
"Memangnya apa yang akan membuatku terluka ketika aku melihat Sean dalam cctv? Dia tak pernah selingkuh walau dia terobsesi dengan pekerjaan dan hartanya! Dia tak bermain dengan banyak perempuan di Bar sepertimu! Sean itu lebih baik daripada kamu Leon! Aku sangat! Sangat! Sangat! Membencimu Leon..."
Mata Leon berapi-api ia menatapnya dengan kemarahan.
"Oh jadi kamu belum melihat apa yang ada di dalam rekaman cctv itu, haruskah aku menunjukannya? Dan apakah kamu yakin kamu tak akan menangis dan terluka setelah melihatnya? Jika kamu menangis setelah melihatnya, aku akan memberikanmu hukuman karena kamu ingin melihatnya."
"Ya apa yang ingin kamu tunjukan padaku tentang Sean! Ayo tunjukanlah, Sean orang baik, dia tak akan pernah melakukan hal gila sepertimu!"
Leon akhirnya memutarkan file rekaman cctv di rumah Sean yang terjadi lebih dari satu minggu yang lalu.
TAKK!
Leon menekan tombol play, lalu terputarlah sebuah video.
Ya, video itu berisi Sean yang sedang berhubungan bersama pengasuh Sonia yang tak lain adalah Anggun.
Sahara benar-benar terkejut melihat rekaman itu dan tiba-tiba air matanya menetes.
"Anggun itu bukan pengasuh Sonia Sahara... Anggun adalah kekasih simpanan Sean selama ini. Setelah aku melihat ini aku mencari tahu banyak hal tentang Anggun dan ternyata Anggun adalah cinta pertama Sean, Sean adalah cinta pertamamu Sahara, Tapi Anggun adalah cinta pertama Sean. Kamu kalah Sahara."
Sahara pun menangis tak percaya dengan semua itu. Leon dengan cepat mematikan rekaman cctv lalu mendekati Sahara yang menangis.
"Apa? Apa yang kamu tangisi hah? Aku sudah bilang aku tak ingin hatimu terluka itulah kenapa aku mematikan cctv selama ini. Itu karena aku takut kamu melihatnya Sahara."
Sahara menangis dengan begitu kerasnya. Air matanya berlinang dengan derasnya.
Leon pun mendekatinya perlahan dan duduk di hadapannya. Leon menatap Sahara dengan tajamnya.
"Menangislah sebanyak yang kamu mau setelah melihat Sean berselingkuh dengan Anggun wanita yang tiba-tiba merawat Sonia. Aku akan menghukumu Sahara karena kamu mau melihat itu. Padahal aku sudah katakan aku tak ingin hatimu terluka."
"Hukum saja aku sekarang Leon! Hukum! Sakiti aku seperti apa yang dilakukan Sean! Aku lelah Leon! Apa? Apa yang akan kau lakukan padaku hah? Apa kau akan memotong rambutku? Memukulku? Ayo hukum saja aku!"
Ketika amarah Sahara mulai timbul dan menggolak-golak. Tiba-tiba Leon mendorong Sahara ke atas kasur lalu memberikan ciuman pada Sahara. Namun Sahara tetap diam tak memberontak, Sahara hanya terus menangis.
Tangan Sahara di pegang begitu erat oleh Leon tepat sejajar dengan kepala Sahara.
__ADS_1
"Ini hukuman yang aku lakukan padamu, aku tak akan memukulmu Saharaku. Lupakan Sean cinta pertamamu walaupun kini Sean menjadi suamimu tapi dia masih tetap tak bisa setia padamu Sahara dia bukan jodohmu." Ucap Leon di hadapan wajah Sahara dengan jarak yang begitu dekat.
"Lalu aku harus apa Leon...?"
"Menikah denganku..."
Malam itu Leon yang tadinya akan mencari tahu keberadaan orang tua Sahara untuk meminta restu tidak jadi.
Leon menghabiskan malam itu bersama Sahara yang tengah patah hati dan hancur hidupnya karena Sean berselingkuh bersama Anggun cinta pertama Sean.
Malam itu begitu dingin tapi dalam ruangan VIP 69. Leon dan Sahara membuat malam begitu panas. Sahara dan Leon terhanyut dalam hawa nafsu mereka. Panas dan semakin panas malam itu.
"Leon... A-aku, aku membencimu dan juga Sean." Rintih Sahara ketika Leon melakukan hal gila padanya diatas ranjang malam itu.
"Leon... Oh Leon... Apa yang kamu lakukan? Sehingga aku tidak bisa melepaskan semua kenikmataan ini."
"Hmm... Sahara kita harus segera menikah." Bisik Leon di telinga Sahara dengan nafas yang terdengar lelah.
Malam itu berlalu begitu saja, malam yang tadinya membeku namun kini telah mencair.
****
Pagi pun tiba terlihat Sahara yang hanya menutupi tubuhnya dengan selimut tengah duduk diatas ranjang tepat di samping Leon yang masih tertidur tanpa pakaian dan hanya ditutupi selimut tebal berwarna putih.
Sahara melamun dengan rambutnya yang acak-acakan. Matanya merah sembab bibirnya putih pucat.
Tak lama Leon terbangun dari tidurnya dan menatap Sahara yang sedari tadi melamun.
"Sahara... Sahara apa yang kamu pikirkan?" tanya Leon sembari duduk disamping Sahara.
"Apa kamu masih memikirkan Sean? Sudah kubilang lupakan dia."
"Cukup Leon, kamu tidak tahu bagaimana sulitnya melupakan cinta pertama. Sean orang yang ku kagumi sejak lama, dia akhirnya menjadi kekasihku walau saat itu banyak sekali masalah. Setelah masalah itu berlalu aku menikah dengannya, namun dalam pernikahan aku masih memikirkanmu. Aku pikir aku yang berselingkuh dari Sean karena terus memikirkanmu, ternyata Sean juga berselingkuh dibelakangku bersama cinta pertamanya."
"Kamu memikirkanku?"
__ADS_1
"Ya... Entah kenapa aku memikirkanmu padahal aku baru mengenalmu dalam beberapa hari. Sekarang aku tak mempercayai lagi pria Leon. Aku rasa aku tak akan menikah denganmu, aku juga tak akan kembali pada Sean."
"Apa maksudmu Sahara?"
"Leon... Aku mohon keluarkan aku dari sini. Aku akan menceraikan Sean dengan bukti cctv itu. Setelah aku menceraikannya aku ingin hidup hanya bersama dengan Sonia anakku di suatu tempat tanpamu dan tanpa Sean. Aku mohon Leon... Hatiku terlalu sakit mentalku terlalu lemah untuk semua ini."
Sahara meminta dengan begitu tulusnya pada Leon. Sehingga Leon merasa berat mengabulkan permintaannya.
"Aku mohon Leon, aku benar-benar serius dan tak bercanda. Agar kamu percaya sekarang kamu bawa bukti cctv itu dan bawa aku pada Sean untuk meminta gugatan cerai."
Leon masih saja terdiam ketika Sahara meminta padanya.
"Leon... Aku mohon, hatiku sakit Leon mentalku lemah. Aku tak kuat menerima ini semua. Aku ingin hidup bahagia bersama Soniaku tanpa kalian berdua."
"Ngga Sahara, aku tak akan melepaskanmu. Tapi aku akan mengantarmu pada Sean untuk menceraikanmu lalu kamu akan menikah denganku dan hidup bersama Sonia ditempat yang kamu inginkan agar kamu tetap senang dan sehat."
Leon menolak permintaan Sahara, Leon tiba-tiba memakai pakaiannya lalu mencoba meninggalkan Sahara diruangan itu.
"Leon... Aku mohon Leon... Biarkan aku pergi dari sini. Baiklah jika kamu tak mau aku pergi dari sini, tolong jaga Sonia dengan baik. Aku akan bunuh diri disini!"
Ketika Sahara mengatakan hal yang sudah diluar batas itu, Seketika Leon pun marah dan mendekatinya kembli.
"Apa! Apa yang kamu katakan! Ingat Sonia masih membutuhkanmu Sahara! Apa kamu rela melihat Sonia tumbuh tanpa seorang ibu hah?!"
"Maka dari itu! Lepaskan aku dari sini. Aku tak akan menikahi siapapun Leon. Aku juga tak akan kembali pada Sean, aku akan menceraikannya!"
Leon pun akhirnya luluh. Tatapan Leon penuh kasih sayang ketika Sahara terus memohon dan meminta padanya agar mengeluarkan dirinya dari ruang VIP 69 itu.
"Baiklah Sahara... Aku akan membiarkanmu pergi dari sini, bersiap-siaplah kamu akan kubawa keluar dari ruang VIP ini."
...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀 ...
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...
__ADS_1