VIP 69

VIP 69
CHAPTER 64


__ADS_3

"Hai tante... Bagaimana keadaan tante? Aku Sahara dan aku sangat merindukan tante." ucap Sahara pada Ibu Ali.


"I-ini S-Sahara....?" Jawab Ibu Ali dengan suara yang terdengar lemah.


"Ya ... aku Sahara Tante. Maafkan aku karena tak pernah mengunjungi tante."


Ibu Ali tiba-tiba memeluk Sahara dan menangis dalam pelukan Sahara. Entah apa yang membuat ibu Ali begitu senang saat Sahara ada didekatnya.


"Sahara kamu sudah dewasa nak, Sahara ibu ingin kamu menikah dengan Ali. Ibu ingin salah satu anak ibu menikah denganmu." ketika Ibu Ali mengatakan itu, Sahara benar-benar terkejut. Dan yakin jika ibu Ali dan semua keluarga Ali tidak tahu jika Sahara sudah menikah dan mempunyai dua orang anak.


Sahara dengan cepat menatap Ali. Dan Ali hanya menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak tahu kenapa sang ibu mengatakan hal itu.


"Lihat anak-anak ibu Sahara, mereka sudah dewasa tapi tak ada satupun dari mereka yang sudah menikah. Ibu ingin melihat salah satu dari anak ibu menikah sebelum ibu pergi untuk selama-lamanya." kata Ibu Ali dengan suaranya yang terdengar lemah.


"Bu kenapa ibu mengatakan itu? Umur ibu masih panjang. Ibu harus sehat." Sambung Ali sembari memegang tangan sang ibu.


"Sahara ibu yakin kamu belum menikah, menikahlah dengan salah satu anak ibu." Pinta Ibu Ali pada Sahara.


Sahara hanya bisa terdiam tak bisa menjawab apapun. Karena Sahara sudah menikah.


"Tante aku ingin ke toilet sebentar, nanti aku kembali."


Sahara tiba-tiba ingin pergi ke toilet. Saat Sahara di dalam toilet dirinya langsung merasa  kebingungan apa yang harus ia lakukan dengan semua yang sedang terjadi.


Sahara akhirnya menelpon Leon diam-diam di dalam toilet.


"Halo Leon..."


"Sahara kamu sudah sampai disana?"


"I-iya Leon, a-aku sudah tiba dirumah Ali."


Ketika Sahara berbicara bersama Leon melalui handphone, Sahara tiba-tiba terisak dan Leon mendengarnya.

__ADS_1


"Sahara ada apa? Kenapa kamu menangis, suaramu terdengar seperti kamu sedang menangis. Apa yang terjadi katakan padaku!"


Leon mulai cemas dengan Sahara karena Sahara tiba-tiba menangis.


"Leon aku harus bagaimana, aku ingin mengungkapkannya tapi ak...u"


BRUKK!!


Ketika Sahara menelpon Leon. Tiba-tiba ada sesuatu yang terjatuh. Karena Sahara penasaran, Sahara langsung membuka pintu kamar mandinya lalu melihat apa yang sedang terjadi di luar sana. Ketika Sahara melihatnya ternyata itu adalah kakak pertama Ali yang menjatuhkan sebuah benda di area dekat kamar mandi. Sahara yang tadinya sedang berbicara bersama Leon berdua ditelepon dengan cepat Sahara mengakhiri panggilannya.


"Kak Alex..." Gumam Sahara ketika melihat kakak pertama Ali yang bernama Alex ada disana.


"Kamu sedang berbicara dengan siapa, siapa Leon apa dia kekasihmu?" tanya Kak Alex.


"Kenapa kak Alex menguping pembicaraanku? Sangat tidak sopan." Sahara marah karena Alex menguping pembicaraanya.


Sahara berjalan untuk kembali ke kamar Ibu Ali, tapi tiba-tiba Alex memegang tanganya.


"Ada apa Kak Alex?"


"Kamu harus menerima tawaran ibu untuk menikahi salah satu putranya. Itu permintaan terakhir ibu, ibu sudah sakit parah dan dokter bilang hidupnya tak akan lama lagi. Ibu mengalami kanker payudara. Aku harap kamu menerimanya."


Setelah mendengar ucapan Alex, Sahara mulai meraskaan beban yang berat lagi di pundaknya. Sahara tak bisa menerima permintaan ibu mereka karena Sahara sudah menikah.


"Tapi bagaimana jika aku sudah menikah dan mengatakan pada ibu kalian jika aku sudah menikah." Balas Sahara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku mohon jangan katakan itu pada Ibu. Ibu akan sangat terluka. Aku mohon...." Alex mendesak Sahara agar Sahara tak mengatakan hal itu pada ibunya.


Hari itu, hari yang amat sangat berat bagi Sahara. Sahara bingung apa yang harus ia lakukan.


Setelah Sahara bertemu Alex. Sahara menghampiri Ali sahabatnya yang ada di dalam kamarnya. Ali terlihat sedang bersedih hati dengan memegang kepalanya dengan kedua tanganya.


"Ali..." Panggil Sahara pelan lalu masuk ke dalam kamar Ali.

__ADS_1


"Sahara, kemarilah masuklah. Jika kamu merasa lelah tidur saja di kamarku aku akan keluar dan menunggu diluar aku tak akan mengganggu tidurmu." Ujar Ali dengan lembut.


"Aku tidak mau tidur, aku kemari untuk mempertanyakan satu hal." Sahara menolak tawaran Ali lalu mempertanyakan apa yang ingin ia pertanyakan.


"Apa kamu sudah tahu Ali dengan semua ini. Kamu membawaku kemari karena ibumu ingin aku menikah dengan salah satu putranya?"


Ali hanya menganggukan kepalanya lalu menatap Sahara dengan penuh beban di matanya.


"Kamu tahukan Ali, aku sudah memiliki Leon bahkan aku sudah mempunyai anak dari Leon. Aku senang aku bisa bertemu denganmu dan juga ibumu. Tapi semua ini menjadi beban bagiku, karena aku... Aku tak ingin mengecewakan sipapun."


Sahara merasa berat dengan permintaan Ibu Ali yang ingin dirinya menikahi salah satu putranya.


"Aku minta maaf Sahara, aku hanya tak ingin membuat ibuku sedih," Ali tiba-tiba berjalan lebih dekat dengan Sahara dan memegang kedua tangan Sahara.


"Sahara aku mohon ... Tolong aku, dokter sudah mengatakan hidupnya tak akan lama lagi. Ini permintaan terakhirnya. Menikahlah dengan salah satu putra ibu dan biarkan ibu yang memilih siapa putra ibu yang harus menikah denganmu."


Sahara langsung marah dan menepis tangan Ali yang memegangnya.


"Kamu gila Ali!!! Aku sudah menikah!"


"Sahara dengar... Mari buat semua ini seperti drama. Mari membuat pernikahan palsu dan hanya kita-kita saja yang tahu. Aku mohon Sahara setelah itu semuanya berakhir."


Sahara yang memilik hati Lembut dan mudah menangis. Tiba-tiba menangis karena ujian datang lagi kepada dirinya.


Semua ini terjadi diluar dugaan Sahara.


"Aku takut Sahara, aku takut jika kamu menolaknya. Ibu akan pergi dalam keadaan bersedih hati dan kecewa. Aku selalu berharap ibu akan pergi dalam keadaan bahagia dan tenang." Ucap Ali mengharapkan yang terbaik untuk kepergian sang ibu.


"Aku bingung Ali sama kalian semua, kenapa kalian tak segera menikahi kekasih kalian. Aku juga bingung kenapa kakak-kakakmu itu belum menikah juga?" tanya Sahara yang bingung kenapa anak-anak dari ibu Ali masih belum ada yang menikah dan memberikan cucu pada ibu mereka.


Ibu Ali memiliki empat orang anak, tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan. Anak pertamanya bernama Alex, anak keduanya bernama Abi, anak ketiganya adalah Ali dan yang anak yang terakhir adalah Amel seorang perempuan. Kedua kakak Ali yang jarak umurnya tak jauh dari Ali masih belum menikah.


"Kebanyakan wanita tidak suka dengan sikap Alex kakak pertamaku, jadi sampai sekarang dia belum mempunyai kekasih. Abi sangat fokus dengan tujuan hidupnya dan tak pernah memikirkan tentang hal-hal seperti pacaran. Aku ... Sedangkan aku, aku menunggu seseorang." Jelas Ali pada Sahara.

__ADS_1


__ADS_2