VIP 69

VIP 69
CHAPTER 31


__ADS_3

Sahara benar-benar tak sadarkan diri. Pada akhirnya Bella membawa Sahara ke rumah sakit.


Setelah beberapa jam Sahara tak sadarkan diri, Sahara akhirnya terbangun dalam kondisi yang sangat lemah dan terlihat Bella ada disisinya.


"Loh aku di rumah sakit? Kenapa kamu membawaku kesini Bella? Apa sekarang kamu tahu jika perutku selalu sakit?"


"Bisa-bisanya ya lo gurun, lo sakit tapi ga bilang sama gue, dokter juga bilang lo ga nafsu makan, terus setiap kali gue beliin lo makan lo kemananin makanan itu?"


"Aku memakannya tapi hanya sedikit, jadi aku berikan pada kucing di jalan sisanya."


"Astaga harusnya lo bilang gurun kalo lo itu lagi sakit."


"Maafkan aku Bella, aku engga mau kamu cemas."


Sahara di rawat di rumah sakit selama dua hari, setelah itu Sahara tak kembali ke Bar untuk bekerja karena Bella malarangnya.


"Argh membosankan sekali tinggal di apartment seorang diri. Lebih asik kalo Bella juga ada dirumah."


Karena Sahara merasa bosan, Sahara peri keluar dan mencari angin walaupun kondisinya belum sembuh total Sahara tetap ingin keluar dan mencari angin.


Saat Sahara berjalan di taman di sekitaraan apartment, Sahara duduk sembari melihat kendaraan yang berlalu lalang.


Karena kondisinya belum sembuh total, Sahara tiba-tiba tak sadarkan diri lagi dan akhirnya Sahara pingsan di kursi taman tepat di tepi jalan.


3 jam kemudian saat Sahara terbangun dari ketidaksadarannya. Sahara melihat sebuah tempat yang tak asing baginya. Sahara terbangun dan tersadar dirinya ada diatas kasur yang begitu nyaman.


"Kenapa aku merasa tak asing dengan tempat ini." Ketika Sahara terbangun Sahara tersadar jika dirinya ada di ruang VIP 69 milik Leon.


"Apa! Engga! Engga mungkin aku kembali kesini. Ini hanya mimpi. Ya aku sedang bermimpi." Sahara menampar pipinya namun itu menyakitkan dan akhirnya Sahara sadar itu bukan mimpi melainkan kenyataan.


"A-aku kembali ke ruang VIP Leon?" tanya Sahara.


Sahara mencoba berdiri dari tempat tidurnya tapi ternyata tangannya di infus.

__ADS_1


"Kenapa tanganku di infus?"


Ketika Sahara bertanya-tanya ada apa dengan dirinya, dengan tangannya yang di infus kembali setelah kembali dari rumah sakit. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan VIP itu yang tak lain adalah Leon.


"Sahara bagaimana? Apa kamu sudah mulai membaik?" tanya Leon dengan senyumannya. Sembari berjalan menghampiri Sahara.


"Leon! Leon... Kenapa kamu membawaku masuk lagi ke ruangan ini? Aku tak mau dikurung lagi disini. Pasti Bella mencariku dia khawatir padaku." Ucap Sahara dengan penuh kecemasaan.


"Bella baik-baik saja, aku sudah tahu semuanya dari Bella. Kamu tak sadarkan diri di taman pinggir jalan, jadi aku membawamu dan memanggil dokter. Setelah itu aku datang pada Bella di Bar dan bertanya banyak hal tentangmu."


"Leon kenapa harus ruang VIP ini? Ini mengingatkanku pada semua kenangan kemarin-kemarin. Aku bertanya padamu sekali lagi Leon. Kenapa kamu suka mengurungku di ruang VIP ini? Kenapa kamu tak membiarkanku bebas? Jika kamu ingin aku mencintaimu bukan seperti ini caranya. Ini tidak benar."


"Tidak benar katamu? Jika aku tidak mengurungmu makan semuanya akan..."


"Akan apa Leon?!"


"Sahara jika aku tak mengurungmu kamu akan menjadi wanita pekerja yang menemani para pria," Leon tiba-tiba mendekati Sahara yang duduk diatas ranjang dengan tangan yang di infus. "Tubuhmu semua yang ada padamu Sahara hanya untukku dan orang lain tak boleh menyentuhnya. Kamu itu milikku, aku akan meratukanmu."


"Tapi sudah terlambat Leon... Aku sudah sering di sentuh oleh pria di Bar. Tapi aku harap kamu percaya aku tak pernah berhubungan badan dengan pria-pria itu."


Tiba-tiba emosi Leon meningkat, Leon mengacak-acak rambutnya dengan kedua tanganya.


"Argh! Kenapa Sahara! Kenapa?! Kenapa banyak pria menyentuhmu? Padahal kamu tak mau itu kan? Kenapa memilih jalan yang sangat sulit untuk kamu jalani Sahara?! Aku sudah memintamu menikah denganku dan tinggal bersamaku setelah Sean menghancurkan kepercayaanmu padanya."


"Lalu sekarang aku harus apa Leon?"


"Lihat! Kamu terlihat kacau Sahara, tubuhmu tak terurus, badanmu kurus tapi perutmu besar membawa kehidupan didalamnya. Ada kehidupan di perutmu. Seharusnya kamu lebih menjaga kandunganmu dan juga dirimu bukan sibuk di Bar!"


"Tapi aku bekerja disana Leon... "


Amarah Leon benar-benar tak hilang. Sahara yang biasanya suka meninggikan suaranya juga pada Leon sekarang tidak melakukannya karena Leon terlihat benar-benar menakutkan.


Leon tiba-tiba berjalan ke arah bathub kamar mandi dan mengisi bathub itu dengan air hangat.

__ADS_1


"Leon... Leon apa yang akan kamu lakukan?" tanya Sahara ketika Melihat Leon ke arah kamar mandi dan mengisi bathub itu dengan air hangat.


Leon tiba-tiba mendekati Sahara, Leon melepas infusan yang ada di tangan Sahara pelan-pelan, lalu mencoba menggendong Sahara dari depan.


"Leon... Engga Leon. Aku tak mau mandi itu akan membuat tubuhku dingin setelahnya meskipun aku mandi dengan air hangat."


"Diam Sahara, aku akan mengurusmu lebih baik dari pada dirimu sendiri. Ucapanmu memang benar Sahara, kamu benar-benar terlihat seperti tengkorak yang sedang mengandung. Kamu semakin kurus Sahara. Bagaimana jika Soniamu melihatmu dalam keadaan seperti ini, pasti dia akan takut."


Leon menggendong Sahara dan membantu membuka pakaiannya.


"Apa yang kamu lakukan? Cukup Leon aku tak mau mandi, apa tubuhku kotor dan bau sehingga kamu mencoba memandikanku di air yang hangat ini?"


"Jangan banyak bicara Sahara, aku punya banyak rencana dan aku harus segera menyelesaikannya."


"Rencana apa? Apa rencana bersama Sean?"


Ketika Sahara menanyakan hal itu seketika Leon terdiam.


Leon memasukan Sahara ke dalam bathub yang berisi air hangat. Leon membasuh rambut Sahara dengan pelan dan memberinya shampoo, Sahara berendam di bathub berisi air hangat tanpa pakaian namun diatasnya tertutup oleh banyaknya busa dari sabun mandi.


Sahara hanya diam, Leon terus menggosok punggung Sahara bahkan tangannya.


"Leon... Jangan terlalu lama aku akan kedinginan." Gumam Sahara yang hanya diam ketika Leon sedang membantu menbersihkan tubuhnya.


"Aku akan memelukmu agar kamu hangat, kamu tak perlu khawatir kedinginan." jawab Leon sembari menatap mata Sahara.


"Aku menangis setelah berbicara denganmu di ruang VIP itu, aku sedih melihat tubuhmu yang  hancur karena banyaknya cobaan yang menimpa padamu Sahara. Aku tak pernah membencimu Sahara ingat, jika aku sebaliknya maka aku dalan rencana, itu bukan diriku."


"Apa maksudmu dalam rencana? Dan itu bukan dirimu. Apa itu? Kenapa kamu membuatku berfikir keras Leon? Apa hubunganmu dengan Sean sekarang, kenapa kalian begitu dekat?"


...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2