VIP 69

VIP 69
CHAPTER 40


__ADS_3

4 bulan berlalu dengan cepat, kini kandungan Sahara berusia 7 bulan dan perutnya mulai membesar. Karena perut Sahara sudah membesar dan kini usia kandunganya 7 bulan.


Leon dan Sahara pergi ke dokter untuk mengecek kandungannya.


Setelah Leon dan Sahara pergi untuk mengecek kandunganya, kandungan Sahara sehat dan bayi itu berjenis kelamin laki-laki.


Mungkin bisa sampai 30 menit lamanya Sahara dan Leon di dokter kandungan untuk mengecek kandungan Sahara. Ketika mereka berdua akan kembali ke mobil mereka. Tiba-tiba ada Dona yang sudah berdiri di depan mobil Leon.


Sahara sontak terkejut kenapa Dona tiba-tiba ada disana.


"Leon kenapa Dona ada disana? Apa kamu memberitahu dia kita ada disini?" tanya Sahara yang mulai cemburu.


"Oh iya tadi dia kirim pesan padaku, katanya dia ada didekat sini karena dia masih tinggal di rumah kita jadi aku ajak pulang bersama."


Ucapan Leon membuat mood Sahara rusak. Sahara yang tadinya senyum sumringah bahagia kini tiba-tiba berubah jadi pendiam.


Akhirnya mereka bertiga dalam satu mobil yang sama, Dona duduk dibelakang seorang diri karena Sahara duduk di depan di samping Leon yang tengah menyetir mobilnya.


Sahara benar-benar bersikap dingin, hingga suasana di dalam mobil begitu hening. Tapi di keheningan itu Dona tiba-tiba bertanya pada Sahara.


"Sahara apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anakmu?" tanya Dona.


Namun Sahara menjawabnya dengan ketus.


"Belum."


Leon yang tahu Sahara mulai cemburu langsung memegang tangan Sahara dengan satu tanganya.


"Sahara kenapa kamu menjawabnya ketus seperti itu? Dona bertanya baik-baik padamu."


"Leon ada apa denganmu? Kenapa kamu menasihatiku?!"


Sahara malah marah ketika Leon menasehatinya. Sehingga membuat Leon dan Dona terkejut karena Sahara tiba-tiba marah.


Leon tiba-tiba menepikan mobilnya dan berbicara dengan Sahara begitu serius di hadapan Dona.


"Sahara... Sejak kapan kamu mulai tak sopan lagi seperti ini? Kenapa kamu melawanku kamu tahu aku suamimukan. Seharusnya kamu tak seperti itu. Apa kamu akan kembali menjadi wanita Bar lagi hah!?"


Saat Leon menasehati Sahara di depan Dona. Itu membuat Sahara semakin marah. Sahara diam dan membuang muka pada Leon.


Setibanya mereka di rumah, Sahara masih saja marah pada Leon. Sahara yang biasa dituntun oleh Leon, kini tiba-tiba menjauh dari Leon.


"Sahara! Tunggu sebentar biar aku menuntunmu, bagaimana kalo kamu jatuh nanti!" Teriak Leon sembari menutup pintu mobil.

__ADS_1


Namun percuma meskipun Leon mencoba mengejar Sahara, Sahara tetap tak mau dituntun.


Satu minggu setelah Sahara mengecek kehamilannya, tiba-tiba Sahara sakit. Sahara demam tinggi. Lisa dan ibunya menemani Sahara di kamarnya.


"Lisa cepat beritahu Leon kalo Sahara deman tinggi."


"Baik bu."


Ketika Lisa menelepon Leon, Leon sama sekali tak mengangkatnya padahal teleponnya berdering.


"Astaga kenapa si kak Leon ga ngangkat teleponnya! Pasti handphonenya di pegang sama si Dona itu." ucap Lisa kesal di depan teleponnya.


Namun tak lama setelah Lisa menelepon Leon, tiba-tiba Leon datang bersama Dona.


"Kakak!!! Kakak kenapa si ga angkat telepon aku!" Teriak Lisa dari lantai dua.


"Ada apa Lisa? Kakak ga pegang handphone."


"Kak Sahara demam!"


Seketika Leon pun berlari naik ke lantai dua untuk melihat Sahara yang sakit. Leon berlari terburu-buru dengan wajah yang begitu cemas. Dona juga berlari mengikuti Leon ke lantai dua.


Sahara tak tidur, Sahara hanya menutup matanya. Sedangkan ibu Leon mengompres Sahara.


"Astaga kenapa Sahara sakit, sejak dia mengandung dibulan pertama dia tak pernah sakit, kenapa sekarang sakit lagi!" tanya Leon marah tak karuan.


Leon terdiam lalu mendekati Sahara yang tengah terbaring.


Sahara membuka matanya lalu menatap Leon.


"Aku hanya demam, aku tak akan membuat anak kita pergi lagi. Aku mohon Leon jangan marah-marah terus..." gumam Sahara.


"Kenapa kamu selalu sakit hah? Setiap kali kamu mengandung anakku kenapa kamu tak menjaganya dengan baik? Apa kamu tak mau anak dariku?"


PLAK!!!


Ibu Leon menampar Leon karena Leon berbicara yang tidak-tidak.


"Jaga mulutmu itu Leon! Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu pada Sahara! Dia istrimu!"


Saat ibunya mulai marah, Leon pun terdiam lalu pergi meninggalkan mereka. Dan Dona mengikuti Leon. Hal itu di ketahui oleh Sahara. Seketika Sahara meneteskan air matanya.


"Loh Sahara kenapa kamu menangis? Ibu sudah memarahi Leon, dia marah karena dia takut kehilanganmu, Leon tidak suka kamu merasa sakit. Leon khawatir jadi dia marah."

__ADS_1


Ucapan Ibu Leon seketika menenangkan hati Sahara.


Malam itu Sahara tertidur seorang diri di kamarnya setelah minum obat. Saat Sahara tidur Sahara merasa ada seseorang yang masuk karena lampu kamar di matikan. Ketika Sahara melihat ke arah pintu ternyata itu adalah Leon.


Leon mendekati Sahara dan naik ke atas ranjang. Leon memeluk Sahara yang tengah terbaring telentang sembari memegang perutnya yang kini sudah membesar.


"Leon... Aku minta maaf karena aku selalu sakit ketika mengandung. Kamu tahu Leon mengandung itu tidak mudah, terkadang aku juga lelah dan takut jadi jika aku sakit itu mungkin karena aku kelelahan." Gumam Sahara pada Leon yang tidur di sampingnya sembari memeluk Sahara.


"Jika kamu lelah seharusnya kamu tak banyak melakukan kegiatan. Kamu duduk saja dan makan dengan baik. Baiklah mulai besok kita tidur di ruang VIP jangan di lantai dua agar kamu tak perlu naik turun tangga lagi."


Sahara tersenyum dan menganggukan kepalanya. Ketika Sahara tengah berbicara bersama Leon tiba-tiba Sahara melihat Dona tengah mengintipnya di sela pintu yang terbuka. Sahara yang tahu itu hanya diam.


"Leon aku kedinginan bisakah kamu menutup pintu kamar dengan rapat?" Pinta Sahara, lalu Leon menutup pintu kamarnya dengan erat bahkan Leon menguncinya.


"Aku sudah menutupnya sekarang kamu tidur."


"Leon kapan Dona akan pergi dari sini? Dia sudah terlalu lama tinggal disini."


"Sahara bersabarlah sebentar lagi, gedungnya sebentar lagi akan selesai di renopasi."


"Aku takut Leon, Dona akan menyukaimu dan kamu tak percaya lagi padaku."


"Dasar konyol apa yang kamu pikirkan! Sudah tidur!"


Malam pun berlalu begitu saja, pagi itu ketika Sahara masih tertidur, tiba-tiba Leon membangunkannya dan Leon sudah terlihat begitu rapih untuk berangkat bekerja.


"Sahara! Sahara bangun!" panggil Leon.


Sahara terbangun dalam kondisi yang sedang demam.


"Ada apa Leon?"


"Lihat! Apa ini, apa kamu memesan alkohol?! Tadi pagi-pagi sekali ada paket di depan rumah dengan nama pemesan Sahara. Ketika aku membukanya isinya alkohol!"


Seketika Sahara terkejut dan terdiam.


"A-apa... Aku tak memesan apapun Leon. Untuk apa aku memesan itu?" Sahara bingung dan takut karena Leon tiba-tiba membawa paket berisi alkohol.


"Gila ya kamu Sahara, kamu benar-benar mau hancurin hidup aku Sahara!"


"T-tapi Leon..."


...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...

__ADS_1


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2