
Setelah beberapa menit Sahara mengemas barangnya. Sahara kembali ke dalam mobil Leon. Dan hari pun semakin terang perlahan.
Suasana di dalam mobil berubah tak seperti semula. Leon dan Sahara sama-sama terlihat canggung. Bahkan mereka tak berbicara selama perjalanan kembali kerumah Leon.
Ketika mereka berdua kembali ke rumah Leon yang baru, mewah, dan besar. Mereka tak sadar jika Key sudah berdiri di depan pintu rumah.
Sahara yang baru tersadar Key sedang berdiri di depan pintu langsung terkejut.
"Astaga Key ada disana. Pasti Key akan marah Leon."
"Menunduklah, aku akan menyimpan mobil di belakang rumah setelah itu kamu harus segera turun dan kembali ke kamarmu."
Sahara menurut pada Leon dan melakukan perintah Leon. Setelah mobil tiba di pintu belakang rumah Leon. Sahara dengan cepat turun membawa tas berisi pakaiannya menuju kamarnya.
Sahara berlari terengah-engah agar Key tidak melihatnya. Sahara langsung masuk ke ruang belakang kamar pekerja Leon.
"Hah akhirnya aku lolos dari Key. Ini baru hari pertama aku bekerja tapi aku sudah bertingkah." Ucap Sahara di dalam kamarnya.
Karena Hari sudah mulai terang, Sahara bergegas membersihkan dirinya lalu kembali merawat Delmar.
Setelah Sahara membersihkan dirinya. Sahara dengan cepat menuju kamar Delmar. Namun ketika Sahara melewati ruang makan, disana ada Leon dan Key yang tengah sarapan.
Sahara tiba-tiba merasa gugup karena Leon melihatnya. Sahara berpenampilan biasa dengan rambut panjangnya yang terurai rapih. Walau Penampilannya biasa namun kecantikannya sangat terlihat sehingga membuat Leon terus menatapnya ketika Sahara akan pergi menuju kamar Delmar.
Sahara merasa tak enak Leon terus memperhatikannya, dengan cepat Sahara pun masuk ke dalam kamar Delmar.
Pagi-pagi sekali Sahara sudah berpenampilan bak seorang istri. Padahal dirinya hanya bekerja sebagai seorang pengasuh di rumah Leon.
Di hari kedua Sahara bekerja, Sahara berhasil membuat Delmar dekat dengannya.
Hari ini Key pergi bersama teman-temannya seperti biasanya. Dan Leon terus sibuk bekerja mengurus perusahaan property nya.
Sahara hanya berdua di rumah bersama Delmar sedangkan pembantu rumah Delmar yang lain bekerja sesuai pekerjaannya masing-masing di lantai atas.
Ketika Sahara tengah bermain di dalam kamar Delmar, tiba-tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu. Saat Sahara melihat ke belakang ternyata itu Leon.
"Leon.... Kenapa kamu sudah pulang?" tanya Sahara pada Leon sembari menggendong Delmar di kamarnya.
__ADS_1
"Pekerjaanku sudah selesai, tak ada schedule juga hari ini."
Sahara hanya menganggukan kepalanya dengan senyuman. Tapi tiba-tiba Leon mendekatinya, lalu menatapnya.
"Setelah kamu pergi Delmar selalu menangis dan meminta susu. Tapi aku dan ibu hanya memberikannya susu formula. Aku ingin bertanya padamu Sahara, kenapa kamu tega pergi meninggalkan kami tanpa berfikir dua kali?"
Leon membahas masalalu lagi, sehingga Sahara hanya bisa diam dan malu menatap wajah Leon. Sahara terus menundukan pandangannya.
"Terkadang aku benci padamu Sahara tapi perasaanku dan hatiku berusaha tak membencimu."
Leon terus mengatakan semua isi hati dan kesedihannya pada Sahara.
"Bahkan sejak kamu kembali hatiku semakin sakit. Aku tidak bisa fokus pada pekerjaanku, jika Delmar besar dan tahu jika baby sitter nya adalah ibunya sendiri bagaimana. Delmar hanya tahu jila Key ibunya sekarang."
"Leon... Sikapmu tak pernah berubah kamu selalu sama seperti dulu. Sikapmu yang keras padaku selalu aku rindukan. Tapi apakah kamu bertingkah seperti ini juga pada Key?"
Seketika Leon terdiam setelah Sahara mengatakan apakah sikap Leon yang di tunjukan pada Sahara ditunjukan juga pada Key? Diamnya Leon membuat Sahara tersadar jika Leon tak bersikap keras pada Key. Bahkan Key pergi bersama teman-temannya menghamburkan uang Leon tetap diam.
"Kamu diam, sekarang aku tahu kamu tak bersikap keras seperti ini pada Key. Leon aku sudah mengatakannya padamu aku memberitahu perasaanku sebelumnya padamu pagi tadi. Tapi kamu menolaknya dan sekarang kita bukan siapa-siapa. Jadi jangan seperti ini lagi."
Leon tiba-tiba memanggil pembantunya yang lain dan menyuruh pembantunya menjaga Delmar.
"Leon kamu mau membawaku kemana?" tanya Sahara sembari berjalan dengan tangan yang di pegang erat oleh Leon.
Leon tak menjawab pertanyaan Sahara, Leon membawa Sahara dengan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat.
Tangan Sahara tiba-tiba dingin dan terus menatap Leon dari samping. Aura alpha Leon terlihat begitu menonjol, tatapan matanya yang tajam membuat Sahara merasa takut.
"Leon ada apa denganmu? Kemana kamu membawaku pergi, kembalilah kerumah aku harus menjaga Delmar. Aku takut Key melihat kita. Jika itu terjadi Key akan memecatku dan aku tak bisa bertemu lagi dengan Delmar."
"Kita akan pergi kerumah kita yang dulu, ibu dan Lisa sedang berlibur jadi rumah itu kosong. Kita akan bermain di ruang VIP."
Setelah mendengar kata VIP Sahara begitu terkejut matanya terbelalak.
"L-Leon...." Sahara kehilangan kata-katanya. Sahara tak tahu harus berbuat apa. Jadi Sahara hanya bisa diam.
Mereka tiba dirumah yang dulu mereka tinggali. Lalu semua kenangan dirumah itupun terlukis kembali di benak Sahara dan Leon.
__ADS_1
"Key tidak tahu soal rumah ini." ucap Leon sembari membukakan pintu mobil untuk Sahara.
Leon dan Sahara masuk ke rumah itu dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.
Leon tiba-tiba menggenggam tangan Sahara dan membawa Sahara ke ruang VIP 69.
Seketika pintu terkunci setelah Leon dan Sahara masuk.
Ketika Sahara berjalan di depan Leon. Leon memeluknya dari belakang dengan perlahan. Sahara terkejut lalu memejamkan matanya, lalu menyandarkan kepalanya di dada Leon.
Tiba-tiba Leon membisikan sesuatu pada Sahara,
"Aku ingin memotong rambutmu yang panjang ini. Aku ingin melihatmu dengan rambut pendek lagi Sahara..." Bisiknya.
Namun Sahara menolak, Sahara melepaskan pelukan Leon.
"Maaf Leon... Aku tak ingin kamu memotongnya. Leon aku bukan siapa-siapa kamu. Jadi kamu ga berhak melakukan itu."
Sahara menolak dengan suara lembutnya. Namun Leon memberikan tatapan tajam pada Sahara.
"Kenapa kamu menolaknya. Kamu masih ada hubungannya denganku, Kamu ibu Delmar."
"Leon kenapa kamu sangat suka memotong rambutku yang panjang. Tapi saat aku melihat Key dan semua foto-fotomu di rumah bersama Key, Key berambut panjang. Kamu tak memotongnya. Kamu membebaskan Key!"
"Aku melakukannya padamu karena kamu spesial Sahara. Aku tak memperdulikan gaya Key."
"Oh... Jadi karena aku kampungan, kamu tak ingin aku terlihat seperti seorang wanita yang norakkan?"
"Astaga kenapa kamu berfikiran seperti itu Sahara, kenapa kamu melawanku?!"
Leon tiba-tiba memegang wajah Sahara dibagian kanan dan kiri degan kedua tanganya.
"Aku sudah bilang kamu berbeda. Aku rindu kamu yang dulu Sahara. Aku mohon jangan berubah...." ucap Leon dengan lembutnya.
Leon tiba-tiba memberikan ciuman di bibir Sahara, dengan kedua tangan yang memegang wajah Sahara. Sahara terdiam lalu memejamkan matanya ketika Leon memberinya ciuman yang lembut di bibirnya.
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ ...
__ADS_1
...copyright©️Triahanda...