VIP 69

VIP 69
CHAPTER 44


__ADS_3

Sahara langsung ditangani oleh seorang bidan. Sahara bahkan melahirkan dirumah sang bidan. Leon menemani Sahara diruang persalinan, Rasa takut Leon mulai timbul lebih tinggi lagi, setelah Leon melihat suasana yang sama ketika Sahara melahirkan.


Leon terus menyemangati Sahara, Leon memegang tangan Sahara begitu erat. Perjuangan hidup dan mati Sahara untuk melahirkan anak kedua dari Leon sangatlah menegangkan Karena Sahara terus menangis kesakitan saat melahirkannya secara normal.


Setelah 45 menit lamanya akhirnya Sahara melahirkan anak keduanya dari Leon dengan selamat. Bahkan bayi itu sangat sehat, Leon langsung menggendong bayinya dengan air mata yang mengalir karena merasa bahagia anak keduanya selamat.


Setelah persalinan, malamnya Sahara sudah ada di rumah tempat penginapannya bersama Leon.


"Leon cepat beri nama anak kita ini. Aku ingin segera memanggil namanya." ucap Sahara di hadapan Leon yang tengah menggendong sang anak.


"Delmar, kita beri nama anak laki-laki kita Delmar. Sahara ini adalah hadiah terindah yang kamu berikan untukku terima kasih."


Leon tiba-tiba membuat suasana menjadi hangat dan penuh haru. Leon menangis bahagia setiap kali melihat Sahara dan Delmar anak laki-lakinya.


Leon menidurkan Delmar di tempat tidurnya yang kecil dan nyaman. Setelah menidurkannya Leon berjalan mendekati Sahara yang duduk di atas ranjang.


Saat Sahara tengah duduk diatas ranjang, Leon tiba-tiba menyandarkan kepalanya di pangkuan Sahara lalu mencium perut Sahara.


"Pasti pagi tadi itu sangat menyakitkankan Sahara?"


"Ya, hidup dan mati Leon."


Leon menjauhkan kepalanya dari pangkuan Sahara lalu menatap mata Sahara dengan penuh kasih sayang.


Leon memegang wajah Sahara dengan kedua tanganya lalu mengelusnya perlahan. Leon tiba-tiba memberikan ciuman di bibir Sahara dengan lembut.


Sahara lalu memeluk Leon dengan eratnya dan membiarkan Leon terus memberinya kecupan di bibirnya yang indah.


Malam itu begitu membahagian Leon dan Sahara, rasa takut yang menyelimuti Leon disaat Sahara tengah melahirkan kini mulai menghilang perlahan.


Karena keinginan Sahara yang ingin melahirkan disebuah pulau kini sudah terpenuhi. Akhirnya Leon membujuk Sahara untuk kembali ke kota. Karena sudah berminggu-minggu mereka tinggal di sebuah pulau menikmati waktu mereka tanpa adanya ancaman dari Sean yang terkadang membuat Sahara takut.


Pada akhirnya Sahara dan Leon kembali ke rumah namun bukan berdua kini mereka pulang ke rumah bertiga dengan Delmar anak laki-laki mereka.


Leon dan Sahara disambut hangat oleh keluarga dari mereka berdua, sungguh hari itu sangatlah hangat dan penuh cinta. Karena hubungan Sahara dan ibunya sudah membaik. Kini Sahara merasa bahagia, karena orang-orang disekitarnya selalu ada untuknya.


Namun sayang ketika hubungan Sahara dengan keluarganya membaik. Tiba-tiba orang diluar sana malah mengganggu kehidupan Sahara dan Leon.

__ADS_1


Setelah usia Delmar hampir 2 minggu. Hubungan Sahara dan Leon mulai renggang. Entah apa yang membuat mereka seperti itu.


Di suatu malam, ketika Delmar menangis Sahara tak pernah bisa tidur dengan nyaman. Sahara terus menyusui Delmar. Ketika Sahara tengah menyusui Delmar di tengah malam. Tiba-tiba sebuah pesawat kertas terbang dari luar balkon kamar Sahara dan Leon. Pesawat kertas itu menabrak kaca jendela kamar Sahara dan Leon.


Karena penasaaran Sahara akhirnya mengambil pesawat kertas itu sembari melihat ke arah kanan dan kiri halaman rumahnya.


Walau Sahara sudah melihat setiap sudut rumahnya, Sahara tak melihat seorang pun disana. Pesawat kertas itu terbang secara misterius ke arah kamar Sahara.


Sahara meletakan Delmar di tempar tidurnya. Sahara menyalakan lampu kamar untuk melihat dengan jelas pesawat kertasnya.


"Hoh apa ini?" Sahara terkejut ketika melihat ada tulisan di samping sayap pesawat kertas itu. Saking penasarannya, Sahara membaca tulisan yang ada disana.


Tak sampai 1 menit Sahara membacanya, Sahara langsung merenas pesawat kertas itu lalu melemparkannya ke lantai. Nafas Sahara tiba-tiba tak karuan.


Sahara terjatuh ke lantai dengan wajah yang begitu ketakutan. Jatuhnya Sahara membangunkan Leon yang tengah tertidur.


Leon mendekati Sahara dan menanyakan apa yang terjadi padanya. Namun Sahara tetap diam ketakutkan.


"Sahara... Apa yang terjadi?"


"L-leon... Aku tidak apa-apa, hanya saja rasa cemasku tiba-tiba muncul."


"Astaga... kemari biar aku peluk kamu."


Leon tahu jika Sahara mulai panik atau cemas, satu-satunya yang bisa menenangkan Sahara hanyalah sebuah pelukan.


Leon memeluk erat Sahara sembari mengelus punggung Sahara dengan lembut. Sahara menangis ketakutan dalam pelukan Leon bahkan kedua tangan Sahara memeluk Leon begitu erat.


Sejak pesawat kertas itu muncul dalam kehidupan Sahara, Sahara mulai berubah. dirinya banyak diam dan bahkan terkadang Sahara mengabaikan orang-orang di sekitarnya termasuk Delmar anak laki-lakinya yang masih kecil.


"Sahara mulai hari ini kamu tak perlu melakukan kegiatan apapun, cukup bermain dan merawat Delmar saja." ucap Leon pada Sahara yang tengah membuat sarapan.


"Tapi..."


"Ibu bilang akhir-akhir ini kamu terlihat sering melamun. Jadi ibu takut kamu terluka saat memasak di dapur, jadi lebih baik kamu menjaga Delmar saja."


Saat Leon mengatakan hal itu, Sahara tersadar apa benar dirinya memang terlihat sering melamun.

__ADS_1


"Aku sering melamun...?"


"Ya ibu bilang begitu padaku, memangnya ada apa denganmu, apa yang membuatmu takut?"


"Leon aku baik-baik saja, Sean juga tak pernah mengirimku paket berisi alkohol lagi."


"Apa? Kenapa kamu mengatakan itu, kenapa tiba-tiba kamu mengatakan nama Sean. Apa dia yang membuat kamu terus melamun?"


Leon tiba-tiba curiga pada Sahara, Sahara pun sama dirinya tiba-tiba gugup di hadapan Leon setelah mengatakan nama Sean.


"Sahara kenapa kamu gugup? Katakan padaku apa Sean melakukan hal yang membuatmu takut? Jika iya aku benar-benar akan menghancurkannya."


"Engga Leon! Jangan Leon... Aku gugup dan sering melamun bukan karena Sean. Kamu tahukan aku punya kecemasaan terkadang aku selalu memikirkan hal-hal yang membuatku cemas, jadi aku sering melamun."


Leon pun percaya dengan ucapan Sahara, dan tak curiga lagi pada Sahara karena Leon tahu Sahara memang mempunyai kecemasaan.


Hari demi hari terus berlalu, hari itu Sahara tengah di ruang VIP bersama Delmar. Sahara bermain dengan Delmar diatas ranjang, sedangkan Leon tengah mandi.


Saat tengah bermain dengan Delmar, tiba-tiba Sahara memikirkan sesuatu yang membuatnya melamun kembali, Sahara seketika berhenti bermain dengan Delmar. Mainan yang tengah Sahara pegang terlepas dan mengenai pipi Delmar yang kecil sehingga Delmar terus menangis.


Ketika Delmar menangis, Sahara hanya diam dan tetap melamun seperti orang tak sadarkan diri secara tiba-tiba.


Karena tangisan Delmar yang mulai nyaring. Leon yang baru selesai mandi langsung melihat kejadian itu.


"Astaga Sahara... Sahara! Delmar menangis di sampingmu kenapa kamu diam saja!"


Leon marah melihat Sahara tak berkutip sedikitpun. Leon pun mendekati Delamar dan menggendongnya sembari menghentikan tangisannya.


"Sahara!"


Leon berteriak kedua kalinya memanggil nama Sahara dan akhirnya Sahara tersadar.


"I-iya Leon... Astaga ada apa dengan Delmar?"


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...


...copyright©️Triahanda...

__ADS_1


__ADS_2