VIP 69

VIP 69
CHAPTER 38


__ADS_3

Malam itu Sahara baru pulang, dan Leon sudah berdiri di depan pintu. Sehingga membuat Sahara terkejut.


"Sahara, kamu habis darimana? Kenapa pulang malam?" tanya Leon dengan tatapan yang penuh dengan rasa khawatir.


"Leon aku sudah bertemu dengan Bella di apartmentnya, aku merindukan temanku jadi aku kesana, aku pulang malam karena sekarang Bella sudah berangkat kerja ke Bar."


"Lain kali kamu harus mengatakannya dulu padaku jika kamu ingin bertemu temanmu."


Sahara berbohong pada Leon dengan membuat alasan sudah bertemu dengan Bella.


Suasana di dalam rumah begitu canggung Sahara diam Leon juga diam. Hubungan mereka mulai berubah.


"Leon... Kenapa kamu terus-terusan mengabaikanku? Aku lelah Leon banyak sekali cobaan yang menimpaku. Tapi aku tahu itu semua karena kesalahan yang aku buat. Tapi aku mohon Leon aku sangat membutuhkanmu, kasih sayangmu, pelukanmu. Bisakah kamu berhenti mengabaikanku, aku berjanji jika aku mengandung lagi, aku akan menjaganya dengan baik."


Ketika Sahara mengatakan itu dengan penuh ketulusan di hadapan Leon yang sedang makan. Leon tiba-tiba berhenti makan lalu menatap Sahara dengan senyuman.


Leon bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri Sahara, dengan senyuman Leon berlutut di hadapan Sahara yang tengah duduk, Leon memegang tangan Sahara dengan penuh ketulusan.


Sahara hanya bisa diam tak menyangka Leon tiba-tiba berlutut di hadapannya. Leon tiba-tiba memberikan ciuman pada kedua tangan Sahara.


"Aku juga minta maaf Sahara, aku seharusnya tidak seperti ini, aku hanya merasa sedih anak pertamaku dari rahimmu tiada."


Sahara tiba-tiba memeluk Leon, lalu mengatakan jika dirinya sudah mencintai Leon sepenuhnya dan tak ingin hubungan mereka yang mereka bangun ini hancur begitu saja hanya karena satu kesalahan.


Malamnya Leon mengajak Sahara tidur bersama di ruang VIP, Leon masuk bersama Sahara ke ruang VIP itu dengan pajama tidur mereka. Leon membuka pintu ruang VIP sembari memasukan kode pintunya.


"Leon, kenapa kamu tak memberitahu aku kode pintu ruang VIP ini, kenapa Lisa dan ibumu tahu kodenya sedangkan aku tidak." tanya Sahara cemburu pada Leon.


"Ibu dan Lisa tahu saat kamu sakit, tapi sekarang aku sudah menggantinya dan hanya aku yang tahu. Suatu hari tanpa harus ku beritahu kamu akan tahu kata sandinya apa Sahara."


Sahara berbaring di tempat tidur lalu menutupi tubuhnya dengan selimut. Leon mematikan lampu lalu menghampiri Sahara yang sudah berbaring di ranjang.


Leon memeluk Sahara yang tidur menyamping, Leon memeluk Sahara dari belakang dengan begitu eratnya.

__ADS_1


Satu tahun berjalan dengan penuh kebahagiaan, Sahara dan Leon hidup dalam penuh kebahagiaan dan juga keharmonisan. Ibu Sahara bahkan sering berkunjung ke rumah Leon dan Sahara untuk menjenguk mereka berdua.


Selama satu tahun itu tak ada masalah apapun yang merusak keharmonisan Sahara dan Leon. Sahara tak merasakan lagi apa itu rasa sakit dan apa itu rasa khawatir, semuanya berjalan penuh dengan warna bersama Leon. Namun dalam satu tahun itu mereka belum di karuniai lagi anak, karena Leon dan Sahara tak menginginkannya dulu. Mereka menjeda satu tahun untuk mempunyai anak. Karena selama satu tahun itu mereka ingin memebangun chemistry mereka terlebih dulu untuk saling percaya satu sama lain.


Hari itu, hari dimana satu tahun sudah berlalu. Sahara dan Leon tengah  berada di halaman depan rumah mereka yang tertutup dan begitu private. Karena dijaga oleh tembok-tembok besar dan tinggi di sekeliling rumahnya. Mereka berdua berbaring diatas rerumputan halaman rumah mereka, Sahara menyandarkan kepalanya dilengan Leon sembari menatap langit biru yang dihiasi oleh awan-awan putih.


"Leon... Ini sudah satu tahun berlalu, aku sangat senang selama satu tahun itu aku tak pernah merasa khawatir dan takut lagi. Aku sangat berterima kasih padamu. Karena sudah satu tahun kita membuat chemistry, apa sekarang saatnya kita mempunyai anak lagi?" ucap Sahara dengan penuh senyuman pada Leon.


"Aku ingin itu, tapi... "


"Tapi apa Leon?"


"Aku takut kamu sakit lagi ketika mengandung. Aku sedih melihatmu kesakitan. Biasanya orang hamil itu tubuhnya suka ikut-ikutan berisi ketika hamil karena selalu ingin makan ini itu, tapi kenapa kamu tidak kamu malah tak nafsu makan dan akhirnya kamu kurus. Aku kasihan padamu dan juga bayinya nanti."


Leon masih merasa takut dan trauma setelah melihat Sahara yang pernah sakit dan kehilangan bayinya ketika mengandung.


"Leon percaya padaku, aku akan menjaganya dengan baik dan akan makan makanan yang banyak dan sehat. Aku tak akan minun alkohol lagi. Karena sebenarnya aku memang tak menyukai itu dan juga tidak baik."


Leon hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya. Leon tak memberikan jawaban apapun pada Sahara.


"Sahara... Ayo bangun." Bisik Leon dengan lembutnya yang disertai dengan ciuman itu.


Sahara terbangun heran kenapa Leon membangunkannya ditengah malam.


"Kenapa kamu membangunkanku? Ini tengah malam, apa kamu lapar Leon?" tanya Sahara dengan suara bangun tidurnya.


"Aku ga lapar, ayo tidur di ruang VIP aku bosan tidur dikamar atas."


"Tiba-tiba banget, Tapi aku malas Berjalan Leon. Gendong aku."


Leon pun langsung menggendong Sahara Lalu Sahara mengalungkan tanganya pada Leher Leon. Mereka berdua pergi ke lantai bawah untuk tidur di ruang VIP 69 karena sudah lama mereka jarang menggunakannya.


Ketika mereka akan masuk ke dalam ruang VIP. Leon tak lupa memasukan terlebih dahulu kata sandinya.

__ADS_1


Saat mereka tiba di dalam sana, Leon tiba-tiba memberikan pajama berwarna merah maroon kepada Sahara. Pajam itu cukup pendek dan tipis bahkan bagian tangan baju itu hanya sebuah tali kecil yang di ikat dari depan dan belakang baju itu.


"Kenapa kamu memberikan pajama seksi dan berwarna merah maroon itu padaku? Apa kamu ingin aku mengenakannya?"


Leon menganggukan kepalanya dengan senyuman.


"Pakai itu dan ayo kita berendam di air yang hangat."


Sahara sontak terkejut mendengar apa yang dikatakan Leon.


"Apa! Leon ini tengah malam aku hanya ingin tidur bukan berendam. Kamu ada-ada aja ya Leon, Tunggu apa kamu ingin kita berendam lalu aku menggunakan pajama merah maroon itu?"


"Ya... Tapi jika kamu tak mau kita bisa melakukannya besok pagi. Kita berendam besok pagi saja, sekarang kita tidur."


Sahara pun tersenyum lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang ruang VIP. Leon juga membaringkan tubuhnya diatas ranjang yang sama di samping Sahara. Namun Sahara merasa aneh karena Leon tak memeluknya, Karena Leon biasanya akan memeluknya dari belakang.


Karena Sahara penasaran kenapa Leon tak melakukan itu, akhirnya Sahara berbalik badan. Saat Sahara berbalik badan, Sahara terkejut karena Leon membelakanginya.


Sahara pun tersadar jika Leon pasti marah karena Sahara menolak apa yang Leon inginkan.


Sahara tiba-tiba membuka baju tidurnya lalu menggantinya dengan pajama merah maroon pendek yang diberikan Leon.


Sahara terlihat begitu menawan dan terbuka setelah menggunakan pajama merah maroon yang diberikan Leon.


Sahara berjalan ke arah kamar mandi dan berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Leon... Lihat apa aku cantik? Aku tak merasa ngantuk setelah kamu membangunkanku. Jadi kita berendam malam ini jangan menunggu esok pagi."


Leon tiba-tib tersenyum lalu berjalan mendekati Sahara


...🍀UPDATE SETIAP HARI🍀...


...Please support me dengan cara bantu like, komen dan share (Novel VIP 69) ini. Dan jangan lupa kasih gift hehe gomawo ♥ Follow me on Instagram @lyricbighit...

__ADS_1


...copyright©️Triahanda...


__ADS_2