VIP 69

VIP 69
CHAPTER 10


__ADS_3

Malam terus berlalu Sahara akhirnya bisa bekerja dengan pakaian yang diberikan oleh Leon. Walau Sahara sudah bekerja 2 hari jalan setelah meliburkan diri pada hari itu.


"Bella, kenapa si kamu ngasih tau Leon kalo aku ga datang kerja hari itu karena pakaian aku basah semua! Jadinya Leon memberikan banyak pakaian untukku."


"Nah bagus dong gurun, baik juga tuh cowo."


"Tapi gue benci banget sama dia, kadang lidahnya itu menyakiti hatiku. Ucapannya itu terkadang membuatku sakit hati!"


"Lo jangan bilang gitu gurun, kalo tiba-tiba Leon terobsesi sama lo gimana? Dia bakalan terus lakuin apapun yang lo mau beliin apapun yang lo mau dan marah sama lo kalo lo ga nerima barang dari dia atau perhatian dari dia, Lo ati-ati aja Sama Leon. Leon itu sama kaya Lion sama-sama garang! Ishhh!"


"Obsesi, itu ga mungkin mana mungkin Leon terobesi sama cewe kaya aku."


Ketika Sahara asik mengobrol dengan Bella, membicarakan Leon. Tiba-tiba Leon datang ke Bar seorang diri. Dan membuat Sahara terkejut.


"Astaga itu Leon..."


"Panjang umur, dia udah boking ruang VIP nomer 69 dari kemaren!"


"Ruang VIP nomer 69... Itu kan ruang VIP yang sering dia pake. Dan aku salah satunya... Tunggu!"


"Ya lo udah di boking sama Leon, Sekarang sana kerja temenin Leon di ruang VIP! Bay!"


Bella meninggalkan Sahara, dan tak lama Leon mendekatinya.


"Hai. Buruan ke ruang VIP gue udah boking, dan cewe yang bakal nemenin gue lo."


"Oh pantesan dari kemarin ga ada yang isi ruang VIP nomer 69 ternyata kamu udah boking! Kamu tau engga si bisa-bisa gaji'ku di potong kalo aku ga kerja dan hanya duduk diam menonton!"


"Lo ga usah takut, gaji lo bakalan lebih gede. Buruan sebelum gue marah!"


Leon menarik tangan Sahara dan membawanya ke ruang VIP yang biasa mereka tempati.


"Kenapa hanya kita beruda? Aku tak biasa bekerja di ruangan VIP dan hanya berduaan, aku harus memanggil Nori biar dia juga disini."


"Engga! Gue udah bilang gue cuman butuh satu cewe dan itu Lo Sahara!"


"Tapi..."


"Buruan duduk samping gue."


Sahara akhirnya duduk tepat di samping Leon. Leon menyalakan mesin karaoke dan mengeraskan suaranya. Namun ia sama sekali tak menyanyi.


"kenapa harus menyalakan mesin karaoke kalo kamu ga akan bernyanyi!?" teriak Sahara di dekat Leon.


Tiba-tiba Leon duduk menghadap Sahara. Leon tampak terpesona dengan rambut pendek Sahara yang hampir sebahu dengan pakaian berwarna hitam tanpa lengan.


Sahara mengalihkan pandanganya dari Leon. Namun Leon membuatnya tetap menatap kembali pada Leon.

__ADS_1


"Kamu bilang, aku tak bisa menyentuhmu kecuali di ruang VIP. Dan sekarang kita ada di ruang VIP, jangan melanggar."


Ketika mereka berdua saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba Leon menyentuh telinga Sahara.


"Kenapa kamu tidak memakai anting-anting? Sepertinya kamu akan terlihat lebih cantik dengan anting-anting. Lehermu juga terlalu sepi, akan aku belikan liontin nanti."


"Jangan Leon... Aku mohon jangan, jangan belikan aku apapun."


"Kenapa!" Raut wajah Leon tiba-tiba tampak masam setelah Sahara mengatakan itu.


"Kenapa! Katakan kenapa, apa alasannya?"


"A-aku... Hanya saja aku, aku tidak suka, aku hanya bekerja disini. Aku bisa membeli itu sendiri."


"Ga usah so jual mahal sama gue Sahara!"


Ketika Leon mulai emosi di hadapan Sahara hanya karena hal kecil. Sahara akhirnya hanya terdiam menundukan pandangannya.


"Sorry... Karena gue ngebentak lo." Leon tiba-tiba minta maaf pada Sahara.


Dan akhirnya suasana canggung. Mereka berdua sama-sama diam.


Karena suasana begitu canggung. Leon akhirnya menuangkan wine ke dalam gelas dan meminumnya.


"Apa kamu suka minuman beralkohol?" tanya Leon canggung pada Sahara.


"Tak masalah. Memang lebih baik kamu tak meminum minuman keras."


Tuk!


Leon menyimpan kembali gelas yang sudah ia gunakan untuk wine. Dan tiba-tiba mematikan mesin karaoke. Karena ruang VIP itu kedap suara, jadi suara musik dari luar pun tak terdengar ke dalam. Dan akhirnya ruang VIP yang tengah di isi oleh Leon dan Sahara hening.


"Gue lagi dalam masalah. Gue banyak pikiran dan gue ga bakalan bisa sering kesini Sahara Entah sampai kapan."


Suasana berubah menjadi serius kertika Leon mengatakan pada Sahara jika dirinya dalam masalah.


"Masalah... Masalah apa Leon?"


"Sahara... Gue yakin lo itu bisa jaga rahasia gue. Gue pengen cerita sama lo dan lo harus percaya gue."


Leon tiba-tiba memegang kedua tangan Sahara.


"Sahara denger, gue beneran serius sayang dan suka sama lo. Jadi lo harus percaya sama gue. Gue bakalan pergi ke tempat yang jauh entah sampai kapan."


"Sahara gue dalam masalah besar. Gue udah ilangin nyawa seseorang. Tapi sebenarnya itu bukan kesalahan gue, gue di fitnah Sahara dengan bukti palsu."


Sahara terkejut lalu menutup mulutnya.

__ADS_1


"Tapi serius, gue bukan pembunuh Sahara. Gue ga punya banyak waktu untuk jelasin detailnya lagi. Gue harus segera pergi. Gue kesini cuman buat ingetin lo dan pamitan sama lo. Kalo gue di beri waktu lagi, gue akan kembali dan cari lo dimanapun lo berada Sahara."


Ketika Leon mengatakan itu. Tiba-tiba Sahara menangis sembari menggelengkan kepalanya. Entah apa yang Sahara rasakan, karena perasaanya campur aduk. Marah, sedih dan juga bingung.


"Gue sayang sama lo, walau kita baru bertemu dalam beberapa hari. Maafin gue kalo gue selalu ganggu lo dan bikin lo marah karena kata-kata gue."


Leon tiba-tiba memeluk Sahara, namun Sahara malah mendorong Leon menjauh darinya.


"Ga papa kalo lo ga mau peluk gue untuk terakhir kalinya. Gue pergi dulu, jam penerbangan sebentar lagi."


Leon tiba-tiba pergi namun Sahara tetap diam tak percaya dengan ucapan Leon. Hati Sahara keras bahkan tubuhnya membeku tak mau bergerak sedikit pun.


Namun tak lama Sahara tiba-tiba berlari mengejar Leon yang pergi meninggalkan Bar.


Sahara melepas high heels'nya dan berlari ke arah parkiran Bar.


LEON! LEON!


Sahara berlari berteriak menyauti nama Leon. Ketika Sahara sudah berada di parkiran Bar, tak ada seorang pun disana tempat itu sangat sunyi bahkan motor sport yang Leon sering ia gunakan tak ada disana.


"Leon... " gumam Sahara dengan air matanya yang mentes. Sembari duduk diatas aspal jalanan.


Namun tiba-tiba seseorang berdiri di hadapan Sahara, ketika Sahara melihatnya seseorang itu adalah Leon.


Leon...


Sahara dengan cepat memeluknya dengan erat di iringi dengan air matanya.


"Leon... Aku minta maaf untuk semuanya." gumam Sahara dalam pelukan Leon.


"Minta maaf untuk apa Sahara, aku yang seharusnya minta maaf. Sekarang kembalilah ke dalam, lihat kamu bertelanjang kaki lagi kakimu akan sakit!"


Walau Sahara sedang menangis dalam pelukannya. Leon tetap saja memarahi Sahara karena Sahara tak memakai alas kaki.


Seketika Sahara melepaskan pelukannya dari Leon.


"Kenapa kamu marah-marah terus Leon! Aku sedang menangis dan kamu masih saja marah padaku!"


Leon yang melihat Sahara menangis tersedu-sedu langsung menghapus air mata Sahara dengan kedua tangannya.


Dengan senyuman Leon tiba-tiba memakaikan Liontin berbandul huruf yang sama dengan nomer ruang VIP bar yang sering mereka gunakan. Yaitu 69.


...Aku bakalan update setiap hari. Please support me dengan cara bantu like, komen dan share Novel VIP 69 ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥...


...Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...

__ADS_1


__ADS_2