VIP 69

VIP 69
CHAPTER 32


__ADS_3

Setelah Leon membantu Sahara membersihkan tubuhnya dengan air hangat, Leon langsung memberikan handuk yang sangat besar pada Sahara, Leon melilitkan handuk yang besar itu pada tubuh Sahara lalu Leon menggendong Sahara keluar dari kamar mandi menuju kamar.


"Aku baru hamil 5 bulan dan perutku juga tidak terlalu besar apakah kamu merasa berat ketika menggendongku?" Tanya Sahara sembari mengalungkan tangannya pada Leon.


Leon tak menjawab pertanyaan Sahara, Leon hanya menggelengkan kepalanya.


"Sudah tiga kali kamu melihatku tak berpakaian, aku malu Leon. Seharusnya kamu tidak melakukan itu."


"Aku tahu, tapi kamu itu spesial untukku jadi aku merasa baik-baik saja."


"Leon kenapa kamu selalu berubah-ubah kadang kamu bersikap baik, kadang bersikap kasar dan bersikap aneh ada apa dengan sifatmu itu?"


"Entahlah aku juga bingung, jangan tanya soal itu, karena aku tak mempunyai jawabannya."


Leon memberikan pakaian hangat pada Sahara lalu membantu Sahara mengenakan pakaiannya. Leon memberikan Sahara pakaian yang ada di ruang VIP, pakaian yang dulu Leon siapkan untuknya.


"Sekarang kamu harus makan setelah makan kamu tidur."


"Engga Leon aku ga punya nafsu makan, aku ga mau makan apapun. Sekarang aku kedinginan Leon dan ingin tidur aku merasa lelah."


"Sahara kenapa kamu tak mau mendengarku? Aku akan menyiapkan makanan dan kamu harus memakannya!"


Leon tetap memaksa Sahara untuk makan karena kondisinya yang benar-benar buruk.


Leon membawakan nasi dan beberapa makanan sehat untuk Sahara tepat di hadapan Sahara. Namun Sahara sama sekali tak punya nafsu makan sehingga apapun makanan yang ada di depannya sama sekali tak menggugah selera baginya.


Leon berusaha membantu Sahara makan dengan menyuapinya, namun Sahara hanya memakannya seujung sendok.


"Kamu harus minum vitamin nafsu makan Sahara, kalo kamu kelaparan bagaimana dengan anak kita di perutmu dia akan kelaparan juga!" Ucap Leon marah.


"Apa kamu hanya menginginkan bayi ini? Seperti yang dilakukan Sean padaku?"

__ADS_1


"Kenapa kamu berkata seperti itu Sahara? Apa yang ada di dalam pikiranmu. Jangan selalu memikirkan hal kotor Sahara. Berfikirlah yang jernih. Oh dan satu lagi aku baru ingat ini, saat dokter memeriksa kandunganmu tadi, dia bilang kamu sering minum alkohol dan itu berbahaya bagi bayinya kenapa kamu melakukan itu Sahara? Apa kamu membenci bayi ini? Karena aku ayahnya?"


"B-bukan begitu Leon. Selama dua bulan aku sama sekali tak tahu aku sedang hamil. Jadi ketika aku bekerja di Bar aku selalu meminum alkohol karena aku pusing dan stres dengan pikiranku. Aku sama sekali tak tahu jika hari itu aku sedang mengandung."


"Lalu 3 bulan berikutnya? Kamu juga masih bekerja di Bar'kan apa kamu masih meminum alkohol? Kamu jangan berbohong Sahara. Karena dokter tahu dan aku tahu dari doker."


"Ya aku minum tapi sedikit dan itu hanya beberapa hari Leon."


"Apa saat mengandung Sonia kamu minum alkohol juga?"


"Tidak."


"Dan sekarang ketika mengandung anakku kamu malah minum alkohol. Jika terjadi dengan anak itu aku akan marah padamu Sahara."


Sahara merasa bersalah pada Leon, karena dirinya tidak menjaga kandungannya dengan baik.


"Maafkan aku Leon..."


"Sekarang tidurlah dan beristirhat aku harus keluar karena ada keperluan, malam nanti aku akan pulang."


Malam itu ketika Sahara mulai bisa menutup matanya untuk tertidur, tiba-tiba Sahara terbangun lagi karena kedinginan. AC dalam ruangan itu menyala dan membuat Sahara kedinginan, Sahara juga sulit bangun dari tempat tidurnya karena tubuhnya begitu lemah.


"Ah... Dingin sekali, Leon aku sudah bilang aku tak mau mandi karena akan membuat tubuhku lebih dingin. Leon kemana si aku tidak bisa mematikan AC nya karena tubuhku begitu lemas."


Karena Sahara kedinginan, akhirnya Sahara hanya menyelimbuti dirinya dengan selimut yang ada disana. Walaupun Sahara sudah menyelimuti tubuhnya dengan selimut, tetap saja udara dingin dari AC menusuk kulitnya bahkan rongga hidungnya ketika Sahara bernafas, Sahara menggigil kedinginan.


"Huh...huh.. Leon, kamu menyakitiku lagi. Kenapa kamu menyalakan AC'nya ini sangat dingin." Gumam Sahara sembari menggigil kedinginan di atas ranjang.


"Sahara, aku membawakanmu vitamin!" Dan akhirnya Leon pun datang. Dengan membawa beberapa vitamin untuk Sahara.


"Astaga Sahara kamu kedinginan?" Leon yang menyadari dengan cepat langsung berlari ke arah AC lalu mematikannya.

__ADS_1


"Astaga aku minta maaf Sahara, aku lupa tidak mematikan AC'nya setelah kamu mandi."


"Leon... Aku benar-benar merasa tak enak badan." Gumam Sahara yang terlihat begitu lemas diatas ranjang.


Leon pun dengan cepat naik keatas ranjang mendekati Sahara.


Sahara tertidur dengan memiringkan tubuhnya sembari memegang perutnya yang mulai membesar.


Leon tiba-tiba tertidur dibelakang Sahara dan memeluk Sahara dari belakang dengan posisi menyamping. Leon bahkan mengelus lembut perut Sahara dari samping dengan pelan.


"Leon... A-aku, aku kedinginan. Aku sudah bilang aku tak mau mandi, Jika kamu merasa terganggu dengan bau tubuhku sebaiknya kamu jangan mendekatiku. Jangan malah memandikanku, aku bukan hewan Leon."


"Maafkan aku Sahara, aku tak akan melakukannya lagi."


Leon menyelimuti tubuh Sahara dengan dua selimut lalu memeluk Sahara dari samping lagi, Bahkan saking dekatnya hidung Leon menyentuh telinga Sahara.


"Aku minta maaf, sekarang tidurlah." Bisik Leon di telinga Sahara dengan posisi berbaring dari samping.


"Leon sekarang katakan padaku sebelum aku tidur."


"Katakan apa Sahara? Pertama kenapa kamu suka mengurungku, kedua kenapa kamu begitu dekat dengan Sean, lalu kalian berdua menyakitiku di Bar tempo hari. Apa kamu tahu itu sangat menyakitkan hatiku terluka ketika disakiti oleh pria, karena sejak aku sekolah dasar dan sekolah menengah. Aku sudah sering di sakiti oleh anak laki-laki, ucapan mereka sangat menyakitkan ketika menghinaku, rasanya aku ingin membunuh mereka. Tapi aku tahu itu tak baik."


"Astaga kenapa kamu sampai berfikiran sejauh itu Sahara? Kamu bencinkan padaku setelah tahu aku adalah pembunuh, padahal sebenarnya bukan aku yang membunuh mantanku itu, tapi temanku."


"Tapi kenapa temanmu menabraknya? Kenapa dia sangat kejam, aku tahu ko Leon kamu juga ada di dalam mobil itu, hanya saja temanmu yang menyetir."


"Syukurlah kamu tahu jika aku bukanlah seorang pembunuh. Sebenarnya temanku itu dalam keadaan mabuk saat menyetir, lalu dalam keadaan mabuk dia terus berbicara jika dia menyukai mantanku si Lia itu. Dia tiba-tiba membawa mobil ke arah rumah Lia dan tak sengaja ada Lia diluar sana, dan yah itu terjadi Lia tertabrak oleh mobilku tapi yang mengendarai mobil itu bukan aku, saat itu aku takut dan kekanak-kanakan aku malah lari dari masalah."


Saat Leon terus bercerita pada Sahara, Leon tak sadar jika Sahara sudah tertidur dalam pelukannya.


...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...

__ADS_1


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2