VIP 69

VIP 69
CHAPTER 20


__ADS_3

Leon mencoba membangunkan Sahara, Namun Sahara masih belum sadar. Karena Leon merasa panik Leon terus berusaha membangunkan Sahara dengan suara kerasnya.


"Sahara! Sahara kamu kenapa? Kenapa kamu berdarah dan tak sadarkan diri seperti ini?" tanya Leon panik.


Dan tiba-tiba Sahara terbangun.


"Perutku sakit setiap kali aku datang bulan bisakah kamu memberiku pembalut dan kompresan air hangat untuk perutku?"


"Ya, aku akan membelikannya. Dan menyiapkan air hangat untuk mengompres perutmu."


Leon terlihat begitu khawatir, dengan cepat Leon membelikan Sahara pembalut.


Setelah 30 menit lamanya Leon membeli Pembalut, akhirnya ia kembali.


"I-ini aku sudah membelikannya cepatlah pakai aku akan merebuskan air hangat untuk perutmu."


Setelah Sahara membersihkan dirinya, Sahara kembali ke tempat tidur dengan wajah yang sangat pias menahan rasa sakit di perutnya.


Leon pun mendekati Sahara dengan memberikan kantung kompres untuknya.


Sahara berbaring diatas ranjang dengan kedua tangan yang memegang kepalanya. Sedangakan Leon memegangi kantung kompres di atas perut Sahara.


Saat Leon tengah memegangi kantung kompres itu, Leon baru sadar jika jari tangan Sahara di ikat oleh tisu. Leon yang sadar akan hal itu langsung menarik tangan Sahara dan melihat tangan Sahara yang terluka itu.


"Apa ini?! Apa kamu melukai tanganmu sendiri? Tunggu apa kamu memegang pecahan mangkuk itu Sahara?"


"Ya, aku salah pagi tadi, karena menumpahkan bubur buatan ibumu. Jadi aku membersihkannya dan tak sengaja mengenai jariku."


"Akukan sudah bilang jangan menyentuhnya kenapa kamu tidak mau mendengar?!" ucap Leon dengan nada tingginya.


"Kenapa kamu tak mau mendengarku?"


"Jangan marah-marah Leon. Perutku sakit sekali aku tak mau mendengar ocehanmu."


Leon pun seketika terdiam lalu menyiapkan makanan untuk Sahara. Setelah Leon menyiapkan makanan untuk Sahara, Leon langsung menyuapi Sahara.


"Sekarang dengarkan aku dan makan ini."

__ADS_1


Sahara akhirnya mau makan makanan yang di disiapkan oleh Leon. Namun ketika Sahara tengah makan, Sahara melihat ada yang janggal dalam rekaman cctv itu.


"Tunggu kenapa tak ada yang menjaga Sonia?"  tanya Sahara dengan kening yang di kerutkan.


Sahara berjalan mendekati rekaman cctv itu sembari memegang perutnya yang sakit.


"Ya benar, tak ada yang menjaga Sonia disana, kemana Sean?"


"Leon! Aku mohon bawa aku pulang, aku harus menjaga Sonia, dia sendirian di rumah Leon, jika kamu menyayangiku kamu mau menolongku dan membiarkanku menemui Sonia anakku."


"Aku menyayangimu dan juga Sonia, aku akan pergi kesana dan menjaga Sonia."


"Tidak Leon! Kamu tidak bisa merawat Sonia, biarkan aku yang datang kesana menemui Sonia!"


Walaupun Sahara meminta Leon membawanya menemui Sonia, Leon tetap tak mengizinkan dan mengurung Sahara di ruang VIP miliknya.


"Aku bilang aku yang akan menjaga Sonia! Kamu sedang sakit dan tetap disini!" Kata Leon dengan tegasnya.


Malam itu Leon pun pergi menuju rumah Sean untuk menemui Sonia. Dan Sahara terus memantau Leon dalam rekaman cctv.


Setelah satu jam lamanya, akhirnya Sahara bisa melihat Leon sudah tiba di rumah Sean.


"Astaga Leon kenapa kamu membangunkannya? Dia sedang tertidur." gumam Sahara yang sedang melihat Leon dalam rekaman cctv.


Leon menggendong Sonia diam-diam dan membawanya keluar dari rumah  Sean.


"Astaga Leon! Kamu mau membawa Sonia kemana?!" Sahara panik setelah melihat Leon membawa anaknya pergi.


Sahara berjalan kesana dan kemari dengan pikiran yang tak karuan. Setelah satu jam lamanya Sahara menunggu Leon. Tiba-tiba Leon datang dengan membuka pintu perlahan. Sonia pun terkejut karena Leon membawa Sonia anaknya.


"Sonia... Sonia..." Sahara menangis bahagia melihat Leon membawa Sonia putri kecilnya padanya.


Karena saking bahagianya Sahara, Sahara terus memeluk Sonia yang masih dalam keadaan bangun dari tidur.


"Leon kenapa kamu membawanya kemari? Kenapa kamu tak membiarkan aku saja yang pergi mendatangi Sonia? Jika kamu terus mengurungku disini bersama Sonia, Sonia pasti akan jenuh. Dia harus berjalan diatas rumput setiap pagi bersamaku."


"Kenapa kamu harus bingung akan hal itu, aku akan membuka pintu depan, dan kamu bisa berjalan bersama Sonia diatas rumput sana. Kamu bisa melihatnyakan. Di balik kaca tebal itu ada sebuah taman."

__ADS_1


Sahara pun berjalan mendekati jendela dengan kaca yang tebal sembari melihat ke arah luar. Dan memang disana terlihat sebuah pohon dan rumput hijau yang basah karena air hujan.


Sahara menidurkan Sonia diatas ranjang sembari menyusuinya. Sedangkan Leon terus memperhatikannya dengan tatapan yang sedikit ragu.


Ketika Leon mengalihkan pandangannya dari Sahara yang tengah menyusui Sonia. Leon melihat ke arah rekaman cctv itu, terlihat Sean masuk ke dalam rumah sembari bermesraan dengan wanita yang tak lain adalah Anggun. Wanita yang mengurus Sonia.


Dalam rekaman itu juga Sean dan Anggun tampak terkejut ketika Sonia sudah tak ada di tempat tidurnya, Leon dengan cepat mematikan rekaman cctv itu agar Sahara tak melihatnya.


"Leon! Kenapa kamu mematikan rekaman cctv itu? Biarkan tetap menyala." ucap Sahara yang melihat Leon tiba-tiba mematikan rekaman cctv nya.


"Sonia sudah ada disini, Siapa yang harus kamu pantau disana? Sean?"


"Iyalah Sean, dia suamiku Leon! Aku juga mencemaskannya. Dia juga pasti akan terkejut setelah tahu Sonia tak ada dirumah!"


"Astaga kamu masih memikirkan Pria itu setelah kamu melihatnya menelantarkan Sonia, meninggalkan Sonia seorang diri Dirumah?"


"Kenapa kamu tak pernah mencemaskanku? Padahal aku yang lebih menyayangimu!"


Leon benar-benar marah, matanya begitu tajam menatap Sahara. Suaranya yang berat membuat Leon terlihat seperti seorang mafia yang sedang marah.


"Kamu tidak tahu apa yang dilakukan Sean saat kamu tidak ada Sahara, dia itu selingkuh darimu dengan babysitters Sonia."


"Engga aku ga percaya Sean selingkuh, dia lebih baik darimu Leon! Ingat Leon aku tak akan pernah menyukaimu. Aku akan selalu menyukai Sean."


"Itu tak akan pernah terjadi. Aku tak akan nyerah Sahara."


Leon tiba-tiba pergi begitu saja. Dan Sahara masih tidak curiga dengan apa yang terjadi di cctv itu setelah Leon mematikannya.


Malam pun berlalu, Sahara tertidur bersama dengan Sonia. Sahara begitu menyayangi Sonia bahkan ketika dirinya tidur, tangannya terus memeluk Sonia.


Namun ketika Sahara tertidur, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan itu. Karena Sahara mematikan lampunya ruangan itu begitu gelap hingga tak tahu siapa yang masuk.


Saat pagi tiba ketika Sahara terbangun dari tidurnya. Sahara terkejut karena Sonia sudah tak ada disana bersamanya. Sonia tiba-tiba menghilang walau Sahara sudah memeluknya dengan erat.


Sonia... Sonia!!!


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2