. Semua itu membuat kehidupan orang lain menjadi lebih berbeda dari beberapa tahun ke belakang," jelas Duke Egenbert.


"Wah, putriku memang luar biasa!" sanjung Jonathan teramat bersemangat.


"Yang Mulia, saya masih belum menjelaskan untuk apa uang itu sebenarnya. Total kekayaaan yang dimiliki Tuan Putri lebih dari itu. Namun, beliau meminta saya untuk menyimpannya sebagian dan sebagian lagi akan diberikan kepada Anda untuk menambah uang masuk istana," papar Duke Egenbert.


"Jadi, uang ini akan diserahkan kepada istana? Apakah sebanyak ini tidak akan jadi masalah?" tanya Delvis memastikan.


"Tidak ada masalah sama sekali, kekayaan Tuan Putri akan makin bertambah seiring berjalannya waktu karena masih banyak ide bisnis yang belum dituangkan oleh Tuan Putri."


"Kira-kira dari mana Tuan Putri mendapatkan ide semenakjubkan itu? Beliau seolah berasal dari waktu di mana tidak ada seorang pun yang dapat menggapainya," ucap Delvis.


Itu merupakan pertanyaan dari semua orang, tidak ada yang tahu jawabannya kecuali Reiner, satu-satunya orang yang mengetahui rahasia besar Xaveryn. Gadis itu terlihat misterius, ditambah lagi tingkah lakunya layak orang dewasa dan tidak menggambar seorang gadis kecil sedikit pun.


"Mungkin putriku dasarnya jenius, jadi dia punya banyak ide dari hasil pemikirannya sendiri," kata Jonathan tidak berpikir macam-macam soal Xaveryn.


Kemudian di sela percakapan mereka, tiba-tiba saja Chyntia menerobos masuk ke dalam ruangan Jonathan tanpa mengucap salam atau permisi. Dia terkejut menjumpai Ayahnya di sana, Chyntia langsung menghambur ke pelukan Duke Egenbert.


"Astaga, Chyntia, kenapa kau menerobos masuk? Sekarang cepat beri sala—"


"Ayah, Tuan Putri ... Tuan Putri ...."


Chyntia menangis sesenggukan, ia membawa rasa panik dan gusar ke tengah pembicaraan santai Jonathan dengan Ayahnya.


"Tenanglah, apa yang terjadi pada Tuan Putri? Katakanlah dengan pelan," tutur Duke Egenbert.

__ADS_1


"Ayah, maafkan aku. Maafkan aku ... Tuan Putri ... Tuan Putri terjatuh ke dalam jurang."


__ADS_2