VIP 69

VIP 69
CHAPTER 46


__ADS_3

"Astaga itu siapa pak?" Sahara panik sebuah mobil tiba-tiba menghadang mobilnya begitu saja.


Lalu tiba-tiba si pemilik mobil keluar dari mobilnya, Sahara terkejut saat tahu yang menghadang mobilnya ada Sean.


"Sean... " gumam Sahara.


Sean tiba-tiba mendekati mobil Sahara. Dengan cepat Sahara juga keluar dari mobilnya lalu menghampiri Sean.


Sahara menatap tajam Sean namun Sean malah tersenyum seperti orang yang tengah bahagia ketika melihat Sahara.


"Sahara... Kamu Benar-benar penakut, hanya dengan sebuah ancaman kecil saja kamu sudah berani menceraikan Leon. Sungguh luar biasa." Ucap Sean pada Sahara.


"Walaupun tak ada nama di pesawat kertas itu, tapi aku selalu yakin itu semua adalah ulahmu Sean. Sekarang aku sudah menceraikan Leon, dan aku akan mengambil Sonia dan merawatnya bersamaku."


"Ga semudah itu, aku melakukan ini karena salah Leon sendiri. Leon sudah membuatku hidup susah dan bangkrut. Jadi satu-satunya cara agar Leon hidup dalam kesedihan hanyalah kehilangan wanita yang sangat dia cintai. Dan ternyata itu berhasil."


"Kamu memang Sialan Sean. Kamu banyak berubah. Dan sekarang aku sadar Sonia ga akan hidup dengan baik jika kamu yang mengurusnya. Berikan Sonia padaku aku akan merawatnya dengan baik."


"Ini sudah berakhir Sahara, aku menyebut ini semua impas. Leon kehilangan wanitanya dan aku kehilangan kekayaanku. Aku masih punya hati jika tidak punya hati aku akan membuat hidup Leon lebih menyakitkan."


"Urus urusanmu dengan Leon. Tapi berikan Sonia padaku."


"Walau aku begini, Sonia akan hidup dengan baik. Karena Sonia punya malaikat baik yang selalu mengirim dia uang dan mainan untuk hidupnya."


Saat Sean mengatakan jika Sonia memiliki malaikat baik. Sahara tersadar jika malaikat baik yang Sean maksud itu adalah Leon. Leon pernah memberitahu Sahara jika dirinya akan selalu membuat hidup Sonia terpenuhi walau Sean sudah bangkrut karena Leon.


"Malaikat baik itu Leon. Leon yang selalu mengirim Sonia uang dan mainan agar hidup Sonia terpenuhi. Apa kamu tidak malu Sean karena kamu hanya mengandalkan malaikat baik Sonia itu. Sedangkan malaikat baik Sonia itu adalah Leon."


Seketika Sean terdiam dan tak percaya dengan ucapan Sahara. Sean diam tak berkutip lagi setelah tahu Malaikat baik yang selalu ada untuk Sonia adalah Leon.


"Leon menyuruh seseorang untuk mengantar uang dan mainan pada Sonia. Mungkin kamu pikir malaikat baik Sonia itu adalah orang itu, Orang yang mengantarkan mainan dan uang pada Sonia. Tapi nyatanya dibelakang orang itu ada Leon."


Karena Sean tiba-tiba diam setelah Sahara memberitahu kebenaran tentang malaikat baik yang selalu memenuhi kebutuhan Sonia. Sahara akhirnya kembali ke dalam mobil dan mengabaikan Sean.

__ADS_1


Sahara pergi ke rumah ayahnya untuk tinggal disana sementara waktu, Sahara belum berani pulang ke rumah sang ibu karena dirinya belum memberitahunya. Jika hubungannya dengan Leon sudah berakhir.


Di dalam mobil Sahara terus meneteskan air matanya, dirinya masih tak percaya akan membuat keputusan secepat itu untuk hubungannya dengan Leon.


Sahara memikirkan bagaimana dengan Delmar yang sekarang masih harus ia susui. Sahara bingung dan kini kehilangan arah.


Sahara semakin menjadi orang yang sangat pendiam setelah banyak kejadian yang menimpanya.


1 tahun kemudian...


Kisah Ini dimulai lagi dengan lembaran baru dalam hidup Sahara. Sahara kini masih tinggal bersama sang ayah. Sahara bekerja disebuah rumah makan, Sahara bertugas menjadi seorang pengantar makanan.


Kini rambut Sahara sudah panjang, dulu saat masih bersama Leon. Sahara selalu memiliki rambut pendek, karena Leon sangat menyukainya. Sahara sengaja memanjangkan rambutnya karena dirinya selalu merindukan Leon saat dirinya mempunyai rambut pendek.


Sahara menggunakan pakaian pelayan berwarna putih dengan rambut yang digelung. Sahara mengantarkan makanan ke setiap meja yang ada di dalam restoran yang cukup besar itu.


Sahara wanita yang dalam kisah hidupnya memiliki banyak masalah dan kesedihan namun Sahara banyak tersenyum menyembunyikan semua kesedihannya.


"Sahara kamu di panggil bos, buruan sana datang ke ruangannya!" Ucap salah satu teman kerja Sahara di restoran itu.


Sahara dengan cepat datang ke ruangan sang pemilik restoran dengan buru-buru.


"Apa aku membuat kesalahan sampai-sampai bosku memanggilku?" tanya Sahara pada dirinya sendiri.


Ketika Sahara tiba di ruangan bos'nya. Sahara langsung berdiri di hadapannya. Sahara tak berbicara sebelum bosnya berbicara. Sahara hanya diam di depan sang bos.


Bos Sahara terlihat 2 tahun lebih tua dari Sahara, dengan kemeja yang berwarna hitam Bos Sahara duduk disebuah sofa.


"Sahara kemari duduk disini." Panggil Bos Sahara kepada Sahara yang masih berdiri di sampingnya.


Sahara terkejut dan suasana itu mengingatkan dirinya ketika bekerja di Bar. Sahara tiba-tiba begitu waspada terhadap Bosnya. Dengan tenang Sahara duduk di sofa tepat di samping Bosnya.


"Iya Pa Bos ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Sahara pada bosnya.

__ADS_1


"Oh tidak, Saya hanya ingin kamu menemani saya disini. Saya bosan sendirian disini tak ada teman mengobrol. Dan tak ada pekerjaan juga." jawab Bos Sahara sembari meletakan tangannya di belakang sofa dekat dengan punggung Sahara.


Sahara menelan ludah dan terkejut karena bosnya hanya ingin dirinya menemani kekosongannya.


"Baiklah pa bos jika tak ada apa-apa saya akan kembali bekerja, masih banyak pelanggan disana."


"Tenang saja Sahara jika kamu menemani Saya disini hari ini. Saya tidak akan memotong gajimu. Gaji mu akan saya tambah."


Semakin kesini ucapan Bos Sahara semakin ngawur. Sahara tiba-tiba menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Bosnya. Namun tiba-tiba Bosnya memegang pinggang Sahara dari belakang dan membuat Sahara mendekat pada dirinya. Sahara pun terkejut lalu berdiri dan menjauhkan dirinya dari Bosnya itu.


"Astaga, maaf pa kenapa bapa melakukan itu? Saya tidak suka ketika bapa menyentuh saya."


Sahara marah, dengan mata yang terbelalak ia mengatakan hal itu pada Bosnya.


Dan tiba-tiba tangan Sahara di tarik kembali oleh bosnya dan Sahara terjatuh ke atas sofa yang tadi di dudukinya.


Bos Sahara tiba-tiba memegang erat kedua tangan Sahara dan mencoba mencium Sahara. Namun dengan cepat Sahara memukul kepala Bosnya dengan kepala Sahara sendiri. Hingga hidung Bosnya mengeluarkan darah.


Argh!! Brengsek kamu Sahara!!


Bos Sahara marah sembari menahan rasa sakit di hidungnya yang berdarah. Dengan cepat Sahara keluar dari ruangan itu lalu kembali ke tempat bekerjanya.


Sahara menangis tanpa suara, tangannya mulai bergetar. Kecemasaan Sahara tiba-tiba kambuh hingga membuat seluruh tubuh Sahara bergetar dan dingin.


Semua teman kerja Sahara yang ada di restoran itu terkejut melihat Sahara menangis dan bergetar ketakutan.


"Astaga Sahara... Ada apa Sahara kamu kenapa?" tanya Salah satu chef pria yang ada di dapur.


Sahara tak bisa menjawab apapun. Sahara langsung memeluknya karena disaat-saat seperti itu Sahara sangat membutuhkan pelukan.


"A-aku... Bos melecehkanku chef... Dia menariku, memegang pinggangku dan berusaha menciumku dengan paksa. Aku langsung memukul wajahnya dengan kepalaku sendiri dan sekarang hidungnya terluka."


Semua orang yang ada di dapur terkejut setelah tahu Bosnya melakukan hal gila pada Sahara.

__ADS_1


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2