VIP 69

VIP 69
CHAPTER 14


__ADS_3

Sahara terkejut melihat para perampok itu mendekatinya yang sedang bersembunyi di pintu belakang bersama Sonia.


Tangan dan kaki Sahara mulai lemas dan dingin sembari memeluk Sonia.


Saat Sahara menatap mata Sean, Sean memberi kode pada Sahara dengan matanya agar Sahara melarikan diri namun baru saja Sahara berlari beberapa langkah, kedua perampok itu menangkapnya.


CEPAT BAWA MEREKA KE DALAM!


Teriak salah satu perampok dari ke empat perampok itu.


Para perampok membawa Sahara dan Sean ke dalam rumah, para perampok itu mendudukan Sahara dan Sean di lantai.


"Mau apa kalian! Ambil saja semua harta di rumah ini asal jangan sakiti kami!" teriak Sahara pada para perampok itu.


"Apa maksudmu Sahara? Kenapa kamu menyerahkan semua harta ini. Kita bisa miskin nanti!" Bisik Sean pada Sahara yang sejak awal terus memikirkan harta.


"Sean... Ada apa denganmu? Kenapa terus memikirkan hartamu dibandingan keselamatan kita terutama Sonia!"


CUKUP!!!


Perampok itu membentak Sean dan Sahara yang terus berdebat sehingga membuat Sonia terkejut dan terbangun dari tidurnya.


Suasana pun semakin bising karena tangisan Sonia.


"Kalian terlalu berisik membicarakan harta kalian, lagi pula kami datang kesini untuk membawa Sahara! Bukan harta kalian!" Ucap salah satu perampok itu lagi dihadapan Sean dan Sahara.


Seketika Sahara dan Sean pun terkejut dengan ucapannya.


"A-apa maksud k-kalian?" tanya Sahara pada para perampok itu dengan tergagap-gagap.


Sahara belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Dan tiba-tiba saja salah seorang perampok menutup mulut Sahara dengan kain yang sudah diberi obat bius.


Seketika pandangan Sahara mulai gelap. Dan akhirnya Sahara tak sadarkan diri.


****


Setelah kejadian itu tiba-tiba mata Sahara terbuka, pandangan yang tadinya gelap gulita kini mulai membaik. Sahara terbangun di suatu tempat yang cukup indah.


Tubuhnya terbaring diatas ranjang, namun ketika melihat ke langit-langit Sahara melihat galaksi yang berwarna warni nan indah.


"Apa aku sudah tiada..." Gumamnya.


Sahara yang terbaring dari tempat tidurnya kini terbangun dan menatap ke sekelilingnya.


"Astaga! Dimana aku, aku masih hidup ini bukan rumahku... Dimana Sonia..."

__ADS_1


Sahara mulai cemas Sahara tersadar jika dirinya berada di tempat yang asing.


"Yah aku ingat sekarang, para perampok itu! Apa mereka membawa Sonia?!"


Sahara terus cemas dan berlarian kesana kemari di ruangan yang cukup luas itu. Namun sayang semua pintu terkunci.


Sonia... Aku harus menemukan Soniaku...


Sonia! Sayang! Sean!


Sahara berteriak memanggil-manggil nama anaknya dan juga suaminya Sean.


Saat Sahara mencari jalan keluar, Sahara menemukan sebuah jendela dengan kaca yang besar dan tebal. Ketika Sahara melihat keluar terlihat sebuah taman dengan pohon yang begitu besar nan indah.


"Sebenarnya aku dimana?" Gumam Sahara sembari menatap pohon yang besar itu.


SONIA!!! SEAN!!! DIMANA KALIAN!!!


Sahara tak mau berhenti, ia terus berteriak ketakutan berada di tempat yang asing. Tiba-tiba suara pintu yang terkunci dengan kode terbuka.


Sahara terkejut seketika tubuhnya membeku, ia terdiam sembari menunggu siapa yang datang.


Ternyata seseorang yang datang itu adalah Leon. Sahara pun terkejut matanya terbelalak.


Leon...


Sahara benar-benar tak bisa berkata-kata. Sahara diam membeku beberapa menit.


"Hey Sahara, Sayangku... Apa yang kamu pikirkan. Aku sudah menepati janjiku aku akan kembali dan mencarimu."


Leon perlahan mulai berjalan mendekati Sahara yang sedari tadi diam membeku.


"Sahara... Sayangku..." panggil Leon sembari mengelus pipi kanan Sahara dengan jari tanganya.


PLAK!


Namun Sahara menepisnya. Hingga tangan Leon menjauh dari wajahnya.


"Hentikan Leon! Sekarang beritahu aku dimana anakku? Dimana Sonia!" tanya Sahara sembari memegang kerah baju Leon. Namun Leon tetap berdiri santai.


"Dia baik-baik saja, Soniamu itu baik-baik saja. Aku juga menyayangi Sonia, aku tak akan melukainya Sahara." Jawan Leon lembut dengan suara beratnya.


"Jadi semua itu adalah rencana kamu Leon? Perampok itu adalah suruhan kamu Leon!"


"Ya siapa lagi kalo bukan aku Sahara, aku hanya ingin membawamu kemari. Karena kamu miliku, bukan orang lain."

__ADS_1


Argh!!!! Aku membencimu Leon! Sangat! Sangat! Membencimu!


Sahara menangis dan berteriak di hadapan Leon, Sahara tiba-tiba mengambil kursi yang ada di ruangan itu lalu melemparkannya ke arah kaca yang cukup besar dan lebar itu.


BLUK!!


Lemparan kuat Sahara dengan kursi tak menghancurkan kaca yang besar itu.


CUKUP SAHARA! JANGAN MEMBUATKU MARAH! PERCUMA KAMU MELAKUKANNYA KACA ITU TERLALU KUAT!


Leon Marah dan emosinya meningkat. Sikap Leon yang marah tiba-tiba muncul lagi setelah 3 tahun lamanya Sahara tak melihat kemarahan Leon.


Sahara bahkan terkejut ketika Leon Marah, karena suara Leon benar-benar menakutkan ketika Marah.


Sahara tiba-tiba berlari mendekati Leon dan memegang kaki Leon sembari memohon-mohon pada Leon agar melepaskanya.


"Leon... Aku mohon, aku ingin bertemu Sonia. Dia masih kecil Leon. Dia masih membutuhkanku. Tolong lepaskan aku..." ucap Sahara sembari memohon dibawah kaki Leon.


Ketika Sahara terus memohon pada Leon, Leon tiba-tiba memegang pundak Sahara dan membuat Sahara berdiri.


Leon merangkul Sahara dan mendudukan Sahara di atas ranjang. Sedangkan Leon berdiri di hadapan Sahara.


"Sahara dengar, sekarang aku tak mau kamu terus memancing kemarahanku. Lihat aku sekarang, aku tak ingin berbicara dengan bahasa kasar lagi padamu. Jadi aku mohon jangan memancing kemarahanku."


"Tapi kamu membuatku marah Leon... Kamu menyembunyikan Sonia." Balas Sahara.


"Aku sudah mengatakannya padamu, Sonia baik-baik saja, para perampok itu hanya membawamu kemari, mereka tak membawa Anakmu dan juga Sean laki-laki yang mengambilmu dariku!"


"Sekarang apa mau kamu Leon? Kenapa kamu melakukan semua ini dan membawaku kemari?"


"Kamu hanya milikku, apapun yang aku mau akan aku berikan. Aku lebih kaya dari Sean jika kamu ingin hartaku ambil semuanya. Aku tak akan membuatmu kesusahan dan bekerja di Bar seperti dulu lagi. Aku akan memperlakukanmu seperti seorang ratu. Jadi aku mohon kembalilah padaku."


"Bagaiamana jika aku tak ingin kembali? Dan menolak semua itu?"


"Engga! Aku ga akan menyerah! Aku akan tetap berusaha membuatmu mencintaiku Sahara, Aku tak akan membiarkanmu pergi dari tempat ini sampai kamu mulai mencintaiku!"


"Perkataan Bella memang benar-benar terjadi... Kini kamu mulai terobsesi denganku Leon. Kenapa kamu menyukaiku? Aku sangat berbeda dengan wanita lain Leon. Banyak kekurangan dalam diriku..."


"Aku akan melengkapinya. Aku berjanji."


Leon mengeluarkan semua kata-kata manisnya pada Sahara agar Sahara mencintainya dan mau bersamanya. Namun Sahara menolak karena Sahara sudah memiliki suami dan anak. Karena Sahara terus menolak kemarahan Leon tiba-tiba meledak.


...Aku bakalan update setiap hari. Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥...


...Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2