
Sahara baru saja berteriak, tapi tiba-tiba seseorang mendobrak pintu kamar itu, dan orang itu adalah Leon. Leon tiba dirumah Galang dengan sangat cepat setelah Sahara mengirimnya pesan suara. Mungkin karena Leon dan Galang masih satu komplek jadi Leon tiba dengan sangat cepat.
Leon menarik bahu Galang dan menjauhkannya dari Sahara. Leon memukuli Galang tepat di bagian wajah Galang dan juga perut galang.
BLAK!! BLUK!!
BRESNGSEK!! ORANG GILA!!
Leon berteriak sembari memukul-mukuli Galang dan Galang tak bisa melawan Leon.
Setelah Leon puas memukuli Galang, Leon membawa Sahara keluar dari rumah itu dan membawanya langsung ke dalam mobil.
Ketika di dalam mobil Leon memeluk Sahara sembari duduk di kursi kemudinya.
"Sahara... Kamu disakitin sama dia? Galang lakuin hal yang buruk sama kamu?"
"Dia hanya menjambak rambutku, untuk saja kamu datang cepat Leon. Aku benar-benar takut Leon, bagaiaman jika kami tak datang."
Ketika Sahara mulai menangis, Leon langsung menenangkannya dengan memeluknya dengan erat.
"Sekarang ayo pulang kerumah kita yang dulu. Kita istirahat disana. Ini juga sudah malam."
Leon membawa Sahara ke rumah mereka yang dulu mereka tempati. Ketika tiba disana, Leon langsung menyiapkan makanan dan minuman untuk Sahara.
"Kenapa kamu kembali kesana Sahara? Kamu tidak mengerti apa yang aku katakan kemarin. Jika aku bertanya kenapa kamu bekerja bersama Galang itu karena aku tahu bagaimana Galang."
"Pertama aku mengenalnya dia sangat baik dan perhatian padaku Leon. Lalu dia menawariku pekerjaan dan pekerjaannya hanya beberapa jam."
"Apa pekerjaan itu?"
"Membuatkannya makan malam lalu makan malam bersama. Tapi anehnya dia selalu menyuruhku mengganti pakaianku dengan pakaian istrinya yang sudah meninggal. Dan ketika aku masak, dia terus menatapku."
Leon tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dengan tatapan tajam pada Sahara.
"Lihat! Dia itu memang orang gila. Kenapa kamu pergi pagi-pagi sekali dari sini lalu kembali bekerja disana! Apa yang ada di pikiranmu Sahara!"
"Aku minta maaf Leon... Sungguh aku juga tidak sadar dengan diriku sendiri. Mulai sekarang aku akan hati-hati."
"Kamu tahu kenapa aku tahu Galang? Hari itu hari pertama aku pindah ke komplek tempat Galang tinggal. Mobilku mogok di depan rumahnya. Lalu Galang menghampiriku dan mengajaku masuk ke dalam rumahnya."
__ADS_1
"Setelah itu aku mendengar sesuatu jatuh di lantai dua kamarnya, ketika aku melihat keatas sana aku melihat banyak foto tetapi di foto itu hanya ada satu wajah wanita dan sepertinya itu istrinya yang meninggal. Dia depresi dan menyembunyikan semua fotonya di kamar atas."
"Lalu apa hubungannya denganku? Kenapa dia terus membuatku menggunakan pakaian istrinya?"
"Wajahmu sedikit mirip dengan istri Galang. Aku pernah melihat fotonya. Foto yang galang pajang di kamar atas rumahnya."
"Aku pikir Galang belum menikah karena dia terlihat muda. Dan itulah kenapa aku tak pernah melihat foto istrinya disudut ruangan lantai satu. Galang menyembunyikannya di lantai dua."
Sahara terkejut dengan semua penjelasan Leon. Sahara pun ketakutan dan nafasnya mulai tak karuan. Keadaan Sahara terlihat seperti awal dirinya mengalami trauma.
"Astaga Sahara... Apa trauma kamu masih ada, apa kecemasaanmu juga belum hilang."
Tangan Sahara mulai dingin, matanya berkaca-kaca.
Leon dengan cepat mendekati Sahara dan memeluknya dengan erat, sangat erat. Leon memeluknya dengan mata tertutup. Mengelus punggung Sahara dengan lembut dan salah satu tangan Leon menggenggam tangan Sahara.
"Leon aku mohon... Aku ingin kembali padamu, aku lelah Leon." Gumam Sahara di pelukan Leon.
Leon pun terkejut lalu menatap mata Sahara. Leon memegang wajah Sahara yang merah karena menangis.
"Leon aku janji aku tak akan meninggalkanmu lagi. Aku ingin merubah hidupku menjadi lebih baik lagi. Aku akan menjaga anak kita."
Leon menganggukan kepalanya lalu memeluk Sahara kembali.
Namun Sahara melepaskan pelukan Leon.
"Tapi bagaimana dengan Key? Apa kamu akan memberitahu Key dan menjadikanku istri kedua?"
"Apa... Istri kedua? Engga Sahara. Aku akan menceraikan Key karena aku memang tak mencintai Key."
"Kamu bilang, kamu menikahi Key karena terpaksa dan ada satu hal yang membuatmu menikahi Key. Apa itu Leon?"
"Aku akan memberitahunya nanti. Malam ini ikut denganku ke rumah baruku, ayo luruskan semuanya Sahara."
Leon membawa Sahara ke rumah barunya, Hati Sahara merasa sedikit was-was dan jantungnya berdetak kencang.
Setibanya mereka di rumah baru Leon. Leon dan Sahara langsung di sambut oleh Key yang tengah duduk di depan tv.
"Leon... Sahara... " Ucap Key terkejut.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba Ibu Leon dan Lisa keluar dari kamar Delmar, mereka juga terlihat begitu terkejut melihat Leon datang bersama Sahara.
"Key aku kesini membawa Sahara dan akan mengatakan kebenarannya."
Leon mendekati Key dan mengatakan banyak hal pada Key.
"Aku terpaksa menikahimu karena ayahmu, aku memiliki hutang yang cukup besar pada ayahmu. Demi melunasi hutangnya aku mendekatimu dan menikah denganmu. Hanya dengan cara itu Ayahmu melunasi semua hutangku."
"Apa... Jadi kamu memanfaatkanku? Demi melunasi hutangmu?!"
"Ya Key, aku minta maaf."
"Itulah kenapa kamu tak pernah mau bercinta denganku. Dan membiarkanku terus mengurus Delmar. Dan tak pernah khawatir padaku walau aku terus bermain diluar. Kamu tak peduli."
"Ya semua itu benar, aku memang brengsek. Ini Sahara ibu Delmar, Ibu Delmar belum meninggal dia masih hidup. Aku akan menceraikanmu besok."
"Oke aku juga mau bercerai denganmu bajingan! Dan aku akan memberitahu ayahku agar kamu tetap melunasi hutangmu!"
Hari itu setelah semuanya terungkap dengan mudahnya dari mulut Leon. Kehidupan Leon berubah.
Leon kehilangan rumah barunya dan perusahaan propertinya untuk membayar semua hutangnya pada ayah Key.
Leon bercerai dengan Key dengan sangat cepat. Leon kembali ke rumah dimana dulu ia tinggal bersama Sahara. Kini Leon tak bekerja menjadi seorang pekerja kantoran lagi karena perusahaannya sudah milik orang lain yaitu ayah Key.
Malam itu Sahara berkunjung ke rumah Leon setelah tahu Leon sudah kehilangan banyak hartanya karena kesalahannya sendiri.
"Sahara akhirnya kamu tiba, cepat lihat Leon di ruang VIP seharian dia mengurung dirinya disana. Dia benar-benar kekanak-kanakan."
"Baik bu aku akan menemuinya."
Sahara berjalan ke arah ruang VIP dan menekan tombol pintu ruang VIP itu, dan tak lama pintu itu terbuka.
Sahara melihat Leon begitu kacau dan matanya sembab.
Sahara masuk ke dalam ruang VIP lalu memeluk Leon dengan eratnya. Leon menangis dalam pelukan Sahara.
"Kenapa kamu cengeng sekali Leon. Kamu memang bayi besarku Leon, jika Delmar melihatmu menangis dia akan tertawa."
Sahara menggoda Leon yang menangis dalam pelukannya.
__ADS_1
...Please support me dengan cara bantu like, komen, follow, dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ follow me on instagram @lyricbighit...