
Dalam pangkuan hangat Leon, Sahara terus menangis mengingat bahwa Ali telah berbohong padanya.
"Leon, Ali berbohong padaku. Sebelumnya dia berkata akan memalsukan semuanya. Tapi ternyata Ali berpihak pada kakaknya bukan aku. Aku melakukan kesalahan besar hanya demi ibu mereka." ucap Sahara dengan penuh penyesalan di pangkuan Leon.
"Kamu hanya ingin berbuat baik Sahara, tapi karena kebaikanmu orang-orang menyalahgunakannya. Aku juga minta maaf karena tadi marah padamu Sahara."
Leon menenangkan Sahara dan meminta maaf padanya karena marah padanya siang itu.
Sahara dan Leon masih ada di dalam hutan karena seluruh hutan yang gelap membuat Sahara dan Leon tak bisa pergi kemana-mana. Mereka tak bisa keluar dari hutan karena tak ada pencahayaan. Sahara dan Leon menetap semalaman di hutan itu.
Karena Sahara masih menggunakan gaun pengantinnya, Sahara merasa kedinginan. Leon yang sadar akan hal itu, Leon langsung membuka dengan lebar jaket yang sedang ia kenakan. Leon hanya membukanya dengan lebar oleh kedua tangannya dan tampak seperti sayap yang di kepakan, Leon sama sekali tak membuka jaket itu dari badannya.
Leon menyuruh Sahara memeluknya lalu Leon memeluk Sahara dengan Jaket yang ia kenakan. Jadi Sahara dan Leon sama-sama merasa Hangat.
Sahara menyadarakan tubuhnya di tubuh Leon, sedangkan Leon menyandarkan tubuhnya di batang pohon besar.
Malam itu Sahara dan Leon benar-benar bermalam di dalam hutan. Hingga keeseokan harinya, Saat matahari mulai menerangi hutan. Sahara dan Leon terbangun dari tidur mereka, Sahara dan Leon keluar dari hutan itu dan menuju mobil mereka tapi sesuatu malah terjadi ketika Sahara dan Leon sudah ada diluar area hutan.
Mereka berdua terkejut karena di dekat mobil Leon masih ada mobil Sahara yang dipakai Ali kemarin saat mengejar Leon.
Dan benar Saja Ali ada disana bersama Alex dan juga Abi. Mereka bertiga keluar dari mobil secara bersamaan dan menghampiri Sahara dan Leon yang sedang berpegangan tangan.
"Leon tolong aku...." Gumam Sahara sembari memegang erat tangan Leon.
Leon dengan cepat memegang erat tangan Sahara juga dan membawanya masuk ke dalam mobil. Namun Sayang Ali, Alex dan Abi malah mendekati mereka berdua.
"Sahara! Kamu harus pulang bersama kami. Kak Alex suamimu bukan Leon!" Teriak Ali pada Sahara yang sudah berada dalam mobil.
Leon yang mengacuhkan mereka bertiga dan berjalan menuju kursi kemudinya tiba-tiba ditahan oleh Ali dan Abi.
Ali dan Abi memegang Leon agar Leon tak membawa Sahara pergi. Namun Leon memiliku sifat keras dan mudah marah, Leon akhirnya merasa kesal dengan apa yang dilakukan Ali dam Abi, Leon mencoba melepaskan diri dari mereka berdua.
__ADS_1
Sedangakan Akex tiba-tiba mendekati mobil Leon dan membuka pintu mobil dan berusaha membawa Sahara pergi dengannya.
"Sahara. Kamu harus ikut bersamaku. Kamu istriku sekarang dan ibu ingin aku bersamamu." Ucap Alex kepada Sahara yang duduk di kursi depan mobil.
"Ngga! Kamu bukan suamiku, semua ini hanya drama, Suamiku Leon dan aku sudah punya anak dari Leon. Aku tak akan peduli lagi pada hidup kalian. Urus saja ibu kalian sendiri...." Jelas Sahara pada Alex.
Alex tiba-tiba marah dan berusaha membawa Sahara ke luar dari dalam mobil Leon. Sahara memberontak dan berusaha menendang Alex menjauh dari dirinya.
"Leon! Leon! Tolong aku Leon!" Sahara berteriak memanggil nama Leon. Namun tiba-tiba ketika Sahara melihat ke depan. Sahara dikagetkan dengan Ali yang memegang sebuah pistol yang ditodongkan pada Leon.
Seketika Sahara terkejut dan berhenti berteriak memanggil nama Leon.
"Sahara! Ikut dengan kak Alex dan buat ibuku bahagia di hari-hari terakhirnya. Jika kamu tidak mau melakukannya maka saat ibuku tiada Leon juga harus tiada!" Desak Ali.
Sahara pun menangis dan menatap mata Leon. Sahara merasa sedih melihat Leon di perlakukan seperti itu. Akhirnya Sahara mengalah dan ikut berama Alex, Ali dan juga Abi ke dalam mobil mereka.
Sahara keluar dari mobilnya dan mendekati Leon yang sedang ditodong oleh Ali.
Alex dengan cepat membawa Sahara ke mobil mereka. Setelah Sahara ada di dalam mobil bersama Alex, Ali melepaskan todongan pistolnya dari Leon.
Ketika Ali akan pergi, Ali tiba-tiba berbisik pada Leon.
"Ini hanya pistol palsu sialan." bisiknya dengan kasar pada Leon.
Sahara dengan penuh rasa sedih meninggalkan Leon seorang diri. Sahara duduk di dalam mobil dikursi belakang bersama Alex.
Sahara terus menangis di dalam mobil sehingga membuat Alex marah.
"Berhentilah menangis! Kenapa kamu sangat cengeng." Bentak Alex namun Sahara merasa tak peduli dan mengacuhkannya.
"Ali ... Sekarang kamu bukan sahabatku lagi. Tapi seorang penjahat yang mencoba membunuhku dan juga Leon!" teriak Sahara yang duduk dibelkang kursi kemudi Ali.
__ADS_1
"Aku sangat membencimu Ali ... Aku tak akan pernah memaafkanmu." Ujar Sahara lagi.
Ali hanya terdiam membisu ketika Sahara mengatakan hal itu.
"Ali kita pergi ke tempat pakaian dulu, dan belikan pakaian untuk Sahara, gaunnya sangat kotor." Kata Alex kepada Ali setelah melihat gaun Sahara yang sudah kotor.
Mereka pun tiba disebuah Mall, Alex dan Sahara menunggu di dalam mobil sedangkan Ali dan Abi membeli beberapa pakaian untuk Sahara.
Suasana di dalam mobil amat sangat canggung. Sahara diam Alex juga diam.
"Sebelumnya aku tak pernah sedekat ini dengan wanita. Aku tak pernah pacaran bahkan aku tak pernah merasakan jatuh cinta." Gumam Alex di dalam mobil ketika hanya ada dirinya dan Sahara.
Sahara hanya diam dan terus menatap ke arah kaca mobil dengan tatapan kosong.
Dan tak lama Ali bersama Abi kembali dari Mall dengan membawa beberapa pakaian untuk Sahara.
Ali memberikan pakaian itu pada Sahara dengan canggungnya. Tapi Sahara tak menerimanya, jadi Ali hanya meletakan tas berisi pakaian itu di pangkuan Sahara.
Sahara kembali ke rumah Ali dengan penuh kesedihan. Tapi ketika Sahara sudah tiba disana, Sahara langsung disambut oleh ibu Ali dengan penuh senyuman.
Sahara dengan gaunnya yang sudah kotor tetap diberikan pelukan hangat oleh Ibu Ali.
"Sahara ya ampun nak, apa yang terjadi denganmu? Cepat ganti pakaianmu lalu makan bersama ibu." Ucap Ibu Ali dengan penuh rasa khawatir.
Sahara hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya.
"Alex bawa Sahara ke kamarmu. Ibu sudah menyiapkan hadiah untukmu dan Sahara." Suruh ibu Ali kepada Alex.
"Baik bu aku akan membawa Sahara ke kamarku." Jawab Alex dengan senyuman.
Mereka bertiga bersikap seperti tak ada yang terjadi terhadap Sahara di hadapan ibu mereka sendiri.
__ADS_1
Alex dengan membawa tas berisi pakaian baru berjalan bersama Sahara ke lantai dua kamar Alex untuk melihat apa hadiah yang diberikan sang ibu untuk mereka berdua.