VIP 69

VIP 69
CHAPTER 45


__ADS_3

"Kamu kenapa si Sahara hah?! Delmar dari tadi menangis dan kamu hanya melamun, aku tahu kamu punya kecemasaan tapi tak harus setiap hari kamu melamun seperti itu!"


"A-aku minta maaf Leon... Aku hanya takut..."


"Takut! Takut! dan takut!, apa yang kamu takutkan setiap hari kamu merasa cemas dan takut!"


Seketika Sahara terdiam dan terus meminta maaf pada Leon. Namun Leon malah pergi membawa Delmar keluar dari ruang VIP dan membawa Delmar kepada ibunya.


Leon meninggalkan Sahara seorang diri di ruang VIP.


Ketika Sahara seorang diri di ruang VIP, tak lama Leon kembali tanpa membawa Delmar.


"Leon... Aku minta maaf..." Sahara memasang raut wajah penuh kesedihan di hadapan Leon yang duduk di hadapannya.


Leon duduk di hadapan Sahara diatas ranjang dan menatap mata Sahara dengan tajam. Dengan kedua tangannya yang di lipatkan.


"Sahara sekarang katakan apa yang membuatmu sering melamun? Kamu tahu jika kamu terus seperti ini, Delmar akan terluka karena kamu tak fokus merawatnya."


"A-aku juga tidak tahu Leon kenapa aku sering melamun. Aku tak bisa memberimu sebuah jawaban karena aku tidak tahu apa yang harus aku jawab dari pertanyaanmu itu. Pikiranku kosong Leon."


Leon tiba-tiba tersenyum smirk dihadapan Sahara. Dan membuat Sahara bertanya-tanya kenapa Leon tersenyum smirk seperti itu.


"Aku tahu kamu berbohong Sahara. Pasti ada yang kamu sembunyikan dariku. Karena kamu sering seperti ini, aku tak akan mengizinkanmu merawat dan bertemu Delmar beberapa hari. Kamu akan tetap diruang VIP sampai kamu pulih."


Sahara terkejut dengan keputusan Leon yang tiba-tiba itu.


"Engga Leon, jangan lakukan itu aku baik-baik saja Leon. Aku janji aku tak akan seperti ini lagi."


"Baiklah selama 24jam aku tak mengizinkan kamu bertemu Delmar terlebih dahulu. Sekarang kamu pikirkan disini apa kesalahanmu. Aku akan pergi bekerja."


"Leon tapi..."


Leon pergi mengurung Sahara di ruang VIP selama 24jam karena kesalahan Sahara sendiri yang membuat Leon marah.

__ADS_1


Sahara menerima hukuman itu, selama 24jam Sahara masih di ruang VIP dan tak bisa bertemu Delmar. Sahara mencoba membuka pintu ruang VIP itu namun Leon telah mengganti kata sandinya lagi.


Sahara merenungkan dirinya di dalam sana, berfikir keras apakah ini kesalahannya atau Leon yang terlalu sensitif.


"Ini bukan salah Leon, ini salahku. Aku sadar aku terlalu memikirkan pesawat kertas yang berisi tulisan ancaman itu."


Sahara berjalan kesana kemari sembari memikirkan pesawat kertas yang ternyata berisi sebuah ancman untuk dirinya. Hingga membuat kehidupan sehari-harinya terganggu.


Sahara mengambil kembali pesawat kertas yang berisi ancaman di dalam laci, Sahara menyimpan pesawat kertas itu di dalam tas make up nya. Karena takut Leon akan mengetahuinya.


Ketika Sahara membuka kembali pesawat kertasnya, terlihat dengan jelas tulisan berisi ancaman untuk Sahara. Dalam pesawat kertas itu tertulis "Berpisahlah dengan Leon jika tidak, aku akan melakukan hal yang buruk pada Sonia anakmu."


Kata-kata itu terlihat simple tetapi bagi Sahara itu adalah kalimat yang menakutkan dan membuat Sahara ketakutan. Hingga hidupnya penuh dengan kecemasaan. Yang membuat Sahara takut dan cemas adalah, Sahara tidak tahu siapa orang yang mengirim pesawat kertas itu padannya.


"Apakah ini dari Sean? Atau bukan... Aku tidak tahu siapa yang mengirim ancaman ini padaku. Aku tidak bisa menceraikan Leon dan Sonia, aku tidak ingin anakku terluka. Tuhan tolong beritahu aku alasannya kenapa aku selalu terluka?"


Ketika Sahara berbicara seorang diri, Sahara tak sadar jika Leon ada dibelakangnya dan mendengar semua pembicaraan Sahara.


"Sahara... Jadi inilah alasan kenapa kamu sering diam dan ketakutan?" tanya Leon yang ada disampingnya.


Setelah Leon membacanya Leon benar-benar terkejut dan meremas kembali pesawat kertas yang sebelumnya sudah di remas oleh Sahara.


Leon menatap tajam mata Sahara, dan Sahara hanya bisa menangis dihadapan Leon.


Leon tiba-tiba memeluk Sahara, lalu berbisik kepada Sahara dalam pelukannya.


"Kenapa kamu tak memberitahuku jika ada orang yang menyakitimu Sahara... Aku disini untukmu, kenapa kamu menyembunyikannya dariku...?"


Ketika Leon perhatian pada Sahara dan mengulurkan tangannya untuk membantu Sahara. Sahara malah terdiam dan tak membalas pelukan Leon.


"Leon... Aku minta cerai darimu."


Seketika Leon terkejut mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Sahara.

__ADS_1


"Kamu lebih takut ancaman itu, lalu memutuskannya tanpa berfikir dua kali."


"Aku minta maaf Leon, aku tak ingin Sonia terluka. Tak masalah hidupku berantakan yang penting Sonia bahagia."


"Jika Sonia bahagia, bagaimana dengan Delmar Sahara! Dia juga anakmu, dia akan kehilangan ibunya. Sekarang aku sadar kamu lebih menyayangi Sonia dibandingkan Delmar dan aku. Kita bisa laporkan ancaman ini pada polisi Sahara! Kenapa kamu memutuskannya terburu-buru?"


Sahara tiba-tiba memegang tangan Leon dengan tangisannya.


"Dengar Leon... Aku tidak pilih kasih. Aku menyayangi kalian bertiga. Ingat satu hal Leon, aku tak pernah membenci kalian. Jadi aku minta besok kita akhiri hubungan ini. Aku minta maaf."


Pikiran Sahara sudah bulat ingin menceraikan Leon dengan begitu cepatnya tanpa tahu apa akibatnya nanti. Tetapi itulah hati seorang ibu yang tak ingin anaknya terluka.


Hati Leon rapuh, Leon yang biasanya tak pernah menangis. Tiba-tiba meneteskan air matanya di hadapan Sahara.


Bagaimana bisa Leon tidak menangis. Sudah pasti Leon akan menangis karena Sahara satu-satunya wanita yang membuatnya merasa hidup dan bahagia. Pasti Leon akan sangat terluka setelah keputusan itu dibuat.


Hari itu benar terjadi. Sahara menceraikan Leon, dan Leon menandatangani surat pereceraiannya.


Semua orang di rumah Leon menangis karena tiba-tiba Sahara pergi dari rumah Leon. Mereka tidak tahu apa alasan yang membuat Sahara dan Leon berpisah.


Kini tak ada lagi ruang VIP untuk Sahara, Sahara memberikan ciuman pada Delmar untuk terakhir kalinya, memeluk ibu mertuanya dan juga Lisa adik iparnya. Sahara tak memeluk Leon dan berpamitan padanya. Sahara hanya menatap Leon yang berdiri dilantai dua menatap Sahara yang siap untuk pergi dari rumah Leon.


"Aku minta maaf, aku pamit dulu Bu, Lisa, Delmar anakku... Aku pergi."


Tanpa berpamitan pada Leon Sahara langsung pergi dengan membawa beberapa koper. Sahara diantar oleh supir Leon menuju rumah ayahnya.


Sahara benar-benar pergi dan meninggalkan Leon. Sahara tak akan tidur lagi di ruang VIP 69 yang Leon buat untuknya. Sahara benar-benar hancur, Sahara berat meninggalkan Delmar yang baru saja lahir. Tapi Sahara yakin Delmar hidup dalam keluarga yang baik dan Delmar akan tumbuh dengan baik tanpanya.


Namun Sonia, Sahara selalu berfikir bagaimana dengan hidup Sonia yang tinggal bersama orang yang Sahara tak yakin dengan mereka.


Ketika menuju arah jalan pulang menuju rumah ayahnya. Tiba-tiba mobil Sahara berhenti seketika karena sebuah mobil menghadangnya.


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2