
Leon tersenyum bahagia karena Sahara mau melakukan apa yang Leon inginkan.
"Kamu sangat cantik, aku akan menyiapkan air hangat. Kamu tunggu sebentar disini."
Ketika Leon tengah menyiapkan air hangat untuk Sahara, Tiba-tiba senyuman Sahara menghilang.
Malam itu Sahara berendam di dalam bathub bersama Leon, Sahara berendam menggunkan pajama pendek merah maroon dengan Leon yang ada dibelakangnya memeluknya dengan sangat erat.
"Leon kenapa kamu sangat suka air? Kenapa kamu sangat suka berendam? Dan jika aku tak menurutinya kamu pasti akan sedih." tanya Sahara pada Leon yang memeluk Sahara dari belakang di dalam bathub.
"Entahlah Sahara.... Sepertinya aku air dan kamu gurunya. Aku akan selalu mengalirimu dengan air agar kamu tak selalu kering."
"Apa maksudmu Leon aku tak mengerti. Ada apa dengan Kata-kata itu."
Sahara tiba-tiba tertawa begitupula dengan Leon.
"Sahara karena kamu ingin punya seorang anak lagi, aku akan mengabulkannya tapi ingat kamu harus tetap sehat dan menjaganya dengan baik."
"Benarkah Leon, baik. Aku akan menjaga diriku dan juga anakku dengan baik dan tak akan makan makanan dan minuman yang tidak sehat lagi."
Sahara begitu senang karena ucapan Leon. Sahara bahkan tiba-tiba mencium Leon dengan penuh cinta.
Leon meletakan kedua tanganya dibawah Dada Sahara sedangkan Sahara memegang wajah Leon dengan kedua tanganya lalu memberikannya ciuman.
Malam itu Sahara berendam bersama Leon dengan penuh kenikmatan dan keromantisan. Malam itu mengingatkan Sahara dan Leon pada malam dimana mereka berdua masih canggung dan saling mencaci satu sama lain.
Setelah malam itu berlalu 2 minggu kemudian Sahara merasakan jika dia tengah hamil. Karena Sahara sering mual-mual, karena itu Sahara dan Leon pergi ke dokter dan mengeceknya.
Ya, dan Sahara tengah mengandung anak ketiganya. Kandungan itu baru 1 minggu jadi perut Sahara belum membesar.
Dikehamilan ketiga Sahara. Sahara lebih banyak berhati-hati begitupun Leon yang selalu ada untuk Sahara.
3 bulan kemudian...
Kini kandungan Sahara sudah berusia 3 bulan walau masih tiga bulan kini perut Sahara sudah terlihat membesar. Sahara sehat dan sudah tak merasakan sakit lagi selama 3 bulan itu.
Namun tiba-tiba seseorang datang ke kehidupan Sahara dan Leon.
Hari itu Sahara tengah makan siang sembari di temani oleh Lisa dan juga ibu Leon. Karena Leon ingin selama Sahara mengandung mereka tinggal dirumah Leon terlebih dulu untuk menjaga Sahara ketika Leon bekerja.
__ADS_1
Ketika mereka tengah makan siang tiba-tiba Leon datang bersama seorang wanita. Yang tak lain wanita itu adalah sekertaris Leon.
"Loh Leon kamu sudah pulang? Wah tumben sekertarismu ikut, Dona apa kabar sudah lama tak bertemu denganmu." Sapa ibu Leon yang tengah duduh makan siang bersama Sahara dan Lisa.
"Aku sibuk di kantor mengurus pekerjaan pak Leon. Karena pekerjaan yang begitu menumpuk aku tak bisa berkunjung kesini." Jawab Dona pada Ibu Leon.
Leon tiba-tiba berjalan mendekati Sahara lalu langsung memberinya ciuman dihadapan semua orang.
"Bagaimana, apa sekarang kamu tak merasa sakit lagikan? Tanya Leon pada Sahara yang tengah makan.
Sahara hanya menganggukan wajahnya dan mengatakan Pada Leon jika dirinya baik-baik saja.
Sahara tiba-tiba cemberut ketika Leon membawa sekertarisnya ke rumah.
"Oh iya semuanya Dona akan tinggal disini beberapa minggu karena pekerjaanku yang sangat menumpuk dan gedung kita yang sedang dalam masa renopasi. Dona akan tidur di kamar tamu."
Semua orang menyetujui Dona karena memang karena gedung tempat Leon bekerja sedang di renopasi. Namun berbeda dengan Sahara yang tiba-tiba cemburu. Sahara sedari tadi hanya diam dan cetus pada Dona.
Leon tahu jika Sahara merasa cemburu karena Sahara terus diam.
Lalu tiba-tiba Leon mengajak Sahara ke dalam kamar mereka.
"Sahara aku ingin berbicara denganmu sebentar, ayo ikut denganku sebentar."
"Ke kamar sebentar."
Leon pun menggandeng Sahara ke dalam kamar mereka.
Ketika mereka tiba di kamar, Sahara hanya diam membuang muka pada Leon.
"Kamu kenapa, ada apa denganmu Sahara? Kenapa kamu diam sejak aku datang. Kamu sudah tahukan jika Dona sekretarisku sejak lama. Kamu tak perlu cemburu Sahara karena aku cuman sayang sama kamu.
"Tapi kenapa harus tinggal disini?"
"Sahara aku sudah mengatakannya tadi pekerjaanku banyak dan gedungnya masih dalam proses renopasi. Jika Dona harus bekerja jauh dariku bagaimana dengan pekerjaanku ini."
Sahara akhirnya menyerah dan mengizinkan Dona tinggal disini karena pekerjaan Leon. Sahara hanya menganggukan kepalanya menandakan bahwa ia sudah mengizinkan.
"Kamu jangan khawatir aku tak akan pernah melakukan hal-hal yang tidak-tidak." Leon memeluk Sahara dan meyakinkan Sahara jika semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
Ketika Malam tiba Sahara tengah duduk di ruang televisi bersama Lisa dan juga ibu Leon. Leon masih belum pulang karena masih pergi menemui klein nya bersama Dona sekertarisnya.
"Bu kenapa Kak Dona harus tinggal di sini? Seharusnya Kak Leon itu menyewakan saja kontrakan di dekat sini." Tanya Lisa pada sang ibu.
"Ibunya juga tidak mau karena takut menggangu Sahara tapi karena Dona sekertaris Leon dan ini juga rumah Leon jadi ibu tak bisa ikut campur. Yang penting Sahara tetap nyaman disini."
"Kak Sahara, apa kakak akan nyaman Dona tinggal disini untuk sementara?"
"Y-ya... Lisa. Kakak akan tetap nyaman selama ibu dan kamu juga disini."
Baru saja mereka bertiga membicarakan Leon dan Dona sekertarisnya, mereka berdua tiba-tiba datang.
Ketika mereka datang Leon langsung menyuruh Dona membersihkan diri di kamar tamu. Sahara yang melihat itu merasa sedikit cemburu bahkan Sahara tiba-tiba diam ketika tengah mengobrol bersama Lisa.
"Loh kalian belum tidur? Seharusnya kalian tidur ini sudah malam." Kata Leon sembari membuka jas hitamnya.
"Kak Sahara masih tak mau tidur, dia masih ingin menonton tv kak!" Jawab Lisa dengan penuh intimidasi di matanya.
"Astaga biasa aja kali Lisa, kamu seperti mengintimidasi kakak. Tatapanmu itu tajam banget."
Leon tiba-tiba mendekati Sahara lalu mengajaknya pergi ke kamar.
"Sahara ayo tidur kamu harus tidur lebih awal, jangan terlalu malam."
"Tapi Leon... "
"Sahara jangan mencoba menjawab atau menghancurkan peraturanku. Ingatkan apa yang aku katakan padamu. Ketika kamu mengandung kamu harus tetap sehat agar anak kita juga sehat."
Sahara menganggukan kepalanya lalu menuruti apa yang Leon katakan, Leon membawa Sahara dengan menggandengnya naik ke lantai dua kamarnya.
Leon membaringkan Sahara di atas ranjang dengan penuh kehati-hatian walaupun kandungan Sahara masih berusia 3 bulan.
"Sahara sebelum aku tidur aku akan mengantarkan berkas ini dulu kepada Dona."
Saat Leon pamit sebentar pergi ke kamar Dona untuk mengantarkan berkas. Rasa cemburu Sahara mulai tumbuh sedikit demi sedikit dan itu mengganggu pikiran Sahara.
Mood Sahara ketika sedang mengandung mulai sering berubah-ubah dengan cepat. Lalu dengan kedatangannya Dona ke rumah tangga Sahara dan Leon yang sudah saling percaya satu sama lain mulai goyah.
...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...
__ADS_1
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...