VIP 69

VIP 69
CHAPTER 30


__ADS_3

Sahara menangis di dalam ruangan VIP yang sudah tak digunakan itu. Dalam keadaanya yang seperti itu Sahara mempunyai pikiran kotor.


"Haruskah kita mati bersama anakku?" tanya Sahara pada jabang bayi di perutnya dengan senyuman setan.


Tapi tiba-tiba Bella datang menghampiri Sahara yang masih diam di ruang VIP yang taj digunakan itu.


"Sahara... Lo apa-apaan si? Kenapa lo ga ngomong sama Leon kalo lo lagi hamil anak dia?"


"Bel aku ingin sekali mengatakannya tapi mulutku ini susah sekali mengatakan hal itu. Aku juga sangat sakit hati dengan ucapan Leon. Dia bukan seperti Leon yang ku kenal."


Bella tak bisa berkata-kata lagi, Bella hanya bisa menghampiri Sahara dan memeluknya.


Hari demi hari terus berlalu, Ini adalah hari kedua setelah Leon dan Sahara bertemu di Bar. Malam itu Leon datang bersama Sean dan juga teman Leon yang lainnya. Mereka berpakaian seperti seorang pria yang habis pulang dari kerja.


"Bella mereka kembali." Ucap Sahara kepada Bella memperhatikan mereka dari arah meja bar.


Leon dan Sean memasuki ruang VIP nomer 69 di Bar itu.


"Nih anterin minuman ke ruangan VIP 69 Sahara." Ucap Bella sembari memberikan beberapa minuman dan juga botol alkohol  kepada Sahara.


"Tapi Bel..."


"Mau gimana lagi Gurun, semua pekerja disini sibuk dan gue juga sibuk, dan satu-satunya yang lagi nganggur cuman lo, udah buruan anterin dan gue harap Leon liat lo lagi." Ucap Bella dengan nada biasa pada Sahara.


Sahara mau tak mau harus mengantarkan minuman itu pada ruang VIP 69 yang di tempati oleh Leon dan Sean.


Ketika Sahara akan mencoba masuk ke ruang VIP itu. Sahara lupa tidak menggunakan dress yang longgar. Sahara menggunakan dress yang cukup ketat sehingga perutnya terlihat buncit. Sahara juga lupa tidak memakai apron. Yang biasanya menutupi perutnya.


Saat Sahara masuk, tak ada wanita disana hanya ada Leon, Sean dan beberapa teman Leon.


Semua orang yang ada disana menatap Sahara, sehingga membuat Sahara tampak gugup tak seperti biasanya.


"Dia itu cewe yang pernah makan sisa pizza disini kan?" Tanya Hiro teman Leon. "Dia tambah cantik aja."


Karena Sahara merasa risih. Akhirnya Sahara bergegas keluar dari ruangan itu. Namun ketika Sahara berjalan keluar tiba-tiba seseorang memegang tangannya.

__ADS_1


"Loh siapa ka...." Sahara terkejut karena yang tiba-tiba memegang tanganya adalah Leon. "Leon... "


Leon membawa Sahara ke arah ruang VIP yang sering Sahara gunakan. Di sudut ruangan yang begitu sepi.


Sahara dan Leon berada di dalam ruangan itu. Bahkan kunci yang menggantung di pintu bagian dalam ruang VIP yang sudah tak terpakai itu di pegang oleh Leon dan Leon langsung menguncinya dari dalam.


"Apa yang terjadi denganmu Sahara? Tolong katakan tanpa basa basi. Hanya jawab saja pertanyaanku ini." tanya Leon dengan tatapan tajam pada Sahara.


"Aku... Aku hanya..." tiba-tiba Sahara gugup lagi ketika berdiri di hadapan Leon.


"Sudah ku katakan jangan basa basi cukup jawab pertanyaanku, apa yang terjadi denganmu. Lihat," Leon tiba-tiba membuat Sahara duduk di kursi, Leon bahkan berlutut di hadapan Sahara. "Lihat apa yang terjadi dengan perutmu?"


Sahara pun terkejut ketika Leon menyadarinya.


"Apa kamu tidur dengan pria Bar? Dengan pelangganmu? Kenapa Sahara, kenapa kamu melakukan itu?"


"Apa kamu bilang? Leon kenapa kamu terus memfitnahku?"


"Ya karena kamu banyak gaya Sahara. Kamu memilih hidup susah sendirian disini dengan pria-pria bajingan yang menyentuhmu?! Sekarang jawab apa kamu hamil...?"  Leon melemparkan pertanyaan kepada Sahara dengan raut wajah ketakutan.


Ketika Sahara menjelaskan itu, Leon tersadar.


"Apa maksudmu itu kamu hamil anakku Sahara?"


"Ya, Ini sudah berjalan 5 bulan Leon aku menyadari ini saat dua bulan jalan. Berbulan-bulan aku menunggumu disini tapi kamu tak pernah kembali lagi."


Leon tiba-tiba meneteskan air matanya karena tidak percaya dengan ucapan Sahara.


"Leon dengar, walaupun aku bekerja sebagai wanita malam di Bar ini. Tapi aku tak pernah melakukan hubungan yang melebihi batas. Aku hanya menemani mereka. Sekarang aku merubah posisiku, aku bukan lagi wanita yang menemani pria-pria di Bar. Sekarang aku hanya seorang wanita pengantar minuman di Bar."


Leon tiba-tiba memegang perut Sahara. Namun tiba-tiba Sahara kesakitan padahal Leon menyentuhnya perlahan.


"Argh!"


"Sahara... Sahara kamu kenapa?"

__ADS_1


"Kemarin kamu bilang leherku terlihat kecilkan dan badanku juga tapi tidak dengan perut yang besar yang aku sembunyikan. Leon kamu harus tahu sekarang aku sering sakit. Aku seperti tengkorak hidup yang tengah mengandung. Rambutku juga sudah memanjang kamu tidak suka kan ketika rambutku terlalu panjang. Aku ingin kamu memotongnya."


Leon meneteskan air matanya lalu menarik tangan Sahara dan mencium kedua tangan Sahara dengan mata yang terpejam.


"Leon aku sudah bilang aku membenci Sean, kenapa sekarang kamu malah dekat dengannya. Aku tahu dulu aku mencintainya tapi sekarang aku mencintaimu Leon."


"Sahara aku dekat dengan Sean bukan urusanmu. Sahara jangan sakit dan tetap jaga bayi kita."


Leon mencium perut Sahara juga dahi Sahara lalu pergi begitu saja meninggalkan Sahara.


"Leon... Leon kamu mau kemana? Apa kamu tak berniat bertanggung jawab atas inu semua?" Tanya Sahara dengan rintihannyan.


"Apa kamu tak mau memotong rambutku yang sudah mulai memanjang ini Leon? Leon!"


Walau Sahara sudah memanggil nama Leon. Leon tetap tak kembali, ketika Sahara mencoba mengejarnya Leon malah pergi bersama Sean dan beberapa temannya meninggalakan Bar.


"Ada apa dengan Leon? Sepertinya ini adalah karma. Dulu aku selalu jual mahal pada Leon dan mengatakan hal-hal yang dia benci. Sekarang semua itu berbalik padaku."


Tiba-tiba perut Sahara sakit lagi.


"Kenapa kehamilan kedua ini lebih menyakitkan, perutku sering sakit dan aku kehilangan nafsu makan. Jadinya tubuhku tak memiliki energi."


Sahara tiba-tiba membalikan tubuhnya ke belakang dan melihat dirinya sendiri di cermin.


"Ya benar aku seperti tengkorak yang sedang mengandung. Aku benar-benar terlihat sangat kurus tapi tidak dengan perutku. Aku kelelahan karena bekerja dan terus menghisap bau asapa rokok di Bar ini."


Tiba-tiba Sahara pingsan di ruang VIP itu. Sahara tak sadarkan diri selam 1 jam lamanya. Setelah satu jam sebelum Bar di tutup, Suara langkah kaki mendekati Sahara yang tak sadarkan diri di ruang VIP tiba-tiba membuka pintu itu dan menepuk-nepuk pipi Sahara agar Sahara tersadar. Yang tak lain orang itu adalah Bella.


Sahara... Sahara bangun...


...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...

__ADS_1


__ADS_2