VIP 69

VIP 69
CHAPTER 58


__ADS_3

Malam itu Sahara benar-benar tidur bersama Sonia dan Delmar. Sahara juga bingung kenapa rasa cemasnya masih menempel dalam dirinya. Apalagi ketika mengingat masalalunya yang sangat kacau dan berantakan.


Saat hari sudah berganti, pagi-pagi sekali Sahara memasak seperti biasa untuk sarapan. Kali ini Sahara menyiapkan roti bakar dan segelas susu hangat kesukaan Leon. Sahara bahkan membawanya ke ruang VIP karena Leon masih belum bangun.


Ruang VIP itu masih di sandi dan hanya Sahara dan Leon yang tahu. Sahara menyimpan makanan itu disebuah meja yang langsung menghadap ke area taman. Lalu membangunkan Leon yang masih tertidur.


Sahara membuka gordennya sehingga cahaya matahari pagi masuk ke dalam ruang VIP.


"Argh! Sahara kenapa kamu membuka gordennya, aku masih mengantuk."


Leon terbangun dari tidurnya namun dengan rasa marah karena Sahara membuka gordennya tiba-tiba.


"Leon aku membawakanmu sarapan. Cepat makan dulu, semalam bahkan kamu belum makan."


"Aku akan memakannya nanti. Sekarang aku akan pergi tidur, lagi pula aku libur."


"Ngga pokoknya kamu harus sarapan dulu, Setelah itu kamu bisa kembali tidur."


Leon menghela nafasnya karena Sahara memakasanya untuk sarapan.


"Aku bilang nanti, ya nanti Sahara... Kenapa kamu mengganggu istirahatku?"


Sahara terkejut karena Leon tiba-tiba marah.


"Leon... Apa yang terjadi? Akhir-akhir ini kamu selalu seperti ini padaku. Apa aku membuat kesalahan?"


"Pikirkan apa kesalahanmu. Jika kamu tahu jawabannya kamu akan tahu kenapa aku seperti ini?"


Sahara tak bisa menahan tangisannya dan amarahnya. Sahara akhirnya keluar dari ruang VIP itu dan mencoba memikirkan apa kesalahannya.


"Apa kesalahanku pada Leon? Apa dia masih cemburu karena semalam aku memeluk Sean. Tapi Leon sudah memaafkanku dan dia juga tahu jika aku harus mendapatkan pelukan jika rasa cemasku timbul."


Sahara merenung duduk sendirian dikursi meja makan sembari memikirkan apa kesalahannya pada Leon namun Sahara tetap tak mendapatkan jawabannya.


"Sahara..." Sean tiba-tiba duduk di depan Sahara hingga membuat Sahara terkejut.


"Sean, ya ampun aku lupa menyiapkan sarapan untukmu dan anak-anak. Kamu dan Sonia masih harus minum obat."

__ADS_1


Sahara dengan terburu-buru menyiapkan sarapan untuk Sean dan membawa kedua anaknya ke ruang makan, untuk sarapan bersama.


Semenjak Sean tinggal dirumah mereka, Leon banyak berubah. Leon berubah karena cemburu melihat Sahara selalu perhatian pada Sean. Leon sangat mencintai Sahara itulah mengapa Leon sangat cemburu.


Suatu hari ketika Sean dan Sonia sudah sembuh total, Sean berpamitan pada Sahara dan Leon untuk meninggalkan rumah Sahara dan Leon.


"Tapi siapa yang akan mengurus Sonia Sean? Kedua orang tuamu sudah tiada. Ketika kamu pergi bekerja siapa yang akan merawat Sonia?"


Sean terdiam merenungkan kehidupan Sonia jika tanpa dirinya.


"Leon biarkan Sonia aku yang mengurusnya aku tak bisa melepaskan Sonia tanpa seorang ibu. Sonia anak perempuan dia membutuhkan seorang ibu."


Sahara merengek dihadapan Leon dan Sean meminta agar Sonia ia yang merawat.


"Aku selalu mengizinkan Sonia tinggal disini karena itu anakmu Sahara. Walaupun Sonia bukan anak kandungku tapi aku selalu menganggapnya anakku sendiri. Tapi bagaimana dengan Sean apa dia mengizinkannya?"


Sahara menatap Sean agar Sean mau memberikan hak asuhnya pada Sahara.


Tak lama Sean mau memberikan hak asuhnya pada Sonia karena kondisi Sean yang tak memungkinkan untuk mengurus Sonia anak perempuannya. Sean belum punya pekerjaan dan pasti Sean bingun apa yang harus Sean berikan pada Sonia ketika Sonia ingin makan.


"Baiklah aku izinkan Sonia tinggal bersama kalian, aku yakin kalian akan merawatnya dengan baik seperti sebelumnya ketika aku bangkrut."


"Tinggalah di apartment itu, aku sudah tak menggunakannya. Aku tinggal disini bersama Sahara dan anak-anakku jadi aku sudah tak menggunakannya. Mulai besok kamu bekerja bersamaku Sean. Tapi ingat jangan dekati Sahara, karena aku akan cemburu."


Sean tersenyum bahagia lalu memeluk Leon untuk berterima kasih. Kini Leon, Sahara dan Sean berteman baik tanpa ada lagi kata bertengkar.


••••


"Jadi kamu cemburu ketika aku bersama Sean, Leon? Pantas saja kamu tiba-tiba cuek dan marah." ucap Sahara sembari berjalan ke arah Leon yang tengah memperhatikan Delmar dan Sonia yang tengah tertidur di kamar mereka.


Sahara memeluk Leon dari belakang dengan senyuman yang indah di wajahnya.


Leon langsung menggenggam tangan Sahara dan membawa Sahara ke ruang VIP.


"Astaga ruangan ini sangat keramat. Sepertinya kamu sangat jatuh cinta dengan ruang VIP ini Leon." ucap Sahara pada Leon yang menggenggam tangannya.


Malam itu didalam ruang VIP Sahara dan Leon menghabiskan waktunya hanya berdua tanpa gangguan siapapun di pikiran mereka.

__ADS_1


Sahara dan Leon berbaring diatas ranjang dengan penuh keharmonisan. Terlihat dengan jelas sebuah kebahagiaan diwajah Sahara, ketika Leon memeluknya dan membiarkannya bersandar di bahunya.


"Leon aku senang ketika tahu kamu cemburu padaku." gumam Sahara sembari menatap langit-langit kamarnya sedang kedua tangannya memeluk Leon.


"Kamu senang melihatku cemburu? Apa kamu akan melakukannya lagi Hah?" Leon mengarahkan pandanganya ke arah Sahara.


"Ya aku akan melakukannya lagi." Sahara tertawa terbahak-bahak setelah mempermainkan Leon dengan tingkahnya.


"Apa kamu bilang! Engga! Pokoknya Engga boleh Sahara!" Leon malah menggelitiki Sahara, Sehingga Sahara merasa geli dan tertawa terbahak-bahak.


Seketika suasana berhenti menjadi diam setelah mereka berdua asik bercanda bersama.


"Leon aku ingin terus bahagia, aku tak mau menderita lagi. Aku tak ingin ada sesuatu yang yang menbuatku kesakitan dan terluka lagi. Aku ingin seperti ini selamanya. Bahagia bersamamu."


Leon hanya tersenyum lalu memberikan ciuman pada bibir Sahara yang merah muda.


Kedua tangan Leon perlahan menyentuh wajah Sahara dengan Lembut. Lalu Leon memberikan ciuman diseluruh wajah Sahara sehingga membuat Sahara memejamkan matanya.


"Mari pergi berlibur ke suatu tempat dan hanya kita berdua yang ada disana. Biarkan Sonia dan Delmar ibumu dan ibuku yang merawatnya untuk beberapa hari."


Leon mengajak Sahara berlibur, Ajakan Leon membuat Sahara tersenyum lebar. Sahara menganggukan kepalanya pertanda jika dirinya menyetujui ajakan Leon.


Ya, hari itu tiba. Tepat di hari jumat mereka bersiap untuk pergi kesebuah pulau. Pulau yang mereka kunjungi adalah pulau dimana Delmar di lahirkan. Pulau itu menjadi tempat favorite mereka sehingga mereka kembali kesana.


Tepat di hari sabtu, Leon dan Sahara tiba di pulau itu. Mereka menuju pulau itu dengan kapal pesiar mewah.


Sahara dan Leon berbaring dibagian depan kapal pesiar dengan suasana yang sangat romantis.


Sahara bersandar dibahu Leon, mereka berdua menggunakan pakaian yang sama. Leon menggunakan pakaian pantai berwarna putih dan terbuka sehingga memperlihatkan dadanya yang bidang.


Sedangkan Sahara menggunakan pakaian pantai berwarna putih dengan lengan pendek dan panjangnya semata kaki.


Mereka berdua tampak serasi dengan pakaian berwarna putih dan tipis itu. Sembari berbaring di atas kapal pesiar membuat mereka terlihat seperti pengantin baru.


Tak lama mereka tiba di Fila. Mereka memilih Fila VIP yang menyajikan pemandangan laut yang indah dari jendela kamarnya.


Sahara berdiri di depan jendela kamar tepat di lantai dua filanya.

__ADS_1


Leon mendekati Sahara memeluknya perlahan dari belakang. Tangan Leon memeluk bagian perut Sahara dengan kedua tangannya dan memberikan ciuman di pipi kiri Sahara.


"Ini masih pagi Leon, jangan membuatku merasa seperti disurga. Biarkan aku makan dulu." Gumam Sahara ketika Leon memeluknya.


__ADS_2