
Akhirnya semua masalah berakhir dengan cepat. Sahara tiba dirumah mereka bersama Leon tepat dimalam harinya.
Karena merasa sangat lelah dengan banyaknya masalah, Sahara berjalan masuk ke arah kamar anak-anaknya yang sedang tertidur. Setelah mengganti pakaiannya Sahara tidur di samping mereka lalu memeluknya kedua anaknya dengan lembut.
Leon tiba-tiba datang dan memeluk Sahara dari belakang. Ya malam itu mereka tidur bersama. Keluarga kecil mereka yang hangat membuat Sahara merasa nyaman dan damai.
"Leon siapa yang menjaga mereka ketika aku tidak ada?" tanya Sahara dengan suara lembutnya.
"Sean dan istrinya Sahara, oh iya istri Sean sedang hamil sekarang Sahara. Sebentar lagi Sonia dan Delmar akan memiliki seorang teman."
"Benarkah, ya ampun... Pasti mereka akan bahagia."
Ketika mereka sudah tertidur. Tiba-tiba ditengah malam Sahara terbangun karena merasa lapar. Jadi Sahara pergi ke dapur untuk membuat beberapa makanan.
Ketika Sahara tengah membuat makanan, Leon jadi ikut terbangun dan menghampiri Sahara yang sedang membuat makanan ditengah malam.
"Hei kenapa kamu ikut bangun Leon?"
"Aku takut kamu akan hilang lagi dari pandanganku."
"Berhentilah memikirkan hal-hal seperti itu. Karena itu tak akan pernah terjadi lagi."
Sahara tiba-tiba diam dan menatap Leon. Sahara berjalan mendekati Leon yang sedang berdiri di hadapannya. Sahara tiba-tiba menangis dan memeluk Leon dengan eratnya.
"Maafkan aku Leon, aku selalu membuatmu dalam keadaan bahaya. Pistol yang mengarah ke kepalamu membuatku takut. Aku takut kamu...."
"Sutt... Sahara aku baik-baik saja. Lagi pula Ali menodongkan pistol palsu, sekarang kemanapun kamu pergi. Kamu harus pergi bersamaku."
Leon menghangatkan dan menenangkan Sahara dengan penuh cinta.
"Leon kamu tidak pernah malukan memilikiku karena aku pernah bekerja di Bar?"
"Astaga kenapa aku harus malu? Apakah seburuk itu bekerja di bar. Sahara aku mencintaimu sepenuh hatiku. Mulai sekarang hanya akan ada hal-hal yang membuatmu bahagia oke. Jadi jangan pernah merasa sedih lagi."
Leon memberikan ciuman diseluruh wajah Sahara dengan lembut. Sahara yang tadinya merasa lapar kini malah tenggelam dalam hasrat yang dibuat Leon untuknya.
Sahara dan Leon berjalan ke arah ruang VIP 69 mereka melakukan hal romantis di dalam sana.
Ketika Leon tengah memberikan ciuman pada Sahara. Tiba-tiba Sahara menghentikannya.
"Leon tunggu, Leon aku merasa aku sangat kotor. Pria yang bukan suamiku sudah memegangku dan melihatku hanya menggunakan mantel mandi." Jelas Sahara di hadapan Leon.
__ADS_1
"Lalu apa yang kamu inginkan Sahara?" Tanya Leon yang bingung.
"Berendam dalam bathub malam ini. Dan buat aku kembali bersih. Buat diriku hanya milikmu bukan orang lain." Jawab Sahara dengan lembut.
Leon tersenyum lalu tanpa basa basi, Leon menarik tangan Sahara dan membawanya ke arah kamar mandi.
Sahara berdiri di hadapan Leon dengan matanya yang berkaca-kaca. Leon menatapnya dengan sangat dalam, lalu perlahan Leon membuka seluruh pakaian Sahara.
Saat air hangat untuk berendam di nyalakan, Leon langsung membuat Sahara berendam di dalamnya. Tetapi tidak dengan Leon yang duduk di sebelah bathub yang tengah digunakan Sahara.
Leon memegang tubuh dan wajah Sahara dengan lembutnya. Membuat tubuh Sahara bersih.
Setelah itu Leon membuat tubuh Sahara hangat dengan memakaikannya handuk. Leon mengangkat tubuh Sahara lalu membawanya keatas ranjang ruang VIP.
Leon membuat Sahara berbaring diatas ranjang, kemudian Leon hanya membuka pakaian atasnya lalu memeluk Sahara di dalam selimut dalam keadaan Sahara yang tak mengenakan sehelai kain pun.
Leon langsung memeluknya dan membuat Sahara tenang dalam pelukannya yang hangat.
1 tahun kemudian
Satu tahun telah berlalu lagi, di awal tahun yang baru ini Sahara dan Leon tampak membereskan semua barang-barangnya dan memasukan semua barang-barangnya ke dalam mobil.
Leon dan Sahara memilih pergi dan tinggal di sebuah kota yang memiliki area dekat dengan alam. Agar Sahara bisa menikmati pemandangan indah dan hijau yang bisa membuat dirinya merasa lebih baik.
Setelah perjalanan yang cukup panjang. Keluarga kecil Sahara tiba dirumah yang mereka beli. Rumah itu tak terlalu besar dan tak juga tak terlalu kecil. Rumahnya memiliki taman dan satu pohon besar di depannya.
Sonia dan Delmar yang sudah bisa berjalan langsung berlarian di depan rumah baru mereka.
Sahara dan Leon mengeluarkan semua barang bawaan mereka dan memasukannya ke dalam rumah baru mereka. Setelah mereka menyiapkan semuanya. Sahara langsung duduk di sebuah ayunan yang menggantung di batang pohon yang cukup besar dan kuat.
Leon berdiri di samping Sahara sembari mengayunkan ayunan yang sedang Sahara duduki, kemudian mereka berdua meatap anak-anak mereka yang sedang berlarian kesana kemari di depan rumah mereka yang kini memiliki taman yang lebih segar dan luas.
"Apa kamu merasa lebih baik Sahara?" tanya Leon dengan lembutnya.
"Ya aku sudah merasa lebih baik lagi Leon. Aku akan membuka lembaran baru yang lebih indah dari sebelumnya. Aku akan melupakan semua hal buruk yang pernah terjadi padaku dan aku sudah memaafkan mereka semua." Jawab Sahara dengan senyuman indahnya.
"Sepertinya Sonia dan Delmar masih harus punya teman lagi Sahara." tiba-tiba Leon memberi kode pada Sahara.
"Apa maksudmu Leon? Apa kamu ingin satu anak lagi?"
"Bagaimana kalo dua?"
__ADS_1
"Leon!!!"
Sahara dan Leon bercanda satu sama lain, mereka benar-benar sangat bahagia setelah membuka awal baru lagi.
"Sahara kita akan liburan bersama Sonia dan Delmar juga ke London. Kamu pasti sangat suka London kan?"
"Apa! Apa kamu serius Leon, kita akan pergi luar negeri? Kita akan ke London inggris?" Sahara tampak sangat terkejut dan bahagia saat Leon mengajaknya berlibur ke luar negeri ke negara dan kota favorite Sahara.
"Aku serius, kita akan membawa Sonia dan Delmar. Kita akan tinggal disana selama 1 bulan penuh." Jelas Leon sembari memberikan ciuman di pipi Sahara.
••••
Dan hari itu itu tiba, Sahara dan Leon membawa anak-anaknya pergi berlibur ke London, Inggris. Mereka berlibur selama satu bulan penuh disana.
Ketika mereka ada disana, tak seharipun Sahara tak tersenyum. Selama disana Sahara terus tersenyum bahagia. Leon yang tahu akan hal itu membuat dirinya merasa senang karena berhasil membuat Sahara tersenyum bahagia kembali dan tak memikirkan kejadian buruk yang dulu selalu menimpanya.
Malam itu ketika Sahara dan Leon akan pergi tidur, Leon mendapatkan panggilan dari Lisa sang adik Jika dia juga akan berlibur ke Korea selatan bersama beberapa temannya. Leon memberikan biaya kepada Lisa agar dia juga bisa berlibur ke negara yang dia sukai.
Leon sangat baik dan adil. Saat Leon bersenang-senang bersama keluarga kecilnya. Leon juga tak pernah lupa dengan sang adik.
Leon dan Sahara pergi tidur malam itu di kota besar London. Mereka melakukan hal romantis hingga mereka serasa terbang tinggi ke bulan. Karena mereka mempunyai rencana untuk mempunyai 1 atau 2 orang anak lagi.
Semua hal indah sudah terjadi pada Sahara dan Leon sekarang. Kehidupan baru yang membuat mereka bahagia sedang terjadi dan akan terus terjadi sampai akhir hayat mereka.
Sahara tak akan merasa sedih lagi setelah bertemu Leon dan hidup dengan baik bersama Leon dan anak-anaknya.
Kisah hidup Sahara dan Leon berakhir sampai disini. Sahara tak akan merasakan kesedihan lagi, dalam hidupnya hanya akan ada hal-hal yang indah dan penuh cinta.
...The end ...
...Terima kasih kepada para Readerku yang sudah mau membaca novel VIP 69. Ini baru awal jalanku menulis sebuah Novel dan masih belajar. Ke depannya aku akan menulis lebih banyak Novel yang unik, romantis dan lebih rapih lagi dalam setiap penulisannya....
...Jangan lupa selalu dukung aku dengan bantu Like, Komen, dan vote Novel VIP 69 ini....
...Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, perkataan dan nama tokoh yang sama. Semua itu terjadi karena ketidak sengajaan. Dan tak ada niatan sedikit pun mengcopy karya orang lain....
...Terima kasih kepada para readerku, mohon tunggu Novel baru yang sedang saya kerjakan....
...(please don't copy my novel)...
...triaaa🍀...
__ADS_1