
Saat pertama kalinya Sahara keluar dari dalam mobil Sahara langsung digandeng oleh Leon karena perutnya merasa sakit.
Leon pun membawa Sahara ke hadapan sang ibu yang tengah berdiri di depan tamn rumahnya.
"Ibu apa kabar? Lihat aku membawa seseorang." Ucap Leon berjalan mendekati sang ibu sembari menggandeng tangan Sahara.
Sahara terus tersenyum pada ibu Leon karena ibu Leon juga tampak murah senyum.
"Hai Leon anak ibu, siapa yang kamu bawa ini Leon?"
"Ibu kenalin dia Sahara, aku ingin menikah dengannya aku harap ibu merestui hubungan kami."
Sahara bersalaman dengan ibu Leon, dan ibu Leon terus memperhatikan perut Sahara.
"Menikah? Tapi ada apa dengan perutmu nak, apa kamu sedang hamil?" Tanya Ibu Leon dengan raut wajah yang penuh dengan pertanyaan.
Sahara akan menjawab pertanyaan ibu Leon, tapi Leon malah menjawabnya lebih dulu
"Bu Sahara hamil karena aku, aku ingin bertanggung jawab pada Sahara. Kandungannya kini sudah berusia lima bulan."
Ibu Leon pun terkejut lalu tiba-tiba dirinya berjalan masuk ke dalam rumah dengan penuh kekecewaan.
"Leon... Ibumu... " gumam Sahara dengan penuh kecemasaan.
"Tenang saja, dia tak marah padamu tapi dia kecewa padaku. Sekarang ayo kita susul ibuku ke dalam."
Sahara dan Leon masuk ke dalam rumah Ibu Leon yang cukup besar namun tak terlalu mewah, semua benda yang ada di dalam rumahnya bahkan tampak sederhana.
Leon dan Sahara mendekati Ibu Leon yang duduk di ruang tamu dengan wajah yang tampak masam.
"Bu aku tahu ibu pasti kecewa padaku, karena aku tak melakukan hal yang tak baik." ucap Leon sembari memegang kedua lutut ibunya yang tengah duduk.
"Kamu tahu melakukan hal seperti itu di luar nikah adalah dosa, kamu sudah tahu itu kenapa kamu melakukannya?" tanya ibu Leon dengan air mata yang tiba-tiba berlinang.
__ADS_1
"Ibu melihat perutnya saja langsung paham, apa yang telah kalian berdua lakukan. Siapa nama wanita itu?"
"Nama dia Sahara bu."
"Sahara kemari sayang..."
Ibu Leon tiba-tiba memanggil Sahara dengan lemah lembut dan membuat Sahara merasa disambut dengan penuh cinta.
Sahara tersenyum mendekati ibu Leon dan berdiri di depannya, namun Ibu Leon menyuruhnya duduk.
"Sahara ibu minta maaf atas kelakukan Leon, Leon memang anak yang nakal sejak kecil. Dia juga terkadang kasar dan dingin, tapi kamu harus tahu satu hal tentang Leon. Leon itu orang yang sangat baik dan royal sekalinya dia mencintai, dia dengan tulus akan menyayanginya dengan sepenuh hatinya." ucap ibu Leon pada Sahara sembari memegang tangan Sahara.
"Maaf ibu lancang. Tapi jika ibu boleh tahu dimana kalian melakukan hal seburuk itu? Kamu bukan wanita malam yang di pesan Leon'kan? Maaf ibu bertanya seperti itu karena sebelumnya Leon pernah menyukai wanita malam."
Sahara pun bingung apa yang harus ia katakan pada ibu Leon. Lalu Leon pun menjawabnya lagi.
"Aku melakukannya di rumahku bu, aku membawa Sahara kerumah dengan cara yang aneh dan kasar, aku bertingkah seakan-akan aku ini seorang penjahat dan membawanya ke rumahku, aku mengurungnya di ruanganku lalu memberinya hukuman ketika dia menangisi pria yang sudah mengkhianatinya."
Ibu Leon benar-benar tak percaya dengan apa yang dikatakan anaknya sendiri. Ibu Leon hanya bisa terdiam menyaring semua ucapan Leon.
"Dia anak Sahara, Sahara sudah menikah sebelumnya dengan pria lain bernama Sean tapi sekarang mereka sudah bercerai karena Sahara di khianati."
"Astaga Leon, ibu benar-benar malu dengan tingkahmu ini. Kamu harus segera menikahi Sahara Leon! Sebelum bayi di kandungannya keluar."
Leon dan Sahara telah mendapatkan restu dari orang tua mereka masing-masing. Mereka berdua langsung menyiapkan segala kebutuhan mereka untuk pernikahan esok hari.
Leon ingin semua acaranya dilakukan dengan privat. Jadi Leon hanya menggundang keluarga teman dekatnya saja begitu juga Sahara.
Hari dimana Sahara dan Leon menikah pun terjadi. Semua sanak saudara dan juga teman dekat Sahara dan Leon datang ke gedung yang di sewa oleh Leon secara privat. Bahkan Bella teman dekat Sahara juga datang.
Sahara menggunakan gaun yang cukup besar sehingga menutupi perutnya yang besar.
Sahara dan Leon mengikat janji mereka sebagai pasangan suami istri dengan penuh kehidmatan. Mereka saling menukar cincin dan memberikan ciuman satu sama lain.
__ADS_1
Ketika Sahara tengah berdiri bersama Leon diatas altar bak raja dan ratu, Sahara tiba-tiba berbisik pada Leon.
"Leon... Kamu sudah dekatkan dengan Sean. Tapi kenapa kamu tak mengundangnya? Jika kamu mengundangnya mungkin dia akan membawa Sonia kemari." tanya Sahara dengan berbisik pada Leon.
"Aku tak mau dia datang, sudahlah Sahara sekarang kamu sudah milikku jangan terus bertanya tentang mantanmu. Aku tidak suka itu."
"Tapi aku hanya bertanya Leon kenapa kamu langsung marah."
"Sahara cukup aku tak mau berdebat."
Raut wajah Sahara tiba-tiba masam setelah Leon mengatakan itu. Sahara juga terlalu mudah sakit hati dan akhirnya Sahara memberikan raut wajah masam di acara pernikahannya.
Setelah acara pernikahan mereka selesai. Leon dan Sahara langsung pulang ke rumah Leon, tapi berbeda Leon kini membawa Sahara ke kamarnya dan bukan ruang VIP 69.
Ketika mereka tiba di rumah, Sahara masih saja memberikan raut wajah masam pada Leon sehingga Leon merasa risih.
"Sekarang aku tak akan mengurungmu lagi di ruang VIP, kamu bebas di rumah ini sekarang." ucap Leon dengan senyuman pada Sahara. Namun Sahara tak bereaksi dan hanya memberikan tatapan sedih dan jutek pada Leon.
"Sahara kamu kenapa? Kenapa kamu keliatan ga happy gitu? Oh apa karena aku tak mengundang Sean? Kenapa kamu masih memikirkan pria itu, jika aku dekat dengan Sean itu bukan urusanmu Sahara, dia hanya teman kerjaku."
"Leon sekarang aku berhak tau kenapa kamu dekat dengan Sean, aku tak ingin pernikahan keduaku hancur hanya gara-gara aku yang egois dan ingin tahu banyak hal tentangmu."
Sahara menyadari jika dirinya terus-terusan meminta pada Leon memberitahu hubungan dirinya dengan Sean. Namun Leon kekeh tak mau memberitahu Sahara.
"Cukup Sahara aku lelah berdebat denganmu. Pasti akan ada saatnya kenapa aku tiba-tiba dekat dengan Leon. Intinya jika aku marah itu karena aku sayang padamu."
Leon tiba-tiba menarik tangan Sahara yang masih menggunakan gaun pengantin ke ruang VIP 69 dirumahnya.
"Leon... Aku mohon jangan kurung aku di ruangan itu lagi." Sahara memohon agar Leon tak memasukannya ke ruang VIP 69. Tapi sayangnya Leon tak bisa dihentikan.
"Aku bingung pada diriku sendiri, aku sudah tahu Leon itu terkadang keras dan selalu mengurungku diruang VIP. Tapi kenapa aku tetap mau menikah dengannya." gumam Sahara
...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...
__ADS_1
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...