VIP 69

VIP 69
CHAPTER 18


__ADS_3

Sahara mencoba memberontak, Sahara berusaha melepaskan tangannya dari Leon. Namun Sahara tidak bisa. Karena tangan Sahara tidak bisa lepas dari pegangan erat Leon. Sahara tiba-tiba menendang kaki Leon.


Bruk!


Leon terjatuh ke lantai dan tak sengaja pipi Leon tergores oleh ujung pintu hingga berdarah.


Argh!


Leon kesakitan sembari memegang pipi nya yang berdarah. Sahara pun terkejut karena ulahnya Leon terluka. Sahara akhirnya turun dari wastafel lalu menghampiri Leon.


"L-Leon... K-kamu ngga papa?" Tanya Sahara cemas pada Leon.


Namun Leon tetap diam menahan rasa sakitnya.


"A-aku akan mengobati lukamu, aku akan mengambil tisu untuk membersihkan darahnya."


Sahara benar-benar gugup, Sahara merasa bersalah karena telah membuat Leon terluka. Ketika Sahara berlari ke arah dapur untuk mengambil tisu. Leon tiba-tiba bangun dan berdiri seakan-akan semuanya telah membaik.


"Leon... Kenapa kamu berdiri? Cepat duduk dikursi aku akan membantu membersihkan lukanya."


Sahara benar-benar merasa panik, suaranya terdengar gugup.


Tiba-tiba Leon mengabaikan Sahara, lalu berjalan keluar meninggalkan Sahara. Sahara pun terkejut dengan sikap Leon yang mengabaikannya.


"Apa dia marah padaku? Ah biarkan dia marah padaku, lagipula dia mengurungku disini. Kenapa aku harus cemas saat dia terluka." gumam Sahara sembari melempar tisu ke meja makan.


Walau Sahara marah, matanya tak bisa bohong. Rasa khawatir masih terlihat di mata Sahara dengan jelas.


"Apa itu sangat menyakitkan?" tanyanya lagi pada diri sendiri.


Setelah kejadian itu Sahara tiba-tiba pergi ke dalam kamar mandi. Sahara mengisi bathub dengan air hangat lalu berendam disana. Tak ada satu helai benang pun di tubuh Sahara.


Sahara memejamkan matanya saat sedang berendam dalam air hangat. Kepalanya disandarkan pada ujung bathub. Wangi sabun membuat Sahara sedikit tenang.


"Siapa wanita yang menjaga Sonia... " gumama Sahara memikirkan wanita yang menjaga sonia dan suaminya.


Ketika Sahara tengah tenang dan berendam di dalam bathub sana. Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar mandinya dengan begitu cepat.


Sahara! Cklak!


Pintu kamar mandi itu terbuka, Sahara seketika terkejut karena Leon tiba-tiba datang dan masuk ke kamar mandi.


Argh!!!

__ADS_1


Sahara berteriak melihat Leon masuk ke dalam kamar mandi ketika dirinya tengah berendam.


Leon yang melihat Sahara sedang berendam di dalam bathub membuatnya benar-benar terkejut. Sehingga dirinya tiba-tiba membeku.


Keluar! Leon! Apa yang kamu lakukan!


Sahara berteriak mengusir Leon, Namun Leon malah berdiri di depan pintu sembari menyilangkan tanganya di depan dadanya.


Sahara mencoba mencari handuk di sampingnya, namun Sahara lupa membawanya.


Karena Sahara semakin gelisah karena Leon terus menatapnya  Sahara mencoba mengusir Leon dengan mencipratinya.


"Tunggu! Jangan lakukan hal itu. Kamu udah bikin lula di pipiku Sahara. Jangan sampai kamu mrmbuat luka ini basah."


Seketika Sahara terdiam, lalu melihat pipi Leon yang sudah diobati dan di balut dengan perban.


"Kamu bilang kamu ngga mau mandi? Aku datang kemari lagi berniat memasukanmu ke dalam bathub, tapi ternyata kamu sudah melakukannya sendiri." Ucap Leon dengan senyum smirknya.


"Keluar! Kamu bukan Sean!" Bentak Sahara pada Leon.


Leon terkejut tatapan matanya tiba-tiba menjadi tajam. Leon berjalan mendekati Sahara yang ada di dalam bathub. Leon berdiri tak begitu jauh dari bathub Sahara.


"Apa sebelumnya Sean selalu melakukan ini... Sean selalu melihatmu ketika kamu sedang mandi?" tanya Leon dengan tatapan tajamnya pada Sahara.


"Kamu itu hanya milikku Sahara... Tak ada yang menyayangimu lebih dari diriku! Seharusnya Sean tak melihat tubuhmu. Semua yang ada dalam dirimu hanya milikku!"


Tiba-tiba Sean membuka bajunya dan melemparkan kaosnya pada lantai kamar mandi.


Sahara pun mulai takut.


"A-apa yang kamu lakukan Leon?"


"Kamu hanya milikku. Dan kamu harus ingat ini, jika tak ada yang menyayangimu sebesar rasa sayangku padamu. Aku akan buktikan padamu bahwa Sean tak menyukaimu."


"Sean menyayangiku!"


"Tidak, dia hanya menyayangi hartanya, dan wanita simpanannya."


"Aku tak akan pernah percaya ucapanmu Leon, karena kamu tidak tahu banyak tentang Sean." Sahara tetap tak mempercayai ucapan Leon tentang Sean.


"Baiklah kita lihat nanti." gumam Leon.


Leon berjalan mendekati Sahara dengan bertelanjang dada.

__ADS_1


"Jangan mendekatiku! jangan coba-coba melecehkanku Leon! Kamu tidak pantas menyentuhku!"


Sahara terus membuat Leon marah dengan ucapannya. Sehingga Leon semakin mengganggunya.


Leon tiba-tiba membuka celananya, sehingga Leon hanya menggunakan underwear berwarna hitam.


Leon masuk ke dalam bathub yang sedang digunakan oleh Sahara. Leon duduk dalam bathub berair hangat itu, mereka berdua saling berhadapan. Sahara terus menyilangkan tangannya untuk menutupi dadanya. Bahkan pandanganya hanya melihat ke lantai kamar mandi.


Tiba-tiba Leon menarik kedua tangan Sahara namun dengan mata yang melihat ke arah lantai kamar mandi, Leon sama sekali tak melihat ke arah Sahara.


Sahara hanya terdiam menatap Leon ketika Leon menarik kedua tangannya untuk mendekat ke tubuhnya.


Sahara juga melihat Leon yang terus mengalihkan pandanganya dari tubuh Sahara yang tak menggunakan pakaian.


Ketika Sahara sudah mendekati Leon, karena Leon menariknya untuk mendekat. Leon tiba-tiba memutar balikan tubuh Sahara sehingga posisi Sahara membelakangi Leon.


Sahara duduk dalam pangkuan Leon, Leon memeluknya dari belakang.


"Kenapa kamu tidak memberontak? Dan menjauh dariku Sahara? Apa Sean tak pernah melakukan hal ini padamu?" bisik Leon pada Sahara tepat di telinga kanan Sahara.


Karena Sahara tak menjawab pertanyaan Leon. Tiba-tiba Sahara menangis dan Leon pun menyadari itu.


"Apa kamu menangis?" tanya Leon dengan suara deepnya namun pelan.


Sahara tiba-tiba menyampingkan tubuhnya lalu menyandarkan kepalanya di dada Leon. Dengan posisi menyamping, Leon pun terkejut karena tiba-tiba Sahara melakukan hal itu.


Sahara bahkan menyimpan kedua tanganya di dada Leon. Karena tiba-tiba Sahara melakukan hal itu, Leon akhirnya memeluk Sahara juga.


Air mata Sahara menetes dalam pelukan Leon, Sahara menangis tersedu-sedu. Entah apa yang membuat Sahara menangis.


"Maafkan aku, karena aku terlalu kasar padamu. Kamu harus tahu kenapa aku kasar padamu, itu karena aku sangat menyayangimu Saharaku." Ucap Leon dengan suara beratnya.


Namun Sahara sama sekali tak menanggapi Leon, Sahara terus menangis dalam pelukan Leon. Entah apa yang ditangisi Sahara.


"Aku berjanji, aku akan mengembalikanmu pada Sonia." Ucap Leon lagi.


Setelah Sahara menangis dalam pelukan Leon tanpa sehelai kain yang menempel ditubuhnya. Tiba-tiba Sahara terlelap dalam pelukan Leon.


"Kenapa dia tertidur dalam keadaan seperti ini? Sahara, jangan tertidur bangunlah, aku akan membawakanmu handuk.


Sahara yang tadinya sudah mulai tertidur, kini terbangun kembali. Lalu Leon melepaskan pelukan Sahara dari tubuhnya. Dengan berjalan cepat Leon mengambilkannya handuk.


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2