VIP 69

VIP 69
CHAPTER 26


__ADS_3

"Aku kembali pada Sean karena hidupku sangat berat, aku terus membutuhkan uang untuk hidup sehari-hari. Bekerja di Bar saja tidak cukup. Gaji itu masih kurang. Belum lagi ibuku yang terus menekanku dan meminta uang dariku. Bahkan dia juga selalu menyuruhku kembali pada Sean."


"Jadi kamu kembali pada Sean karena harta?"


"Itu alasan kedua Leon. Alasan pertama adalah karena aku masih mencintainya, Bahkan Sean yang menemuiku di Bar dan meminta balikan. Lalu akhirnya kita rujuk dan menikah. Saat itu aku sama sekali tak tahu jika Sean memang punya wanita lain. Dan dia hanya memanfaatkanku."


"Memang dia memanfaatkanmu Sahara. Aku yakin wanita yang bersama Sean di panti asuhan saat itu, yang dilihat temanmu itu adalah Anggun. Mereka mungkin sudah menikah diam-diam lalu sedang mencari anak untuk di adopsi. Tapi karena Sean gila Harta pasti dia juga ingin keturunannya adalah dari darahnya sendiri anak kandungnya sendiri bukan orang lain. Itulah kenapa dia meminjam rahimmu."


"Ya perkataanmu benar Leon dan itu sangat menyakiti hatiku. Sekarang aku benar-benar hancur dan lebih hancur dari sebelumnya."


Malam berlalu dengan sangat cepat Sahara dan Sean tidur di sebuah penginapan. Sahara tidur sendirian di dalam kamar, sedangkan Leon tidur di sofa diruang tengah.


Saat hari masih pagi dan embun pagi masih tercium wangi. Sahara diam-diam keluar dari penginapan itu, Sahara berlari meninggalkan penginapan tanpa diketahui oleh Leon. Karena Leon masih tertidur.


"Aku harus pergi dari Leon. Aku tak ingin hidup bersama Sean dan Leon lagi! Leon datang dan semuanya hancur! Sean juga sangat brengsek!"


Ya, Sahara pergi meninggalkan Leon, Mungkin Sahara akan mencari kehidupan baru. Lembaran baru dalam hidupnya setelah semua cobaan berat itu.


****


2 bulan kemudian...


"Gurun! Lo kenapa si murung terus? ini udah hampir dua bulan lo kerja lagi disini tapi lo malah murung terus kaya gitu kenapa si?"


"Bel aku rindu sama Sonia bagaimana dia sekarang? Pasti dia sudah mulai bisa berlari kesana kemari sembari menjerit-jerit dengan suaranya yang kecil dan lucu itu."


"Astaga jadi lo rindu sama Sonia. Ga papa Sahara. Suatu hari nanti pasti Sonia bakalan kembali sama lo karena lo itu ibu kandungnya. Udah sekarang ganti baju lo dan mulai kerja."


Setelah dua bulan berlalu Sahara melarikan diri dari kehidupan sebelumnya yang sangat menyayat dan mencabik-cabik hatinya. Kini Sahara kembali ke kehidupannya yang dulu. Kehidupan dimana dia harus bekerja lagi di Bar bersama Bella teman Barnya dan tinggal di apartment milik Bella, karena Sahara tidak punya uang untuk menyewa kontrakan.


"Eh Bel tunggu dulu. Memangnya Si Leon dan teman-temannya itu ga pernah lagi kesini yah?"


"Iya semenjak kejadian pembunuhan itu mereka ga pernah kembali kesini. Jadi lo jangan khawatir dan takut mereka kembali, karena mereka ga bakalan balik lagi kesini."

__ADS_1


"Syukur deh karena aku tak ingin bertemu mereka lagi terutama Leon. Oh ya Bella memangnya siapa yang bersalah atas pembunuhan itu?"


"Yang bersalah itu teman Leon. Sidik jari yang di temukan di alat kemudi juga sidik jari teman Leon bukan Leon. Jadi terbukti Leon memang tidak membunuh mantanya itu. Dengan menabarkanya. Dia memang ada di dalam mobil tapi bukan dia yang mengemudi."


"Astaga jadi itu kebenarannya. Aku malah selalu menghinanya dengan perkataan jika dia adalah pembunuh di ruang VIP 69."


"Hah VIP 69, sejak kapan kalian kesini lagi?"


"Oh itu... Bukan ruang VIP 69 bar ini. Tapi ruang VIP yang lain."


"Kalian abis ngapaian. Kalian nyewa kamar yah?"


"Bukan! Dia punya sendiri di rumahnya."


"Astaga! Beneran si Leon itu punya ruang VIP sendiri dirumahnya? Dengan angka 69. Gila sih dia erotis banget Sahara. Haha."


Bella tertawa terbahak-bahak setelah tahu Leon memberi nama ruang VIP miliknya sendiri dengan angka 69.


"Udah ah ayo kerja jangan gosip mulu Bel!!"


Sahara menemani Pria yang sedang berkaraoke, minum minuman beralkohol. Sahara sekarang lebih berani dari sebelumnya.  Sahara kini suka menggoda pria-pria Bar dan terkadang dia juga meminta uang dari mereka. Walau begitu Sahara tetap jual mahal dan jarang mengizinkan pria-pria hidung belang terlalu banyak menyentuhnya.


"Ingat tak ada moment untuk se* anda hanya bisa menyentuh saya." Gumam Sahara pada pria yang sedang di temaninya.


Sahara yang dulunya sangat sulit minum alkohol. Kini ia sering minum alkohol, bahkan tubuhnya sekarang semakin kurus. Rambut Sahara juga di potong pendek sebahu.


Gonbee!! Cheers!!


Selama dua bulan Sahara menghabiskan banyak waktunya untuk bekerja di Bar dan meminum banyak alkohol karena Sahara ingin pikirannya yang selalu berbicara itu diam. Itulah kenapa Sahara sering mabuk.


Sahara benar-benar berubah bukan hanya penampilan. Tetapi juga perilakunya.


Ketika Sahara tengah mabuk-mabukan di ruang VIP. Sahara tiba-tiba merasa mual, Sahara akhirnya berlari menuju toilet dan muntah disana.

__ADS_1


Argh!! Perutku sakit sekali kenapa akhir-akhir ini aku sering muntah! Argh!


Kata Sahara dengan penuh amarah di dalam toilet.


"Sahara! Lo kenapa si muntah mulu perasaan."


Ucap Bella menghampiri Sahara yang terus muntah di Toilet.


"G-ga tau Bell, tapi akhir-akhir ini aku sering muntah. Pasti karena sering minum alkohol. Dulu aku ga suka minum alkohol."


"Lo ga wik-wik kan sama pria hidung belang disini? Jujur lo sama gue!"


"Enggalah Bel, ingat badan aku ini cuman buat orang yang aku cinta."


"Iya, lo juga kalo mabuk selalu ada gue yang jagain lo. Tapi kenapa lo sering muntah si."


"Oh! Apa jangan-jangan lo ya Bel yang udah perkosa gue!"


"Anjir lo sembarangan! Gu udah ga punya sosis anjir. Gue udah ngeluarin duit jutaan buat operasi!"


"Dosa lu bell, udah ayo lanjut kerja biar gaji kita ga di potong."


Setelah banyak pembicaraan random di toilet Sahara dan Bella kembali bekerja di Bar itu. Namun ketika Sahara tengah menari bersama orang-orang yang ada disana. Tiba-tiba semua orang berhenti menari karena sekelompok orang menyihir mata mereka untuk melihatnya.


"Kenapa semua orang berhenti menari?" ketika Sahara bingung melihat semua orang berhenti menari. Sahara akhirnya ikut-ikutan melihat ke arah sekelompok orang yang datang itu.


Ketika Sahara melihat sekelompok orang itu. Sahara benar-benar terkejut karena mereka itu adalah....


"Leon... Sean... Kenapa mereka bersama?"


...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2