VIP 69

VIP 69
CHAPTER 55


__ADS_3

"Sudahlah berhenti menangis, kenapa kamu menangisi harta-hartamu yang sudah hilang itu. Uang yang hilang bisa di cari lagi."


"Tapi Sahara aku sudah berusaha menjadi orang sukses tapi semuanya hilang begitu saja. Mungkin ini balasan untukku karena dulu aku juga membuat Sean kehilangan hartanya. Jika sudah seperti ini bagaimana aku bisa memberi Sonia dan Delmar makan."


"Leon jangan merasa bersalah dengan semua itu. Aku yakin dibalik semua ini masih ada jalan. Sekarang ayo makan dulu, kamu pasti belum makan. Leon jangan buat aku khawatir jangan buat ibu dan adikmu juga khawatir."


Sahara dan Leon keluar dari ruang VIP lalu makan bersama dengan ibu Leon.


Ketika mereka tengah makan tiba-tiba Ibu Leon memberikan sebuah berkas pada Leon.


"Apa ini bu?"


"Ibu senang kamu kembali pada Sahara, dan ibu turut berduka atas perusahaan yang kini menjadi milik orang lain. Demi Sahara, ibu dan juga anakmu kamu rela menceraikan Key dan akhirnya kehilangan perusahaanmu."


"Jadi ibu berikan beberapa aset ibu dari ayahmu untukmu Leon. Kamu belum gagal kamu masih bisa mempunyai pekerjaan."


Leon menangis memeluk ibunya dengan erat dan meminta maaf padanya setelah beberapa hari kebelakang dirinya melawan pada ibunya sendiri.


"Leon sekarang kamu harus rujuk pada Sahara. Biarkan Sahara disini, kasihan Sahara telah melalui banyak rintangan dihidupnya."


Setelah Semua itu berakhir. Sahara dan Leon akhirnya rujuk dan menikah untuk kedua kalinya.


Kehidupan Sahara kini mulai lebih baik. Sahara bahagia setiap saat beraama Leon dan juga Delmar. Sahara tinggal dirumah hanya bersama Leon dan Delmar karena ibu Leon dan Lisa adik Leon tinggal dirumah Ibu Leon.


1 bulan kemudian


"Leon bangun... Kamu mau sarapan apa hari ini?" bisik Sahara pada Leon yang masih tertidur bersama Delmar di sebelahnya.


"Sahara... Apapun yang kamu masak akan tetap aku makan. Jadi buatlah apapun yang kamu mau aku akan memakannya nanti. Sekarang aku masih mengantuk." Jawab Leon dengan suara bangun tidurnya.


Sahara hanya tersenyum bahagia lalu kembali ke dapur membuatkan sarapan untuk Leon.


30 menit kemudian Leon tiba-tiba menghampiri Sahara yang sedang memasak di dapur untuk sarapan.


Sahara terkejut karena Leon tiba-tiba memeluknya dari belakang dengan kedua tangannya yang memeluk pinggang Sahara, dan kepalanya disandarkan di bahu Sahara.


"Kamu sudah bangun Leon, duduklah aku siapkan dulu makananya di meja."

__ADS_1


"Hahh..." Leon menghela nafasnya tiba-tiba.


"Sampai kapan kamu akan memanggilku dengan namaku terus, kapan kamu akan memanggilku dengan panggilan yang lain?"


Sahara hanya tersenyum dan memutar balikan tubuhnya kehadapan Leon. Sahara tersenyum dengan manisnya menatap Leon.


"Kamu sangat manis jika tersenyum haruskah aku memberikanmu sedikit rasa manis lagi?"


Tiba-tiba Leon memberikan ciuman di bibir Sahara yang merah muda.


1 bulan berlalu begitu saja setelah mereka rujuk dan memulai lembaran baru. Ketika mereka tengah sarapan, seseorang menekan tombol rumah mereka.


"Sahara apa kamu memesan paket?"


"Aku tak memesan apapun. Siapa itu?"


Sahara membuka pintu rumahnya. Ketika Sahara membuka pintu, mata Sahara terbelalak. Sahara terkejut ketika melihat yang datang ke rumahnya itu adalah Sean. Sean terlihat berantakan sembari menggendong Sonia yang tertidur.


"Astaga.... Sean, Sonia... Kalian kenapa...?" Sahara tiba-tiba menangis kakinya tak sanggup berdiri dan akhirnya Sahara tersungkur ke lantai.


"Sahara! Sahara siapa itu?!"


Leon juga ikut terkejut melihat Sean yang kacau, wajahnya penuh luka dan darah. Bahkan dibeberapa bagian tubuhnya terdapat banyak darah yang sudah mengering.


"Sean... Sonia..." Leon langsung mengambil Sonia dari pangkuan Sean.


"Sean masuklah aku akan membawa Sonia ke kamar dan memanggil dokter."


Sonia juga penuh dengan darah dibagian tangannya, Leon membawa Sonia masuk ke dalam dan menidurkannya disamping tempat tidur Delmar.


Leon memanggil dokter dan Sahara terlihat terbangun dan mencoba membawa Sean masuk ke dalam rumahnya.


"Sean... Ada apa?" tanya Sahara sembari menangis membawa Sean ke dalam rumahnya.


"Sahara... Aku menabrak pohon ketika menyetir mobil, Sonia baik-baik saja tapi istriku, Anggun... Dia meninggal Sahara dia masih ada di mobil aku berlari kemari untuk meminta pertolongan kalian. Karena disana jalannya sangat sepi."


Sahara dan Leon yang mendengar akan hal itu terkejut. Lalu dengan cepat Leon berlari menuju mobilnya untuk mengurus Anggun yang masih ada di tempat kecelakaan.

__ADS_1


"Sean... Tunggu sebentar biar aku ambilkan makanan, sebentar lagi dokter akan segera datang."


Sahara membawakan makanan untuk Sean selagi Delmar dan Sonia tertidur. Sahara bahkan menelpon ibunya sendiri dan juga ibu Leon. Atas semua kejadian ini.


"Memangnya kamu mau pergi kemana Sean, Kenapa ini bisa terjadi?"


"Sahara aku tidak punya tempat tinggal aku berniat pergi mencari tempat tinggal. Aku bangkrut Sahara. Sekarang aku tidak punya apa-apa. Bahkan kini Anggun pergi meninggalkanku selamanya."


Sean menangis dihadapan Sahara setelah semua kejadian yang tak mengenakan terjadi pada dirinya.


Sahara hanya bisa memegang tangan Sean tanpa berkata-kata.


Dokter pun tiba setelah beberapa menit mereka menunggu. Luka Sean langsung dibersihkan dan diobati oleh dokter begitupula Sonia yang terluka di beberapa bagian tangan kirinya.


Sonia terbangun ketika dokter membersihkan lukanya dan mengobati lukannya. Sonia menangis kesakitan dipangkuan Sahara.


Sonia sudah tumbuh besar dan setelah sekian lama, Sahara bisa menggendongnya kembali. Dan memeluknya dengan hangat.


Setelah Sean dan Sonia mendapatkan perawatan dirumah dengan baik. Tak lama Leon datang dengan ambulan dan membawa jenazah anggun. Sean menangis melihat istrinya sudah tiada.


Ibu dan ayah Sahara tiba dirumah Sahara, begitupun ibu Leon dan Lisa. Mereka tiba setelah mereka diberitahu oleh Sahara tentang  kejadian di pagi hari ini. Mereka tiba bersama jenazah anggun.


Namun ketika mereka akan mengeluarkan jenazah anggun. Tiba-tiba petugas ambulan itu mendapatkan panggilan dari pihak rumah sakit dan meminta jenazah Anggun dibawa ke rumah orang tuanya.


"Maaf kami harus membawa jenazah Anggun kepada orang tuannya." ucap sang petugas ambulan.


Mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan jenazah Anggun dibawa ke rumah orang tua Anggun. Sean menangis dan masuk ke dalam Ambulan lalu pergi menuju rumah orang tua Anggun.


Leon dan Sahara mengikuti Sean yang ada di dalam ambulan yang membawa jenazah Anggun. Mereka berdua mengikuti dari belakang dengan mobil Leon.


Ketika di dalam mobil Sahara terus terlihat cemas dan mengabaikan Leon. Leon yang sedang menyetir mobilnya tiba-tiba melepaskan tangan satunya dari setir mobil lalu memegang tangan Sahara yang lain.


"Hey... Kamu ga perlu khawatir, aku takut kamu akan trauma lagi setelah melihat kejadian ini. Tenanglah Sahara dan ambil nafas yang dalam."


"Ya... A-aku merasa... Aku merasa takut Leon dan terkejut melihat ini semua. Aku tak percaya ini akan terjadi."


Leon terus memegang erat tangan Sahara yang mulai dingin dan gemetar itu.

__ADS_1


...Please support me dengan cara bantu like, komen, follow, dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ follow me on instagram @lyricbighit...


__ADS_2