
"Gimana Gurun? Lo udah bilang sama Leon? Kalo lo lagi hamil anak dia?" tanya Bella yang tiba-tiba menghampiri Sahara yang ada di ruang VIP.
"Engga Bella... Dia malah mengabaikanku dan pergi. Aku juga bodoh karena tak langsung to the point, aku malah basa basi."
"Ahh lo bego banget si cantik! Gurun kenapa lo itu... Argh! Seharusnya lo itu... Ah bodo amat deh gue kesel banget sama lo sama Leon juga."
"Udah santai aja Bell, besok pasti dia bakalan balik ke sini, aku yakin dia kesini itu karena dia merindukanku dia ingin bertemu denganku. Karena Leon sangat menyukaiku."
"Ngarep lo, udah jangan ngarep cowo gampang gonta ganti cewe Sahara. Udah mendingan kita berdua ke dokter malem ini juga dan cek kehamilan lo itu udah berapa bulan."
Malam itu Bella dan Sahara pulang lebih awal dari Bar, mereka berdua pergi ke dokter kandungan untuk mengecek kandungan Sahara. Mereka pergi menggunkan Taksi bukan Bus karena Bus yang sering mereka tumpangi hanya berjalan ke satu arah yang tak lain ke arah apartment Bella.
"Lo itu masih muda Sahara tapi lo udah mau punya dua anak mana dari air mani cowo yang beda pula gila lo. Tapi syukur si dua cowo itu ganteng semua dan berduit." ucap Bella pada Sahara di dalam taksi.
"Tapi serius Bel kadang itu juga ngga enak. Materi itu memang membuat aku bahagia tapi perasaanku terlalu sering terluka aku tak nyaman. Apalagi saat bersama Sean, dia terus mementingkan pekerjaanya."
Setelah perjalanan yang lumayan panjang, Sahara dan Bella tiba di dokter kandungan.
Setelah mendaftar untuk mengecek kandungannya. Tak lama nama Sahara terpanggil. Sahara pun masuk ke dalam ruangan untuk mengecek kandungannya.
Ketika Sahara tengah di cek, Sahara diberitahu jika kandunganya sudah dua bulan jalan.
"Apa dua bulan jalan? Tapi kenapa perutku tak membesar seperti kehamilan pertamaku? Kehamilan pertamaku aku bisa langsung menyadarinya ketika mau satu bulan. Tapi kenapa sekarang tidak?"
"Kamu terlalu banyak minum alkohol dan hidupmu kurang teratur terutama kesehatanmu. Jadi kurangi banyak minum alkohol dan jangan bekerja terlalu keras. Beristirahatlah."
"Baiklah terima kasih dokter."
Sahara keluar dari ruang kandungan setelah dirinya di beritahu jika dirinya sedang hamil dua bulan jalan.
"Gurun apa kata dokter?"
"Bel aku hamil dan sudah dua bulan jalan. Tapi aku ga merasakan itu selama ini. Jadi itu alasannya aku sering muntah bukan karena minum alkohol tapi karena sedang hamil."
__ADS_1
"Anjir lo parah banget si udah dua bulan jalan?!"
"Iya Bel."
"Terus lo mau gimana Sahara!"
"Besok pasti Leon bakalan balik ke Bar aku akan mengatakan ini padanya."
Mereka berdua pulang setelah mengecek kehamilan Sahara. Setiap malam Sahara tak bisa tidur karena terus mimikirkan tentang kehamilannya.
Tak lama hari baru sudah tiba. Sahara terus menunggu kedatangan Leon di Bar tapi Leon tak pernah datang. Hingga satu minggu berlalu Leon tetap tak pernah datang lagi ke Bar.
Perut Sahara sedikit demi sedikit mulai terlihat besar. Sahara mencoba tetap santai dalam situasi yang bahkan sangat menekan dirinya.
Sahara tetap menggunkan pakaian seksi dan ketat ketika bekerja di Bar, padahal Bella sudah memberitahunya untuk tetap di apartment dan tak bekerja karena berbahaya. Tapi Sahara tetap kekeuh bekerja agar bisa bertemu dengan Leon.
"Sahara gue udah bilang tetep di apartment gue. Kenapa lo ga denger si? Liat perut lo udah keliatan buncit gitu." Bisik Bella pada Sahara yang tengah menuangkan segelas alkohol ke dalam gelas. "Lo juga jangan minum alkohol."
Bella merebut botol alkohol yang ada ditangan Sahara dan menjauhkannya.
"Mendingan besok lo datengin rumah Leon. Lo tau rumah dia kan?"
"Ya aku tahu, tapi aku tidak tahu arah jalan rumahnya dan alamatnya juga. Aku benar-benar tidak tahu, aku lupa."
3 bulan kemudian.
Ini sudah sudah 3 bulan lamanya Leon tak kembali lagi ke Bar bahkan Sean juga. Entah kemana Leon pergi kini kandungan Sahara berusia 5 bulan. Dan Sahara masih tetap bekerja di Bar sebagai penghantar minuman bukan lagi seorang wanita yang menemani pria-pria. Karena Sahara takut pria-pria itu tahu jika dirinya tengah mengandung.
Sahara kini selalu menggunakan dress pendek yang tak terlalu ketat. Sahara selalu menggunakan dress yang longgar sehingga orang-orang tak sadar jika Sahara tengah mengandung.
Hari itu ketika Sahara tengah mengantar minuman, sahara benar-benar terkejut melihat Leon kembali namun seorang diri tanpa Sean dan teman-temannya.
Sahara sangat bahagia setelah tahu Leon kembali. Leon datang menggunkan kaos hitam tangan panjang dengan celana denimnya yang berwarna hitam juga.
__ADS_1
Sahara tersenyum lebar ketika Leon datang setelah 3 bulan lamanya Leon tak kembali.
Leon berjalan ke arah meja Bar untuk memesan minuman. Sahara pun dengan cepat berjalan ke arahnya.
Ketika Sahara sudah mendekati Leon. Sahara langsung memegang tangan Leon.
"Leon... " panggil Sahara pelan.
Leon pun berbalik badan dan menatap Sahara dengan sangat terkejut.
"Sahara kenapa kamu terlihat seperti orang sakit." ucap Leon terkejut.
"L-Leon... Kenapa kamu tak bahagia saat bertemu kembali denganku? Bukankah dulu kamu sangat menyukaiku, kamu terobsesi denganku?"
"Tapi itu dulu Sahara, aku mencoba tak menggangumu karena kamu bilang kamu sangat sangat membenciku, bahkan kamu pergi tanpa pamit dariku hingga membuat aku cemas."
"Aku minta maaf Leon, tapi kamu juga harus mengerti perasaanku Leon. Hari itu aku benar-benar hancur. Aku tahu kamu tak pernah melukaiku, aku tahu kamu menyukaiku tapi caramu agar aku mencintaimu itu sangat menakutkan seperti seorang penculik. Kamu mengurungku tanpa rasa bersalah dan melakukan apapun yang kamu padaku disana. Itu membuatku sedikit trauma."
"Sahara kenapa kamu bekerja di tempat seperti ini lagi? Kenapa kamu disentuh banyak pria? Itu membuatku muak Sahara. Kau sangat menjijikan..."
Sahara tak percaya dengan ucapan Leon yang merendahkan dirinya. Dan akhirnya kata-kata yang ingin Sahara ungkapkan pada Leon tak keluar dari mulut Sahara. Sahara terdiam membeku.
Ketika Leon dan Sahara tengah berdebat Bella tiba-tiba datang dan mencoba memberitahu Leon tentang kehamilan Sahara. Tapi Sahara menggelengkan kepalanya agar Bella tak memberitahunya.
Bella marah dengan menatap Sahara dengan tatapannya yang sangat tajam. Namun marahnya Sahara juga membuat Bella ingin diam karena itu urusan Sahara dan Leon.
"Baiklah itulah kenapa aku tak ingin menikah lagi dan tak ingin mengenalmu dan Sean. Karena ucapan kalian sangat menyakitkan."
Sahara yang tersakiti hatinya langsung pergi menuju ruang VIP kosong yang selalu Sahara gunakan seorang diri.
...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
__ADS_1
...copyright©️Triahanda...