
Leon marah setelah Sean banyak bicara dan terus menghina Sahara dan dirinya. Leon mendekati Sean dan menghajarnya sehingga Sean tersungkur ke lantai.
Bluk! Trang!
Beberapa barang dirumah Sean bahkan hancur akibat Leon. Ayah dari Sean dengan cepat menghentikan mereka.
BRENGSEK!! PRIA SO SUCI!! SO BAIK!! TERNYATA LO ITU COWOK BRENGSEK!!
Teriak Leon dengan kasarnya dihadapan wajah Sean.
Setelah pertengkaran itu Leon membantu Sahara berdiri karena dirinya tersungkur dilantai. Sahara masih shok mendengar tentang kebenaran yang Sean tutupi darinya selama ini.
"Sahara bangunlah." Ucap Leon sembari mencoba membangunkan Sahara.
"Lepaskan aku Leon, jangan menyentuhku."
"Kenapa kamu marah padaku? Seharunya kamu marah pada Sean."
"Berhenti kekanak-kanakan Leon."
Sahara pun berdiri sendiri lalu mencoba mendekati Sonia yang tengah digendong oleh Anggun.
"Kemari aku akan menggendong Sonia. Dia anakku bukan anakmu Anggun." Ucap Sonia sembari mencoba mengambil Sonia dari Anggun.
Tapi Sean malah menjauhkan Sahara dari Anggun yang tengah menggendong Sonia.
"Apa-apaan ini? Dia anakku, aku ayahnya dan hak asuh Sonia jatuh padaku. Walaupun nanti kamu memohon dipengadilan jika Sonia masih kecil dan kamu yang mau mengurusnya itu tak akan pernah bisa! Karena aku akan mengatakan pada pengadilan bahwa kamu wanita miskin dan tak punya harta untuk memberi makan Sonia."
PLAK!!!
sahara menampar Sean dengan begitu kerasnya ketika Sean terus mengatakan hal yang membuat hati Sahara sakit.
Sahara pun tetap berusaha keras mengambil Sonia dari Sean dan Anggun. Namun Sean malah menyuruh Anggun naik ke atas membawa Sonia.
__ADS_1
"Sekarang kamu bukan istriku! Keluar dari rumahku sekarang juga Sahara!" teriak Sean sembari mendorong Sahara.
"Bu... Bu tolong menantumu ini, biarkan aku yang mengurus Sonia dia masih kecil Bu..." Rintih Sahara dihadapan Ibu Sean dan juga suaminya. Namun Ibu Sean dan suaminya sama saja, mereka berpihak pada Sean anak laki-lakinya. Mereka berdua tiba-tiba pergi menuju lantai dua menyusul Sonia yang tengah bersama Anggun.
Pada akhirnya Sahara yang menangis tersedu-sedu dan terus meminta Sonia dari Sean dan kini di usir oleh Sean. Tangan Sahara di tarik hingga depan pintu lalu di dorong dengan begitu kerasnya ke halaman depan.
Leon dan ibu Sahara yang masih ada disana tak bisa berkata-kata dan langsung menolong Sahara.
"Bu! Leon! Tolong ambil Sonia! Dia putriku! Aku mohon! Aku mohon!" Pinta Sahara dengan air matanya yang mengalir begitu derasnya.
"CUKUP! Kamu memang kurang ajar Sahara! Bisa-bisanya kamu meminta cerai dari Sean yang kaya raya ini!"
"T-tapi... Tapi dia selingkuh bu! Kenapa ibu malah menyalahkanku?"
"Seharusnya mulutmu mu itu diam! Jika Sean selingkuh atau pun mempunyai wanita lain. Kamu diam saja! Gara-gara kamu ibumu ini miskin lagi! Ibu sudah hidup susah dan sekarang kamu lebih menyusahkan! Ibu tak peduli denganmu lagi Sahara! Ibu akan balik lagi ke kampung dan tinggal disana, Jangan meminta bantuan ibumu setelah kamu susah seperti ini!"
Ibu Sahara malah meninggalkan Sahara dengan penuh kemarahan. Sahara menangis tak percaya dengan semua itu. Ketika semua orang pergi Leon masih berdiri disana bersama Sahara.
"Sahara... Ayo kita pulang."
"Seharusnya kamu berterima kasih padaku Sahara! Jika aku tak kembali akan sesakit apa kamu setelah tahu bahwa Sean hanya mencintai Anggun. Bahkan kamu mendengarnyakan, Sean bilang Anggun kanker rahim maka dari itu Sean menitipkan anak dirahimu! Itu menyakitkan Sahara! Seharusnya kamu sadar itu!"
Sahara pun menangis sejadi-jadinya lagi sembari memukul-mukul pintu rumah Sean yang di kunci dari dalam.
Namun Leon menarik tangan Sahara dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil Sahara hanya menangis dengan tatapan kosongnya. Leon terus membawa mobilnya dengan kecepatan sedang sembari sesekali melihat ke arah Sahara yang duduk di sampingnya.
Tak lama Leon tiba disebuah tempat yang jauh dari area perkotaan.
"Kita sudah sampai." Kata Leon sembari membuka sabuk pengaman mobilnya.
Sahara masih saja terdiam ketika Leon mengajaknya keluar dari dalam mobil. Leon pun terpaksa menariknya keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
"Kenapa si Leon! Aku sangat lelah!" Sahara meninggikan suaranya setelah Leon menariknya keluar dari dalam mobil.
"Tak perlu meninggikan suaramu aku hanya membawamu keluar dari dalam mobil."
Seketika Sahara terkejut melihat diluar sana ada pemandangan yang begitu indah. Leon membawa Sahara ke sebuah tempat penginapan dengan pemandangan yang sangat indah. Tempat itu berada di dataran tinggi
"Wah indah sekali dan tempat ini sangat tinggi. Akan sangat indah jika aku melompat dari sini kebawah sana. Aku sudah lelah dengan semua ini."
"Apa maksudmu? Jaga ucapanmu Sahara, kenapa kamu mengatakan hal yang tidak-tidak!"
Leon marah pada Sahara karena mengatakan hal yang tidak pantas. Leon pun akhirnya membawanya ke dalam rumah penginapan itu.
"Malam ini kita akan bermalam disini Sahara."
"Ya tapi aku tidak akan tidur bersamamu lagi!"
Saat Sahara akan masuk ke dalam kamar, Leon tiba-tiba menghentikannya.
"Sahara, aku ingin bertanya padamu. Aku masih ingat saat kamu berlari masuk ke dalam Bar dan meminta bantuanku karena Sean mengejarmu. Dan kamu bilang Sean sudah mempunyai keluarga mangkanya kamu putus dari dia, apa yang sebenarnya terjadi hari itu?"
"Kenapa kamu selalu mengingat hal-hal kecil? Dan aku juga tak akan memberitahumu karena itu bukan urusanmu."
"Tunggu, bisakah kamu menjelaskannya karena ini sangat membingungkan."
Sahara akhirnya duduk di sofa diruangan tengah lalu menjelaskan pada Sean kejadian dimana Sahara putus dengan Sean ketika di Bar.
"Jadi hubunganku dengan Sean sudah cukup lama. Tapi setelah empat tahun kita menjalin hubungan aku mendapatkan kabar dari temanku. Dia bilang dia melihat Sean bersama seorang wanita di panti asuhan dan mereka tampak seperti akan mengadopsi seorang anak. Karena mereka terlihat seperti sepasang suami istri." Jelas Sahara dengan suara pelannya di hadapan Leon.
"Lalu aku marah setelah mengetahui itu, aku marah tanpa mendengar penjelasan Sean. Aku berlari malam itu dan masuk ke dalam Bar karena Sean terus mengejarku. Aku bertemu denganmu di Bar lalu aku bekerja disana. Dan setelah aku putus dari Sean, apartment ku di jual oleh ibuku. Aku kesusahan saat itu. Dan ketika kamu pergi Leon.... Ya itu memang benar aku mulai suka padamu. Tapi selama kamu pergi hidupku menjadi lebih susah."
"Apa yang membuatmu kesusahan ketika aku pergi? Apa yang membuatmu kembali pada Sean?"
...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...
__ADS_1
...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...
...copyright©️Triahanda...